NovelToon NovelToon
Love In Las Vegas

Love In Las Vegas

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:129.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sisca Nasty

Karena kecelakaan, Elyna harus kehilangan ingatannya. Wanita itu akan menjadi gila jika dia kembali dipaksa mengingat kejadian yang pernah dia lalui dalam hidupnya.
Akan tetapi, sebelum kecelakaan Elyna mengetahui rahasia pembisnis nakal yang selama ini meresahkan kalangan mafia. Jika rahasia itu sampai terbongkar, maka dunia yang baru akan tercipta.
Akankah Elyna bisa kembali mengingat semuanya dan membongkar rahasia sang pembisnis nakal?
Bagaimana kisah cinta Elyna ketika seorang pria yang sudah lama ia kenal mulai mengusik hatinya dan mencoba untuk membuatnya jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir Berhasil

Brandon menahan langkah kakinya ketika melihat Pangeran Denzel duduk di sofa sembari memandang layar laptop yang ada di hadapannya. Tanpa menunggu lagi pria itu segera menunduk hormat dan menutup kembali pintu kamar. Dia bahkan tidak berani melangkah lebih jauh lagi karena belum mendapat perintah.

"Bukankah aku sudah bilang kepada pengawal di depan untuk tidak mengizinkan siapapun masuk untuk menemuiku? Lalu kenapa kau bisa masuk? Ke mana pengawal pribadiku?"

"Gawat! Jangan sampai Pangeran tahu kalau pengawal bodohnya itu sudah tergeletak di depan kamar," batin Brandon dengan wajah yang gelisah.

"Brandon, apa yang kau pikirkan? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?"

"Saya tidak menemukan siapapun di depan pangeran. Saya masuk ke kamar ini karena mengkhawatirkan keadaan anda. Tadi saya sempat ke ruangan tempat wanita itu tetapi saya tidak menemukannya di sana. Saya khawatir kalau terjadi sesuatu terhadap anda. Mungkin saja wanita itu sudah sadar dan berniat untuk mencelakai anda."

Pangeran Denzel tertawa mendengar penjelasan Brandon. "Wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena dia sudah tewas. Aku menyuruh orang untuk menghabisi nyawanya dengan menggunakan racun lalu membuang jasadnya di laut. Dia pantas mendapatkan hukuman itu atas perbuatan yang ia lakukan."

"Wanita itu sudah mati?" tanya Brandon tidak percaya.

"Kau ingin melihatnya? Sebenarnya apa yang sudah membuatmu berubah pikiran sampai-sampai kau ingin bertemu lagi dengannya? Bukankah sebelumnya kau sudah menyerahkan wanita itu kepadaku dan membebaskanku untuk melakukan apapun yang aku inginkan. Kau tenang saja Brandon, aku tidak meninggalkan jejak sedikitpun. Aku pastikan tidak ada yang curiga. Jadi sekarang kita bisa hidup dengan tenang di istana ini."

"Apa benar pangeran sudah membunuh wanita itu? Kenapa cepat sekali. Bukankah dari apa yang aku ketahui Pangeran tidak pernah tega untuk membunuh seorang wanita?" Brandon masih tidak percaya.

"Jika bisa cepat untuk apa menunggu lama. Aku tidak mau keberadaan wanita itu diketahui oleh seluruh penghuni istana. Sekarang kita bisa hidup dengan tenang. Oh iya apa wanita itu memiliki keluarga. Mungkin keluarganya akan mulai mencari keberadaannya saat ini. Semoga saja mereka tidak pernah bertemu lagi. Dengan begitu kita akan aman."

"Anda tenang saja Pangeran. Saya tidak meninggalkan jejak apapun. Dengan begitu nama baik anda akan tetap aman."

Pangeran kembali mengangguk lalu memandang layar laptopnya lagi. "Lalu apa ada hal lain yang ingin kau katakan? Cepat pergi dari sini karena aku ingin sendiri. Aku tidak ingin bicara dengan siapapun. Aku butuh waktu untuk menenangkan pikiranku."

"Maafkan saya karena sudah mengganggu waktu sendiri anda Pangeran. Saya permisi dulu."

Brandon kembali membungkukkan tubuhnya sebelum pergi meninggalkan kamar. Sedangkan Pangeran hanya tersenyum tipis melihat tingkah laku Brandon yang memang terlihat jelas sangat mencurigakan.

"Apa dia pikir aku ini anak kecil yang mudah sekali untuk dibohongi. Elyna harus benar-benar aman di tempat itu agar Brandon berpikir kalau dia sudah tewas. Tetapi di mana pengawalku. Dia tidak akan mungkin meninggalkan kamar ini tanpa persetujuanku. Apa Brandon telah melakukan sesuatu terhadapnya? Atau dia sudah berhasil melakukan rencana selanjutnya?"

Pangeran segera beranjak dari sofa lalu berjalan menuju ke arah pintu. Pria itu ingin memastikan sendiri kalau pengawal setia yang ia tugaskan untuk berdiri di depan kamar memang tidak ada di posisinya berada.

Setibanya di depan kamar Pangeran dibuat kaget. Sosok pria yang selama ini dengan setia menemaninya kini berbaring di lantai dengan mulut berbusa. Hal itu membuat kedua kaki Pangeran terasa lemas tidak bertenaga. Dia langsung berlutut di depan pengawal pribadinya dengan mata berkaca-kaca. Pengawal lain berlari dengan wajah panik.

"Brandon, siapa yang sudah melakukan semua ini. Sekarang aku semakin yakin kalau kau adalah pria jahat yang begitu kejam. Aku yakin kalau kematian ayahku ada hubungannya denganmu."

