karya pertama ini sedikit tidak layak untuk di baca, takutnya kalian baca malah jadi pening kepala 😅
"kamu itu hanya istri keduaku, jadi jangan banyak bertingkah"
perasaanku hancur seketika mendengar ucapan suami ku sendiri.
mengapa takdir seolah ingin mempermainkan ku.
apa istri pertama nya tau bahwa suaminya telah menikah lagi, bagaimana perasaan nya kalau tau suaminya telah menikah dengan ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
seperti ini rasanya
Danu berjalan dengan tergesa-gesa karena merasa kesal, sampai menabrak seorang wanita.
"aww sakit" pekik wanita yang sudah terjatuh.
Danu memberikan tangannya untuk membantu wanita yang di tabrak nya agar berdiri.
"Danu Lo Danu kan" tanya Salsabila memastikan. sambil menerima uluran tangan Danu dan berdiri.
"iya" jawab Danu singkat.
"masih ingat wanita cantik ini?" tanya Salsabila sambil tersenyum bahagia, akhirnya bertemu dengan pujaan hatinya.
"Salsabila" jawab Danu singkat.
"ah sweet banget sih kamu masih inget aku aja" senang bila sambil memeluk Danu.
"aku kangen tau, ngobrol dulu yu" ajak bila kembali.
"oke, tapi gak di sini" ucap Danu sambil berjalan mendahului bela.
bela sudah tau sikap Danu yang sedikit cuek, dengan cepat bela menyusul Danu dan masuk ke dalam mobil.
dan di sinilah mereka, di sebuah kedai kopi.
"tumben kamu ngopi, ada masalah?"
Danu hanya menganggukkan kepalanya, dan kembali meneguk kopinya.
"ku dengar kamu bercerai ya dengan cinta" bela melihat Danu kembali menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. mungkin kalau orang lain memperhatikan mereka bela seperti sedang berbicara dengan patung. namun bela sangat hafal sifat lelaki di hadapannya sekarang.
"apa aku punya kesempatan untuk jadi istri mu?" tanya bela hati-hati.
"bisa, tapi jadi istri kedua" bela terkejut bukan main mendengar jawaban Danu.
"aku mau" jawab bela antusias. mungkin jika wanita diluar sana akan menolak menjadi istri kedua namun kesempatan kali ini tidak akan pernah ia sia-siakan, bela benar-benar ingin menjadi istri Danu seperti harapannya dulu sewaktu sekolah, ya bela sangat mencintai Danu dari dahulu sampai sekarang. bahkan setiap ada lelaki yang ingin mencoba mendekati nya selalu ia tolak.
"oke, lusa kita menikah" tegas Danu.
bela tidak bisa berkata-kata lagi saking bahagianya bisa menikah dengan pujaan hatinya.
dia hanya bisa mengangguk kan kepalanya tanpa berkata lagi.
.
.
.
pagi itu Laras bangun kesiangan melihat jam dinding sudah pukul 8 siang. Laras memiringkan tubuhnya dan mencoba bangun.
"bersiaplah" ucap Danu dingin.
sudah dua hari ini Danu selalu bersikap dingin padanya, Laras mencoba berpikir positif. "mungkin Danu sedang ada masalah di kantor" batin laras, karena belakangan ini Danu sering pergi pagi sebelum Laras bangun dan pulang larut malam.
"kita mau kemana ko mas rapi banget?'' tanya Laras sambil memandangi suaminya yang terlihat gugup.
"aku akan mengajak mu pergi ke rumah baru kita" jawab Danu sambil berjalan meninggalkan Laras.
Laras turun dari mobil Danu, di sana sudah ada 3 mobil yang terparkir.
Laras mengikuti Danu yang berjalan memasuki rumah baru mereka.
deg
perasaan Laras tidak karuan melihat wanita yang sedang duduk di hadapan seorang penghulu dengan memakai gaun pengantin sederhana, tanpa ada pria di sebelahnya.
memang tidak seramai pernikahan biasanya, disana hanya ada 6 orang termasuk wanita Tersebut dan bapak penghulu.
"duduklah" ucap Danu sambil menuntun Laras duduk di sampingnya.
rasanya Laras ingin menangis dan pergi meninggalkan tempat ini. tapi dia tidak bisa pergi begitu saja dari sini.
"apa sebenarnya ini mas" batin Laras sakit meningat Danu berjanji bahwa dia hanya satu-satunya yang akan menjadi istri Danu.
"bisa kita mulai sekarang?" tanya penghulu saat Danu duduk dengan wanita yang sekarang sedang tersenyum ke arah ku dengan wajah gembiranya.
"bahkan kamu berani menikah di hadapanku" kesal Laras dihatinya.
Laras tidak bicara atau menghentikan pernikahan suaminya, dia hanya diam merasakan sakit yang teramat di hatinya. Laras tidak pernah membayangkan akan ada di posisi seperti ini, menyaksikan suaminya menikah dengan wanita lain.
setelah selesai acara ijab kabul nya, penghulu melafalkan doa untuk suami dan madunya.
dengan perasaan sakit di hatinya Laras mencoba ikhlas dan mengangkat tangannya untuk ikut mendoakan sepasang suami istri yang baru melangsungkan pernikahan.
Laras dengan jelas melihat Danu mencium kening Salsabila lama, Danu melepaskan ciuman di kening Salsabila, sekarang giliran Salsabila yang mencium punggung tangan Danu.
"dia suami ku" batin Laras kesal.
Salsabila menghampiri Laras dan memeluk nya.
"terimakasih mba" ucap bila bahagia.
Laras diam tanpa membalas pelukan bila.
"terimakasih untuk apa, sungguh aku tidak ikhlas kamu berada di antara aku dan mas Danu" gumam Laras di hatinya.