NovelToon NovelToon
Ketulusan Untuk Saliya

Ketulusan Untuk Saliya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Spiritual / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: El Geisya Tin

Namaku Saliya, aku disukai seorang pria bernama Rizal, yang menurutku terlalu sempurna, aku sempat menolak saat ia mengajakku menjalin hubungan serius sampai ke jenjang pernikahan. Aku justru memilih mantan pacarku, tapi Rizal tidak menyerah hingga akhirnya kami menikah.
namun, kebahagiaan rumah tanggaku ternyata menyedihkan.
Ayo baca kisah ku di sini, ya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melankolis

Melankolis, Enggan Melepas Pelukan

“Terus, apa urusannya sama aku?” tanyaku setelah tawa suamiku reda. Sepertinya dia senang sekali menggoda istrinya.

“Nggak, nggak ada. Cuma aku nggak nyangka aja bakal ketemu dia di sana, dia nanyain kamu!”

“Nggak usah diladeni aja, Bang! Kan, kita mah nggak punya urusan!” aku kesal menjawab ucapannya. Informasi yang tidak penting bagiku. Aku sudah memiliki Rizal di sisiku sekarang dan aku tidak butuh pria lain lagi.

“Ya. Kami sering ketemu sebenarnya, tapi aku nggak sadar kalau dia itu Rizki, dia juga nggak ngeh sama aku. Lah, mau cuek gimana, kita teman satu kampus dulu, satu angkatan juga!”

Aku mencebik lagi, sama sekali tidak terharu.

Akhirnya kami mengakhiri panggilan karena sudah waktunya doa berangkat kerja dan aku pergi ke sekolah.

$$$$$$$$$$$

Akhirnya, waktu kepulangan Rizal sudah tiba, kami sempat berbalas pesan tadi pagi dan dia akan sampai di rumah sore ini. Aku dan Ziddan menunggunya dengan antusias. Bahkan, putraku itu menyisihkan satu permen lolipopnya untuk sang ayah sebagai hadiah.

“Beneran, itu buat Ayah?” tanyaku pada Ziddan, dan anak itu mengangguk. Kutatap anakku lekat-lekat. Wajah, rambut dan kulitnya mirip ayahnya. Aku bersyukur dia tidak mirip dengan ibunya.

“Ibu mau juga? Nanti Ziddan beli lagi!” katanya antusias.

Kami duduk di teras rumah, menatap suasana senja di pekarangan dan jalanan yang lengang. Panas sang matahari mulai temaram. Sinarnya meredup di ujung keemasan, sedangkan awan menaunginya seolah memberi hormat akan kepergiannya yang menghantarkan malam.

Hatiku berteriak girang saat melihat taxi online berhenti di halaman, pasti itu Rizal yang pulang membawa sejuta kerinduan. Sudah terbayang di pelupuk mata wajah tampan dan senyuman manisnya di hadapan kami berdua.

“Ayaaah!” teriak Ziddan, begitu pintu mobil terbuka dan suamiku itu muncul di sana. Anak itu berlari kecil menghampiri ayahnya.

Sopir taxi membantu menurunkan koper dan dia jinjingan besar yang aku yakin itu oleh-olehnya, untuk kami, ibuku dan ibu mertua. Seperti itulah kebiasaannya.

“Assalamua’alaikum!” katanya sambil merentangkan tangan. Aku dan Ziddan menjawab salamnya.

Rizal menyambut Ziddan yang berlari ke arahnya dan mereka berpelukan. Padaku, dia cuma tersenyum saja sambil membuat bibirnya mengerucut membentuk ciuman dari jauh.

Aku iri, dan ingin seperti mereka. Bisa berpelukan di mana saja. Aku bisa mencium dan memeluknya nanti.

Setelah membayar taxi, Rizal langsung masuk rumah sambil membawa koper besarnya masuk, sedangkan aku membawa dua paper bag berjalan di belakangnya. Aku tahu semua pakaian dalam koper itu semuanya kotor.

