NovelToon NovelToon
Pesona Wanita Penggoda

Pesona Wanita Penggoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cintamanis / Cinta Terlarang / Duda / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:69.3k
Nilai: 5
Nama Author: Danira16

Warning ++ (Banyak sekali)

Melisa terpaksa menjalani kehidupan yang penuh dosa, demi tujuannya untuk membalaskan dendam kematian orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danira16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Bisa Berenang

Keesokan paginya, Melisa telah siap berangkat ke pekerjaannya yaitu meliput wawancara yang tempo hari ia kerjakan. Dan kini ia harus ke Kantor untuk menyerahkan pada atasannya.

Setalah menyerahkannya, Melisa mulai menyalakan laptopnya untuk membuat laporan hasil wawancara sebelum terbit, untuk itu ia membuat hasil mentahan yang belum jadi sebelum di cetak dan diterbitkan.

Hingga sore hari Melisa berjibaku dengan pekerjaannya yang cukup menyita waktunya. Tak terasa hari telah sore, ia pun pergi dari kantornya.

Melisa pulang ke rumah untuk membersihkan badannya yang lengket karena keringat, ia pun memutuskan berendam cukup lama, menghilangkan stres karena tekanan dari atasannya untuk langsung menerbitkan halaman yang cover depannya nanti publik figure yang sedang naik daun itu.

Nyatanya berendam dengan menggunakan lilin aromaterapi dapat mengurangi rasa lelah di badannya, setelah kemaren ia bermain p4 n 45 dengan Edward di apartemennya.

Melisa menyambar handuk untuk menutupi tvbuh rampingnya yang p0 L 05 itu. Melahirkan dan memiliki anak tidak membuat badan Melisa menjadi gemuk.

Bahkan setelah melahirkan Melisa selalu rajin melakukan olahraga seperti aerobik, zumba dan juga khusus senam kegel. Karena bagi Melisa saat ini ia harus bisa merawat area inti nya dengan baik.

Melisa mengganti pakaiannya dengan pakaian yang menampilkan keindahan tubuhnya, ia memakai atasan tanpa lengan berwarna putih dan bawahan rok pendek diatas lututnya dengan warna baby blue.

Dan ia juga memulas wajahnya dengan make up yang natural, namun ia pulaskan dengan lipstick warna merah bata yang cukup menantang.

Melisa mematut dirinya dicermin, lalu juga mengambil map yang berisi hasil wawancara mentah yang akan ia tunjukan pada Budi untuk ia baca, sebelum diterbitkan Minggu depan.

Saat dirasa penampilannya telah oke, Melisa keluar dari kostnya, lalu ia menyetop taxi yang lewat dan masuk kedalam mobil untuk pergi kerumah milik Budi.

Dan hanya menempuh waktu 30 menit kini Melisa telah berada dirumah besar itu, kedatangannya pun di sambut oleh pelayan rumah Budi.

"Pak Budi nya ada bik?" Tanya Melisa ramah.

"Kebetulan baru saja pulang dari kantornya, sekarang tuah lagi berenang." Jawab pelayan yang sudah berumur itu.

"Bisa saya ketemu beliau? Ini masalah penting."

"Sebentar coba saya tanya bapak pakai mau menerima tamu. Tunggu dulu ya mbak?"

"Oke saya tunggu." Jawab Melisa

Sembari menunggu Melisa memilih melihat pemandangan halaman rumah Budi yang cukup luas. Banyak bunga-bunga yang telah bermekaran yang tertanam di lahan pekarangan milik Budi.

Sedangkan pelayan kini telah menemui Budi tuan rumahnya yang kini sibuk berolahraga di air, Budi sedang berenang setiap sore selepas pulang bekerja.

"Tuan, ada tamu  yang mencari tuan." Ucap pelayan itu setelah ia melihat majikannya keluar dari air dengan menyambar handuk warna putih.

"Siapa tamunya bi?" Tanya Budi.

"Nona Lisa tuan, tamu yang tempo lalu mewawancarai tuan." Ucap pelayan itu.

Budi langsung teringat pada wanita cantik yang saat itu mengaku sebagai karyawan sebuah majalah, dan wanita itu yang juga meliput dirinya dan mewawancarainya.

Tidak mungkin melupakan wanita cantik nan mempesona macam Melisa, wanita yang begitu menawan hatinya hanya dengan melihat kecantikan wajahnya.

Terlebih tutur bicaranya yang begitu anggun dan sopan, membuatnya ingin lebih banyak tahu tentang wanita cantik itu.

"Ya aku ingin menemuinya, suruh dia langsung kesini." Titah Budi pada pelayannya.

