Hanya kenyataan yang sangat cepat membuat ku merasakan hidup bersama orang baru yang sama sekali tidak aku kenal terlebih di usiaku yang baru menginjak 18 tahun.
Dan kejadian kejadian yang terjadi seperti proses kehidupan terkhusus untukku.
Angelina Clarzie.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Grace Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Authot POV
Kecelakaan yang terjadi pada Xavie membuat nya harus di larikan ke rumah sakit. Setelah mobilnya di tabrak dengan kencang lalu terhempas, langsung saja berlarian orang-orang sekitar untuk membantu nya.
Xavie sudah tidak lagi sadarkan diri. Ternyata tidak sedikit orang di situ yang kenal akan sosok Xavie. Sebab Xavie juga sering kali muncul dalam beberapa surat kabar bahkan televisi, muncul sebagai seorang pebisnis yang mahir dan handal dalam beberapa tahun ini.
Dengan cepat ada seorang bapak yang menelpon ambulance dan juga mencari tahu tentang orang kenalan terdekat Xavie.
*****
Sesampainya di rumah sakit Xavie langsung saja di di larikan ke IGD dan di beri penanganan. Kepalanya terbentur dan juga badan bagian sebelahnya yang tertabrak dengan keras penuh luka dan lecet.
Sosok Adreas terlihat berjalan dengan tergesa-gesa memasuki IGD. Semua pandang mata tertuju kepadanya, sosoknya yang atletis dan tampan mampu menghipnotis banyak orang.
Dia membuka tirai tempat Xavie dibaringkan.
"Bagaimana keadaan nya?."Tanya nya kepada dokter yang ada.
"Tuan ini mengalami beberapa benturan keras di bagian kepalanya dan juga sebelah badannya yang penuh dengan luka. Sepertinya kaki sebelah kirinya bisa di katakan patah jika pasien sadar dan sulit untuk mengerakkan kakinya. Sebab tulang nya sangat bergeser jauh dari tempat semula."Ujar dokter yang menangani Xavie.
"Baiklah. Tolong pindahkan ke kamar khusus."Ujar Adreas. Setelah itu ia langsung pergi keluar untuk menghubungi kedua orang tua Xavie.
Wajah Adreas terlihat kusut dan juga ada raut khawatir yang terlihat sangat jelas.
Setelah menelpon memberi kabar, Adreas ingin berbalik ke dalam tetapi tubuh Xavie sudah terdorong di atas brankar untuk di pindahkan ke ruangan khusus.
Adreas membantu mendorong brankar tersebut sampai di ruang yang di tuju. Setelah itu di ruangan tersebut ia langsung saja duduk di sofa yang ada sambil menunggu kedua orang tua Xavie
"Apa yang kamu pikirkan brengsek sampai harus kecelakaan seperti ini. Apa cuma karena Angelina itu kamu sampai seperti ini hah?."Ujar Adreas menahan emosi..Adreas berbicara seorang diri kepada Xavie tidak peduli dia mendengar nya atau tidak.
"Aku sudah mencari perempuanmu itu. Tapi belum di temukan X. Cepatlah sadar."Ujar Adreas.
Terdengan bunyi pintu terbuka dan muncullah kedua orang tua Xavie.
"Astagaaa Xavie. Apa yang terjadi?."Teriak Mommy Xavie sedikit histeris sambil langsung berjalan menuju tempat Xavie di baringkan.
"Hey tenanglah mom. Jangan histeris seperti ini."Ucap Daddy Xavie menenangkan.
"Tenang kamu bilang? Aku seorang ibu. Ibu mana yang bisa tenang melihat anaknya sekarat seperti ini."Marah Mommy Xavie dengan air mata yang terus turun.
Daddy Xavie hanya pasrah dan diam. Dia juga sangat sedih melihat sosok anaknya yang biasanya tegar dan terlihat dingin malah sekarang seperti ini.
"Apa kata dokter?."Tanya Daddy Xavie kepada Adreas.
Adreas lalu menjelaskan apa yang di katakan dokter tadi kepadanya. Mendengar penjelasan Adreas, mereka berdua hanya menarik nafas pasrah. Sepertinya ini adalah momen terberat bagi keluarga mereka.
"Adreas.. Di mana Angelina? Apa kamu tidak memberitahunya tentang keadaan Xavie?."Tanya Mommy Xavie.
