NovelToon NovelToon
Cinderella Ken

Cinderella Ken

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nonelondo

Putri seorang gadis berusia 17 tahun. Harus rela menerima kenyataan dijodohkan dengan seorang tentara berpangkat Lettu dari kesatuan Angkatan Udara skuadron pesawat tempur. Seperti gadis kebanyakan seusainya. Alias lagi masa puber-pubernya, dan zaman sekarang lagi demam-demamnya K-POP. Tentu dia mengidam-idamkan memiliki pacar seperti Oppa-Oppa Korea. Meski calon tunangannya ganteng dan berpangkat. Tapi masa, dia nikah sama om-om?

Ken yang saat ini menginjak usai 33 tahun. Tak menyangka akan mendapatkan malapetaka ini. Sejak ditinggal kekasihnya 5 tahun silam. Dia belum siap menjalin hubungan lagi. Tapi sekarang dia bisa apa? Tambah bikin suntuk lagi, kenapa lah calonnya cabe-cabean?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonelondo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 Hari Sabtu Tiba

Asri dan Dodi, serta buah hati mereka lagi di garasi. Mereka lagi bersiap mau berangkat pergi.

Hari ini adalah hari Sabtu. Sesuai permintaan orang tuanya, hari ini Asri mengantar Ayu.

“Sudah disiapin semua, Ma?” tanya suaminya, memastikan lagi.

“Sudah.”

Kemudian Dodi menutup pintu bagasi, sebaik istrinya sudah menaruh barang terakhir keperluan Ayu. Lalu mereka berjalan ke depan. Membuka pintu mobil, dan masuk ke dalam. Ayu didudukan Asri di atas pahanya. Dodi menyalakan mesin, dan mobil keluar dari garasi berjalan pergi.

“Habis dari sana, nanti kita kemana, Ma?” tanya Dodi.

“Papa maunya kemana? Apa kita pulang saja? Atau jalan-jalan?” Asri balik bertanya.

“Sore ya, kita jemput Ayu?”

Mengangguk. “Iya.”

“Pulang dulu aja deh! Siangnya baru kita jalan-jalan. Biar sorenya, pas kita lagi di luar, jadi kita sekalian jemput Ayu."

"Oke!" Asri mengangguk lagi. 

“Ayu, nanti jangan nakal ya, di sana.” Asri kemudian berbicara dengan anaknya.

“Iyah, Mah."

"Jangan buat repot Om Ken ya." Papanya pun nggak mau kalah menitip pesan.

"Iyah, Pah."

Mobil terus melaju membelah kota. Mereka jalan pagi, ya sesuai permintaan ibu Asri. Biasa, 5 sekawan buat begitu biar Ken dan Putri bisa lama berduaan di rumah. Ya, seperti Sabtu kemarin.

Selang sesaat, mobil tiba ditujuan. Dodi mematikan mesin, Asri turun menggandeng anaknya masuk ke dalam. Nggak lama Dodi menyusul, setelah mengambil semua tas Ayu di bagasi.

“Selamat pagi...,” sapa Asri, sesampainya bersama anaknya di dalam rumah.

Orang yang berada di dalam langsung pada menoleh. Mereka lagi pada sarapan. Mungkin karena lagi di dalam, mereka gak dengar suara mobil. Lalu bocah imut-imut itu, lekas melepas genggaman tangan mamanya, dan berlari kecil ke meja makan.

“Enek... Akek... Om Cen...” Yang artinya. Nenek... Kakek... Om Ken...

“Hei, hati-hati!" teriak Asri.

Orang tuanya pun termasuk Ken gak luput cemas, mereka lekas berdiri. Namun Ayu sudah tiba duluan sebelum mereka keluar dari meja makan. Bapak Ken yang lebih dekat dengan Ayu langsung menggendong cucunya, dan mendudukkannya ke pangkuannya.

Bocah itu dapat ciuman berjuta-juta rindu dari kakeknya, dan juga dari neneknya yang gak mau ketinggalan meninggalkan bangku duduknya.

“Lagi pada sarapan?” tegur Asri, setibanya.

"Iya, kamu sudah sarapan, Sri?” tanya ibunya.

“Sudah.”

“Pagi, Bu, Pak, Mas,” sapa Dodi setiba di meja, sambil menarik bangku, meletakkan semua keperluan Ayu di atas sana.

“Kamu sudah sarapan Dod?” Ibu Ken beralih bertanya ke mantunya.

“Sudah. Kita semua sudah pada sarapan.” Asri yang menjawab.

“Boneta Ayu mana, Nek?” tanya bocah itu menagih janji. Yang artinya, boneka Ayu mana, Nek?

“Oh! Ada. Bentar ya, Nenek ambil dulu.”

