NovelToon NovelToon
Cinta Arini (Love Story Is Complicated)

Cinta Arini (Love Story Is Complicated)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahkontrak / Cintamanis / Tamat
Popularitas:151.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Laylatul Jannah

Arini dituduh melakukan penganiyaan terhadap atasannya. Dipecat secara tidak hormat hingga nyaris membuatnya dipenjara.

Seolah takdir buruk itu belum cukup untuknya. Ia harus menikahi lelaki yang terang-terangan mencintai wanita lain tapi mengambil keuntungan darinya.

Akankah takdir baik menghampiri kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laylatul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta dan Kebimbangan Riski.

Sepanjang jalan, aku bergeming sambil mengarahkan pandangang ke kaca jendela samping, dengan tatapan kosong. Berbagai hal terasa saling bertindih di dalam hati dan pikiran.

Untuk kesekian kalinya ponsel yang ada di dalam tas berdering. Dion dan Riski menelpon secara bergantian. Namun, aku hanya melihat sekilas, tak ada niat untuk menjawab panggilan dari kedua pria tersebut. Sama sekali.

Kini aku berada di dalam taksi online tanpa arah tujuan setelah sebelumnya meninggalkan acaran kencan sialan itu dengan alasan pergi ke toilet lalu tak kembali sampai sekarang.

Sikap Riski tadi benar-benar membuatku marah. Mungkinkah ia masih mencintai masa lalunya tersebut?

Ah! Seharusnya hatiku tidak perlu sesakit ini mengingat kami menikah bukan karena saling mencintai.

Lagi pula, dalam surat penjajian nikah sudah tertulis dengan jelas bahwa aku tidak boleh mencampuri masalah pribadi dirinya. Lalu, kenapa aku ini? Sadarlah Arini. Kamu tidak punya hak untuk cemburu apalagi marah seperti ini.

Memikirkan semua itu membuat hatiku terasa sakit. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, kisah cinta pertamaku akan serumit ini.

Tuhan, maafkan hambamu yang saat ini tak sengaja telah menangis.

***

Akhirnya dengan berbekal uang sisa belanja minggu ini, aku memberanikan diri memesan kamar di sebuah wisma sederhana. Ini adalah salah satu cara menenangkan hati. Menjauh dari lelaki bimbang itu. Merenung bagian mana yang benar dan salah.

Setelah selesai sholat Isya. Aku mengecek ponsel yang sejak dari tadi ku abaikan. Dari ketujuh panggilan tak terjawab, hanya satu panggilan milik Riski, selebihnya Dion yang memanggil. Aku tersenyum getir.

Hingga malam telah hampir menjemput fajar, Riski belum juga menghubungiku. Padahal salah satu tujuan menghilang adalah ingin mengukur sejauh mana ia mencemaskanku. Kenyataannya malah seperti ini. Aku seperti terjatuh yang ke dua kali.

***

Setelah memarkir mobil di halaman yang luas ini, aku melangkah pelan memasuki rumah Mama Arumi. Suasana rumah terlihat lenggang, hanya asisten rumah tangga yang terlihat dan darinya aku mengetahui jika mama Arumi menungguku di taman belakang. Sebuah tempat bersantai yang letaknya di pinggir kolam renang yang luas. Untuk sampai ke sana, kita harus melewati ruang keluarga.

"Duduklah!" ucap mama Arumi setelah menepis tanganku yang hendak menyalaminya sebagai bentuk ta'zim kepadanya.

Kini kami duduk berhadapan. Meski begitu tak ada sedikitpun keramahan darinya. Ia sibuk menggunting beberapa tangkai mawar lalu ditata rapi ke dalam vas kaca yang bening.

"Saya pikir, Mama memanggil saya ke sini karena ada hal yang ingin Mama bicarakan."

Seketika ia menghentikan aktivitasnya lalu menatapku dengan tatapan menyelidik,

"Kau benar! Baiklah Arini, saya tidak akan bertele-tele lagi. Jadi, kapan kamu akan bercerai dengan anakku?"

Bagai petir yang menggelegar di siang bolong. Aku terkejut mendengar ucapan dari sang mama mertua. Sebenci itukah ia kepadaku, hingga ia begitu ingin menceraikan aku dengan Riski. Tiba-tiba saja jantungku terasa berhenti memompa.

