NovelToon NovelToon
Become An Antagonist Character

Become An Antagonist Character

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Crazy Rich/Konglomerat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa
Popularitas:432.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Rani_putri

Gracia Eliza wanita karir berusia 27 tahun yang mengalami kecelakaan mobil, hingga mengakibatkan dirinya meninggal di tempat.

Sebelum meninggal ia sempat membaca sebuah novel berjudul 'My Cool Boy'. Siapa sangka bahwa jiwanya akan bertransmigrasi ke dalam novel tersebut.

Lebih parahnya lagi ia menjadi tokoh antagonis yang mengharapkan cinta kepada tokoh utama Pria. Angelicia Marseilious, nama gadis itu.

Tapi dikarena sekarang jiwanya lah yang menggantikan. Ia akan memilih jalannya sendiri. Ingatlah, bahwa dia adalah Gracia Eliza. Wanita cerdas yang tak mudah ditundukkan.

"Tak ada lagi Angelicia si gadis bodoh dan kekanakan yang mengemis cinta. Sekarang hanyalah Angelicia si gadis pintar dan tak mudah ditaklukkan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani_putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi

Elicia menatap sekeliling dengan pandangan bingung. Dimana dia sekarang? Itulah pertanyaan yang berputar di kepalanya. Tempat ini sangat indah, banyak bunga cantik yang bermekaran di sekitarnya. Dia bertanya-tanya apakah ini adalah surga?

Jika benar, itu artinya dia sudah mati?

Gadis itu terus berjalan menyusuri jalanan yang dipenuhi oleh rumput hijau dan bunga-bunga indah. Hingga sebuah suara memanggil namanya, dia berbalik dan menemukan seorang wanita tua tengah berdiri sambil memegang sebuah tongkat di tangan kanannya.

"Kau?"

Ucapan itu keluar dari mulutnya. Dia mengenal wanita tua tersebut. Wanita tua itu sama persis dengan nenek yang ditemuinya sebelum kecelakaan ini terjadi.

"Gracia, bagaimana kabarmu?" tanya Nenek itu tersenyum padanya.

"Darimana kau tahu namaku?" Elicia membalas dengan pertanyaan.

Wanita itu tetap tersenyum, dia menatap hamparan bunga-bunga yang indah tersebut. "Aku tahu semuanya, Nak. Ini adalah alam bawah sadarmu."

"Itu berarti ini mimpiku, 'kan?" tanya Elicia menatap wanita itu.

Wanita tua itu kembali menghadapnya, dia mengangguk. "Dibanding dengan jiwa asli Angelicia, jiwamu lebih lemah untuk bertahan di raga ini."

"Jika memang jiwaku lemah, kenapa harus membawanya ke raga ini? Jiwa Angel juga masih ada di sini, seharusnya biarkan saja jiwaku pergi meninggalkan duniaku. Jangan mencoba membodohiku, aku tahu kau lah yang melakukan ini semua."

Pandangan Elicia menajam, wanita tua itu terkekeh sambil menatapnya. "Kau cepat tangkap rupanya," ucapnya mengangguk-angguk.

"Aku melakukan hal itu karena ada yang harus kau selesaikan di sini, Elicia. Dunia ini bukanlah dunia novel seperti bayanganmu. Ini benar-benar dunia sama seperti dunia yang kau tinggali dulu. Bedanya, di sini kau tidak sendirian. Kau memiliki keluarganya yang sangat diidam-idamkan olehmu dahulu."

Nenek tua itu menopang kedua tangannya di atas tongkatnya. Menatap lurus bola mata Elicia.

"Jadi kau melakukan ini karena merasa kasihan kepadaku?" tanya Elicia terkekeh pelan.

"Aku tak butuh belas kasihmu, Nek. Daripada menjalani kehidupan milok orang lain, aku lebih memilih pergi dari dunia ini!" sarkas Elicia.

Dia bukanlah orang yang suka merebut kehidupan orang lain. Apalagi menumpang di tubuh orang lain seperti sebuah parasit.

"Belum waktunya. Setelah semua urusan di sini selesai, kau bebas memilih untuk tetap tinggal atau pergi," mata Nenek itu dengan wajah serius.

"Maksudmu, kau ingin aku menuntaskan masalah yang diperbuat oleh Angelicia?" tanya Elicia bingung.

"Anggap saja begitu." Wanita tua itu tersenyum misterius.

"Urusan yang kau maksud adalah melewati kematian Angel dan membuat keluarganya tetap utuh, bukan? Hari kematiannya sebentar lagi, setelah aku berhasil melakukannya, apa aku bisa pergi?"

