Sekuel Penjara Hati Sang CEO. Baca itu dulu agar paham dengan alur ceritanya.
Elliot adalah seorang asisten MANGO Corporate yang harus terjebak dalam rahasia masa lalu mencekam, di mana ia harus mengalami berbagai insiden yang nyaris membunuhnya.
Namun, dari sanalah kisah cintanya berawal. Seorang wartawan bernama Alissa mulai masuk ke dalam hidupnya sejak menyelamatkannya dari sebuah danau setelah taksi yang dinaikinya terjerumus masuk akibat kecelakaan settingan dari seorang mafia bernama Garry. Alissa pun akhirnya ikut terseret dan masuk lebih jauh dalam kehidupan sang asisten.
Ancaman demi ancaman keduanya lalui hingga hubungan yang awalnya asing menjadi dekat. Namun, di saat cinta mulai tumbuh di hati keduanya, sang tunangan yang merupakan adik dari Garry masih terus memperjuangan hubungan mereka yang tak direstui oleh Rui, ayah dari Kelly.
Akankah takdir mempersatukan Elliot dan Alissa dalam sebuah ikatan pernikahan? Atau hubungan itu hanya berlangsung sementara dan Elliot kembali kepada Kelly yang juga sangat mencintainya?
Di Antara dua cinta dari dua hati, mana yang akan Elliot pilih untuk menjadi mempelai wanitanya.
Ikuti kisah action dan romantisnya ya.
Follow Instagram : ekapradita_87
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Pradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingatan Elliot
Selamat membaca!
Merasa semakin terdesak, kini Garry terlihat mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling ruangan untuk mencari cara agar ia dapat melarikan diri dan lolos dari pria yang sampai detik ini masih menyodorkan pistol pada pelipisnya.
"Satu-satu cara untuk lolos adalah melawan pria ini!" gumam Garry yang mulai bersiap untuk melakukan perlawanan.
Namun, baru saja Garry hendak menepis pistol yang menempel erat pada pelipisnya, Collins yang dapat membaca gerakan dari pria itu seketika menjaga jarak pistolnya dengan mundur beberapa langkah ke belakang agar tak dapat dijangkau oleh Garry.
Collins pun menyeringai tajam dengan sorot matanya yang menajam. "Kau pikir bisa lolos dariku! Kau tidak akan bisa!" Tanpa aba-aba, Collins langsung menembak sebelah kaki Garry dan membuat pria itu jatuh berlutut di hadapannya sambil meringis kesakitan.
"Awas, kau! Aku pasti akan membalasmu!" kecam Garry mengalihkan pandangannya ke arah Elliot dan juga Tara yang tengah melihatnya dengan tegang.
"Ceritakan kepada kami, apa alasanmu ingin membunuhku?" tanya Elliot yang masih penasaran dengan niat Garry.
Garry pun terkekeh. "Apa kau lupa Elliot?" tanyanya seolah enggan menjawab pertanyaan itu. Ia malah melontarkan pertanyaan yang membuat Elliot mulai teringat akan kenangan masa kecilnya yang sering hadir di dalam mimpinya.
"Apa kau adalah anak dari pembunuh itu?" tanya Elliot yang mulai menarik ingatannya jauh ke masa lalu. Masa di mana Elliot kala itu masih berusia 8 tahun.
Saat itu, Elliot yang berusia 8 tahun tampak begitu antusias dengan pekerjaan sang ayah sebagai seorang jurnalis dari sebuah media ternama di kota Melbourne. Ia pun meminta untuk ikut serta menemani sang ayah yang bernama Gregory Smith untuk pergi wawancara dengan seorang pengusaha yang saat itu sedang menjadi sorotan karena keberhasilan dalam bisnisnya. Bagaimana tidak, perusahaan yang dipimpin oleh seorang pengusaha yang bernama James Arthur itu sukses menjadi perusahaan dengan penjualan terbanyak lewat produknya yang tentunya tidak asing di telinga kita. Sebuah smartphone canggih dengan lambang apel digigit, menjadi trending kala itu.
Setibanya di perusahan tersebut, Gregory dan Elliot kecil pun mulai memasuki lobi. Mereka langsung menuju resepsionis untuk menanyakan ruangan dimana James Arthur berada.
"Permisi Nona, saya ingin bertemu dengan James Arthur apa beliau ada di ruangannya?" tanya Gregory dengan ramah.
Resepsionis pun menjawab dengan ramah. "Sebelumnya apa Anda sudah memiliki janji temu dengan beliau, Tuan?"
"Ya, saya sudah memiliki janji untuk liputan. Saya dari Times Magazine, nama saya Gregory Smith."
Resepsionis pun tampak melirik ke samping Gregory dimana seorang anak laki-laki tampak ikut bersamanya.
"Ini anak saya, Nona. Dia tidak akan mengganggu, jadi kau tidak perlu cemas!" ucap Gregory sambil mengusap rambut Elliot beberapa kali.
"Baiklah, Anda bisa menunggu di lantai 10 karena sementara ini beliau sedang ada tamu. Nanti di sana ada resepsionis lagi, Anda bisa tanyakan saja kapan waktu ada bisa memulai liputan dengan beliau!"
Setelah mengantongi informasi dari sang resepsionis kini keduanya pun kembali melangkah menuju sebuah lift yang letaknya berada di ujung lobi.
"Dad, apa kalau sudah besar aku bisa seperti, Daddy?" tanya Elliot kecil dengan wajah antusiasnya.
Gregory yang mendengar perkataan Elliot, seketika menghentikan langkahnya sejenak dan berlutut di hadapan sang anak tanpa memedulikan di mana dirinya berada saat ini. "Memang kenapa kamu ingin menjadi seperti Daddy?" tanya Gregory kepada Elliot kecil yang langsung tersenyum menanggapi pertanyaan dari sang ayah.
"Karena Daddy itu hebat. Aku rasa aku akan menyukai pekerjaan yang Daddy lakukan, menurut aku, meliput sesuatu itu pasti sangat menyenangkan. Apalagi kalau liputannya tentang kasus kejahatan seperti di film Detektif Conan itu lho, Dad."
Gregory pun mengusap rambut anaknya kembali dan tersenyum lucu setelah mendengar perkataan dari anak laki-lakinya itu. "Baiklah, kamu pasti akan menjadi wartawan hebat nantinya. Bahkan lebih hebat dari Daddy!"
Setelah kembali berdiri, Gregory pun kembali menuntun Elliot kecil untuk terus melangkah menuju lift.
...🌺🌺🌺...
Bersambung✍️
Berikan komentar positif kalian ya.
Terima kasih banyak atas dukungannya dan telah sabar menunggu.
sejak bab awal sampe sini..
apa cuma aq yg ga nyambung ya karena pendatang baru di sini ya
hahahahaha