Caitlin Magnolia, seorang gadis cantik yang jatuh cinta pada Aaron Smith, vampire cerdas dan tampan pemilik perusahaan mebel tempat Caitlin bekerja. Aaron berusaha menyembunyikan jati dirinya sebagai seorang vampire, namun seiring berjalannya waktu akhirnya Caitlin mengetahui bahwa Aaron merupakan sesosok vampire.
Perbedaan ras tak menyurutkan cinta di antara mereka, bahkan Aaron memberanikan diri untuk memperkenalkan Caitlin ke keluarga vampir-nya. Hal ini tentu saja menimbulkan goncangan pada hubungan mereka.
Keluarga besar vampir dari orangtua Aaron, dengan keras menentang hubungan mereka, bahkan Frank Smith, paman dari Aaron mengancam nyawa Caitlin jika Aaron tak memutuskan hubungan kisah asmaranya.
Lantas bagaimana mereka menyelesaikan masalah ini?
Kelanjutan kisahnya dapat kalian baca di novel The Hunter Bloods.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER - 31
Dua Minggu Kemudian
Aaron membantu Caitlin naik ke mobilnya, dengan sangat hati-hati, setelah Caitlin duduk nyaman, barulah ia menyelinap ke jok pengemudi,dan melajukan kendaraannya.
"Kau terlihat sangat cantik sekali sayang," puji Aaron, sedari tadi ia tak hentinya memandangi penampilan Caitlin yang tak seperti biasanya. Malam itu Caitlin mengenakan gaun sutra berwarna baby pink, dan rangkaian bunga cantik teruntai indah di rambutnya.
"Mommymu yang menjadikan aku sebagai barbie percobaannya." Ya hampir dua jam Laura mendandani Caitlin layaknya ia mendadani barbie, Laura bahkan meminjamkan gaun miliknya kepada Caitlin, karena kebetulan ukuran badan mereka sama persis.
Laura ingin Caitlin tampil cantik dalam acara makan malam, ulang tahun Jesse. Jesse sengaja memundurkan acara tersebut agar Caitlin bisa hadir, sehingga Caitlin tak punya pilihan lain selain datang ke acara tersebut meski awalnya ia menolak.
"Dari dulu mommy ingin sekali memiliki anak perempuan, beliau sangat senang waktu pertama kalinya aku mengenalkanmu padanya."
"Bukankah Sean memiliki banyak pacar?"
Aaron tertawa. "Dia pria brengsek penganut cinta satu malam, sehingga dia tak akan mungkin mengajak wanita ke rumah, baginya cinta hanya omong kosong."
Caitlin mengangguk. "Ternyata dalam dunia vampir ada cinta satu malam juga?" ia heran, namun kemudian Caitlin memandangi Aaron “Sayang, apa aku sudah mengatakan bahwa kau terlihat sangat tampan?” ujarnya.
“Sudah, tadi sebelum kita berangkat." Aaron tersenyum.
Caitlin belum pernah melihat kekasihnya mengenakan pakaian hitam, warna itu sangat kontras dengan kulitnya yang pucat, membuat ketampanannya benar-benar bagaikan mimpi.
Sesampainya di tempat acara, Caitlin dan Aaron di sambut hangat oleh Jesse. "Wow kamu cantik sekali," pujinya katkjub melihat penampilan Caitlin, ia kemudian memeluk dan mencium kedua pipi Caitlin.
Caitlin memukul Jesse dengan tas tangannya. "Apanya yang cantik, kau tak melihat kakiku pincang dan di balut gips?" protesnya.
"Tapi kau masih terliahat sangat cantik," ucapnya sungguh-sungguh. Jesse kemudian beralih ke Aaron dan mempersilahkan keduanya duduk di tempat yang sudah di tentukan.
Begitu semuanya berkumpul, Jesse mempersilahkan Aaron untuk memberikan sambutannya. Aaron tersenyum ke arah Caitlin, sebari beranjak dari tempat duduknya, dengan penuh parcaya diri ia memberikan sambutannya, ia juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Jesse serta memberikan hadiah berupa jam tangan tangan mewah.
"Jangan kau jual!!" ucap Aaron dengan serius.
Seketika semua teman-temannya yang datang tertawa mendengar peringatan yang di lontarkan Aaron kepada Jesse. Di akhir sambutannya, Aaron mengumumkan tanggal pernikahannya dengan Caitlin. "Kalian semua akan aku undang, nanti Jesse yang akan mengurus penginapan dan akomodasi kalian, karena upacara pemberkatan kami akan di langsungkan di Bali."