Nenek itu mengangguk, "Kau bisa pergi sesuai keinginanmu asalkan semuanya terselesaikan."

Elicia terdiam memikirkan sesuatu. "Jiwa Angel masih tubuhnya, itu berarti kita berdua berbagi tubuh. Tetapi dia tidak mengetahui keberadaan ku. Bahkan dia tidak ingat apa saja yang telah aku lakukan. Bukankan itu akan menjadi masalah untukku."

Elicia mengatakannya bukan untuk bertanya. Melainkan mengutarakan isi pikirannya. Jika dipikir-pikir, pergantian jiwa di antara mereka akan menimbulkan masalah dikemudian hari.

"Itu adalah tantangan kecil untukmu, kau harus bisa menghadapinya. Usahakan jiwamu tetap kuat di raga itu agar jiwa Angel tidak bisa menguasainya."

Kalimat itu terdengar kejam. Nenek tua ini secara tidak langsung menyuruhnya mengambil alih raga yang bukan miliknya. Membuat sang pemilik asli lemah agar tak bisa menguasai tubuhnya sendiri. Namun, agar rencananya berjalan baik, hal itu memang perlu dilakukan.

"Apakah--"

Elicia belum sempat menanyakan raganya, tetapi wanita tua itu sudah menghilang tanpa jejak. Dia mencari ke sekitar, tetapi tak ada jejak keberadaan Nenek itu.

"Nenek--"

Elicia terkejut saat lehernya terasa seperti dicengkram sesuatu. Dia memegang lehernya dengan ekspresi kesakitan. Gadis itu berusaha mengais udara di sekitar, tetapi tak bisa. Cengkraman di lehernya semakin mengerat seiring dengan usahanya untuk melepas sesuatu yang menjerat lehernya. Udara di sekitarnya semakin menipis, dia hampir kehabisan napas. Air matanya menetes sebelum kesadarannya menghilang. Hanya satu hal yang dia dengar, suara seseorang yang memanggil namanya berulang kali.

...****************...

Matanya terbuka lebar, napasnya sedikit memburu dengan keringat dingin sebesar biji jagung. Di samping Zavierro memandang dengan gurat khawatir.

Bagaimana dia tidak khawatir, Elicia tiba-tiba saja sulit bernapas dalam tidurnya. Air matanya juga keluar dari matanya yang tertutup. Berulang kali Zavierro memangilnya, tetapi tak kunjung terbuka. Dia berusaha memberi napas buatan kepada Elicia melihat gadis itu kesulitan mengambil napas. Begitu mata indah itu terbuka, dia sangat lega.

Elicia mengambil napas dalam-dalam, rasanya dia seperti baru saja terbebas dari jerat kematian. Itu adalah mimpi, tetapi rasa sakit yang dia rasakan begitu nyata. Gadis itu memegang lehernya dengan tangan gemetar. Tak ada apapun di lehernya, dia menghela napas lega.

Tubuhnya menegang mendapat pelukan mendadak dari Zavierro. Dia berniat untuk mendorong pemuda itu, tetapi bisikan dari Zavierro membuat niatnya urung.

"Aku sangat mencemaskanmu. Kau terlihat kesakitan di dalam tidurmu, Elicia. Entah apa yang kau mimpikan hingga mengalami hal itu."

Elicia berusaha mengontrol tubuhnya, dia mengangkat tangannya dan mengelus rambut belakang Zavierro. "Aku sudah tidak apa-apa, Zavier. Terimakasih sudah menjagaku."

Pelukan itu terlepas, untuk beberapa saat terjadi kontak mata di antara mereka. Namun, terputus begitu Elicia memalingkan wajahnya. Dia baru sadar bahwa mereka masih di mobil, dan tempat di sekitar sini sangat asing untuknya.

"Dimana kita?" tanyanya menoleh ke arah Zavierro yang sibuk dengan pikirannya.

Pemuda itu linglung untuk beberapa saat, sebelum menjawab dengan sedikit gugup. "Ki- kita sudah sampai di desa yang kau maksud."

"Benarkah?"

Zavierro berdehem sebagai jawabannya. Dia tak bisa menatap Elicia lebih lama. Wajahnya yang memanas pasti akan terlihat merah. Begitupun dengan kedua telinganya.

Elicia tidak menyadari sikap aneh Zavierro. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Ketika Angel mengambil alih raga ini, Larissa sempat kembali dan menjenguknya di rumah sakit. Namun, ketika sampai di sana hanya caci maki yang dia dapatkan. Angel mengusir Larissa pergi dan menyuruhnya untuk tidak kembali lagi. Gadis itu mengatakan bahwa dia tidak membutuhkan pelayan sepertinya lagi.