Brandon melangkah cepat meninggalkan kediaman pangeran. Dia ingin segera menemui pelayan wanita yang tadi sudah meracuni pengawal setia pangeran. Meskipun pelayan wanita itu terlihat lemah tetapi Brandon tidak akan pernah merasa tenang jika pelayan wanita itu masih hidup. Sampai detik ini Brandon masih belum sadar kalau ternyata Pangeran telah mencurigainya dan mengetahui apa yang telah ia lakukan.

"Dimana kamar pelayan wanita itu? Kenapa banyak sekali kamar di sini!" Brandon berdiri di tengah-tengah ruangan yang menjadi lokasi tempat para pekerja istana berkumpul. Di sana ada banyak sekali pintu kamar yang membuat kepala Brandon pusing. Seorang pelayan pria lewat di hadapan Brandon dan pria itu segera menahannya.

"Di mana kamar pelayan wanita itu?" tanya Brandon tanpa mau menjelaskan lebih detail lagi.

"Maaf Tuan. Tapi saya tidak mengerti dengan apa yang Anda maksud. Ada banyak pelayan wanita di sini."

"Aku ingin bertemu dengan pelayan wanita yang tadi membawa minuman hangat kepada pengawal yang berjaga-jaga di depan pintu pangeran."

Pelayan pria itu mengernyitkan dahinya. "Saya tidak tahu Tuan. Maafkan saya karena tidak bisa membantu Anda."

Tiba-tiba saja dari kejauhan seorang wanita berlari kencang menghampiri pria tersebut. "Cepat kumpulkan semua orang. Pangeran meminta kita untuk berkumpul terutama tim dapur. Pengawal setia Pangeran telah tewas karena keracunan dan Pangeran terlihat sangat murka saat ini," ujar pelayan wanita itu.

Brandon melebarkan kedua matanya. "Sial ternyata Pangeran keluar dari kamarnya. Sekarang aku harus mempersiapkan rencana lain agar Pangeran tidak menuduhkuku," gumam Brandon di dalam hati.

Dia cepat-cepat memutar tubuhnya dan berjalan menuju ke tempat Pangeran. Kali ini dia ingin memastikan sendiri apa benar Pengawal itu tewas.

...***...

"Pangeran, sekarang apa lagi rencana anda? Lama kelamaan anda membuat saya pusing. Tadi anda meminta saya menjaga kamar kosong. Lalu tiba-tiba anda meminta saya untuk pura-pura keracunan," batin pengawal itu sambil memejamkan mata.

Pangeran Denzel terlihat sedih. Semua orang sudah berkumpul di sana. Hanya Brandon saja yang belum kelihatan.

"Bawa dia ke rumah sakit. Aku yakin nyawanya masih bisa diselamatkan!" teriak Pangeran Denzel histeris.

Pengawal yang ada di sana segera melaksanakan perintah Pangeran. Bersamaan dengan itu, Brandon pun tiba. Dia mengernyitkan dahi melihat sosok yang kini di bawa pergi. Ketika ingin memeriksa keadaannya, tiba-tiba Pangeran mencegahnya.

"Brandon, kenapa tadi kau bilang kalau kau tidak melihat siapapun di depan kamarku?"

Brandon mematung. Pria itu terlihat gugup sekarang. "Sepertinya seseorang sudah merencanakan semua ini Pangeran."

"Seseorang kau bilang? Bukankah semua ini adalah rencanamu!"

1
Debbie Teguh
malah baca ini duluan baru gen 3, ulang baca lg deh /Grin/
Debbie Teguh: iya, salah 😄
total 2 replies
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
Debbie Teguh
pangeran belanda muka cina/Grin/
Dyanalfatih29
Dari Serena, Zeroin, Daniel dan generasi anak hingga cucu nya saya selalu mengikuti cerita kakak yang bergenre mafia Masyaa Allah ternyata sudah ke cucunya, terima kasih kak Author idolaku love love dan suksesss selalu😍😍😍
Angelica Alvira
Luar biasa
fransiska paskalia
Lumayan
fransiska paskalia
Biasa
Ratna Sumaroh
akhirnya selesai juga mengikuti kisah Dominic dan Elyna
Ratna Sumaroh: ok kak ditunggu
total 2 replies
Ratna Sumaroh
baru aja mampir dan gabung
ᴀʀsᴇɴ ꦿ᭄
Kok pingun jitak aku
👑 sᷧɪᷢᴛᷧᴀᷤ 💣: typo mu yank
total 1 replies
👑 sᷧɪᷢᴛᷧᴀᷤ 💣
ini produk apa pria sih 🤔
👑 sᷧɪᷢᴛᷧᴀᷤ 💣
eh ji jangwok 🙄🤣
Maia Mayong
waaahhh selamat dominic n elyna. smga pangern danzel mndptkn jdoh jg nti.
Maia Mayong
dominic cpt katakan prasaan mu ug sbnrny ke elyna , sblm elyna dbwa pangeran danzel ....
kau msi saja egois dominic
Maia Mayong
hohohoho elyna lgsng ingat krnga sngja mw kclakaan lg
Maia Mayong
dominic kau telat ,, pangran danzel gercep. hahhahha
Maia Mayong
kwn brandon brrti sngaja buat kekacauan sprti it agar ad dkter yg dtg mmriksa ,,, pdhl dkter it jg pnyusup utk mnlong brandon
Maia Mayong
para pngawal bdoh. biar z td borgol nyjgn dlepas
Maia Mayong
daddy lukas pria tangguh smpe tua pn ttp pria tangguh
Maia Mayong
hahhahah bnar kn trnyta pngawal danzel hny pura2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!