NovelToon NovelToon
Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Status: sedang berlangsung
Genre:LOL / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

"Bagi orang lain, pernikahan adalah ibadah. Bagi Dira dan Bagas, pernikahan adalah kompetisi bertahan hidup dari kebodohan masing-masing."

Dira tidak pernah menyangka jodohnya adalah laki-laki yang dia temui di IGD dalam kondisi kepala kejepit pagar rumah tetangga. Di sisi lain, Bagas jatuh cinta pada Dira hanya karena Dira adalah satu-satunya orang yang tidak menertawakannya saat melihatnya(padahal Dira cuma lagi sibuk nyelametin nyawa karena keselek biji kedondong).

​Kini, mereka resmi menikah. Jangan harap romansa ala drakor. Panggilan sayang mereka adalah "NDORO" dan "TAPIR" .

Ikuti keseharian pasangan paling absurd abad ini yang mencoba terlihat normal di depan tetangga, meski sebenarnya otak mereka sudah pindah ke dengkul.

"Karena menikah itu berat, biar kami aja yang gila."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Liam si Pohon Pisang dan Skandal Foto Model Paling Memalukan

Pagi itu, di sebuah studio foto di Jakarta Selatan, Liam berdiri mematung di depan cermin besar dengan tatapan yang kosong, seolah-olah jiwanya sudah terbang kembali ke Melbourne dan menolak untuk pulang.

Di tubuhnya yang atletis dan tegap itu, kini terpasang kostum hijau berbahan busa tebal berbentuk tabung panjang, lengkap dengan aksen pelepah di bagian bahu dan topi berbentuk jantung pisang di atas kepalanya.

​"Mas ... gue bener-bener mau nanya," suara Liam terdengar teredam dari balik kostum. "Secara martabat manusia, di bagian mana dari kontrak 'Keluarga Bahagia' ini yang mengharuskan seorang calon psikolog jadi tumbuhan monokotil?!"

​Bagas, yang hari ini jadi penata gaya (yang sebenarnya nggak ada yang minta), sibuk merapikan pelepah pisang di bahu Liam. Bagas sendiri pake kostum monyet yang ekornya kepanjangan sampai sering keinjek sendiri.

​"Duh Liam, lo tuh jangan kaku! Ini namanya Metaphorical Marketing!" jelas Bagas semangat. "Lo itu pohon pisang, lambang pengayoman dan sumber energi. Gue monyetnya, lambang keceriaan. Dan Supra ... liat tuh!"

​Bagas menunjuk ke arah meja kecil. Di sana, Supra sedang dipakaikan kostum ulat bulu warna kuning yang sangat empuk. Supra cuma pasrah, mukanya makin sinis, seolah-olah dia lagi ngerencanain cara buat ngehancurin karir semua orang di ruangan itu.

​Dira masuk ke studio sambil bawa kopi, langsung meledak ketawanya pas liat Liam. "Ya ampun, Liam! Lo ganteng banget jadi pohon! Gue baru tau ada pohon pisang pake kacamata bermerek."

​"Mbak Dira, tolong ... ini bullying terorganisir," keluh Liam. "Gue punya reputasi. Kalau temen-temen dosen gue di Australia liat ini, gelar gue bakal dicabut karena dianggap nggak stabil secara mental."

​Tiba-tiba pintu studio terbuka, dan Manda masuk sambil bawa dupa dan bunga melati. Manda berhenti, matanya melotot liat Liam, Manda ketawa sampai jongkok-jongkok di lantai.

​"Hahahaha! Li! Gue ngerasa ... frekuensi lo hari ini bener-bener ... hijau banget!" Manda berusaha bicara sambil menahan tawa. "Aura lo yang tadinya es kutub, sekarang berubah jadi aura kebun raya! Sumpah, lo cocok banget jadi pohon, soalnya lo emang kaku!"

​Liam menatap Manda datar dari balik topi jantung pisangnya. "Man, kalau lo ke sini cuma buat nambahin tekanan psikologis gue, mending lo pergi meditasi di tempat parkir deh."