Selagi ibu Ken mengambil di kamar. Kemudian bapak Ken memperkenalkan Asri dan menantunya, ke Putri yang sedari tadi belum buka suara.

“Putri... Ini, kenalkan Asri, adik Om Ken. Dan ini, suaminya, Dodi. Kamu kemarin bilang, nggak engeh kan waktu acara kemarin."

Om? 

Asri dan Dodi pada melongo dengar sebutan itu. Namun belum sempat mereka menanyakan keheranan mereka, Putri sudah mengulurkan tangan duluan.

“Putri.”

“Asri.”

“Putri.” Putri berpindah ke suami Asri.

“Dodi,” balas Dodi menjabat tangan.

“Ehem!”

Asri rada canggung memanggil anak itu, 'Mbak'. Jadi dia berdehem kecil dulu sebelum bicara, dan dia pun jadi tidak menanyakan tentang keheranan tadi, ya termasuk suaminya. Karena mereka berpikir, waktunya lagi gak tepat.

“Kok bisa lupa, Mbak. Kan kemarin kita ketemu."

“Mbak? Siapa, Mbak?” Putri bingung.

“Maksudnya Asri itu ke Putri,” terang bapak Ken.

“Kok?”

“Memang harusnya begitu.”

“Putri kan, masih muda, Bapak Om,” protes Putri.

Bapak Om?

Asri dan Dodi kembali pada melongo. Namun karena alasan tadi diatas, mereka tetap tidak menyampaikan keheranan mereka.

“Tapi kan, Asri adik Om Ken,” balas bapak Ken.

“Tapi umur Putri di bawah Mbak Asri."

“Eh, jangan panggil Mbak Asri.”

“Kan memang harusnya begitu. Gimana sih, Bapak Om.”

Putri kekeuh dengan pendiriannya. Ya, karena dia bicara sesuai pemahamannya.

“Ya sudah... Nggak apa-apa. Terserah Putri saja.”

Ibu Ken nimbrung sehabis keluar dari kamar. Sekaligus mengingatkan perkataan suaminya dulu jangan memaksa anak itu.

“Oh iya, iya. Terserah Putri saja,” angguk suaminya baru sadar.

“Nah! Ini bonekanya.”

Nenek yang baru punya satu cucu itu menyerahkan. Cucunya segera menyambut memeluk erat.

“Bilang apa, Ayu?” ujar Dodi ke anaknya.

“Makasih Enek.” Yang artinya, terima kasih Nenek.

“Iya, Sayang.” Neneknya mengusap lembut kening cucunya.

“Kalian ada seminar apa?” tanya Ken, ke adiknya dan adik iparnya.

“Seminar dari kantor Mas Dodi, dan para istri di suruh ikut," jawab Asri.

Mantap kali memang 5 sekawan ini buat rencana. Jadi Asri mengikuti sesuai petunjuk ibunya.

“Oo...”

“Oh ya, Mas. Rumah sudah Ibu bersihkan, biar nanti Mas jadi nggak kerepotan ngurus Ayu.” Ibunya menyela, untuk memberi tahu hal itu.

Ken mengangguk karena memang dia sudah lihat. Lalu dia bertanya lagi ke mereka.

"Kalian sampai jam berapa di sana?”

“Sore. Mungkin sekitar jam 3 atau 4 sudah selesai,” jawab Dodi, sesuai arahan istrinya.

“Lama juga ya, seminarnya.”

“Iya."

“Jadi bagaimana ini?” Ken mengarahkan matanya ke barang-barang Ayu.

“Oh ya!"

Asri berjalan ke bangku yang tadi suaminya menaruh semua keperluan Ayu di sana. Lalu dia mengeluarkan hal-hal penting saja yang perlu diketahui kakaknya.

“Ini botol susu Ayu, dan ini susu Ayu. Nanti kalau Mas mau buat susu... Bla bla bla... terus juga kalau Mas... Bla bla bla...”

Ken mengangguk-angguk mendengar dan mengamati secara seksama.

“Bisa kan, Mas?” tanya Asri, setelah selesai menjelaskan.

“Nanti kalau Mas bingung, kamu bisa di telepon, 'kan?” Masnya balik bertanya.

“Bisa kok Mas, nanti di seminar kita duduknya di belakang kok!" Dodi yang menjawab.

"Oo... Ya sudah."

“Ayo, ayo, kalian duduk,” pinta bapak Ken, setelah mereka selesai bicara.

“Kan kita sudah makan," balas Asri, mengingatkan jawabannya tadi.

“Ya, nggak apa-apa... Duduk saja, kita ngobrol-ngobrol bersama."

