NovelToon NovelToon
Pengantin Yang Tak Diinginkan

Pengantin Yang Tak Diinginkan

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:257.1k
Nilai: 5
Nama Author: R.angela

Ayra yang cerdas, pemberani dan sekaligus pembangkang, ingin sekali menentang wasiat ayahnya yang bertujuan menjodohkannya dengan putra sahabat baiknya, tapi berhubung orang yang meminta nya adalah sang ayah yang sudah sekarat, Arya tidak bisa menolak.

Sial, di hari pernikahannya, calon mempelai pria justru kabur meninggalkannya, hingga terpaksa digantikan oleh calon adik iparnya, yang bengis, dingin dan tidak punya hati.

Seolah belum cukup menderita, Ayra harus tinggal satu atap dengan mertuanya yang jahat jelmaan monster, yang terus menyiksa dirinya, membuatnya menderita, tapi di depan orang lain akan bersikap lembut pada Ayra agar tetap dianggap mertua baik. Hingga suatu hari, sang mertua yang memang tidak menyukai keberadaan Ayra, mengingat kalau gadis itu adalah putri dari mantan suaminya, meminta putranya untuk menikah dengan wanita lain yang tidak lain adalah mantan kekasih putranya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Takut Lagi

Ayra sudah bisa menguasai dirinya tidak akan takut lagi dengan cara Dewa yang coba mengintimidasinya. Gadis itu melangkah masuk ke dalam kamar dan duduk di kursi rias sambil menunggu Dewa melanjutkan ucapannya.

Ditatap begitu, kini justru Dewa yang merasa kikuk. Kenapa setelah pulang Ayra jadi pemberani?

"Katanya mau ngomong, kok, diam?"

"Dari mana aja kamu sampai pulang jam segini?"

Hufffh, Aira mengembuskan napas panjang. Dia pikir Dewa mau bertanya apa. Tapi kenapa pria itu tiba-tiba peduli?

"Kan aku udah bilang, mau ada syuting iklan bareng mas Egi."

"Mas? Sejak kapan kamu panggil dia dengan sebutan 'mas'?"

Ayra menyipitkan sebelah matanya rasanya apa yang diperdebatkan pria yang ada di hadapannya ini tidak masuk akal, memangnya apa salahnya dia memanggil Egi dengan sebutan mas? Toh, kenyataannya Egi lebih tua darinya bahkan jika saja Dewa tahu tata krama dia juga harus memanggil Egi dengan sebutan abang atau mas karena saudara tertuanya.

"Mulai hari ini. Mmmm...seharusnya memang sejak dulu. Selain dia lebih tua, dia juga saudaramu, abang iparku, kan?"

"Nah, itu kamu tahu!"

"Emang tahu. Lantas?" Kenapa Ayra semakin bingung dibuatnya? Sebenarnya arah omongan Dewa ini ke mana sih? Dia jadi pusing sendiri dibuatnya.

"Lantas? Kamu tanya lantas? Kalau kamu sadar bahwa dia itu adalah abang iparmu, tidak seharusnya kau pergi nongkrong berdua di cafe cekakak-cekikik seperti tidak punya beban! Apa kamu nggak malu? Bagaimana kalau orang tahu bahwa kau bersama pria yang bukan suamimu?"

Tunggu! Jadi itu masalahnya? Dia merasa kesal karena Ayra jalan dengan Egi? Tumben, bukannya dia sama sekali tidak peduli pada istrinya itu?

"Memangnya kami sedang apa? Lagian kami bertemu juga bukan di tempat sepi, di sana banyak orang! Mmm... Tunggu dulu, kamu kok tahu aku ke cafe sama mas Egi? Jangan-jangan kamu ngikutin aku, ya?" Ayra membulatkan matanya, mencoba mengintimidasi Dewa agar bicara jujur. Nyatanya tidak berhasil. Pria itu kembali menggunakan jurus mengelak.

"Heh! Siapa yang mengikuti mu? Memangnya kau siapa? Aku ketepatan sedang mengadakan pertemuan bisnis dan tidak sengaja melihatmu bersamanya!" seru Dewa menyelamatkan harga dirinya.

"Oh."

"Hanya 'oh'?"

"Terus kamu mau aku bilang apa lagi? Udah ah, capek. Aku mau mandi!"

Ayra sudah pergi meninggalkan Dewa yang masih jengkel terhadapnya. Dia masuk ke kamar mandi, membasuh tubuhnya yang lengket dan terasa penat. Dia sudah membayangkan sehabis mandi nanti tubuhnya pasti akan segar dan tidurnya akan nyenyak.

Setengah jam berlalu, Ayra keluar dari kamar mandi, berharap ranjang yang hangat akan menyambutnya untuk tidur. Kenyataannya pria itu masih menunggunya di sana.

"Apa lagi? Aku ngantuk!"

"Kamu harus janji, jangan pergi dengan dia lagi!"

