NovelToon NovelToon
Martial Arts Online√

Martial Arts Online√

Status: tamat
Genre:Sci-Fi / Game / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.2
Nama Author: Vi'

Ch.1-107 Arc 1 : Amanat Sang Raja Racun✓
Ch.108-200 Arc 2 : Rencana Besar✓


--

Vian Matawijaksana, seorang Tuan muda dari keluarga konglomerat terpandang. Merasa bosan karena merasa telah memiliki segalanya.

Seorang pemuda yang bahkan belum berusia 18 tahun, pandai dalam hampir segala bidang.

Vian merasa dunia tempat dia tinggal saat ini sangat kecil dan membosankan.

Sampai suatu hari, pemuda itu menemukan berita tentang game Martial Art's Online yang baru saja rilis pada kala itu.

Sebuah Game yang awalnya dia anggap sebuah pelampiasan dan pelarian dari kehidupan di dunia nyata, namun perlahan, game tersebut ternyata akan merubah dirinya dan dunia nyata, ke arah yang tidak pernah terduga sama sekali.

*Memiliki unsur overpower yang berlebihan (katanya)
--

Gabungan Genre Rpg.lit x Xuanhuan

Terinspirasi dari shujinkouron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.31 Runtuhnya Empat Malaikat Maut

Dua hari yang lalu ~

Ai Rui, Baoyu, Fen Ku, dan Ao Richa tengah menyantap makanan mereka disebuah kedai di Kota terdekat dari Desa Pemula, yaitu Kota Angin Laut.

Di dalam kedai tersebut hanya terdapat beberapa orang yaitu Kelompok Empat Malaikat Maut dan lainnya hanyalah dua orang pria paruh baya yang memesan makanan Steak daging.

Diantara Empat Malaikat Maut, hanya Baoyu yang menyadari keanehan dari gerak-gerik kedua Pria paruh baya tersebut.

Baoyu segera memberi tanda anggotanya untuk segera pergi dari kedai karena firasatnya tidak baik.

Baoyu dan yang lainnya berdiri dan berniat pergi setelah menaruh beberapa koin perak di atas meja makan mereka, namun kedua Pria paruh baya tersebut juga ikut berdiri dan menghadang jalan keluar keempatnya.

"Apa maksudnya ini Tuan?" Tanya Baoyu mengerutkan dahinya.

Salah satu dari dua Pria paruh baya melepas tudung kepalanya memperlihatkan sosok Pria tua dengan luka di mata kanan yang mereka kenal.

"Kau She Kun?! Bagaimana bisa kau berada disini." Tanya Baoyu dan mengambil sikap waspada.

"Tentu saja untuk membalas perbuatan kalian sebelumnya." She Kun tersenyum lebar pada kelompok Empat Malaikat Maut.

"Semuanya bersiap!" Baoyu, Fen Ku, Ao Richa dan Ai Rui segera menarik senjata mereka bersiap menghadapi sosok Pria sepuh dihadapan mereka.

"Ayolah, kenapa kalian begitu tegang saat bertemu denganku? Apakah kalian terlalu rindu padaku?" Ucap She Kun tersenyum sinis.

"Diam! Anjing Kerajaan sepertimu tidak pantas menerima sanjungan kami." Ai Rui menatap She Kun tajam, dia begitu membenci She Kun karena setelah diselidiki dalang pembantaian yang terjadi di Desanya adalah perbuatan She Kun.

"Oh... Jadi kau ya satu-satunya semut yang tersisa dari desa itu? Tidak ku sangka kau bisa menjadi kuat sejauh ini." Balas She Kun tertawa sinis, meskipun berhadapan dengan kelompok Empat Malaikat Maut yang terkenal sangat kuat, She Kun sama sekali tidak takut karena dirinya adalah seorang Alchemis Racun kuat.

"Sudahlah Ai, tidak usah meladeninya, sebaiknya kita memastikan dirinya tidak bisa lolos dari sini dengan tubuh utuh." Ucap Ao Richa dengan geram menatap She Kun, Ao Richa juga memiliki masalah pribadi dengan She Kun dimasa lalu.

"Ri, Fen, kau hadapi sepuh satunya, tahan dia selama mungkin, aku dan Ai akan menghadapi She Kun." Ujar Baoyu dan segera bergerak berhadapan dengan She Kun diikuti oleh Ai.

"She Kun! Orang-orang mu akan ku basmi sampai habis dan itu semua dimulai darimu!" Baoyu berseru lantang dan segera menyerang She Kun.

She Kun menggunakan senjata rantai besi yang dapat menangkis serangan Baoyu dengan mudah.

Ai melemparkan empat pisau kecil kearah sisi belakang She Kun kemudian muncul dan menusuk She Kun dari samping.

She Kun tersenyum lebar dan mengeluarkan gas beracun dari tubuhnya secara tiba-tiba serta dengan mudah menangkis serangan pisau kecil Ai tanpa perlu melihat.

Ai mundur lima langkah dan batuk darah. "Kenapa seranganku tidak mempan!?"

She Kun tertawa keras sebelum membuka sedikit jubahnya yang robek terkena tusukan Ai, seketika sejumlah kumbang beracun keluar dari jubah She Kun dan Ai mengenali jenis Kumbang tersebut adalah kumbang yang dapat meledakan gas beracun ketika tertusuk tubuhnya.

