Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Begitu helikopter taktis mendarat dengan mulus di helipad penthouse, gue langsung memboyong kedua harem gue masuk ke dalam. Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian santai, perut kami beneran mulai keroncongan karena belum sempat sarapan dengan benar sejak pagi.
Gue melangkah ke area dapur bersih yang super modern dan luas. Di sana, Bella yang sudah mengenakan celemek rajut berwarna merah muda tampak sangat cekatan mengeluarkan beberapa bahan makanan dari dalam kulkas raksasa.
Namun, pemandangan di sebelahnya beneran bikin gue tidak bisa menahan tawa. Amanda, sang penguasa Nusantara Group yang menguasai hajat hidup orang banyak, kini berdiri mematung di depan meja dapur sambil memegangi sebuah bawang bombay dan pisau dapur dengan posisi tangan yang beneran sangat kaku. Wajah cantiknya tampak lebih tegang daripada saat dia menghadapi krisis saham semalam.
"Amanda, ih! Bukan begitu cara pegang pisaunya, nanti jari lu bisa kepotong!" seru Bella sambil menepuk jidatnya pelan, lalu membetulkan posisi tangan Amanda dengan sabar.
Amanda beneran langsung merona merah padam, menggigit bibir bawahnya karena merasa gengsi. "Maaf, Bella... seumur hidup aku beneran tidak pernah menyentuh dapur. Biasanya ada koki pribadi bintang lima yang memasak di kediamanku."
"Hahaha, makanya malam ini lu harus belajar dari gue! Kita beneran harus masak nasi goreng gila kesukaan Raka," sahut Bella sambil terkekeh renyah, mulai mengajari Amanda cara menumis bumbu.
Gue bersandar di pilar konter dapur sambil bersedekap dada, menikmati pemandangan domestik yang beneran sangat langka dan indah ini. Aura ketenangan dan kebahagiaan beneran terpancar di dapur mewah gue.
Melihat gue sedang menonton mereka, Amanda langsung menoleh dengan wajah cemberut yang sangat menggemaskan. "Raka... jangan dilihatin terus, ih! Aku beneran jadi makin gugup tahu!" ucapnya manja, berbanding terbalik dengan citra wanita besi di luar sana.
Gue berjalan mendekat, lalu berdiri tepat di belakang tubuh indah Amanda. Gue melingkarkan kedua lengan tegap gue di pinggang rampingnya, sementara dagu gue bertumpu di bahu mulusnya, membuat tubuh Amanda beneran langsung menegang hangat dan lemas seketika karena kedekatan kami.
"Tidak apa-apa, Amanda. Belajar pelan-pelan. Apapun yang lu berdua masak, beneran bakal jadi makanan paling enak di dunia buat gue," bisik gue dengan nada bariton yang sangat rendah dan seksi tepat di dekat telinganya.
"Kyaaa! Raka, lu curang banget cuma meluk Amanda! Gue yang dari tadi capek motong ayam tidak dipeluk juga?!" protes Bella manja, langsung mematikan kompor dan ikut memeluk tubuh gue dari sisi belakang, menyandarkan wajah cantiknya di punggung tegap gue.
Dua wanita tercantik ini beneran sedang mengerubungi gue di dapur, saling berebut kehangatan dan perhatian dari gue. Suasana santai dan penuh tawa ini beneran membayar tuntas semua ketegangan berdarah dari bab-bab sebelumnya.
Tepat di saat gue sedang menikmati momen manis bertiga ini, layar sistem kembali berkedip tipis dengan notifikasi yang beneran sangat adem.
Tinggg!
"Harmonisasi Kebahagiaan Harem Tercapai Sempurna! Poin kebahagiaan Tuan Rumah meningkat drastis. Bonus Hadiah: Poin Sistem bertambah Dua Ratus Poin, dan Keberuntungan Finansial Pasif Tuan Rumah meningkat sebesar Sepuluh Persen secara permanen!"
Nasi goreng gila buatan dua harem gue akhirnya matang setelah penuh dengan drama komedi di dapur. Kami bertiga makan bersama di meja makan sambil saling menyuapi, menutup hari yang liar ini dengan kehangatan asmara yang beneran tidak akan pernah bisa digoyahkan oleh siapa pun.
Keesokan paginya, suasana di pusat kota Jakarta beneran terasa sangat cerah. Setelah melewati malam yang sangat tenang dan nyenyak di penthouse, Bella sudah rapi dengan pakaian kuliahan yang kasual namun tetep kelihatan sangat modis dan cantik alami. Amanda sendiri sudah berangkat sejak subuh dikawal pasukan elitnya karena ada urusan merger internasional Nusantara Group.
