Arabella Pramudita harus terjebak dengan seorang Duda Ganteng yang selama ini mengikuti dan mencintai nya.
"Menikahlah dengan ku sayank, aku akan memberikan apapun yang kamu mau."
"Cihh....aku tidak sudi menikah dengan laki laki seperti kamu."
"Bagaimana kalau kamu hamil??"
Moreno Suryapradika sengaja menjebak seorang gadis kecil yang sudah mencuri hatinya, hanya dengan cara inilah Reno bisa menikahi gadis yang belakangan ini mengobrak abrik jiwa raganya.
Bagaimana Reno sang Duteng menaklukan hati Abel, gadis remaja yang masih sekolah itu??
Ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Menang
"Lalu yang ketiga?"
Papi Tian melihat ke arah istrinya, setelah itu tersenyum penuh arti. Sebenernya, obsi yang ketiga ini adalah hasil dari obsi yang kedua, dan Papi Tian sudah menghapus nya dari daftar obsi nya, tetapi karena keceplosan ya akhirnya keluar juga.
"Mami tanya yang ke tiga?? sebenernya tanpa Papi kasih tau, Mami sudah mengerti."
Mami Yuna mencoba memahami, dan sedetik kemudian, tidak menunggu lama...beliau pun paham.
"Abel??"
Papi Tian mengangguk, memang tingkat kecerdasan istrinya itu tidak di ragukan lagi, sejalur dengan kecantikan nya, tidak seperti Abel, hanya cantik saja tetapi otaknya tidak secerdas Mami nya, malahan lebih cenderung ke Papi nya. Biasa saja.
"Yah, jika Papi mau .. Papi tadi sudah terima lamaran Reno dengan syarat agar Reno membantu Perusahaan Kakek, tapi....", Papi Tian menggeleng.
"Reno tidak tau tentang perusahaan Kakek?", seakan akan Mami tau apa isi hati suaminya, hingga tidak meneruskan nya lagi.
"Tidak!! mana mungkin Reno mengurusi Perusahaan kecil seperti punya Kakek, apalagi Perusahaan itu sudah bermasalah sejak dulu."
"Dan Papi tidak ingin mengorbankan Abel, walaupun Reno mencintai Abel."
"Mami paham, Mami juga tidak mungkin menukar kebahagiaan Abel dengan sebuah kemewahan, kecuali Abel yang menginginkan nya."
Padahal Mami Yuna berharap agar Abel membuka hatinya untuk Reno, bukan karena Mami matre, tetapi semua hanya untuk Abel, supaya hidup Abel berkecukupan nantinya jika mendapat kan suami yang kaya.
Mami Yuna tidak munafik, ia juga seorang perempuan dan seorang ibu, pasti menginginkan putri satu satu nya tidak hidup susah nanti nya, karena kehidupan di dunia nyata ini begitu keras.
Tetapi semua nya kembali kepada Abel, karena Abel yang menjalani nya, dan Abel juga bukan tipe gadis yang bisa dipaksa.
"Mana mungkin Mi?? Mami kan tau kalau Abel---? Ah sudahlah Mi, lebih baik kita pikirkan bagaimana caranya mengatakan kepada Kakek, Papi takut kalau Kakek tiba tiba shok dan terkena serangan jantung."
Mami Yuna mengangguk setuju, beliau kemudian memeluk erat suaminya, karena sudah tidak ada solusi lagi, tidak bisa juga mengorbankan Abel yang masih sangat muda untuk menikah dengan pria matang dan mapan.
Bukan masalah duda nya, yang penting bukan suami orang saja, tetapi yang dikhawatirkan oleh Mami dan Papi nya Abel, mereka takut kalau kebebasan Abel di rampas, dan harus berhenti sekolah, apalagi melanjutkan cita-cita.
Dan keputusan Papi Tian sudah bulat, mau tidak mau harus merelakan Perusahaan Ayah nya untuk dilepaskan, bukan karena tidak sayang, tetapi memang sudah tidak ada cara lagi untuk mempertahankan nya, sedangkan waktu yang diberikan hanyalah satu Minggu dari hari ini.
Walaupun banyak waktu yang di berikan, tetap saja....rasanya begitu sulit untuk mempertahankan nya.
Sementara di luar kamar.
Abel menatap tidak percaya, apalagi dengan pernyataan obsi terakhir dari Papi nya, sedangkan ia sendiri sangat menyayangi Kakek nya, bukan hanya Abel saja, Kakek nya juga sangat menyayangi Abel, cucu satu satu nya.