Caitlin langsung mendapatkan ucapan selamat dan doa dari teman-temannya, ia tersenyum manis sembari mengaamiini semua doa yang mengalir deras dari teman-temannya.
Selesai makan, Aaron mengajak Caitlin berdansa dengannya, tapi Caitlin menolaknya. "Aku tidak bisa sayang," tolaknya dengan halus, ia melihat kakinya yang terbalut gips tentu sangat menyulitkan baginya.
"Aku akan membantumu," seolah tak menerima penolakan, Aaron langsung mengangkat tubuh mungil Caitlin, hanya dengan satu tangannya Aaron sudah bisa menggendong Caitlin menuju lantai dansa.
"Pegang tanganku" Aaron membimbing kekasihnya memegang tangannya nya, sementara tangan kiri Caitlin ia taruh di pundaknya.
Aaron melingkarkan satu tangannya di pinggang Caitlin, seraya mengangkat tubuh Caitlin, agar Caitlin tidak bertumpu pada kakinya yang masih sakit.
Di menit-menit pertama Caitlin masih berusaha beradaptasi, namun di menit selanjutnya, Caitlin sudah bisa menikmati gerakan dansa dan irama lagu yang mengiringinya. "Apa kau yakin kita bisa menikah? Bukankah kita berbeda? Lalu bagaimana dengan keluarga besarmu?" masih ada perasaan cemas dalam diri Caitlin.
"Daddyku sudah mengkondisikan semuanya, bahkan beliau sudah meminta izin langsung ke kakekku."
"Lalu?" Caitlin menunggu jawaban selanjutnya.
"Sebagian keluarga besarku bisa menerimamu, namun sebagian lagi tidak tapi mereka tidak menentang, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan." Aaron mengecup bibir manis Caitlin.
Dengan malu-malu, Caitlin pun membalas ciuman mesra Aaron, tanpa memperdulikan teman-temannya yang menyaksikan dirinyantengah bercumbu mesra dengan Aaron.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
SATU BULAN KEMUDIAN
BALI
"I Aaron Smith, take you Caitlin Magnolia, to be my wedded wife. To have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness or in health, to love and to cherish 'till death do us part. And hereto I pledge you my faithfulness." ucap Aaron dengan mantap, sembari menatap wajah cantik Caitlin yang berada di sebelahnya.
Caitlin tak dapat menahan tangis haru bahagianya mendengar janji pernikahan yang di ucapkan oleh Aaron, selanjutnya giliran dirinya lah yang mengucapkan janji pernikahan di depan pendeta dengan di saksikan oleh keluarga serta sahabat terdekatnya.
Sejenak ia bergidik ngeri melihat keluarga besar Aaron yang menghadiri upacara pemberkatan pernikahannya, namun ia menyingkirkan perasaan itu karena mereka semua sudah berbesar hati menerimanya menjadi bagian dari keluarga.
"I Caitlin Magnolia take you Aaron Smith to be my wedded husband. To have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness or in health, to love and to cherish 'till death do us part. And hereto I pledge you my faithfulness," ucap Caitlin dengan genangan air mata di pelupuk matanya.
Setelah keduanya mengucapkan janji pernikahan, Aaron menyematkan sebuah cincin berlian di jari manis Caitlin, begitu pun dengan Caitlin, ia menyematkan cincin pernikahan di jari manis Aaron yang kini telah resmi menjadi suaminya.
Kemudian, Aaron mendaratkan kecupan manisnya di kening Caitlin. "Akhirnya kita menikah sayang."
Caitlin masih hampir tak menyangka jika pesta pernikahannya akan di gelar secepat dan semeriah ini. Keluarga besar Aaron mampu mewujudkan wedding dream Caitlin sesuai dengan yang Caitlin impikan, tak hanya mewujudkan wedding dream Caitlin, Aaron pun mengundang seluruh sahabat dekat Caitlin yang berasal dari Jakarta, serta mendatangkan beberapa penyanyi favorit istrinya.
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothing's gonna change my love for you.
Di tengah alunan lagu romantis yang mengalun, Aaron dan Caitlin berdansa dengan romantis. "Have I mentioned today how lucky I am to have you in my life?" bisik Aaron. "Aku mencintamu, Caitlin. Sangat mencintaimu." Aaron kembali mengecup bibir istrinya.
...- SELESAI - ...
YESS i Will😄😄😄
Catlin maksudnya 😄😄😄
akhirnya kebahagiaan itu menyertaimu cat pikir keri yak gimana nanti akhirnya pokoknya kawin dulu eh nikah🏃🏃🏃
hmmmm masuk perangkap Frank kan go Aaron selamatkan Catlin
harta, tahta dan rupa