Merasa tak ada gunanya menyanggah ucapannya, aku pamit dengan beberapa kata basa-basi yang di tanggapi dengan dingin oleh Mama Arumi.

Sambil menahan isak tangis, aku bergegas meninggalkan rumah mewah itu. Namun, tanpa sengaja di ambang pintu gerbang, aku dan Riski berpaspasan. Ia datang bersama Galuh, wanita itu menggandeng tangannya dengan manja.

Merasa muak dengan pemandangan yang disuguhkan oleh mereka, aku bergegas pergi tanpa menyapa ataupun bertanya.

"Arini!"

Riski mencekal tanganku tiba-tiba lalu menyeretku ke dalam mobilnya. Meski aku berusaha berontak, namun sia-sia. Kekuatanku bukanlah bandingan dirinya.

Riski, membawaku ke pantai.

"Ngapain kamu ngajak aku ke sini?" tanyaku begitu Riski hendak turun dari mobil.

"Kamu akan tahu nantinya, sekarang keluarlah dulu."

Aku bergeming menatap hamparan pantai yang indah, sementara ia langsung keluar.

Sambil bersedekap tangan, aku mamandangi punggung Riski yang semakin menjauh. Tanpa ada niat untuk menyusul dirinya. Menyadari aku tak juga beranjak, ia lantas berbalik menghampiriku.

"Sampai kapan kamu akan tetap di sini?"

"Sampai kamu antarkan ku kembali pulang." balasku dengan tatapan masih mengarah ke hamparan air.

Sejenak hening, Riski menatap mataku beberapa detik hingga membuat jantungku berdegup lebih kencang. Untuk mengendalikan diri, aku membuang muka. Membuat Riski bertindak lebih jauh.

Seketika aku terkejut dengan wajah yang mungkin sudah memerah, mirip dengan kepiting rebus.

Aku mengumpat dengan kata-kata kasar. Namun, bukannya membuat Riski sadar, ia malah bertindak semakin jauh.

Untuk beberapa saat, kecanggungan melaksanakan tugasnya.

Manis dan indah. Itulah kalimat yang pantas untuk situasi saat ini.

Tuhan! Aku semakin takut kehilangan dirinya.

"Jadi, apa yang Mama katakan padamu, tadi?" ucapnya setelah beberapa saat kami saling terdiam.

Kini kami telah duduk di pinggir pantai sambil menatap hamparan laut lepas.

Aku menatap air raksasa yang sedang berombak lalu menghatam bibir pantai. Sementara lelaki itu memalingkan wajahnya, menatapku. Menunggu kalimat yang akan ku ucapkan. Namun, aku lebih memilih diam, meresapi aroma pantai sambil membayangkan kisah manis yang terjadi di dalam mobil tadi. Itu membuat perasaanku jauh lebih baik.

"Jangan pernah menangis untuk orang yang tidak bisa mengerti perasaanmu. Bagiku, air matamu itu sangat berharga."

Ucapnya tiba-tiba membuatku menoleh, menatap matanya yang kini sedang memandang lautan lepas. Mata sendu yang jarang terlihat dari dirinya. Mungkinkah ia sedang merasa bersalah?

"Apa maksud dari ucapan tadi?"

Ia menghela nafas panjang, kini tatapan kami saling bertemu. Bahkan aku dapat melihat iris mata kecoklatan itu yang mulai berkaca-kaca.

"Aku dan Galuh harus segera menikah. Begitulah kenyataannya." ia memberi jeda sesaat sebelum melanjudkan kalimat berikutnya. "Untuk semua yang terjadi, kamu boleh menyalahkanku dengan sesuka hatimu."

Kali ini, giliran kedua mataku yang mengembun, meski sekuat tenaga aku menahannya. Namun bulir-bulir bening itu berhasil lolos juga.

Segera aku menyekanya.

Baru saja aku hendak berucap, tiba-tiba saja perutku kembali terasa di pilin-pilin dari dalam, bersamaan dengan rasa mual yang semakin menjadi-jadi. Ternyata penyakit maagku kambuh lagi.

