Nura Kusuma, Gadis cantik 23 tahun. Ia anak yatim piatu dari seorang pembantu pasangan Anton Kusuma(almarhum) dan Santi ayu(almarhum).
Saat usia 2 tahun, Ia tinggal bersama Alex Rudiart. Yang tak lain adalah majikan dari orangtuanya.
Sampai suatu ketika Alex meninggal. Dan Nura yang membuat nya meninggal.
Hingga teman masa kecilnya Leon. Anak pertama Alex. Membenci dirinya setengah mati.
Leon dan Nura saling mencintai, Namun karena kejadian ini. Leon menyiksa Nura guna membalas kan dendam karena telah membunuh ayahnya.
Apakah Benar Nura tega membunuh Alex.
Lalu bagaimana dengan cinta mereka.
Simak novel ini ya teman-teman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Yuniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flash back
***
Hari setelah Clara mengetahui pembagian warisan yang serasa tak adil baginya.
Ia memutar otak mencari ide.
"Halo..... bisa bantu saya ?"
(Dalam bahasa Inggris) (Author gak pinter bahasa Inggris, jadi pake bahasa Indonesia gak papa ya😂)
Clara menghubungi temannya yang tinggal di Amerika, Melalui panggilan luar negri.
"Siapa ini ?"
Jawab suara tegas wanita dari sebrang. (Dalam bahasa Inggris ya )
"Ini aku Clara ? "
"Oh... Hai Clara ."
"Yolanda ... Bisakah kamu membantu ku ?"
Clara memesan racun Arsenik melalui Yolanda.
"Tapi Ingat ! Jangan pernah kamu bilang pada siapapun, kalau kamu mendapatkan obat ini dari saya ya !"
Pesan Yolanda.
"Kamu tenang saja Yolanda, Aku bisa menjamin!"
Satu hari setelah nya, racun itu datang melalui paket gelap. Dengan pengiriman ekspres.
Malam Hari
Clara memangil Siti yang baru saja keluar dari kamar mandi. Tentu saja agar terhindar dari CCTV.
"Siti.... kemarilah !"
Ucap Clara memanggil Siti.
"Iya Nyonya...?"
"Bisakah kamu membantu saya ?"
"Oh bisa Nyonya"
Siti kira hanya bantuan seperti posisinya. Menyiapkan teh atau menyiapkan makanan.
"Bisakah kamu membuat Nura menggunakan gula ini, saat dia membuat minuman untuk Alex dan Leon? "
Clara menyerahkan satu tolpes kecil gula yang sudah ia campur dengan racun arsenik.
Awalnya, Clara berniat membunuh Alex dan Leon namun sepertinya malaikat pelindung menyelimuti Leon dan ia lolos dari maut.
Clara sengaja menggunakan Nura sebagai kambing hitam. Agar rencananya merebut penuh harta Alex bisa terpenuhi.
Ia sengaja mencampur racun dengan gula, Agar bisa menyatu dengan air tanpa orang sadari.
Siti awalnya tidak menyadari jika gula itu berbahaya. Jadi ia hanya mengiyakan perintah Nyonya-nya itu.
"Baik Nyonya..."
jawabnya sembari menerima mangkuk maut itu.
"Siti....gula itu bukan sembarang gula. Gula itu harus benar-benar Nura yang menggunakan.!
Siti.. Setelah Nura menggunakan gula itu, Kamu harus segera membuang sisanya. Termasuk mangkuk itu. Jangan sampai barang itu kembali seperti semula. Karena aku sudah mencampur nya dengan racun"
Siti terkejut mendengar ucapan Clara.
"Saya tidak mau nyonya!"
Ucapnya sembari menyodorkan gula itu kembali.
"Siti.... apa kau ingat dengan ibu mu di rumah. ? Aku dengar dari Ina.... Sepertinya ibu mu sakit dan butuh banyak biaya"
Siti terdiam sejenak. Apa yang dikatakan Clara ada benarnya.
Ibunya memang sangat membutuhkan banyak biaya.
"Siti... kamu tenang saja! Tugas kamu hanya memastikan Nura menggunakan gula ini . Jadi... jika kasusnya sampai di kepolisian. Maka Nura lah yang salah. Bagaimana? Kamu tenang saja ! Hanya Nura yang akan salah nantinya"
Lama Siti terdiam. Hatinya bimbang menentukan pilihan.
"Kalau tidak mau tidak apa. Aku bisa meminta yang lain. "
Ucap Clara sembari meraih gula yang ada di tangan Siti.
Clara sengaja menyuruh pembantunya untuk meletakkan gula di dapur. Pasalnya, Clara jarang sekali ada di dapur. Tujuannya, mengurangi rasa curiga orang lain padanya.
"Saya bisa nyonya.. saya bisa! Saya akan melakukannya"
Siti terpaksa melakukan itu karena memang saat ini ia sangat butuh uang.
"Jika berhasil, Aku akan transfer uang di rekening mu sebesar Rp 50.000.000 , Aku bisa menambahkan nominalnya, Setelah aku berhasil dengan tujuan ku."
"Baik Nyonya baik..."
"Tapi ingat.. Kamu harus melakukannya tanpa terlihat oleh CCTV, yang ada di dapur. Ada satu tempat yang tidak tersorot dengan jelas. Aku akan tunjukkan tempatnya. Di situ kamu letakkan gulanya. Dan tukar gula dengan ini. Tapi ingat! Gula ini harus Nura yang menggunakan"
Ucap Clara sambil menunjuk sudut ruang dapur yang tak nampak CCTV dan meyakinkan Siti.
"Baik Nyonya"
Tak lama Leon datang dengan Nura yang baru saja pulang bermain di dunia hiburan(Zona bermain).