Adreas yang mendengar pertanyaan itu terdiam beberapa saat.
"Maaf Mom. Angelina pergi dari rumah."Jawab Adreas.
Kedua orang tua itu langsung saja membulatkan mata mereka.
"Bagaimana bisa? Pernikahan mereka dan sekarang Xavie seperti ini? Bagaimana dia bisa pergi dan apa penyebabnya?."Tanya Mommy Xavie lagi.
"Untuk alasan kepergian Angelina aku belum terlalu tahu mom. Xavie hanya memberi perintah untuk mencari keberadaan Angelina. Hanya itu."Jujur Adreas.
Mommy Xavie hanya bisa menarik nafas panjang.
"Kenapa jadi begini Xavie? Apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan Angelina hem?."Ujar Mommy Xavie.
"Cepatlah sadar son."Ujar Daddy Xavie. Raut wajahnya menyiratkan khawatir dan juga lelah yang terlihat.
Adreas yang melihat kesedihan di kedua orang tua Xavie hanya menarik nafas lelah. Apa yang harus dia lakukan?.
"Aku keluar sebentar Mom, Dad."Tegur Adreas dan langsung keluar dari kamar inap Xavie.
Dia berjalan keluar dan langsung menghubungi anak buah nya lagi.
"Cari Angelina. Lacak seluruh cctv kota kalau bisa. Cari keberadaan nya sampai ketemu."Ujar Adreas mutlak.
*****
Di apartemen Keinard.
Keinard melangkahkan kakinya keluar kamar karena rasa lapar menyerangnya. Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Ahh ternyata sudah waktunya makan malam, ujar Keinard dalam hati.
Dia berjalan keluar dan menuju dapur. Dia membuka kulkas dan mencari apakah ada makanan yang bisa di makan nya.
"Shitt."Makinya cepat. Di dalam kulkas hanya ada beberapa minuman kaleng dan juga sayuran yang sudah layu.
Dia lalu mengambil minuman kaleng tersebut dan langsung meneguknya cepat. Tertangkap oleh telinganya suara keras di iringin teriakan.
Brukk...aahhh...
Dengan cepat Keinard melangkah menuju sumber suara.
Sepertinya suara tersebut dari kamarnya Angel.Pikir Keinard.
Keinard sedikit ragu untuk membuka pintu kamar Angelina padahal dia sudah berada tepat depan kamar tersebut.
"Angelina. You okay?."Tanya nya sambil mengetuk pintu.
"Ah yaa Keinard. Aku aman."Jawabnya cepat.
Keinard hanya menarik nafas. Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka.
"Eh haii. Ada apa?."Tanya Angelina dengan wajah yang sedikit berantakan.
"Tidak Nona. Aku mendengar suara keras dari sini jadi aku kemari. Dan ada apa dengan penampilan mu ini?."Tanya Keinard.
"Ahhh ini. Hehe aku tertidur dengan nyenyak lalu terjatuh dari atas ranjang."Ujar Angelina sambil mengaruk-garuk belakang kepala nya.
Keinard hanya mengangguk kepala.
kriuuukkk..kriuk... Suara perut Angelina memecah kediaman antara mereka berdua.
Dengan cepat Angelina menutup perutnya dengan kedua tangannya dan menatap malu ke arah Keinard.
Keinard yang tahu dan mendengar suara perut Angelina langsung saja berdeham.
"Bersiaplah. Ayo kita makan malam di luar. Bahan makanan habis."Ujar Keinard lalu berjalan meninggalkan Angelina. Setitik senyum tipis terbit di bibir Keinard karena sikap Angelina yang menurutnya "Mengemaskan." Ahh apaan kamu Keinard. Rutuk nya atas diri nya sendiri
*****
Untuk ceritanya ni gais, aku butuh komentar dan juga saran dari kalian. Apa ceritanya udah pas?Udah bagus atau terlalu kaku dan ga menarik?. Di komentarin ya gaisss...
Dan untuk kelanjutan ceritanya ni...
Aku mau liat ya, pilih mana ni kalian
1.Team Xavie with Angelina
2.Team Angelina with Keinard Si pemeran baruu dalam cerita
Yukk di komentarinn..
Selamat Tahun Baru semua❤