NovelToon NovelToon
Menantang Langit Yang Busuk

Menantang Langit Yang Busuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: KuntilTraanak

Tian Yuofan tumbuh dalam kehidupan yang tidak pernah mudah. Sejak usia delapan tahun, ia sudah harus belajar bertahan sendiri, merawat ibunya yang kehilangan kewarasannya akibat trauma masa lalu. Ia bahkan tidak bisa menyentuhnya, takut memicu trauma ibunya.

Tanpa keluarga yang utuh, tanpa teman, Yuofan menjalani hari-harinya sendirian di dunia yang tidak memberi banyak ruang bagi orang lemah. Ia belajar memahami lingkungan, membaca keadaan, dan bertahan dengan caranya sendiri.

Namun suatu hari, sebuah kejadian yang awalnya tampak seperti kesialan justru membawanya pada sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—sebuah pertemuan yang perlahan mengubah arah hidupnya.

Dari sana, perjalanan yang tak pernah ia pikirkan pun benar-benar dimulai…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KuntilTraanak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21—Luka dan Hasil

Angin masih berhembus di area itu dengan bercampur teriakan kesakitan orang-orang berjubah hijau tua. Suara mereka terdengar bergema, lalu perlahan satu per satu menghilang. Tubuh mereka yang di kuliti hidup-hidup kini mulai hanya menyisakan kerangka tulang yang jatuh satu persatu, tak terkecuali dengan pria bertudung.

Tetapi Wuxu tidak berhenti sampai di sana. Ia memasukkan kepalanya ke dalam gerbang, kemudian menggantinya dengan mengeluarkan tangannya dari dalam gerbang yang terlihat kecil itu. Ia lalu mulai mengambil satu per satu kerangka yang berserakan di tanah dengan genggamannya. Setiap kerangka yang ia ambil langsung ia masukkan ke dalam gerbang, seolah gerbang itu menjadi tempat penyimpanan atau ruang lain yang terhubung dengan tempatnya berada.

Ia melakukan itu dengan tenang, tanpa terburu-buru, hingga tidak ada lagi kerangka yang tersisa di tanah. Setelah semuanya selesai, gerbang hitam itu perlahan mulai mengecil dan akhirnya menghilang sepenuhnya, seolah tidak pernah ada di tempat itu.

Melihat semua itu telah berakhir, Yuofan akhirnya menghela napas panjang sembari menjatuhkan pantatnya ketanah. Jika ia boleh jujur, mungkin kejadian ini cukup traumatis baginya. Tetapi disisi lain, ia tahu resiko melakukan kontrak dengan iblis, apalagi mempelajari teknik-teknik iblis yang memang berhubungan dengan darah dan nyawa.

Di Xinyuan berlari menghampiri Yuofan. “Tuan! Apa kau tidak apa-apa?”

Sedangkan Bai Luan yang lemas akibat racun yang menyebar ditubuhnya, ditinggalkan begitu saja oleh kera itu. “Dasar adik sialan!” ucap Bai Luan dengan suara lemah nyaris tak terdengar.

Kera itu berdiri di samping Yuofan dengan wajah khawatir, memperhatikan kondisinya tanpa banyak bergerak. Namun Yuofan mengabaikannya dan langsung melapisi tubuhnya dengan sisa energi qi yang masih ia miliki, mencoba mengobati kondisi tubuhnya agar tidak semakin memburuk. Ia menarik napas perlahan, lalu mulai memeriksa keadaannya sendiri. Dari dalam, ia bisa merasakan kerusakan yang terjadi akibat pertarungan tadi.

Ia menyadari bahwa tujuh tulang rusuknya mengalami patah—empat di sisi kiri dan tiga di sisi kanan. Selain itu, otot perutnya juga mengalami kerusakan akibat benturan dan tekanan yang kuat. Luka tusukan yang sebelumnya ia terima turut memperparah kondisinya, menyebabkan cedera pada ginjal kiri, usus besar, serta beberapa pembuluh darah di dalam tubuhnya.

Namun sebelum Yuofan sempat mengobati luka-lukanya, ia tiba-tiba merasakan lonjakan energi yang besar dari dalam tubuhnya. Aliran qi di dalam dirinya bergerak tidak seperti biasanya, terasa lebih cepat, lebih padat, dan sulit dikendalikan.

Dalam waktu singkat, ranahnya meningkat secara mendadak. Dari yang sebelumnya berada di ranah pengumpulan qi tingkat lima, ia langsung melonjak ke tingkat delapan. Perubahan itu terjadi begitu cepat, tanpa proses yang biasa ia kenal. Hal seperti ini jelas tidak wajar, apalagi kenaikan ranah biasanya membutuhkan waktu, latihan, dan pemahaman yang tidak sedikit.

Yuofan terdiam sejenak, mencoba memahami apa yang baru saja terjadi. Ia tidak merasakan tanda-tanda terobosan sebelumnya, semuanya terjadi begitu saja.

“Apa-apaan ini…?” gumamnya pelan, kebingungan.

Belum sempat ia menemukan jawabannya, Wuxu tiba-tiba keluar dari dalam pedang. Sosoknya muncul dengan santai, seolah tidak ada yang aneh dengan kejadian sebelumnya.

“Itu hasil yang kau dapatkan dari darah dan jiwa yang diserap,” ucapnya ringan, diakhiri dengan sendawa kecil yang terdengar tidak terlalu peduli.