Sekuat tenaga aku mencoba menahannya.

"Riski, tolong antarkan aku pulang. Sepertinya penyakit maagku kambuh lagi."

"Kamu sakit?" Astaga! Muka kamu pucat, Rin! Kita harus segera ke rumah sakit."

"Tidak perlu, aku punya obat maag di rumah."

"Tapi,"

Aku tetap bersikukuh untuk tidak ke rumah sakit. Setelah memberi alasan yang masuk akal, akhirnya Riski mengalah. Kami langsung pulang ke rumah.

***

Riski telah tertidur pulas. Ia terlihat jauh lebih tampan saat matanya tepejam dengan tenang. Ingin rasanya mengecup kedua kelopak mata indah tersebut lalu menjadikan kedua hidung kami saling bersentuhan.

Aku kelabakan, saat tubuh riski menggeliat seolah ia paham apa yang sedang ada dalam fikiranku. Untuk menghindari hal konyol yang mungkin akan terjadi, lantas aku pura-pura tidur hingga akhirnya tertidur sungguhan.

***

Di pagi hari yang cerah, Riski telah berangkat ke kantor satu jam yang lalu. Meninggalkan jejak-jejak manis di dalam hati. Ucapan salam pamit darinya terasa masih membekas di keningku hingga saat ini. Rasanya semua masalahku menghilang untuk sesaat.

"Pantas saja rumah ini mempunyai aura positif, ternyata tuan rumahnya memiliki kebiasaan baik. Menyiram bunga sambil tersemyum."

Tiba-tiba saja Dion muncul mengagetkanku yang sedang bergelut dengan selang air. Aku mengernyit dahi, melihat sebuah sebuah kotak berwarna merah jambu di tangan lelaki itu.

Ayo! Kalian penasaran kan dengan isi kotak merah jambu yang Oppa Dion bawakan untuk Arini?

Pantengin terus kisah mereka ya,,,

Oa, jangan lupa tinggalkan jejak berupa laik, komen, vote dan rate, supaya Author punya semangat untuk up ke episode selanjutnya.

Karena akan ada banyak kejutan dari kisah cinta segi tiga mereka.

Ba bay..

Love you all. 💖💖

1
Remince Silalahi
iiiiihhh itu arini bodo ato buta tuli dll sdh dihianiti di fitnah kdrt masih aj berbunga2 hati cuma ramuan sedikit g kls
Remince Silalahi
usirlah semua yg menjadi bokicot itu rini
Remince Silalahi: 💪😍👍🤣😍😍😍😍😍😍👍👍👍
total 1 replies
Hap£!π
endingnya krg greget thor
gmn kbr keluargga galuh
Hap£!π
kok ak deg2an ya thor bacanya
Hap£!π
baru nemu thor
😘
jejak dlu
halutiaphari
semangat💪
TK
lanjut 👍
Hannah
Makasi sudah mampir..hehe
♋Ichageul💞
Hai kemana aja baru up lagi? semangat terus ya
Vanni Maulida
arini terlalu bodoh
halutiaphari
Apa cuma aku ya yang merasa kesal sama sikapnya Riski , dia terlalu plin-plan. Seharusnya jika mencintai Arini tidak perlu main kasar terlebih lagi main tangan.

Maaf ya author, aku jadi ikutan kesel sama Riski 🙏
TK
lanjut
NinLugas
kk aq hdr jgn lp mmpir balik ka
Hannah: makasi ya.
ia..🤗
total 1 replies
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" Datang lagi memberikan like nya. Maaf telat berkunjung, Tapi saya selalu mendukung karya Kakak. Mari saling mendukung, ditunggu Feedback nya selalu. Terimakasih.
Elisabeth Ratna Susanti
suka😍
Rini Rahma
kak, jangn konflik terus nah. kasih arini dan riski bahagia gitu
Hannah: ia, Dek.
makasi y tuk masukannya.
ini rencana mau kk endingkan jdi kk buat konflik dulu sebelum berakhir
total 1 replies
♋Ichageul💞
Ayo tetap semangat dong. Banyak kok yang nunggu kelanjutan kisah Arini dan Risky💪
Hannah: Makasi, Kak
total 1 replies
Kohaku
First
TK
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!