"Itu suara mobil Leon, Dia datang. Aku akan membuat Nura menyiapkan teh untuk mereka. Kamu ingat! harus Nura yang menggunakan"
"Baik Nyonya!"
Clara kembali duduk di samping Alex.
"Kamu lama sekali ke toilet.? "
Tanya Alex
"Maaf sayang... perutku sangat tidak nyaman !"
Ucap Clara berpura-pura memegang perut.
"Ayah...."
Panggil Leon dan duduk di samping Alex. Ruang keluarga yang masih begitu hangat.
"Paman"
Panggil Nura sopan sembari membungkuk kan badannya.
"Sayang... akan aku buatkan teh untuk kalian!"
Ucap Clara.
"Biarkan bi Tutik yang membuat nya. "
Ucap Alex.
"Biar Nura saja Paman !"
Nura menyodorkan bantuan dengan senang hati.
"Nura... tidak usah nak!"
Ucap Alex menahan.
"Tidak apa Paman"
Dengan cepat Nura berlari ke dapur.
Leon masih terus menatap Nura dengan senyum.
"Sampai kapan masih mau dilihat ? Bukannya baru saja pergi bersama"
Ucap Alex yang menyadari pandangan Leon.
"Ah.... Ayah.... Dia sangat manis. Jadi enak di lihat!"
Jawab Leon.
Alex menjawabnya dengan senyum tipis. Ia juga senang jika Leon bersanding dengan Nura.
"Siti... Apa kau tau dimana gulanya ?"
Tanya Nura.
"Oh... di... di sana Nona..!"
Ucap Siti dengan perasaan gugup. Menunjuk gula yang sudah ia letakkan sesuai perintah Clara.
Gula yang sudah di campur dengan racun pastinya.
Entah kenapa, Malam itu Bi Tutik pulang ke rumah karena anaknya datang.
Dan Ina masih sibuk menyetrika baju.
Jadi , hanya ada Siti di dapur.
"Terimakasih "
Ucap Nura polos dengan senyuman.
"Leon.... Ayah akan membangun cabang ke enam di kota X. Bagaimana menurut mu ?"
"Aku rasa itu ide bagus ayah."
"Leon... kelak kamu harus bisa menggantikan posisi ayah. Ayah sangat mengandalkan kamu !"
"Ayah... ayah tenang saja. Setelah Leon menyelesaikan kuliah. Leon akan menggantikan posisi ayah. Bahkan Leon akan berusaha agar perusahaan ayah bisa semakin berkembang"
Alex menjawabnya dengan senyuman.
"Kamu jangan hanya bicara, Harus di buktikan!"
"Silahkan tehnya..."
Nura datang dengan membawa dua cangkir teh hangat. Ia letakkan di atas meja.
Dengan cepat Leon mengambil gelas berisi teh hangat itu.
Namun tangannya dipukul kecil oleh Nura.
"Ini untuk Paman Alex dan Tante Clara."
Ucap Nura mengajak Leon bercanda.
"Untuk aku ? kurang ajar. Aku tidak akan pernah minum teh buatan mu. Heh.. "
Clara yang sedari tadi duduk dan berpura-pura melihat Alex dengan senyum palsu. Merasa terganggu dengan ucapan Nura.
Disaat yang bersamaan, Alex sudah meminum teh buatan Nura dan di temani dengan senyum manis. Bahagia melihat hangat nya keluarga yang ia miliki.
Tapi Alex tak tau, malam itu adalah hari terakhir dirinya melihat kehangatan keluarga nya itu.
"Lalu aku ?"
Tanya Leon.
"Kamu buat saja sendiri! Wekkkk..."
Ejek Nura menjulurkan lidahnya. Dan pergi berlari kecil.
"Awas kamu ya...!"
Leon mengejar Nura yang yang berlari
"Buggggg....."
Alex terjatuh dengan busa keluar dari mulutnya.
Semua orang panik dan ketakutan.
******
"Siti... aku akan membantu kamu membiayai penyakit ibu kamu! Aku akan membantu dengan uang yang halal. Jika aku memberimu uang haram. Aku khawatir penyakit ibu kamu akan bertambah parah"
Ucap Leon sambil melirik tajam ke arah Clara.
"Tuan... terimakasih... terimakasih tuan"
Ucap Siti tak paham jika Leon menyindir dirinya dan Clara.
Yang ia tau, Leon hanya membantunya.
Leon menyerahkan cek Rp 100.000.000 pada Siti.
"Apa cukup ?"
Tanya Leon
Siti melihat angka yang begitu banyak tertulis. Ia sampai berkaca-kaca melihatnya.
"Jika kurang ! Aku masih bisa menambahkan nominalnya "
"Cukup tuan... cukup"
Siti sangat senang menerimanya.
Clara semakin tak nyaman dengan sikap Leon. Sebenarnya apa yang hendak ia lakukan.
Hai -hai readers, jangan lupa vote novel ini. Ditunggu like dan Favoritnya.
Terimakasih
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
buat thor tetap semangaattt buat alur cerita nyasemoga ga cape en pusing muter2...nya😂😅🤭😜🤣🤣💪💪✌✌
sempet lupa siiii sama alurnya,. 😀
bnyakin UP nya doong thor..kan ydh lma ga UPnta..
UP doong
salam sehat buat mu thor
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤
aku udah 20 like mendarat. jangan lupa mampir balik👉cinta segitiga 👉love from instagram like dan vote nya ja
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
semangatt thorr...
coba pelan doing ajarain nura dewasaa dikiittt...
cinta pak bos hadir😘
semangat terusss💪
.
.
.
.
semangatt thor