​"Eh, jangan galak-galak sama alam, Pak Pohon!" Manda berdiri, mulai mengelilingi Liam sambil mengibaskan dupa. "Gue ke sini buat mastiin syutingnya lancar. Gue ngerasa ada energi negatif dari kostum ulat bulu Supra. Kayaknya Supra ngerasa identitas macannya terancam."

​Sutradara iklan, seorang pria nyentrik dengan rambut dikuncir dua, berteriak, "Oke, standby! Kita ambil adegan 'Monyet Bahagia Menemukan Pohon Ajaib'!"

​Liam dipaksa berdiri tegak di tengah set yang diseting kayak hutan buatan. Bagas (si monyet) harus lari-lari mengelilingi Liam, sementara Supra (si ulat) diletakkan di atas pelepah bahu Liam.

​"Action!"

​Bagas mulai loncat-loncat nggak jelas. "Wah! Ada pohon pisang yang aura psikologinya kuat sekali! Aku mau makan buahnya!"

​Liam cuma diem, berusaha nahan malu. Tapi masalah dimulai pas Supra mulai ngerasa nggak nyaman sama kostum ulat bulunya. Supra ngerasa gatal, dan instingnya bilang kalau satu-satunya cara buat ngilangin gatal itu adalah dengan menggaruk pelepah busa di bahu Liam.

​Sret! Sret! Sret!

​"Aduh! Pra! Jangan dicakar, itu kulit busa gue!" bisik Liam panik.

​"Jangan gerak, Li! Pohon pisang nggak bisa ngomong!" teriak sutradara.

​Tapi Supra makin liar. Mulai merambat naik ke atas topi jantung pisang Liam. Karena berat Supra yang lumayan berisi (efek makan ramen terasi kemarin), topi jantung pisang itu melorot menutupi seluruh wajah Liam.

​Liam yang buta total karena tertutup topi, mulai goyang-goyang. "Mas! Tolong! Supra di kepala gue! Gue nggak bisa liat!"

​Bagas yang terlalu mendalami peran monyet, malah makin heboh. "Wah! Pohonnya bergoyang ditiup angin kegalauan! Ayo Monyet, kita peluk pohonnya!"

​Bagas langsung melompat dan memeluk batang pohon (badan Liam) dengan sangat kencang. Karena kostum mereka sama-sama licin, mereka berdua kehilangan keseimbangan.

​Gubrak!

​Pohon pisang, monyet, dan ulat bulu kuning itu jatuh bertumpukan di atas lantai studio. Kostum pohon pisang Liam penyok di bagian tengah, membuat Liam terjepit di dalam busa dan nggak bisa bangun sendiri.

​"Manda! Tolongin gue!" teriak Liam dari dalam kostum.

​Manda bukannya nolongin, malah sibuk ngambil foto pake HP-nya. "Bentar Li! Ini momen langka! Judul fotonya: 'Runtuhnya Logika di Bawah Pelukan Primata'. Ini bakal jadi wallpaper HP gue selamanya!"

​Dira dan kru studio akhirnya lari buat nolongin mereka. Pas Liam berhasil dikeluarin dari kostum, rambutnya udah berantakan, kacamatanya miring, dan ada beberapa helai bulu Supra nempel di bibirnya.

​Liam berdiri, merapikan bajunya dengan sisa-sisa martabat yang dia punya. Menatap Bagas yang masih asyik mainin ekor monyetnya.

​"Mas," ujar Liam pelan tapi tajam. "Gue resmi mutusin. Setelah iklan ini tayang, gue bakal ganti nama, operasi wajah, dan pindah ke pedalaman Papua buat jadi peneliti semut. Gue nggak kuat lagi."

​"Duh Liam, jangan gitu dong!" hibur Bagas. "Liat tuh sutradaranya, dia malah tepuk tangan! Katanya adegan jatuhnya tadi sangat 'organik' dan 'estetik'. Kita dapet bonus tambahan karena lo mau jatuhnya totalitas!"

​Jaka masuk ke studio sambil bawa tablet. "Gas! Dira! Beritanya udah bocor ke sosmed! Ada orang dalam studio yang posting foto Liam pake kostum pohon pisang, dan sekarang tagar #PsikologPisang lagi trending nomor dua di bawah berita harga minyak goreng!"