"Kalian berdua bukanlah tandinganku, menyerahlah dan serahkan nyawa kalian kepadaku. Aku akan memberikan kematian yang tidak menyakitkan untuk kalian berempat." Seru lantang She Kun.

Disisi lain Fen Ku dan Richa terus menyerang Pria sepuh yang sedari tadi tidak bergerak sama sekali.

Berbagai serangan cambukan, racun dan pisau sudah di lancarkan ke arah Pria sepuh tersebut, namun tidak ada pergerakan sama sekali dari Pria sepuh tersebut seakan tidak merasakan apapun.

"Apa yang kalian lakukan?" Tiba-tiba suara Pria sepuh terdengar dari samping Fen Ku dan Ao Richa membuat keduanya terkejut.

"Apa yang terjadi ..." Pria sepuh dihadapan keduanya tiba-tiba berpindah di meja makan dan dengan santai menyantap makanan yang belum habis.

Ao Richa dan Fen Ku kembali melihat tempat sebelumnya sepuh tersebut dan hanya mendapati sebuah Palu besar yang berdiri disana dengan ditutupi jubah.

"Ahli ilusi!" Seru Fen Ku dan Ao Richa serempak.

"Sial mereka berdua sama-sama merepotkan!" Decak kesal Ao Richa dan kembali menyerang Pria sepuh tersebut.

Meja makan terbelah menumpahkan semua makanan dimeja tersebut namun cambuk Ao Richa di pegang menggunakan tangan kosong oleh Pria sepuh tersebut.

"Apakah kalian tidak diajarkan sopan santun dengan orang yang lebih tua?" Tatapan Pria sepuh itu berubah menjadi kesal dengan Ao Richa.

Tiba-tiba Pria sepuh itu menghilang dan berpindah di depan Ao Richa sambil melepaskan serangan tinju ke arah perut Ao Richa.

"Uuuhkkkk!" Ao Richa terpental menembus tembok dan keluar dari Kedai.

"Kena kau!" Fen Ku memainkan senjata benangnya dan berhasil menangkap sepuh itu, membuatnya tidak bisa bergerak selagi menyemburkan Api dari mulutnya

"Semburan Naga Api!" Seru Fen Ku.

Benang yang digunakan Fen Ku adalah benang khusus yang tidak putus saat dibakar dan malah membuatnya semakin tajam.

Pria sepuh itu tetap diam sampai Fen Ku berhenti menyerang dengan semburan Api.

"Apa-apaan!" Fen Ku tidak bisa percaya bahwa serangan semburan Apinya tidak berefek sama sekali pada sepuh itu.

"Apakah sudah bermain korek Apinya? Mau ku ajarkan nafas Naga Api sebenarnya?" Dari mulut Sepuh itu tercipta bola cahaya oranye kecil yang sedikit demi sedikit terus berkembang.

Sepuh tersebut meniup bola cahaya itu dan seketika ledakan cukup besar terarah ke tubuh Fen Ku.

BOOM!

Fen Ku yang tidak bisa menghindari serangan itu terpental keluar dengan tubuh hangus terbakar.

"Kak Fen! Kak Ri!" Seru Ai dan segera bergerak ke arah keduanya setelah melemparkan beberapa Pisau kecil pada She Kun untuk menjaga jarak.

"Kak Fen! Kak Ri! Bertahanlah!" Ai mengeluarkan Potion HP nya dan membuat keduanya meminum.

Kondisi keduanya memang membaik, namun tidak bisa bergerak bebas karena luka yang didapatkan Fen Ku dan Ao Richa tidak ringan.

"Mereka berdua terlalu kuat, terutama sepuh itu." Ucap Ao Richa sambil memegangi perutnya yang masih terasa begitu sakit.

Ao Richa dapat merasakan beberapa organ dalamnya hancur akibat tinju dari sepuh tersebut, jika tidak memiliki ilmu Body Refining/Pemurnian Tubuh yang baik sudah pasti Ao Richa binasa sekarang.

1
Dah lah
Huhu kangenn
Hypoo Syeh
skip ada beban
Gusti Rahmat
mantap karya mu bang
Uranium 234
kecewa berat
Silver Puma
Kagak perlu makan 1 bulan dong
Lord Of Domains
Thor Shu itu laki² atau wanita


pliss dijawab/Frown/
Asneti
saya jg penggemar kk Ron, saya baca novel ini karena ada bacaan terinspirasi dari shujikauron
Hamtaro Dasha: baca novel Dasha juga Kakak, judulnya Immortal Reversed. Kali aja bisa nambah daftar bacaan, hehe (*´ლ`*)
total 1 replies
Sikilman
Hiatus ini yaaa?????
hmmmm... 😩😩😩😩😩😩😩
Sikilman
sudah bagus lalu lanjutkan imajinasi karyamu Thor.
Sikilman
indahnya kebersamaan yg tanpa batasan apapun.
Sikilman
indahnya kebersamaan yg tanpa batasan apapun.
Kampung Pekerja
bdh kelamaan ambil keputusan tholol
Edi Porwanto
cerita bagus mz brow
Iz
.
Citing Leo
menugu. kelajutanya
Egaega
Dalam Peperangan Semua hal dapat terjadi, Pemimpin yang tidak becus tidak layak menjadi pemimpin
Egaega
Gahahah Hal Klise yang aku suka
Egaega
Mereka ini NPC atau Player?
Egaega
Mwehehehe tanda tanda Hidden Quest
Egaega
kita Saudara 🤝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!