"Baik tuan saya akan suruh orangnya kesini." Jawab pelayan Budi.

Pelayan itu pun memberi tahukan pada Melisa bahwa ia sudah boleh masuk, dan langsung menuju ke tempat dimana Budi sedang berenang dikolam miliknya.

Melisa berjalan mengikuti langkah kaki pelayan wanita itu, hingga ia telah sampai pada sebuah kolam besar nan luas dimana ia melihat pria targetnya tengah sibuk berenang.

Langkah kaki Melisa terdengar oleh Budi, dan pria itu memutuskan menyudahi kegiatan olah raganya. Budi menatap Melisa dari bawah sana di mana ia sedang berada di kolam dengan Melisa yang menatapnya dari atas kolam.

Budi menatap Melisa yang begitu cantik di sore itu,  bahkan dari bawah sana Budi bagai melihat bidadari yang turun dari langit dan tinggal ke bumi untuk mencari cinta.

Hanya menatapnya saja sudah membuat Budi pening atas bawah, g0 daan yang begitu sulit Budi hindari. Selain masih muda sekali, Melisa juga terbilang sempurna dimata Budi.

Apalagi ia tak pernah meny3nt*h wanita manapun setelah isterinya itu meninggal dunia.

"Pak, bisa minta waktunya sebentar?"

Rudy yang sedari tadi menatap Melisa kini mulai tersadar akan lamunannya.

"Oh iya silahkan, ada apa?" Tanya Budi gugup.

Pria itu pun keluar dari dalam air, Melisa pun menatap pria berumur 40 tahunan dengan postur tvbuh yang cukup bidang dan besar.

Pria itu memakai bathrobe yang telah disediakan setelah ia memakai handuk kering terlebih dahulu.

"Silahkan duduk!!" Titah Budi menyuruh duduk Melisa.

"Baik " jawab Melisa dan ia duduk santai di sandaran tempat biasanya Budi merebahkan dirinya disana.

Budi pun duduk di hadapan Melisa, lalu Melisa pun mengeluarkan kertas yang berisi hasil wawancaranya yang telah ia kerjakan dan ia edit.

"Apa ini?" Tanya Budi.

"Ini hasil wawancara kemaren, pak Budi bisa baca dan jika ada kesalahan bisa saya perbaiki. Karena Minggu depan sudah kami cetak." Jawab Melisa.

Melisa pun berdiri dan menyerahkan artikel buatannya dengan membungkuk, tanpa sengaja Budi menatap kedua benda k3 ny4l Melisa tepat di hadapannya.

Namun Melisa memang sengaja membuat pria tanpa istri itu juniornya sudah bangkit, saat melihat dirinya tanpa berkedip sedikitpun.

"Pak....pak Budi anda mendengar saya?" Sapa Melisa saat ia memanggil pria itu namun tidak diresponnya.

Budi pun terhenyak dan sadar dari tatapannya pada benda yang begitu m3ng g0d4 itu. Melisa menipiskan senyumannya yang ramah di tunjukkan pada pria targetnya.

"Maaf saya tidak konsen. Biar saya lihat dulu." Kikuk Budi dan seketika membuka isinya serta membacanya.

"Baiklah saya akan tunggu bapak." Jawab Melisa dan memberanikan dirinya duduk di samping Budi.

Tentu saja Budi makin nervous, ia bahkan tidak konsen dalam membaca isi dari hasil wawancara yang baru saja di berikan oleh Melisa.

Terlebih aroma parfum Melisa menguar dari tvbvh sintalnya, menimbulkan h 4 5 rat didalam dirinya sebagai pria yang sudah 5 tahun ditinggalkan oleh isterinya.

Melisa duduk dengan menyilangkan kakinya, otomatis p4 h4 mu lu5 Melisa terlihat di samping Budi.

Budi membolak balik isi kertas itu, namun tatapannya mengarah pada sesuatu yang menarik disampingnya, Melisa bisa melihat itu. Namun ia berpura-pura tidak melihatnya dan sibuk memainkan ponselnya.

"Ini....ini begitu indah." Ucap Budi sedikit gugup menyampaikannya.

Melisa mengerutkan alisnya, lalu menoleh pada Budi. "Indah....? Apanya yang indah pak Budi?" Tanya Melisa tak paham.

"Hem....maksud saya isi wawancaranya itu, ya seperti itu." Jawab Budi kembali dan memberikan hasil wawancara yang lagi direvisi itu pada Melisa.

"Ooh itunya, berarti tidak ada yang harus saya revisi kan pak?" Tanya Melisa dengan suara yang dibuat manja.