Mengingat hal itu, Elicia menghela napas panjang. Meskipun bukan dia, tetapi orang-orang tahu bahwa yang mengatakannya adalah dirinya. Entah bagaimana tanggapan Larissa kepadanya. Jika pun Larissa tak ingin kembali bekerja dengannya, dia tidak mempermasalahkannya. Yang harus Elicia lakukan hanyalah membantu gadis itu keluar dari jeratan hutang.

Sebelum ke tempat tujuan, Elicia sempat menyuruh agar Zavierro mengantarnya pulang lebih dulu. Dia harus mengambil dompet dan mengambil ponsel barunya. Kemungkinan ponselnya sudah ada di rumah, karena kemarin dia sudah meminta salah satu pekerja ayahnya agar membelikannya ponsel terbaru.

Sekarang mereka sudah sampai di desa yang ditinggali oleh Larissa. Perjalanan menempuh waktu paling lama 4-5 jam. Itu artinya Zavierro sudah menyetir selama hampir 5 jam atau lebih. Padahal sebelumnya Elicia sudah menyuruh agar supirnya saja yang menyetir juga mengantarnya. Namun, pemuda itu kekeuh ingin ikut. Akhirnya dia mengijinkan Zavierro ikut dengan syarat; saling bergantian menyetir apabila pemuda itu lelah. Namun, Elicia malah tidur selama perjalanan hingga sampai di tempat tujuan.

"Maaf karena aku ketiduran. Padahal sebelumnya aku sudah mengatakannya padamu agar kita bergantian menyetir. Kau pasti sangat lelah," ucap Elicia secara tiba-tiba.

Zavierro yang sudah meredakan rasa malunya langsung menoleh. Dia menggeleng singkat, "Tak apa. Aku tidak mungkin membiarkanmu menyetir."

"Tetap saja--"

"Sudahlah, lupakan saja. Lebih baik kita mencari tempat tinggal temanmu itu," ujarnya mengalihkan pembicaraan.

Elicia mengangguk, dia membimbing Zavierro menuju rumah yang Larissa tinggali. Dia sempat bertanya kepada Celine alamat rumah Larissa. Semoga saja dia tidak salah alamat.

To be continued...

1
Susi Nugroho
sudah lama belum ada lanjutannya
Dianra Malakut
lanjut...
Nada dwi Yuandira
Luar biasa
Murni Murniati
napa tak cerita soal ada yg menargetkan dia waktu itu, biar dia cari tau
Murni Murniati
jgn jgn ibu tirinya yg mau melenyapkan zavir, tp ayahnya bodoh tak cari tau asal usul ibunya
Murni Murniati
ini pasti pura pura polos,
Azlina85
Lanjut
Azlina85
Sandal mama tiri..
Azlina85
Ini sudah kenapa... Aduiiiii
**Maulina**
thor lanjut dong udah lama banget gk up
Amriati Plg
Klo jiwa nya angel balik ke tubuh nya lagi trus jiwa asli itu ke mana apa balik ke tubuh nya juga, cerita kan thor
Qaisaa Nazarudin
NAH KAN KU BILANG JUGA APA..MAAF THOR AKU BACA SAMPAI DISINI AJA...
Qaisaa Nazarudin
OMG KENAPA GINI ALURNYA THOR?? JANGAN BILANG SETELAH INI ANGEL NGEJAR2 ERLAND LAGI..UDAH MALAS AKU BACANYA..😌😌🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Biasanya ORTU AKAN TUTUP MATA AJA APA YG DI ALAMI OLEH PUTERI NYA, ASALKAN BISA BERBESAN DENGAN SAMA SULTAN..Tapi Gerald aku suka dgn dia yg gak bego kayak gitu...👍👍
Qaisaa Nazarudin
Yeeezzzzx Akhirnya 👏👏👏💪💪💪
Qaisaa Nazarudin
Waaahh semakin menarik,gak sabaran aku..Awas ya thor jgn sampai Angel dan Erland bersatu,aku Gak SETUJU...
Qaisaa Nazarudin
Nah ini baru lawan seimbang..👏👏👏
Qaisaa Nazarudin
SAAT UDAH PUNYA BUKTI,TETAP AJA MASIH JADI ORIA PALING BODOH SEDUNIA..KASIHAN DEH LOE..
Qaisaa Nazarudin
💃💃💃💃💃💃💃
Gimana gimana jantung kau masih aman kan??!!!,🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk gak sabaran aku lihat reaksi Erland ttg kekasih pujaannya yg katanya BAIK BAGAIKAN MALAIKAT 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!