"Kau yakin dengan misi ini?" tanya Bela pada Anna.
"Kalau aku jawab tidak yakin, apa kau akan menyerahkan misi ini pada orang lain Bela?" Anna bertanya balik pada Bela sambil menyilangkan kaki nya di ujung sofa.
Bela mengerlingkan mata nya, ini bukan pertama kali nya dia mendengar Anna berkata seperti ini. Anna dalam mode ini memang sangat lah menyebalkan, bicara asal, belagu dan sangat suka merendahkan orang lain.
Namun sebagai teman baik Anna sekaligus bos dari bisnis rahasia ini, Bela sama sekali tidak masalah. Anggap lah dia sudah sangat maklum menghadapi setiap karakter yang ada di dalam diri Anna Dartmen.
"Ck.. kau ini sedang mengejek ku?!" Ujar Bela pada Anna.
"Tidak! aku tidak sedang mengejek mu! Aku hanya bertanya saja." Ucapnya yang sambil tiduran di atas sofa di dalam markas mereka.
"Ann, kau memang adalah orang yang paling tepat untuk menjalankan misi ini tapi aku tetap saja merasa was-was! Sebab yang tahu kapan kau akan berubah Bisa saja kau berubah menjadi Annna, B
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#31
"Bukan nya aku tidak menjalankan tugas ku, Rose!" Luna berusaha membela diri nya, "tapi keadaan nya sedikit di luar kendali ku. Keadaan nya tidak semudah yang aku bayangkan di awal. Memang Darren itu adalah pria brengsek yang seharus nya mudah jatuh ke dalam perangkap ku. Tapi kemudian, ada beberapa permasalahan yang muncul. Pertama kau tahu sendiri kan, ia adalah keponakan dari calon suami Lunna. Kalau skandal yang kita rencanakan terungkap maka Lunna akan ada dalam masalah. Keluarga Lunna pasti malu. ." Keluh Luna pada Rose.
"Bukan kah kau mengatakan pada ku waktu itu kalau kau akan membuat nya tidur dengan wanita lain yang dia kira adalah diri mu. Lantas mengapa tidak kau lakukan!" Dari suara nya, terdengar Rose sedikit kesal.
"Nah itu lah masalah berikut nya Rose." Kali ini suara Luna terdengar lebih pelan dan tersirat keragu-raguaan di dalam lama perkataan nya .
"Luna please! Kau jangan terlalu banyak kata pengantar dalam menjelaskan duduk masalah nya dengan ku. Kau sungguh membuat kesabaran ku habis!" Rose kali ini benar-benar kesal di buat oleh Luna yang terlalu banyak mukodimah dalam menyampaikan maksud nya yang sebenarnya.
"Masalah nya aku benar-benar sudah jatuh cinta pada nya, Rose." Aku Luna sontak membuat Rose terkejut. Rose tidak pernah menyangka kalau Luna yang seprofesional itu akan jatuh cinta pada target yang seharusnya ia hancurkan.
"Bagaimana bisa? Kau salah mungkin Luna!!"
"Tidak! Aku tidak salah! Aku benar-benar telah jatuh cinta pada Darren Smith. Jangan kan diri mu, aku sendiri pun terkejut saat aku menyadari perasaan ku pada nya. Aku tidak mungkin bersama dengan nya Rose.Dan kau tahu sendiri karena apa kan?? So, aku putuskan untuk keluar dari misi ini. Aku tidak sanggup."
"Kalau memang ada biaya pinalti yang harus di bayar karena pembatalan misi ini, biar aku yang menanggung semua biaya nya. Aku pusing dengan misi ini Rose." Ujar nya frustasi.
"Ini tidak bisa semudah itu kita akhiri begitu saja Lun. Tadi barusan klien yang memesan jasa kita mengirimi ku pesan. Bertanya tentang misi ini. Dia pasti tidak akan mau menerima kita menolak setelah mengatakan menerima misi ini." Rose jadi pusing tujuh keliling karena Luna.
"Tapi ini yang terbaik untuk semua nya Rose. Aku akan transferkan uangnya. Kau sebutkan saja jumlah nya. Tek."
Sambungan telpon itu pun Luna putus kan secara sepihak. Kepala nya rasa mau pecah. Dia telah membuat tubuh mereka berada di antara dua pria. Darren dan Giovani.
Luna yang sedang kalut di dalam sana tidak menyadari kalau ada seseorang yang tengah mencuri dengar pembicaraan nya dengan Rose tadi. Dan orang itu adalah Mona.
"Jadi kau adalah orang yang dikirim oleh Rose untuk menghancurkan Darren? Hem kebetulan sekali." Sebuah senyum licik muncul di sudut bibir Mona.
Sebuah rencana untuk mengembalikan semua menjadi milik nya lagi, baik itu Darren maupun Giovani, kini sudah ada di dalam kepala Mona.
"Aku akan membuat kedua pria itu membenci mu, Luna." Ujar nya dalam hati lalu meninggalkan tempat itu.
Mona bergegas menelpon pria yang dia perintahkan untuk menyusup ke rumah keluarga Smith waktu iu. Pria yang berhasil lolos dari kejaran Darren dan Giovani.
"Rocky, aku punya satu pekerjaan lagi untuk mu. Kau cukup kerjakan satu pekerjaan ini lalu aku jamin bayaran nya akan cukup untuk menghidupi mu seumur hidup mu."