"Tidak, ini sudah mendetail."

"Jika seperti itu saya mengucapkan terima kasih banyak pak. Oiya tadi saya lupa membawa pakaian mendiang isteri anda, lain waktu saya akan mengembalikannya."

"Tidak usah dikembalikan, tidak apa."

"Jangan dong pak, lagian kan itu peninggalan isteri anda, kenang-kenangan dari anda." Ucap Melisa yang merasa tidak enak hati.

"Baiklah terserah kamu saja."

"Kalo begitu saya pamit pulang dulu pak, terima kasih atas waktunya." Ucap Melisa dan beranjak dari tempat duduknya.

"Iya, mari saya antar." Ajak Budi dan Melisa pun mengangguk jalan di tepi kolam.

Mereka jalan bersama, namun saat beberapa langkah hak sepatu kanan Melisa patah membuatnya terkilir.

"Aaw sakit." Ringis Melisa yang telah jongkok memegangi sepatu haknya.

"Biar saya bantu kamu." Ucap Budi yang cukup cemas.

Melisa pun mengangguk, lalu Budi membantu Melisa berdiri hingga mereka telah sama-sama berdiri dengan tangan Budi yang tanpa sengaja melingkar di pinggang Melisa.

Keduanya saling menatap, jantung Budi tak bisa ia kondisikan hingga Melisa memutuskan pandangannya dan menarik diri dari pria itu.

Namun sayangnya Melisa malah terhuyung saat pegangan itu terlepas dan ia jatuh di dalam kolam renang yang tinggi dan luas itu.

Byuurrr....

"Lisa....." Seru Budi dan terkejut saat Melisa telah terjatuh dikolam renangnya.

"Pak tolong saya, saya tidak bisa berenang....." Teriak Melisa panik.

1
liaa
lanjutt
Mimik Pribadi
Smangat Up lgi kak,,,,
aku tunggu part selanjutnya thor,tmbh seru ini aku penasaran kelanjutan ceritanya,,,,
kriwil
bukamya mencari tau perusahaan mendiang orang tua kandung nya ini malah balas budi pake selangkangan😄
Mimik Pribadi
Ayo smangat Thor,aku tunggu Up selanjutnya nya,tmbh seru dan menarik,aku penasaran gimana sepak terjangnya Melisa mengadu domba Edward dan Budi,,,🥰
Mimik Pribadi
Sadar Mel,,,jngn smpe gara2 balas dendam merelakan diajak bobo pria bangkotan 😁.
Mimik Pribadi
Masuk perangkap janda gemoy kamu Bud!!
Mimik Pribadi
Kasian Samudra nnt klo kpngn n3n gimana Mel,,,apalgi Ayahmu blum dpt pengasuh yng telaten dan sabar dlm momong Samudra.
Mimik Pribadi
Ternyata Lusi biang kerok kehancuran klrga Melisa,wlu pun itu berawal dari ketidak setujuan kakeknya Mel atas hubungan Lusi dngn Ayah kandungnya Mel
Mimik Pribadi
Wahh,,,wah,,,waahh,,,,ini bener2 kejutan,ternyata bu Lusi itu pelakor Ayah ibu kandung Melisa???
Apa karna Melisa tahu fakta ini makanya mau didekati Ayah angkatnya?? dan anggaplah sebagai balas dendam atau murni Melisa menyukai Rudy???
Mimik Pribadi
Nah lhoo tmbh runyam kan Mel,dikira pak RT bodoh stlh diksh 1 kali trus gak minta lgi???,,,,😏😏
Mimik Pribadi
Pak RT bak kejatuhan durian montong ini siih,,,,🤪🤪
Mimik Pribadi
Bebaslah mereka mendesah,dan tmbh gak mengenal wkt diksh wkt 2 minggu buat ngadon anak utk istri/ibu angkatnya .
Mimik Pribadi
Hahh!! Sebagai istri dan ibu,aku paham gimana nyesek,kecewa,skaligus sakit hati dlm ketidak berdayaan penyakitnya, menyikapi perbuatan suami dan jga anak angkatnya.
Mimik Pribadi
Gendeng!! Berag tua si Rudy apalgi udh ngerasain daun muda,tambah keblingerr dia,sama bejatnya dngn anak angkatnya itu 😩,,,,kasian istrinya
Mimik Pribadi
OMG!!! 😱😱😱 kamu knpa milih jln seperti itu Mel utk membalas/menyenangkan kebaikan Ayah angkatmu 🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️ smpe bingung mau ngmng apa,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!