Dewi seorang istri yang di tinggal merantau suaminya Abi ke Kalimantan dan harus tinggal di kampung merawat mertua dengan uang kiriman seadanya dari sang suami, Dewi pun harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan sang mertua.
Hingga suatu ketika Dewi mendapati sebuah rahasia besar dari teman Abi, ternyata Abi diam-diam menikah lagi, hati Dewi hancur dan dia pun nekat ke Kalimantan untuk memastikan sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundae safiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Abi ketahuan korupsi
Abi sedang bertemu dengan pak Handoko di sebuah restoran yang tak jauh dari tempatnya bekerja saat ini.
''Pak Handoko, saya mohon bantu saya menangani kasus perceraian saya dengan Dewi, saya berani bayar mahal!'' ucap Abi pada pak Handoko pengacara keluarga Safrudin.
''Mas Abi, bukan saya tidak mau membantu Anda, cuma Anda kan tahu sendiri saya ini bekerja untuk keluarga Safrudin jadi jika mas Abi ingin menggunakan jasa saya makan Anda harus ijin terlebih dahulu dengan pak Safrudin langsung'' jawab pak Handoko dengan tegas.
''Apa maksud bapak hah, saya ini menantu keluarga Safrudin, Anda jangan tidak tahu diri ya!'' ucap Abi yang merasa tersinggung atas ucapan pak Handoko.
''Saya tahu mas Abi adalah menantu keluarga Safrudin namun itu tak berarti Anda bisa sesuka hati menggunakan semua sumber daya yang keluarga itu miliki'' jelas pak Handoko mengingatkan pada Abi supaya sedikit tahu diri.
''Cih...kenapa tidak, bahkan sebentar lagi semua yang keluarga Safrudin miliki akan menjadi milik saya sepenuhnya dan di saat itu terjadi jangan harap Anda bisa menjilat saya!'' ucap Abi yang mulai keluar sifat sombong dan tamaknya.
''Hahahaha...jangan mimpi terlalu tinggi mas Abi jika jatuh rasanya akan sakit sekali, maaf saya masih banyak kerjaan tak bisa menemani mas Abi lebih lama!'' ucap pak Handoko yang sudah muak dengan sikap Abi tersebut, kemudian beliau pun langsung pergi meninggalkan Abi begitu saja.
''Dasar pengacara songong tak tahu diri, awas saja kalau aku sudah menjadi pemilik seluruh perusahaan Safrudin kamu orang pertama yang akan aku singkirkan, bodoh cih...!'' oceh Abi kesal.
Setelah gagal membujuk pak Handoko Abi pun langsung menghubungi temannya untuk mencarikan kenalan pengacara yang bisa dia sewa dalam menangani kasus perceraian dengan Dewi.
Setelah menunggu satu jam lamanya kemudian datanglah dua orang yang menemui Abi di resto tempat Abi menunggu.
''Maaf jalanan macet'' ucap Bram pada Abi saat mereka sudah saling berhadapan.
''Tak masalah'' jawab Abi dengan santai sembari menyeruput minuman yang sudah di pesannya.
''Kenalin ini pengacara Rama, dia yang akan membantu kamu bercerai'' ucap Bram pada Abi.
''Halo pak Rama, mohon bantuannya!'' ucap Abi sembari menjabat tangan pengacara Rama.
'' Mas Abi tenang saja, saya akan melakukan yang terbaik untuk kasus Anda'' jawab pengacara Rama dengan percaya diri.
''Saya mau istri saya keluar dengan tangan kosong dan tak mendapat harta gono-gini sepeser pun!'' ucap Abi dengan tegas.
''Saya akan mempelajari dulu kasusnya nanti baru saya akan memberikan masukan'' jawab pengacara Rama dengan sopan.
''No no no...saya berani bayar Anda mahal asal Anda bisa pastikan saya bercerai dengan Dewi dengan dia keluar tanpa membawa harta saya sepeserpun, paham!'' ucap Abi menekankan.
''Baik, Anda tenang saja, saya akan pastikan sesuai keinginan Anda!'' jawab pengacara Rama pada Abi.
''Senang bekerja sama dengan Anda pak Rama, uang muka akan saya transfer ke rekening Anda!'' ucap Abi sembari menjabat tangan pengacara Rama dengan erat kemudian Abi pun pergi meninggalkan mereka berdua.
