Xiao Feng adalah Tuan Muda dari salah satu Keluarga Besar di sebuah Kota, Dia di anggap "sampah" karena tidak bisa berkultivasi tetapi memiliki sifat yang pantang menyerah dan harga diri tinggi yang tidak mau di kasihani.
Saksikanlah Perjalanan "Xiao Feng" dalam menjalani kehidupannya di dunia -Yang Kuat Memakan Yang Lemah-.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Rzaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 31 - Kekacauan III
Xiao Feng pun menyiksa ke tiga orang itu dengan kejam tanpa belas kasihan sedikit pun, Jika orang lain melihat itu mungkin mereka berpikir Xiao Feng adalah seorang iblis karena ketiga orang itu sudah tidak memiliki kaki dan tangan bahkan tubuh mereka pun sudah di penuhi luka-luka.
***
Kini di atas langit seorang pria yang berperawakan paruh baya sedang melayang dan di hadapan nya seorang pria yang cukup tampan.
"Duan Du apa yang kau rencanakan sehingga membuat kekacauan di Kota Matahari ini? "Tanya Pria yang cukup tampan Yaitu Tetua Chang Hai.
"Chang Hai Jenius Sekte Pedang Suci yang terkenal menguasai Niat Pedang di usia nya yang cukup muda tak ku sangka kau cukup tangguh, meski pun kau kuat tapi kau masih terlalu muda 1000 tahun untuk menahan ku untuk pergi dari sini "Kata Duan Du dengan nada yang berubah-ubah.
Mendengar itu Chang Hai hanya diam dengan mengamati pergerakan Duan Du.
"Kau tak perlu sewaspada itu, Yah meskipun rencana ku kali ini tidak berjalan sesuai apa yang aku ingin kan tetapi itu tidak apa karena bertukar serangan dengan seorang jenius itu sepadan. Bukan kah begitu? "Ucap Duan Du dengan nada yang malas dan membingungkan karena itu lah ia di juluki Si Gila (Susah di tebak niat sebenarnya).
"Graaakk.."Gertakan gigi dari Chang Hai yang melihat tingkah Duan Du yang membingungkan kemudian tatapan Chang Hai bertujuan pada banyak nya korban jiwa penduduk yang tak bersalah membuat diri yang sebagai seorang Aliran Putih menjadi marah.
"Karena kau tak mau berbicara terpaksa aku harus memakai cara kekerasan "Ujar Chang Hai yang kemudian bergerak ke arah Duan Du dengan pedang panjang nya.
Zhep!
Duan Du yang sudah bersiap dengan Sabit nya pun hanya menangkis sesekali melancarkan serangan dengan gaya malas nya.
Tringg! Trangg!
Kreasss!
Sreaakk..
Chang Hai bertarung di Langit karena ingin mengurangi dampak serangan mereka berdua yang bisa saja menghancur kan sebagian kota karena mereka berada di Ranah Alam Raja Lapis 1 dan 2.
***
Di sisi Xiao Feng yang kini sudah berada di luar Colosseum untuk membawa Xiao Yun, Xiao Ying dan yang tak terduga adalah Huan Zi teman kecil Xiao Feng. Mereka sedang tak sadarkan diri karena kehabisan Qi dan kelelahan.
Setelah membawa mereka ke tempat yang cukup jauh untuk bersembunyi, Xiao Feng pun kembali untuk membantu karena kekuatan nya sudah cukup tinggi maka dari itu ia kembali ke Colosseum.
Tapi sesampai nya di sana ia melihat kejadian yang benar-benar membuat nya sangat-sangat marah yaitu Xiao Zhen Ayah nya yang kini sudah kehilangan kedua tangan nya dengan keadaan yang cukup mengenaskan dan di hadapan nya Yu Wei dan Zu Jin berlutut cukup banyak luka-luka.
"Ugh.. Uhuk.. Xiao Zhen sialan itu tak ku sangkah ia akan memiliki kekuatan yang bahkan gabungan kita berdua di tambah beberapa Kondensasi Qi masih bisa membuat kita dalam keadaan seperti ini "Kata lemah Yu Wei memandang kearah Xiao Zhen yang sudah tak tahu keadaan nya apakah hidup atau mati.
"Coughk... Tapi tetap saja kemenangan di tangan kita, Hahahah sekarang hanya tinggal menunggu Tuan Kota tumbang maka kota ini menjadi milik kita "Kata Zu Jin yang memandang ke arah tempat pertarungan Huan Zong dan Nan Kong yang jarak nya setengah kilometer.
Mereka pun mengeluarkan pil penyembuh dari Cincin Ruang mereka masing-masing untuk mengobati luka akibat pertarungan mereka dengan Xiao Zhen.
Di kejauhan tempat Xiao Feng berada kini ia sudah di selimuti Aura Hitam Kemerahan, ia kini benar-benar di landa emosi yang berlebihan.
"AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA, PERSETAN DENGAN NYAWA SAMPAH KALIAN "
Teriakan Xiao Feng membuat banyak orang memandang ke arah nya yang sudah di landa emosi dengan Auranya yang meluap-luap.