​Liam langsung duduk lemes di kursi. "Habis ... karir gue habis."

​Manda duduk di samping Liam, kali ini beneran peduli. Ngasih Liam botol air mineral. "Minum dulu, Li. Lo tau nggak? Secara 'frekuensi gue', orang yang berani mempermalukan diri sendiri demi keluarganya itu auranya jauh lebih terang daripada orang pinter yang cuma bersembunyi di balik buku."

​Liam menoleh ke Manda. "Lo serius, Man? Atau lo cuma mau ngehibur biar gue nggak makin depresi?"

​"Gue serius. Meskipun lo keliatan bego banget tadi, tapi gue liat lo tetep jagain Supra biar nggak kejepit pas lo jatuh. Itu namanya empati, Li. Ilmu psikologi lo ternyata udah meresap ke hati, bukan cuma di otak."

​Liam terdiam. Menatap Manda yang tersenyum tulus. Perasaan keselnya perlahan menguap, diganti dengan rasa hangat yang aneh. "Makasih, Man. Tapi tetep aja, hapus foto di HP lo itu."

​"Nggak mau! Ini aset masa depan!" tawa Manda pecah lagi.

Misi iklan "Keluarga Bahagia" berakhir dengan kehancuran total martabat Liam, tapi justru membuat hubungannya dengan Manda makin bersemi, tapi, ketenangan itu nggak berlangsung lama, karena pas mereka sampai di rumah, Mama Ratna sudah nunggu di depan pintu dengan wajah serius.

​"Bagas! Liam! Ada berita besar! Tadi ada pengurus Masjid Al-Ikhlas dateng. Mereka minta kita jadi panitia Ramadhan tahun ini! Dan Bagas, kamu ditunjuk jadi Ketua Seksi Pembangunan Mental Spiritual Remaja!"

​Bagas matanya langsung berbinar. "SIAP, MA! Aku bakal bikin pesantren kilat versi Tapir!"

​Liam langsung lemes lagi. "Ya Tuhan ... baru aja jadi pohon, sekarang mau jadi guru spiritual? Mas, gue mau pulang ke Australia sekarang juga!"

1
𐘍ʏᴀɴɢ ᴢᴇ
manusia bernafas pake paru", kamu laper harusnya yang kenyang perut gas🤣
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Liam kamu tumben otaknya pintar ngga kayak yang lain
Aku kamu tak terpisahkan
Jaka jangan mengantuk jadi di semprot sama Bagas
🧡⃟ʏᴇ ʜͫᴀᷲᴏʀᴀɴ⁴
bagas bagas haus kan karena kebanyakan makan sate kambing 🤣🤣🤣🤣
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
cie liam terpesona smaa manda wkwkwk
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
mimpi yang indah iya bagas malah dibangunin 🤣🤣🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©мυмυ•§͜¢•🦢🍒
wah langsung seger si liam di ajak kencan🤣🤣🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
hahaaaa bner kaya bagas riset asmara🤣🤣🤣🤣
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Bagas jangan mimpi terus buruan sahur
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
hahaa Jaka kena semprotan bagas😅😅🤣
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Bagas ayo semangat berpuasa baru juga hari kedua
@Yayang ♡ Risa
Bagas mending borong kerupuk sama kalengnya sekaligus jangan cuma di mimpiin saja
🏡⃟ªʸA'day with Jun/ᵐᵘᵐᵘ
tumben alrm bunyi liam bangun🤣🤣🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
cuma bisa ketawa pas bagian manda nahan kantuk wkwkw
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Jaka jangan mengantuk nanti kamu di tinggal sendirian oleh para jamaah
𐘎мⷩυꙷмͭυ☠️⃝
Aku cuma ngakak pas bagas mimpiiin kerupuk kaleng🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
jangan ikutan bagas nnti ganggu🤣🤣🤣
❤️⃟Wᵃfᴍᷟᴀᷰxᷟɪᷰᴀᴏʏᴜ
mandan mandan ada aja celotehan nya🤣
Risa Istri Cantik
Manda ayo gas pepet Liam terus
Suamiku Paling Sempurna
Liam otaknya kamu kebagian banyak saat pembagian otak ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!