Gue berjalan ke arah basemen khusus penthouse sambil menggandeng tangan mungil Bella. Begitu pintu lift terbuka, sebuah hypercar Koenigsegg Jesko berwarna hitam metalik dengan aksen emas—yang baru saja dikirim sistem ke garasi gue semalam—sudah terparkir gagah memancarkan aura kemewahan yang beneran tidak masuk akal.
"Raka... ini mobil baru lagi?!" Bella beneran langsung melongo imut, mengusap kap mesin mobil seharga puluhan miliar itu dengan tangan gemetaran. "Lu beneran pelihara pesugihan level dewa ya?"
Gue cuma terkekeh bariton sangat rendah, membukakan pintu untuknya. "Sudah, jangan banyak tanya. Ayo naik, nanti lu telat masuk kelas."
Vruuummm!
Suara raungan mesin monster itu beneran langsung menggelegar dahsyat di jalanan ibu kota. Hanya butuh waktu kurang dari lima belas menit dengan kecepatan penuh, hypercar gue beneran sudah memasuki gerbang utama kampus elite tempat Bella kuliah.
Pagi itu, area halaman parkir depan gedung fakultas ekonomi beneran lagi ramai-ramainya oleh ratusan mahasiswa yang sedang nongkrong sebelum jam kuliah dimulai. Begitu Koenigsegg Jesko milik gue membelah jalanan kampus dan melambat tepat di depan lobi utama, atmosfer di tempat itu beneran langsung hening seketika. Semua mata, tanpa terkecuali, langsung tertuju ke arah mobil gue dengan mulut melongo gila.
"Gila! Mobil apaan itu?! Itu kan Koenigsegg?! Siapa sultan yang kuliah di sini bawa mobil begituan?!"
"Anjir, itu harganya bisa buat beli satu kompleks perumahan elite!"
Di tengah kasak-kusuk ratusan mahasiswa yang beneran sudah gempar, pintu mobil terbuka secara otomatis dengan model dihedral synchro-helix yang sangat futuristik. Gue melangkah keluar terlebih dahulu. Menggunakan kemeja flanel santai yang digulung sampai siku, tubuh tegap sekeras baja dari efek Fisik Level Tiga dan ketampanan mutlak dari Kharisma Raja Level Dua milik gue beneran langsung memancar tanpa saringan.
Bumrr!
"Ganteng banget cowok itu... Siapa sih?! Kok gue baru lihat?!" bisik beberapa mahasiswi di barisan depan dengan wajah yang beneran langsung memerah padam menahan napas.
"Sumpah, aura vibes-nya beneran kayak pewaris tunggal konglomerat di drama Korea!"
Gue tidak memedulikan tatapan penuh pujaan dan rasa iri di sekitar gue. Gue berjalan memutar, lalu mengulurkan tangan gue untuk membantu Bella keluar dari kursi penumpang. Begitu Bella keluar sambil tersenyum manis dan langsung merangkul lengan gue dengan sangat manja, terdengar suara patah hati massal dari para mahasiswa yang selama ini diam-diam mengincar Bella.
Tepat di saat itu, layar transparan sistem kembali berkedip jenaka di sudut mata gue.
Tinggg!
"Aksi Casual Flexing Berhasil Sempurna! Reputasi Tuan Rumah di sirkel anak muda meningkat tajam. Efek Kharisma Raja memicu kekaguman massal! Bonus Hadiah: Poin Sistem bertambah Dua Ratus Poin, dan Saldo Tunai bertambah Lima Ratus Juta Rupiah (Uang saku harian)!"
Gue mengecup kening Bella sekilas di depan ratusan pasang mata yang menonton dengan baper maksimal. "Gue jemput nanti siang, ya. Belajar yang bener," bisik gue rendah.
Bella mengangguk dengan wajah memerah menahan malu tapi beneran merasa sangat bangga dan bahagia karena dijadikan wanita paling beruntung di kampus hari ini. "Iya, Raka... lu hati-hati di jalan ya!" ucapnya manja sebelum berjalan masuk ke dalam lobi sambil diikuti tatapan iri seluruh temannya.
Gue kembali masuk ke dalam mobil, siap menikmati sisa hari santai gue sebagai penguasa bayangan yang beneran tidak tersentuh.
biar yg baca ada patokannya