Seorang pria yang mempunyai kekuatan supranatural yang mana kekuatan tersebut tidak dapat diidentifikasi asal dan jenisnya bahkan oleh dirinya sendiri.
Namun dunia dimana ia berada saat ini, sangat jarang atau mungkin hanya dia seorang diri yang mempunyai kekuatan supranatural.
Sehingga bagi mereka yang telah mengetahui kekuatannya, merasa takut dan menjauhinya bahkan keluarga terdekatnya termasuk orang tuanya.
All hasil, ia terpaksa menjadi seorang penyendiri menjalani hidup yang membosankan dan tak berwarna.
Sampai suatu ketika saat ia sedang tidur di kamarnya, terjadi sebuah fenomena aneh yang membawanya ke dunia yang sama sekali tidak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Honesty
Dalam ruang peristirahatan Ryugen di istana kerajaan ras demi human, Shiran dkk serta Ryugo dan para penjaga istana tengah berkumpul sembari menunggu Ryugen kembali sadarkan diri.
Hanya saja, suasana di antara mereka saat ini terasa sangat canggung.
Hal itu tidak lain disebabkan oleh tuduhan serta perintah yang sangat tidak masuk akal yang dinyatakan Ryugo beberapa saat yang lalu.
Para penjaga sebagai pihak yang diperintahkan, sangat jelas bahwa mereka tidak ingin melakukan perintah tersebut karena yakin bahwa tuduhan tersebut tidaklah benar.
"Jika Shiran dkk adalah pemberontak, mengapa mereka tidak melakukannya dari dulu.
Bukankah mereka mempunyai peluang kemenangan yang sangat jelas ?
Huffh,, sungguh konyol !"
pikir para penjaga.
Namun Ryugo tetaplah seorang putra mahkota, yang mana bila menolak perintahnya akan menjadikan mereka layaknya seorang pemberontak.
Sebagai hasilnya, mau tidak mau mereka hanya dapat terombang-ambing dalam kebimbangan.
Adapun Shiran dkk sebagi pihak yang tertuduh, mereka sepenuhnya mengabaikan Ryugo bahkan tanpa menoleh kearahnya.
Mendapat reaksi serta tanggapan seperti itu, sontak membuat Ryugo menjadi sangat marah saat berkata dengan volume dan nada suara yang ditinggikan
"Dasar tidak berguna !
Tunggu apa lagi, apakah kalian juga ingn menjadi pemb... PLAAAK"
sebelum ia menyelesaikan ucapannya sebuah tamparan yang cukup keras tiba-tiba mendarat telak di salah satu sisi pipinya dan sukses membuatnya terbungkam sembari mengenakan ekspresi takjub.
"Bisakah kau tetap diam dan tenang ?
Apakah kau memiliki masalah penglihatan ?
Bukankah terlihat sangat jelas bahwa saat ini ayahmu sedang dalam peristirahatan ?
Lantas, mengapa kau malah berteriak-teriak tidak jelas di sini ?
Ataukah kau ingin menjadi anak yang tidak berbakti pada orang tuamu sendiri ?"
Potong sang penampar yang tidak lain adalah Shiran sembari menyatakan beberapa teguran yang cukup mengenai titik sakit pada hati Ryugo.
Mengetahui orang yang baru saja menamparnya adalah Shiran, Ryugo segera tersadar dari ketakjubannya digantikan dengan kegeraman yang sangat intens.
Namun sebelum ia melontarkan protes marah, seluruh tubuhnya tiba-tiba bergetar bergidik ketakutan karena merasakan aura yang sangat mengerikan berasal dari Shiran.
Sungguh konyol, seketika amarah Ryugo turun tanpa tersisa dan malah digantikan dengan ketakutan yang sangat intens saat menundukkan kepalanya tidak berani bertemu pandang dengan Shiran.
"Humph,,,sangat bagus !
Tetaplah tenang seperti ini dan menjadi anak baik !"
lanjut Shiran dengan sindiran sarkasme sinis yang sekali lagi menyayat hati Ryugo.