Setelah mengetahui ending dari cerita Papi, Abel dengan langkah pelan berjalan menuju ke kamar nya, pelan dan sangat pelan, hingga ia membuka pintu kamarnya pun tidak ada suara nya.
Ceklek
Bukkk
Setelah masuk kamar, Abel melempar kan tasnya ke sembarang arah, karena ia tau kalau di dalam tas nya tidak ada apa apa, hanya ada buku saja.
Setelah tas nya terlempar, ia juga melemparkan tubuhnya di ranjang..
Bukkk
Masih memakai seragam, gadis cantik itu menatap langit langit yang ada di kamarnya, tidak berwarna pink seperti kamar anak gadis lainnya, karena Abel bukan tipe gadis yang menye menye.
"Apakah aku harus menerima lamaran duda itu??"
Shittt...
Seperti nya takdir memang berpihak pada seorang duda tampan Moreno, nyatanya dari awal bertemu dengan Abel, hingga dia sengaja menculik Abel dan sampai sekarang, Abel seakan akan tidak bisa berkutik.
"Tidak ... mana mungkin aku menerima lamaran Reno dan menikah dengan nya?? sedangkan aku sendiri tidak mencintai nya??"
Sebuah impian Abel, menikah dengan seseorang yang mencintai dan di cintai nya, konsep pernikahan dengan ruangan terbuka dan penuh dengan bunga bunga, walau pun Abel kurang suka dengan bunga, tetapi...itu sangat lah romantis dan impian setiap wanita.
Tetapi,...kini Abel di hadapkan dengan persoalan yang sulit, antara dirinya dan nasib kaluarga nya, terutama Kakek nya.
Ia tau dan dengar sendiri kalau Papi nya sudah menyerah, dan tidak bisa mempertahankan perusahaan sang Kakek, dan Papi Tian juga tidak akan mengorbankan nya, meskipun beliau bisa juga melakukan itu, tetapi...beliau tidak mungkin melakukan itu.
"Papi love u....."
Beberapa jam kemudian
Adel sudah berpikir jernih, bahkan ia sendiri juga sudah berendam di kamar mandi dalam waktu lama, ingin berenang sebenernya, tetapi ia tidak mood, dan akhirnya memilih untuk berendam saja, siapa tau setelah itu mendapat kan Ilham.
"Aku harus gimana?? tidak mungkin membiarkan Perusahaan Kakek menjadi milik orang lain,. Apa jadinya nanti bila kakek mengetahui nya??"
"Tidak.... membayangkan pun aku tidak sanggup jika melihat Kakek bersedih, aku tidak bisa."
Berulang kali Abel mencoba bersikap bijak, memilah dan memilih, mungkin setelah ia memutuskan sesuatu, ia tidak boleh mundur dan harus mantap menjalani semua nya ini, dengan ikhlas tentunya.
Sejenak Abel mengabaikan perasaan Kakek, dan memilih egois saja, tetapi....ia kembali mengingat saat indah bersama Kakek, karena di bandingkan dengan Papinya, Kakek lebih menyayangi nya, dan apa yang ia minta pasti di turutin.
Apa begini cara membalas nya?? dengan tidak menolong Kakek.
Lama bengong sendiri, Abel akhirnya mengambil ponsel dan mengakses semua media sosial pria itu, Bahkan beberapa berita tentang dia.
"Cukup!! bagiku tidak buruk, tidak pernah terlibat skandal dengan perempuan manapun, bukan seorang playboy, bukan juga Casanova, walaupun sudah empat tahun menduda, tetapi ia tau arah jalan pulang.", gumam Abel ketika sudah membaca beberapa informasi mengenai Reno.
Yah, gadis itu juga tidak mau kecolongan dengan seorang Moreno, walau pun ia nanti nya menikah tanpa cinta, yah ... hanya Abel yang tidak mencintai Reno, sedangkan sudah jelas, Reno sangat mencintai Abel, tetapi....ia harus tau betul bagaimana sepak terjang Reno di luaran sana.
"Abel please....untuk saat ini kamu memang harus berkorban, seenggaknya bukan untuk kamu sendiri, tetapi untuk Papi dan Kakek....lagian juga Reno walaupun duda, tampang nya tidak jelek, dia bukan laki laki dengan perut buncit, tetapi dengan d@da yang kotak kotak dan pelukable."
"Om duda .... sepertinya kamu menang!! aku terima lamaran Om...dan besok aku akan menemui mu."
gak masuk akal kalau gak tau gimana rasanya jatuh cinta.
yg bener aja Thor,😌
. trimakasih ka.. untuk novel reno sama abel