Yuofan hanya menatapnya, masih mencoba mencerna penjelasan itu.

“Dengan menggunakan teknik Gerbang Kematian, bukan hanya mendapatkan informasi dari ingatan targetnya, tetapi juga akan mendapatkan kekuatan hasil dari jiwa dan darah yang di serap,” Wuxu mendekati Yuofan, kemudian duduk diatas kepala bocah itu dengan santai.

“Selain itu kau juga akan mendapatkan pasukan mayat hidup dari tulang target. Namun, karena kau belum bisa menggunakan teknik ini sepenuhnya, kekuatan hasil penyerapan tadi di bagi dua dengan ku. Maka dari itu kau hanya naik 3 tingkatan.” lanjut rubah itu seraya menepuk pelan kepala Yuofan.

Yuofan menundukkan kepalanya terdiam, tidak merespon apapun dari penjelasan Wuxu.

“Kau tenang saja,” Wuxu berkata dengan suara rendah membuat Yuofan tersadar dari lamunannya.

“Aku tak akan bisa berbuat apa-apa selagi kontrak ini masih ada.” lanjutnya yang seolah berusaha memahami Yuofan.

Yuofan terkekeh kecil. “Ha… aku hanya merasa bahwa teknik tadi sangatlah bagus. Namun sangat disayangkan, aku belum bisa menggunakannya dengan kemampuan ku sendiri.” ujarnya tenang.

Yuofan membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu. Tetapi fokusnya beralih pada tubuhnya sendiri yang secara tiba-tiba sembuh sendiri. Bahkan luka tusukan yang menembus punggung menghilang begitu saja seolah tidak pernah ada luka disana. Ia pun menyimpulkan bahwa ini salah satu hasil yang diberikan oleh teknik Gerbang Kematian yang ia dan Wuxu gunakan.

“Tuan, apa ada yang perlu ku bantu?” tanya Di Xinyuan sembari menatap Yuofan yang terlihat terus terdiam.

Disisi lain, dengan tubuh terkapar di tumpukan salju, Bai Luan menatap Di Xinyuan yang mengangkat Yuofan keatas telapak tangannya dari kejauhan. Rasa ngeri dan kagum memenuhi dirinya ketika melihat Yuofan, ia pun menjadi paham mengapa kera itu bersedia mengikuti bocah yang bahkan terlihat lemah di luar tersebut. Namun disisi lain, ia juga memiliki rasa khawatir yang besar. Apalagi ketika melihat teknik Yuofan tadi yang cukup mengerikan dan terlihat sangat menyiksa, ia takut suatu hari jika adik bodohnya ini melakukan kesalahan fatal yang membuat anak itu marah besar, anak itu akan membunuh adiknya dengan keji.

Ia menundukkan kepalanya, melihat kondisi tubuhnya yang sangat berantakan. Ia sendiri tidak menyangka bahwa dirinya bisa dibuat sangat tak berdaya seperti ini, terlebih lagi yang membuatnya seperti adalah manusia dengan tingkat dibawahnya.

“Apa semua manusia itu memang terlihat lemah di luar, ya?” gumamnya sembari membayangkan manusia dari perspektif nya.

Bai Luan menatap langit yang terlihat cerah. Perlahan pandangan yang kabur mulai terlihat gelap, rasa kantuk mulai membuat kelopak matanya menutup secara perlahan.

“Jangan tertidur.”

Seruan itu membuat Bai Luan menengok kearah sumbernya. Disana, ia melihat Yuofan tersenyum kecil diatas pundak Di Xinyuan. Anak itu kemudian diturunkan dan duduk tepat disampingnya, membuatnya sedikit bingung tetapi tidak bisa mengeluarkan komentar apapun dengan energinya saat ini.

“Baiklah, kau adalah kelinci percobaan pertama ku.” ucap Yuofan seraya tersenyum lebar hingga menampilkan deretan giginya yang rapih.

Bai Luan membulatkan matanya terkejut. Ia tampak sedikit bingung sekaligus takut mendengar kalimat tersebut. Belum sempat ia bertanya atau berpikir lebih jauh, Yuofan sudah bergerak lebih dulu, seolah tidak ingin membuang waktu.

Yuofan meletakkan kedua tangannya di depan perut Bai Luan, lalu perlahan membentuk sebuah gumpalan energi dari qi miliknya. Gumpalan energi itu berputar pelan di antara kedua telapak tangannya, semakin lama semakin padat dan stabil. Setelah merasa cukup, ia mendorong gumpalan energi itu dan memasukkannya ke dalam tubuh Bai Luan. Tak lama kemudian, rasa hangat mulai menyebar ke seluruh tubuh burung itu, membuat rasa sakit didalam tubuhnya sedikit berkurang. Dengan bantuan energi itu, Yuofan mulai merasakan kondisi di dalam tubuh Bai Luan dengan lebih jelas.

Dari aliran energi tersebut, Yuofan bisa menyadari keberadaan racun yang mulai menyebar lebih luas. Racun itu menyebar perlahan melalui aliran darah dan mulai memengaruhi beberapa organ. Yuofan kemudian mengarahkan energinya untuk menyelimuti bagian-bagian tubuh yang terkena racun, melindungi organ-organ tersebut agar racun tidak menyebar lebih jauh.

1
Koplak
mulai seru nih
Koplak
pertama baca langsung tertarik💪
Nanik S
Cerita yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!