NovelToon NovelToon
Sweet After Divorce

Sweet After Divorce

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:773.1k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?

Sweet after divorce...manis setelah berpisah.

"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."

"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."

"Mau rujuk?"
.
.
.

Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Perlahan hilang

Setelah berhasil menolak Ibas dan membuat lelaki itu kecewa, Anye masuk ke dalam rumah.

"Ibas sudah pulang, Nye?" tanya ibu, lebih tepatnya sih....kok tumben ngga pamit?

"Udah Bu. Capek kayanya sampe lupa pamit." Anye mengelus lengan ibu, dan diluar kesadaran ia justru memeluk ibunya, "pengen peluk ibu..."

"Oalah, kenapa to?" tanya ibu tumben-tumbenan sekali putrinya ini begitu. Putri yang selama ini menjadi garda terdepannya, putri yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya minta dipeluk. Ia yang selalu kuat, bahkan ketika menghadapi persidangan.

Kalo aku banyak salah, aku minta maaf ya Bu...

Kalo kedepannya aku bakalan bikin ibu nangis, please jangan benci aku ya Bu...marahin aja aku....

Aku emang putri ibu yang bandel...

Huffftt... Anye membuang kasar nafasnya, demi bisa meluruhkan rasa sedih dan kecewanya pada diri sendiri. Matanya tak bisa ditahan untuk tak berkaca-kaca. Sebenarnya ia ingin menangis saat ini, menangis sampai sesenggukan tapi ia tak mau lebih membuat ibu curiga 'tuk saat ini... Iya, dirinya harus menyiapkan mental, padanan kata yang tepat untuk bicara dengan ibu, mencari suasana hati ternyaman dan terbahagia ibu demi menyampaikan kabar yang pastinya akan menghantam hati seorang ibu.

Sejenak ia menyeka ekor mata, lalu..."Anye capek Bu, pengen istirahat."

Ibu sedikit mengernyit melihat gelagat aneh dan wajah yang sendu terlebih pucat, "sakit neng?" ia menempelkan punggung tangannya di kening Anye, "rehat dulu dari kantor, kerjaan kasih ke karyawan. Buat apa punya karyawan kalo kamu harus berat sendiri?"

Anye mengangguk, kali ini ia tak mau membantah ibu lagi.

Ia merapat ke sisi terpojok kasur, melipat kaki dan mengeluarkan sesuatu dari tas, "kita berjuang berdua sekarang ya...tolong temani mama, jadilah partner yang kuat." Monolog Anye pada foto hitam dengan bulatan bulatan menyerupai gelembung dan biji.

Ia menaruh foto itu di dompet, lalu tiga alat tes kehamilan itu, ia selipkan ke dompet kecil berisi ATM, kartu nama dan sebagainya. Surat keterangan dokter ia lipat lalu berhasil masuk ke laci, sementara plastik kecil yang berisi kartu provider baru itu .....Anye membelinya tadi.

Anye mengaktifkan nomor barunya. Kini, setelah kejadian hari ini....ia memutuskan hal gila lainnya yang ia anggap sebagai gebrakan masa depan.

Berusaha menjauhi Ganesha, memberikan ruang dan waktu untuk Ganesha dan Fiqah bersama.

Cintai aku Nesh....

Kalimat itu masih terngiang-ngiang di telinganya saat ini. Bahkan terakhir, sumpah Fiqah untuknya adalah bentuk kalimat kecewa yang mendalam Fiqah untuknya.

+628636480162

Desti, ini nomor baru saya

Anyelir...

Bukan lagi menitipkan pesan, tapi Anye sudah bicara banyak dengan Desti sang asisten.

"Hanya kamu dan ibu saya yang punya nomor ini. Semua yang bersangkutan dengan pekerjaan, harus melalui kamu dulu, baru ke saya...saya percaya kamu."

Lalu...

"Jangan pernah memberikan nomor saya pada siapapun termasuk anak Imaginary."

"Siap Bu..." jika dalam mode begini, bahkan Desti sendiri tak berani bertanya, padahal sejak tadi benaknya sesak dengan keheranan dan ribuan pertanyaan yang siap meluncur.

/

Ganesha berkali-kali menghubungi Anye, tapi hasilnya nihil...ia justru mendapati nomor Anye kini tak aktif.

Ia hampir membanting ponselnya jika tak ingat untuk apa. Mungkin besok lusa, ia akan menyempatkan diri untuk mampir ke rumah Anye.

Ia berpenampilan seperti biasa, tapi tak dapat dipungkiri wajah Ganesha telah kusut sejak pagi.

Terlebih ketika Dewa datang menggebrak kewarasannya setelah selesai rapat tertutup bersama beberapa jajaran dewan direksi.

Yahya keluar dari ruangan Ganesha, menyisakan ketiga pewaris Jilo corp itu di dalam.

"Pinter banget lagi an jing, modusnya dibawa istirahat karena mabok!" tawa Dewa tak tanggung-tanggung meluruskan kakinya di sofa sambil meneguk soda. Mulutnya itu sudah gatal sekali sejak kejadian perayaan kecil itu. Beberapa orang tau meski tak sampai tau apa yang terjadi pada keduanya. Namun Dewa dan Lendra....jangan harap ada informasi atau kejadian yang ter-skip, oh tentu saja Yahya.

Lendra menepuk dadanya bak superhero, "kenalin, gue duda modus."

Dewa tergelak.

Dan masih banyak lagi cibiran serta sindiran yang Ganesha dapatkan secara terang-terangan dari keduanya itu, tapi ia sudah tak aneh, justru...