"Dia siapa?"

"Jangan memancing amarahku. Kamu tahu siapa yang aku maksud!"

"Aku gak bisa. Aku'kan udah bilang, kalau udah tanda tangan kontrak kerja. Besok juga aku harus bekerja di studio Egi."

"Apa?"

Ayra malas untuk menjawab karena dia tahu Dewa tidak akan melepaskannya dengan mudah, akan ada pertanyaan demi pertanyaan yang akan dilontarkan pria itu, jadi lebih baik dia diam.

Tanpa menghiraukan tatapan mematikan Dewa, Ayra mengambil gaun tidurnya, mengenakan di kamar mandi lalu setelahnya keluar tanpa menghiraukan tatapan menunggu dari Dewa. Bergegas dia merangkak naik ke atas ranjang, menarik selimut hingga menutupi kaki hingga ujung kepalanya.

"Kamu dengar gak aku ngomong?" bentak Dewa merasa tidak dihargai.

Tidak ada jawaban. Sepi.

"Ayra!" panggil pria itu dengan nada tinggi, tapi yang terdengar dari Ayra sebagai jawaban adalah dengkuran halus dari balik selimut.

Dewa mengalah. Bisa apa lagi. Perlahan dia menyibak selimut, memastikan kalau istrinya itu memang tidur dan bukan berpura-pura.

Wajah Ayra terlihat tidur pulas, begitu polos dan sangat pulas. Dengkuran halus yang masih terdengar di telinganya, menunjukkan kalau Ayra tampak kelelahan.

"Dasar gadis bodoh! Apa kamu akan senang hanya dengan pilihanmu?" Dewa masih menatap gadis itu, duduk di tepi ranjang tanpa berani menyentuhnya.

"Bisakah kita sejalan? Tidak lagi bertengkar? Aku benci setiap kita bertikai!"

1
Opung Nava
nanti menyesal sesudah sdr jdbucin
Opung Nava
kurangi egomu ibu maya
Novie Achadini
hadeh
Novie Achadini
talak aja gy perempuan sombong nggak ngerti kewajiban istr
Novie Achadini
mamous lo ayra. pembalssan lebih sakit kan. egy udh senang ounya bayi dan istri yg baik
Novie Achadini
sukurin lo ayra punya suami tajir dianggurin
Novie Achadini
nikahin lah gy cape ngadrpin ayra
Novie Achadini
telat lo ayra egy udh belah duren duluan
Novie Achadini
ayra mau ya punya ibu mertu psyco
naomi
anjaiiii......ini gimana konsepnya asliii kecewa aku bacanya.......keluar jalur tol cukkkk
Katherina Ajawaila
outhour, ini maksud nya apa salah kamar atau apa ya judulnya ngk. tau. jadi ngk. jelas
Katherina Ajawaila
sakit kan Ay, salah sendiri jual mahal, sama suami 4 bln suami suruh main solo, skrng udh kejadian laki cari. pelampiasan di luar, nangis blng di hianantin ya udh kan ada Dewa bikin ade2 an aja jadi impas, kan kesayangan kamu udh dtng. sm mertua aja tetap panggil Om. belagu jadi istri, biar cerai lagi aja. enak kan bulak balik nikah😜
Katherina Ajawaila
suami kita satu Ay bukan bertemen, trima situ sombong mu SMP skrng kamu msh ori kan, biar jadi jendes kembang lagi 🤭
Katherina Ajawaila
sombong sih
h Ay, udh basi baru ngongsongin diri🤫
Katherina Ajawaila
Dasar lelaki dlm keadaan kejepit aja bisa spekulasi. Ay itu madunu, enak ngk kamu aja ngk hamil2 mng yg busuk biar bagaimana pasti kecium juga. tapi aku ngk suka liat sifat Ayra, sombong ngk injak bumi sok moralis, penempatan diri ngk bisa sm mertua aja ngk ngurus. 🤑
Katherina Ajawaila
enak kan, terus aja hidup dlm cinta pertama mu, sok jadi pahlawan kesiangan. ngk mutu kamu Arya 🤓
Katherina Ajawaila
enak. kan Arya, sombong aja terus, gaya loh SMP skrng aja PP mertua di panggil om. pantes apa
Novie Achadini: kesel ya sama ayra.pantes lah ditunggal kawin lg
total 1 replies
Katherina Ajawaila
Arya juga udh ngk punya kel, tapi sombobg ngk injak bumi pd hal selalu tolong dia Egi. beda jauh sm Vina
Katherina Ajawaila
biar Dewa aja jadi pedamping Mey, sama2 pernah tersakiti sm cinta pertama, biar saling berbagi pasti bisa ya thour🤫
Katherina Ajawaila
itu sebab akibat kamu juga sih Ay, nmnya laki2 di luar sana bikin dia terjerumus, hbs itu yg terserah outhour yg bertindak 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!