Mereka akhirnya duduk. Karena Putri baru kenal Asri dan Dodi, jadi obrolan lebih banyak untuk kedekatan di antara mereka.

30 menit kemudian. Asri dan Dodi sudah di garasi. Sebelum masuk mobil, mereka mencium anak mereka dulu, dan mengulangi pesan mereka.

Maklum, anak umur segitu lagi aktif-aktifnya. Semua pengen tahu. Takutnya berantakin barang sana-sini. Jadi harus diberi tahu terus.

“Ingat ya, Ayu jangan nakal."

“Iyah, Mah.”

“Jangan buat repot Om Ken ya.”

“Iyah, Pah.”

“Oh ya, Mas. Di tas ada mainan Ayu. Kalau Ayu bosan, atau nakal. Kasih saja itu. Kalau nggak, kasih saja dia tontonan kartun. Pasti juga dia diam.” Asri memberi tahu yang lupa disampaikannya.

“Oke!" angguk Ken.

“Ya sudah, kami pamit ya." Asri dan Dodi berkata bebarengan.

“Iya, iya,” jawab yang lainnya.

Setelah masuk mobil, dan melambaikan tangan. Dodi tancap gas, meninggalkan rumah bercat putih kelabu itu. Lalu satu jam berikutnya. Orang tua Ken menyusul pamit, masuk mobil, dan pergi.

Kemudian Ken menggendong Ayu masuk ke dalam setelah mengantar orang tuanya pergi, dan disusul oleh Putri berjalan sayu di belakangnya.

Dari semalam alias dari cowok itu ke sini. Pria itu tidak ada sama sekali bicara dengan gadis itu.

“Ayu, mau nonton kartun?” tanya Ken, sehabis mendudukkan Ayu di depan TV.

“Iyah, Om."

“Bentar ya, Om nyalain dulu.”

Ken mengambil remote TV di atas bupet, dan menyalakan TV.

“Bentar ya, Om cari salurannya dulu." Ken berkata lagi.

"Iyah, Om.”

“Putri juga mau nonton kartun Om," ujar Putri, sesampainya menghampiri mereka.

"....." Ken tidak membalas.

1
Endang Werdiningsih
nyeselin dr kata nyesel berkaitan dgn penyesalan kalo ngeselin itu sesuatu yg menjengkelkan,,,
maaf othor sekedar koreksi menurut saya🙏
Nonelondo (ig : nonelondo): nyeselin itu bukan ke arah penyeyasalan kk. walau katanya dari sana tapi ini lebih mengartikan menyebalkan atau nyebelin. tapi gpp, terima kasih masukannya. Yuk, mampir juga kk ke novel baruku "My Man"
total 1 replies
Endang Werdiningsih
dulu pernah baca novel ini,,lamaaa bgt..
sampai sekarang kalo baca pasti lupa kasih like karwna keasyikan baca
Endang Werdiningsih
ditinggal kekasih meninggal sikap'a berubah termasuk kpd org tua jg sodara,,kok ga pantas bgt ya,,di mata ken seorang kekasih lebih berharga drpd orang tua jg sodara...
lanna sari siregar
Luar biasa
Nonelondo (ig : nonelondo): Hai, makasih ya atas bintangnya.🙏 Yuk, ramaikan novelku yang baru rilis. Judulnya "My Man". Klik profilku ya...
total 1 replies
Kasma Ramadhan
kapan d ganti nama panggilan a gak seru x msh manggilnya om
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
ainunlita28122019
bisa di gantikan yang cowo nya ganti sama yang lebih ganteng lagi gctue kaya arya saloka
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
" Ira_W "
okhhh ternyata biang keroknya adalah trio Wek Wek....😆
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
RosE
udah baca kedua kali, tetep ngakak waktu bab yg ini 😂😂😂
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
Wirda Pitri Selian
semoga cepat sembuh ibunya Thor ,
Wirda Pitri Selian
saya suka Thor cerita yg berbaur tentang militer
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
Wirda Pitri Selian
Ya Allah Thor
tengah malam tahan2 Tawa 🤣🤣🤣🤣
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
Wirda Pitri Selian
hahahaha
tengah malam ketawak2 sendiri Thor..
semangat trus ya
"𝙈𝙤𝙘𝙝𝙞"
wissss keren ini mah si mimi
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜
awang jadi sama mimi ja ya..🤭
𝔔𝔲𝔢𝔢𝔫 𝔅𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔯𝔞𝔱𝔲
mampooos kou ken😂😂
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
"𝙈𝙤𝙘𝙝𝙞"
kuburan winda
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
dieh om modus ini😂😂
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
hahhahaha somplak si putri😂😂
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
pepet terus put,,jangan kasih celah buat org k 3...
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
ortunya gabut banget😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!