Sesampainya di dalam, Rizal memberahikan diri, dan memasukkan cucian ke dalam mesin cuci. Sambil menunggu cucian bersih, ia membagi semua oleh-olehnya menjadi tiga dan satu bagian kami langsung di buka dan di makan bersama.

Ziddan memberikan lolipopnya, saat kami berkumpul di ruang tamu yang sekaligus menjadi ruang keluarga.

“Ini buat Ayah!” katanya ceria dan Rizal menerimanya penuh terima kasih.

“Wah, anak Ayah baik, ya? Kok, Ibu mah, nggak ngasih hadiah, ya?” kata Rizal sambil memakan lolypopnya dan melirikku.

“Nanti, hadiah dari Ibu, mah, di kamar!” kataku sambil membalas lirikannya dan memasukkan makanan ke mulutku.

“Oke! Aku tunggu, kuat berapa ronde, nih? Jangan nanggung kalau mau ngasih hadiah!” katanya sambil duduk di sebelahku dan memelukku.

Ziddan tertawa riang melihat keakraban kami dan ikut dalam pelukan. Ia justru memisahkan ibu dan ayahnya. Menguasai Rizal untuk dirinya sendiri seolah aku tidak berhak memiliki. Kedua tangannya melingkar di leher sang ayah dan saat aku membalas pelukan suamiku, pun ada anak itu di tengahnya.

Setelah magrib hujan turun dengan lebatnya dan kami sholat berjamaah di rumah. Setelah itu aku menyiapkan makan malam bersama. Ziddan sudah makan sendiri, hingga aku bisa fokus meladeni suamiku dan diriku sendiri sambil mengobrol tentang segala hal.

“Jadi, semua laporan Abang sudah selesai?” tanyaku setelah kami selesai makan, tapi masih duduk di meja makan.

“Sudah, sudah Abang kirim ke staf lewat emailnya tadi. Jadi, bisa langsung di cetak dan besok tinggal di serahkan ke Pak San!” katanya sambil mengusap bibirnya dengan tisu.

“Abang jadi cuti?”

“Iya. Besok pagi ke kantor dulu sebentar ... nyerahin laporan sekalian pengajuan cuti!”

“Oh, berarti nggak sampai sore ya, Abang pulang? Jadi, makan siang di rumah, kan?”

“Iya. Insyaallah makan siang di rumah, besok kita baru ke rumah Ibu.”

“Iya, Ibu juga udah nanyain terus, soalnya, kan, Abang rutin datang setiap bulan dan bawa oleh-oleh!”

“Iya, iya, bilang sama Ibu sekarang, kalau kita mau ke sana besok!”

Aku segera melakukan perintah Rizal untuk mengirim pesan pada ibu, agar wanita itu tidak bertanya-tanya, kapan kami akan berkunjung seperti biasanya.

Setelah itu, aku membereskan meja makan dan menyelesaikan cucian yang tadi sudah selesai di mesin cuci. Besok saja menjemurnya kalau sudah pagi. Aku tidak akan terlalu lelah bekerja malam ini. Aku harus menyisihkan tenaga untuk melayani suamiku setelah anak kami tidur nantinya.

Itu kebiasaannya kalau pulang, dan seperti itu pula cara suami istri dalam melepaskan rindu atau melepaskan dendam setelah pertengkaran. Memadukan asmara di pembaringan adalah ungkapan cinta kami serta, wujud bahwa kami saling membutuhkan dan saling memiliki.

Aku adalah bagian dari jiwanya, oleh karena itu sebagian tubuhnya hahal berada di dalam milikku serta, menumpahkan sebagian kecil sel benihnya dengan bebas. Hubungan suami istri adalah cara penyatuan dua insan yang halal sesuai keinginan Allah.

“Ibadah sholat adalah cara yang diinginkan Allah untuk menyembah-Nya. Allah ingin disembah dengan cara seperti itu, ya sudah, lakukan saja!” kata Rizal suatu ketika, saat kami membahas tentang hubungan suami istri.