Bahkan teriakan itu sampai di dengar oleh Yu Wei dan Zu Jin mereka kemudian membuka mata mereka dan melihat tempat Xiao Feng berada. Di tempat itu sudah muncul 3 pemuda dengan anggota tubuh yang tidak lengkap, Mereka adalah Yu Hong, Yu Hung dan Zu Jin yang Xiao Feng simpan di Dunia Kecik nya karena merasa belum puas.
Tapi sekarang di depan banyak nya tatapan mata bahkan bertarung yang terjadi berhenti sejenak melihat ledakan energi hitam itu berasal.
Xiao Feng kemudian memandang ketiga orang itu yang sudah putus asa untuk menjalani hidup, Sebilah Pedang Merah kemudian muncul.
"Kalian akan menjadi saksi pertama dalam korban ku kali ini "
Slash! Slash! Slash!
Bukkk! Bukkk! Bukkk!
Setelah ayunan pedang itu yang menjatuhkan kepala mereka bertiga detik berikutnya terdengar suara teriakan kemarahan.
"Tidakkkkkkkk.."
"J-jangannn.."
Yu Wei yang melihat anak nya yang sudah terpenggal mulai di gelapkan oleh dendam "Kau akan membayar ini semua baj*ngan "Raung nya kemudian bangkit dan melesat ke arah Xiao Feng yang di ikuti juga oleh Zu Jin.
Xiao Feng yang melihat ke dua orang itu mengarah pada nya cukup tahu bahwa meski mereka sudah kelelahan tetapi tetap saja perbedaan Kultivasi seorang Ranah Jalan Kesengsaraan Lapis 7 yang cukup kelelahan masih lah bisa menghabisi Tranformasi Lapis 5.
Dia pun hanya mempertaruhkan segalanya pada saat ini.
"Armor Dewa Perang "
Seketika sebuah armor perang muncul menyelimuti seluruh tubuh nya hanya menyisakan kepala Xiao Feng saja.
Dengan Pedang Pembunuh Dewa nya Xiao Feng kemudian menyambut kedatangan Kedua Petriak itu.
Whoossss
Tringggg!
Sebuah bilah pedang dari Yu Wei dengan cepat di tangkis oleh Xiao Feng karena arah tebasan itu berniat memenggal nya.
Buuusssh
Xiao Feng kemudian terpental mundur akibat dari bentrok singkat itu tak lama menstabilkan diri nya insting nya bekerja dan mendeteksi serangan dari belakang nya, Dengan cepat ia pun bergerak kearah tertentu guna menghindari bahaya itu.
Boomm
Duaarrr!
Di tempat berdiri nya tadi terjadi ledakan yang cukup meninggalkan bekas tebasan lurus yang asal nya dari Zu Jin. Ia sudah menguncinya titik buta Xiao Feng dan melancarkan tebasan dari Belati, Kini muka nya begitu gelap karena amarah nya sudah begitu tinggi dan sekarang target nya yang Kultivasi nya jauh di bawah nya dapat menghindari serangan nya.
"Xiao Feng aku akan mencabik-cabik tubuh mu dan membakar nya sebagai persembahan Putra ku "Kata nya dengan muka datar yang cukup menyeramkan tetapi Xiao Feng hanya memandang nya dengan kewaspadaan yang tinggi.
"Kalian para tua bangka hanya bisa berbicara tanpa adanya bukti sudahi omong kosong mu mau bunuh lekas bunuh "Kata Xiao Feng yang ingin membuat emosi kedua orang itu semakin menjadi-jadi agar begitu mereka kehilangan kendali ia bisa memanfaatkan nya.
"Bagus... bagus... sebagai anak dari Xiao Zhen kau cukup memiliki keberanian "Yu Wei yang menyelah percakapan mereka dengan nada amarah yang cukup meluap-luap.
"Karena begitu maka, Matilah! "Teriak nya kemudian muncul di depan Xiao Feng dengan ayunan pedang nya.
Tranggg!
Busssh
Reaksi Xiao Feng juga cukup tinggi yang hingga bisa menahan tebasan dari Jalan Kesengsaraan Lapis 7 yang cukup kelelahan. Tapi seakan tidak memberikan Xiao Feng nafas, Muncul Zu Jin dari Arah kiri nya dengan belati nya.
Tringgg!
Whoossss
"Sungguh Artefak yang begitu kuat "Gertakan gigi terdengar dari Zu Jin.
Ia begitu kesal melihat Artefak kebanggaan nya tidak dapat menembus Armor Xiao Feng.
Xiao Feng hanya diam karena soal pertahanan Armor nya sudah begitu kuat bahkan Tingkatan nya saja ia belum tahu yang dia tahu pastilah sudah berada di level Dewa.
Zhep!
Sraingg!
Tranggg
Xiao Feng kini yang sudah berada cukup jauh kembali bergerak ke arah mereka berdua, Ia begitu agresif menyerang Yu Wei dan Zu Jin.
Pada saat ini ia hanya perlu menghindari serangan yang berpotensi membuat luka dalam untuk nya. Dan pertarungan itu pun berlanjut begitu intens.
...****************...
Ilustrasi Pedang Pembunuh Dewa
baca'a sdh serius ujung"a ga sampai tamat