"I-iya aku akan tetap tenang dan menjadi anak yang baik !"
jawab Ryugo dengan sedikit terbata-bata layaknya anak kecil yang sedang ketakutan.
Menyaksikan semua itu, Sekushi dan kedua gadis lainnya serta para penjaga, sebisa mungkin mengendalikan gejolak tawa mereka sembari ikut menundukkan kepala sambil menutupi mulut mereka dengan salah satu tangan masing-masing.
Dengan semua itu, akhirnya suasana dalam ruangan tersebut menjadi lebih tenang namun terkesan sedikit konyol.
Kurang lebih 10 menit kemudian, ditandai dengan erangan lembut serta kelopak mata yang mulai bergerak, Ryugen akhirnya sadarkan diri.
Saat visinya mulai stabil dengan beberapa usaha, Ryugen mencoba bangkit dari posisi tidurnya.
Menanggapi itu, Shiran dan yang lain menyambut
"Selamat datang kembali, yang mulia !"
sambut mereka serempak.
Mendapat sambutan seperti itu, Ryugen cukup terkejut karena mendapati keikutsertaan Shiran dkk.
Sebenarnya sesaat setelah visi dan kesadarannya mulai stabil, Ryugen telah mengingat sekaligus menyadari dengan apa yang telah ia alami sehingga berakhir dalam situasi seperti saat ini.
Namun tidak pernah sedikitpun terbayangkan olehnya, Shiran akan berbesar hati menjaga serta menunggunya kembali sadarkan diri.
Hal ini lantas membuat Ryugen menjadi semakin mengagumi Shiran sebagai individu yang mempunyai kekuatan tak terukur dan menghargai orang yang lebih lemah darinya.
Jujur saja Ryugen sesungguhnya sempat memandang rendah dirinya sendiri sebab, pada pertarungan mereka sebelumnya dengan ego yang sangat tinggi ia telah mengerahkan seluruh kekuatannya tanpa mempertimbangkan resiko yang akan ditanggung oleh Shiran dan ia yakin Shiran sendiri pasti menyadari hal itu.
Namun apa yang ia dapatkan malah kebesaran hati dari Shiran yang tanpa menyimpan dendam sedikitpun padanya.
Mencoba menepis semua kegundahan itu, Ryugen menyatakan
"Uhuk,, maaf nak Shiran !
Sungguh, sebelumnya aku telah diliputi oleh keegoisan yang sangat tinggi untuk memenangkan pertarungan dan malah mengerahkan semua kekuatanku untuk melancarkan serangan padamu tanpa mempedulikan resikonya.
Dan juga terima kasih atas kebesaran hatimu yang telah bersedia menjaga dan menungguku kembali sadarkan diri.
Sungguh, aku merasa sangat tidak pantas untuk mendapatkan semua itu !"
Serunya meminta maaf sekaligus berterima kasih dengan nada suara cukup berat.
"Hmmm,, terima kasih atas penilaian tinggi yang mulia kepadaku !
Anda tidak perlu memikirkan semua itu sebab, sebenarnya akulah yang harus meminta maaf kepada anda karena telah membuat anda mengalami semua ini hanya untuk memenangkan keegoisanku dalam memuaskan dahagaku yang ingin mengalami seperti apa rasanya pertarungan yang sesungguhnya.
Dan hasilnya, aku sungguh berterima kasih kepada anda karena telah memberikan hal itu kepadaku dan membuatku sangat puas.
Sesungguhnya dari semua pertarungan yang telah aku alami, andalah lawan tertangguh diantara mereka.
Sungguh akulah yang harusnya meminta maaf dan berterima kasih kepada anda !"
balas Shiran dengan sejujur-jujurnya sembari sedikit merendahkan diri.
Mencerna serta memahami pernyataan Shiran dengan hanya sekilas simpul, Ryugen yakin bahwa semua yang diucapkan oleh Shiran adalah kebenaran.
Bukannya kecewa ataupun marah, dengan kekehan tipis Ryugen menanggapi
"Hehe,, sungguh anak muda yang tangguh dan tidak mengenal takut !
Apakah semua hal yang telah terjadi hingga saat ini telah masuk dalam perhitunganmu ?"
katanya sembari bertanya cukup penasaran.