''Dasar Abi, maunya seenaknya sendiri, aku heran bisa-bisanya pak Safrudin mau punya menantu macam dia'' gumam Bram lirih namun masih di dengar pak Rama.
''Dia itu tipe orang yang ambisius!'' ucap Pak Rama pada Bram.
''Iya, dia memang sangat ambisius dan rela melakukan apa saja untuk mewujudkan apa yang dia mau entah itu jalan halal maupun tidak'' ucap Bram sembari bergidik ngeri.
''Ya sudah biarin saja, nanti orang seperti itu pasti akan dapat balasannya sendiri'' ucap pengacara dengan santainya.
''Kamu kenapa menyetujui keinginannya, kenapa tidak di teliti dulu?'' tanya Bram pada pak Rama.
''Hahaha...aku juga tidak bodoh-bodoh amat, yang namanya uang itu enak kenapa harus di tolak'' jawab Pak Rama dengan entengnya tanpa rasa takut sama sekali, Bram pun enggak habis fikir dengan apa yang di pikirkan pak Rama dalam menghadapi klien seperti Abi.
''Kamu tenang saja, orang macam Abi ini aku sudah banyak menghadapinya, yang penting nanti kamu dapat komisi gede ya nggak!'' pak Rama pun mengedikkan kedua alisnya pada Bram sebelum pergi.
''Ah ya juga, ngapain takut-takut asal dapat uang ngapain mesti takut hahaha...'' Bram pun tak lagi sungkan.
tring!
satu pesan M-bangking masuk ke rekening pak Rama, beliau pun mengeceknya dan ternyata itu uang dari Abi, pak Rama tersenyum puas kemudian mengantongi kembali Hp nya dan melanjutkan kembali langkahnya.
Sementara itu orang suruhan pak Safrudin yang menyelidiki Abi pun mulai menemukan sesuatu dan segera melaporkan pada asisten Jaka.
''Ada pergantian bahan baku di proyek dan itu di lakukan sama menantu pak Safrudin sendiri'' ucap salah satu mata-mata yang di kirim asisten Jaka.
''Apa kamu yakin?'' tanya Asisten Jaka memastikan.
''Sangat yakin, ini beberapa foto dan juga percakapan yang bisa saya ambil dari anak Buah mas Abi'' ucap orang suruhan Asisten Jaka sembari menyerahkan beberapa foto serta rekaman Video yang di dapatnya dari mengikuti Abi belakangan ini.
''Ternyata orang-orang itu berkomplot sama Abi untuk memberontak!'' gumam Jaka sembari menahan kekecewaannya.
"apa yang akan kita lakukan?" tanya orang itu pada asisten Jaka.
"Awasi terus, jangan dulu bertindak, kita tunggu intruksi dari bos besar" ucap Jaka yang tak ingin gegabah.
"siap bos, kalau begitu saya akan terus memantaunya" ucap orang itu pada Jaka dan kemudian segera pergi dari hadapan Jaka.
Asisten Jaka pun segera pergi untuk menghadap pak Safrudin dan melaporkan perkembangan dari hasil pengawasan terhadap Abi.
Setelah sampai di hadapan pak Safrudin Jaka pun segera melapor.
"Bos ada sesuatu mengenai mas Abi" ucap Jaka dengan lirih tenang dan hormat pada pak Safrudin.
"Katakan!" ucap pak Safrudin yang menunggu sembari duduk bersandar di kursi kebesarannya.
"menurut anak buah saya yang mengawasi mas Abi ternyata belakangan ini mas Abi telah melakukan kecurangan pada bahan baku proyek yang sedang di pegangnya, mas Abi menukar bahan baku yang seharusnya dengan yang lebih murah dan sisa uang masuk ke kantong pribadinya" jelas Jaka pada pak Safrudin.
"Apa...jadi dia sudah senekat itu!" ucap pak Safrudin geram.
"apa yang akan kita lakukan padanya bos?" tanya Jaka penasaran.
"kumpulkan semua bukti dan saksi, kita jebloskan di ke penjara!" ucap pak Safrudin dengan tegas.
"Tapi bos bagaimana kalau nona Wulan menolaknya" ucap Jaka mengingatkan, pak Safrudin kemudian menghela nafas, dia lupa kalau ada putri kesayangannya yang masih bucin sala pria itu.
"Biar nanti aku kasih lihat semua bukti kecurangan Abi pada perusahaan!" jawab pak Safrudin pasrah.
cinta boleh wi gobloogg jangan