Banyak sekali hikmah di dalamnya jika dilakukan dengan cara halal. Islam sudah sempurna, termasuk cara dalam pergaulan di rumah tangga. Konsep kendalian tetap yang paling diutamakan.

“Sholat sebagai wujud bahwa, manusia adalah hamba -Nya ...,” Lanjut Rizal, dan aku masih diam memperhatikan.

“Lalu, apa kaitannya dengan hubungan badan?” tanyaku heran.

“Sama halnya dengan hubungan badan, cara yang halal dan gaya yang sesuai, tidak dengan sesama jenis atau dengan binatang, adalah cara yang dirancang Allah bagi hamba-Nya untuk mendapatkan kenikmatan ... sebagai wujud bahwa, istri berbakti pada suaminya dan suami membutuhkan istrinya, meski bukan untuk itu manusia diciptakan, tapi itulah salah satu tujuan pernikahan!”

“Untuk apa kita diciptakan?”

“Kita diciptakan untuk beribadah saja, tapi kebanyakan manusia lalai, untuk apa dirinya diciptakan Tuhan.”

Aku sudah pernah mendengar beberapa hal tentang itu, tapi sekali lagi aku seperti baru mendengarnya pertama kali. Rizal menjadi pengingat yang sempurna, membuatku semakin mencintainya.

Keesokan harinya, Rizal sudah bersiap rapi lebih pagi dari biasanya sebab sebelum sarapan, ia tidak perlu mandi lagi. Kami sudah mandi bersama sebelum subuh tadi dengan air hangat.

Saat hendak berangkat, langkahnya tertahan oleh Ziddan yang bergelayut manja di lehernya. Anak itu enggan dilepaskan ayahnya dan ingin Rizal yang mengantarnya ke sekolah. Tadi malam, pun setelah kami bertempur di tempat tidur. Rizal memilih menemani Ziddan di kamarnya dan kulihat mereka terus saja berpelukan sepanjang malam.

“Ayah! Jangan pergi!” kata Ziddan berulang kali tanpa melepaskan belitan tangannya di leher ayahnya.

Rizal menciumi seluruh wajah anak kami dan berkata, “Ayah pergi Cuma sebentar, kan cuma mau izin cuti, nanti balik lagi, kok!”

“Apa itu cuti?” tanya Ziddan dengan polosnya.

❤️❤️❤️❤️

1
luxius
bagus luar biasa
El_Tien
😭😭😭😭😭😭😭😭
El_Tien
iya bener aku setuju
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ALLAH tau kemampuan hambaNYA. sesakit apapun itu, harus tetap kuat bertahan hingga waktu kita berakhir. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 3 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
innalillahi.... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ziddan anak yg pintar.
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
baguslah rizky sudah berubah. semoga rizal & saliya akur2 ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga rizal kembali dengan selamat berkumpul dengan saliya & anaknya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
wow ada nama mantan di hape?? apalagi calling,mau ngapaim tuh
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
El_Tien
udah aku revisi
Dede01
cerita yang bagus semoga sukses
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kenapa harus begitu?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
zidan koq kampungan sih? Annisa aneh ih.
El_Tien: eh, itu Ilmara, salah tulis nama 👉😊😔
total 1 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ini bu ibu yaaa... bukannya nasehatin yg bagus2 aja, malah bikin saliya khawatir dengan suaminya selingkuh. kacau ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nariya unik, saliya baik, siapa nama anak saliya?
Elmimar02
cerita yang menarik ayo buruan baca
El_Tien: terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Pipitz👻ᴸᴷ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bahagia liat dirimu kenapa mantan ya
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga anak saliya sehat2 ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸: alhamdulillah
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
naria komentarnya memang aneh ya. bukannya kasih selamat, malah begitu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 😁😁😁😁😁😁😁anu banget
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
pasti rizal ikut menyaksikan saliya melahirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!