"Pergi Lo berdua, kalo cuma mau berisik." Usir Ganesha, tapi tak ada yang angkat pan tat dari sana, justru Lendra dan Dewa semakin nyaman saja disana.

"Lo emang emejing Nesh...udah iket lagi aja Anye. Bilang... Nye, akhirnya sekarang mata gue udah ngga rabun lagi, hati gue juga udah ngga busuk buat ngerasain cinta, rujuk yuk...gue butuh temen ranjang...begitooo! Lagian Lo demen banget nyimpen cinta sama almarhumah...giliran sekarang ditinggal Anye, Lo nyesel..." Lendra menunjuk udara dan membuat Dewa tertawa lagi dan lagi.

"Astaghfirullah, kalo kata mertua gue itu haram Nesh...jangan begitu lah..."

"Yang meleset ke haram itu emang lebih enak kan?" jawabnya breng sek demi membalas kekurangan ajaran abangnya dan Lendra itu.

"An jing sialan. Laki-laki pendiem lebih bahaya, Wa!"

Dewa menggeleng menunjuk-nunjuk Ganesha yang duduk di kursinya sambil menikmati soda dari tempatnya, "gue lapor momy. Bisa Lo bayangin ngga bakalan kaya apa dunia? Anak kalemnya ternyata jelmaan Dajjal?" Dewa benar-benar sarkas menegur sang adik yang sejak dulu diam diam mematikan itu.

"Gue terima resikonya." Jawab Ganesha, tanpa Dewa dan Lendra bicara begitupun ia sudah memulai usahanya sejak kemarin, tapi ia cukup mendapatkan kesulitan menghadapi sifatnya sendiri dan Anye.

"Nikahin Anye, Nesh. Ngga ada salahnya rujuk, Lo ngga akan hina, kadar ke breng sekan Lo ngga berkurang kok, tenang aja..." angguk Dewa dengan muka yang serius bak psikolog.

Wkwkwkwkwk! Kini Lendra yang tertawa sampai menyemburkan soda dari mulutnya, "lagian Lo ngga mikir kalo sampe Anye hamil?"

Ganesha menggeleng meskipun ia ragu juga, "Anye KB, sejak menikah sama gue." Dan rasa bersalah itu timbul...mengingat kebersamaan mereka selama setahun itu, yang menimbulkan luka terkhusus untuk Anyelir.

"Yakin banget kayanya, lo..." tembak Lendra lagi.

"Gue yang nyuruh dulu." Ganesha benar-benar mengakuinya.

Dewa sudah benar-benar menggeleng dibuat tak paham, "sakit nih orang emang. Gue cuma berharap Anyelir adalah tipe wanita pemaaf, tapi kalo bisa Lo mesti berdarahhh-da rah dulu lah kalo emang Lo mau minta rujuk...." Dewa sudah bangkit dari tempatnya.

"Dahlah, gue balik ke kantor." Lendra ikut beranjak.

Ganesha kembali meraih ponselnya, dimana pesannya yang terakhir pada Anye tak jua centang dua. Bahkan saat ia kembali menelfon Anye, nomor itu masih tak aktif.

"Ck."

Sebuah pesan baru terlihat menghampiri emailnya, lalu Ganesha melihat itu.

Sebuah tayangan iklan yang saat ini sudah tayang di beberapa sosial media dan linimasa.

Alis tebalnya mengernyit, "bukan Anye?"

Ganesha menghubungi Yahya, "Ya, ke ruangan saya sekarang."

.

.

.

.

1
Queens Nia🪻☕️🍫
Ya ampun jadi seperti main petak umpet benaran ach bang Gajah besar🤣🤣🤣
💕Rose🌷Tine_N@💋
bener2 emak tere pengen di gaplok bulak balik.ini mah👊👊👊
💕Rose🌷Tine_N@💋
jgn bilang pak Ilham bapaknya Anyelir otorrrrrrr.....
ya ampun dunia memang sempit😊😊
Rosyani Rini
kata aku mh mirip mahluk astral 🤣🤣🤣🤣🤣
💕Rose🌷Tine_N@💋
ya allah Ibas .....otak km tolol amat ya....sampe gk bisa mikir panjang....sadar km tuh hanya butiran debu dimata Ganesh...hadeuh😤
Queens Nia🪻☕️🍫
Rindu teh sin lekat lekat😘🤭😁
💕Rose🌷Tine_N@💋
keren otorrrrr👍👍👍
Kios Flio
💓💓💓💓💓
Widintul Husnah
karya teh sin sll yg luar biasa,,gak bisa bikin move on.. terimakasih
Sri Udaningsih Widjaya
Bagus ceritanya thor
Ana
lanjut
Widintul Husnah
Alhamdulillah,, banyak orang baik yang menolong mbak annye...
Widintul Husnah
Alhamdulillah,,tokcer after divorce
novel destiny
lope sekebon singkong buat teh Shin 🩷
buat karya2 nya yg kadang tokohnya pada kurang se ons, yg romansa nya bukan yg berat seberat balok, buat keabsurd an tokohnya.. aku suka tulisan kamu tetehhhh 😍😍
novel destiny
akhirnya selesai.
terimakasih teh sin untuk semua keseruan nya 🫰
imoe nawar
👍👍
novel destiny
aahh mommy kara 🥺🥺🥺

berarti naka udah belajar sedari bayi yaa dari emak bapaknya masalah sosor menyosor 🤣🤣🤣
novel destiny
masa iya bikin perjanjian ama bayi baru lahir 🤣🤣🤣
novel destiny
kalo baca lahiran gini tuh jadi berasa lahiran beneran aduhhh 😣😣
novel destiny
keren lah CEO 1 ini 😁🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!