"Hehe,, sungguh memalukan bahwa aku harus menjawab "tidak" untuk pertanyaan itu !
Namun bukan berarti aku melakukannya tanpa pertimbangan, hanya saja aku cukup yakin dan percaya dengan kekuatanku sendiri."
balas Shiran lagi yang balik terkekeh malu.
"Hahaha,,, sangat baik !
Namun terkadang menjadi sangat percaya diri juga bukanlah hal yang baik !
Bukankah akan sangat konyol jika hal yang tidak pernah kau bayangkan malah terjadi ?
Yah,,,selalulah ingat bahwa setinggi-tingginya gunung masih ada langit yang lebih tinggi !
Karena sejujurnya sebagai seorang petarung, aku sangat-sangat mengagumi akan bakat serta kemampuanmu.
Dan aku akan sangat kecewa jika suatu saat hal buruk terjadi padamu dikarenakan oleh rasa percaya diri yang sangat berlebihan itu !"
kata Ryugen kembali menanggapi dengan tawa singkat serta beberapa nasihat dan pengakuan.
"Terima kasih atas nasihat dan perhatian anda, yang mulia !
Maka, aku akan mencoba yang terbaik agar tidak mengecewakan anda !"
balas Shiran dengan ungkapan terima kasih dan seutas janji yang sangat tulus.
"Hmmm,, maka aku akan menantikan itu !
Ngomong-ngomong, selamat atas prestasimu karena telah memenangkan kompetisi untuk menjadi seorang panglima.
Sesungguhnya dibandingkan jabatan panglima, aku malah lebih merekomendasikan mu untuk menjadi seorang raja.
Menilai sifat dan kemampuanmu, aku sangat yakin bahwa kaulah pilihan terbaik untuk mengisi posisi itu dibandingkan denganku sendiri.
Tentu saja aku akan sangat dengan senang hati memberikan itu !
Bagaimana ?"
kata Ryugen sembari mengubah topik kembali pada hasil kompetisi dan suatu pernyataan yang sukses membuat semua orang dalam ruangan tersebut sangat terkejut.
Bahkan Shiran sendiri tidak terelakan oleh perasaan itu, tidak pernah sekalipun ia bayangkan bahwa Ryugen akan dengan mudahnya menyatakan hal itu.
Sesaat setelah sadar dari keterkejutan singkatnya, Shiran pun membalas
"Uhuk,,, maaf yang mulia !
Sesungguhnya aku sangat berterima kasih atas tawaran kebesaran hati anda.
Namun sekali lagi maaf, aku harus menolak tawaran itu.
Bukankah saat kita membuat kesepakatan untuk melakukan pertarungan simulasi aku telah berjanji akan memberitahukan kepada anda tentang identitasku yang sebenarnya serta tujuanku datang ke kerajaan ini ?
Ya, alasannya tidak lain berhubungan dengan hal itu !
Jadi maaf aku tidak bisa menerima tawaran anda tersebut."
jelas Shiran dengan sangat detail yang kembali mengingatkan Ryugen bahwa ia belum benar-benar mengenal Shiran.
Menilai dari ketegasan Shiran menolak tawarannya, Ryugen sangat yakin bahwa fakta mengenai identitas serta tujuan Shiran dkk datang ke kerajaan ras demi human, pastilah sangat krusial.
Mengenakan ekspresi khusuk, dengan nada suara sedikit dalam Ryugen menanggapi
"Oh,,, jadi bisakah kau menjelaskan semua hal itu sekarang ?"
tanyanya sangat penasaran.
up up up up
up up up
up up
up
Satu hal lagi, kalau sudah pakai kata 'berkata' gak perlu lagi pakai kata 'katanya' itu adalah pemborosan kalimat. Lagipula pada dasarnya arti kedua kata itu sama saja. Intinya terlalu banyak pemborosan kata. Kurang lebihnya mohon maaf, aku juga pemula. Tapi saling membagi ilmu tidak ada salah bukan? Sekian, semoga bisa direvisi jadi lebih baik lagi.