Beyza Shalsabila atau biasa di sapa Beyza merupakan seorang gadis yang mempunyai paras cantik dan murah senyum. Suatu hari sebuah kejadian menimpali Beyza yang mengharuskan ia menghindari Ketos yang terkenal tegas dan bermuka datar. Akankah Beyza bisa terus-terusan menghindari Ketos?.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys!.
Terimakasih^_^
IG : rosaaa1769
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS²TN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Video Call
Pagi ini Beyza bangun kesiangan akibat kemping kemarin yang membuat badannya lelah.
Hari ini mereka di liburkan dan akan kembali bersekolah beaok pagi.
Beyza melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi. Ia kembali ke dalam kamarnya setelah sepuluh menit kemudian.
Beyza mengambil ponselnya ketika mendengar dering video call, ia tersenyum ketika melihat nama yang tertera di ponselnya, ia melihat penampilannya di depan cermin terlebih dahulu sebelum mengangkat panggilan video call dari Farzan.
"Assalamualaikum" Sapa Beyza, Beyza menyeritkan dahinya ketika tidak melihat siapa-siapa di ponselnya.
"Waalaikumsalam kakak cantik" Wajah Kenzi memenuhi layar ponsel Beyza, Beyza tersenyum gemas melihat pipi Kenzi.
"Kenzi simpan ponsel Abang!" Suara Farzan terdengar samar di ponsel Beyza.
"Kakak kenapa gak kesini lagi?" Tanya Kenzi dengan ekspresi sedih.
"Lain kali ya Kenzi, sekarang Beyza lagi capek"
"Iya kak, kalau Kakak udah gak capek ke sini ya kak"
"Okeh, sekarang Kenzi lagi dimana?"
"Tadi di dapur sekarang di kamar kamar Kak, takut ponsel Abang di ambil, nanti Kenzi gak bisa video call lagi" Beyza tertawa mendengar curhatan Kenzi.
Kenzi!
Kenzi buka pintunya!
"Jangan di dobrak, kalau pintunya rusak Abang ganti" Teriak Kenzi dari dalam kamar.
"Buka pintunya!"
"Iya-iya" Sahut Kenzi kesal.
Farzan mengadahkan tangannya"Ponsel!"
"Apaan sih bang ganggu orang pacaran aja!"
Farzan mententil kening Kenzi"Tuyul"
Beyza tertawa memdengar percekcokan Kenzi dan Farzan. Suara Beyza mengalihkan pandangan Farzan, ia menatap Beyza yang tertera di layar ponselnya. Lesung pipitnya terlihat jelas, bahkan matanya ikut tersenyum. Darah Farzan berdesir melihat wajah Beyza yang sangat cantik.
"Cantik"
Beyza menghentikan tawanya, ia menutup kamera ponselnya menggunakan kedua tangannya. Beyza menggigit bibirnya untuk menahan pekikkan yang ingin keluar.
Ia menarik napas dan berusaha mengubah raut wajahnya seperti biasa. Ia membuka tangannya dari kamera ponselnya.
Farzan diam sambil tersenyum menatap Beyza, wajah Beyza memerah"Aku matiin ya" kesal Beyza.
"Kenapa?"
Beyza menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya"Jangan liatin aku gitu"
Farzan tertawa"Makanya jangan cantik-cantik"
Beyza memalingkan wajahnya agar tidak terekam kamera ponselnya, jantung gue gak aman kayaknya, batin Beyza.
"Tangan kamu gimana sekarang?"
"Udah gak sesakit kemarin"
"Orang tua kamu udah pulang?"
"Belum, kayaknya masih lama"
"Kalau udah pulang langsung kastau aku"
"Mau ngapain?"
"Kamu gak perlu tau---"
"Aishhh gue lupa cas lagi" gerutu Beyza. Beyza keluar kamar setelah mencas ponselnya, ia berjalan kearah dapur untuk mencari makanan yang bisa ia makan.
"Beyza mau makan apa?" Tanya Mbak.
"Makan apa aja mbak, yang ada"
"Mbak bikin nasi goreng, mau yang itu?"
Beyza mengangguk"Boleh Mbak"
Beyza memakan makanannya dalam diam, tiba-tiba air matanya membendung, ia menatap plafon rumahnya agar air matanya tidak turun. Beyza tiba-tiba merindukan orang tuanya, ia menghela napas pelan"Mbak, Beyza ke ruang tamu ya"
"Iya, mau di bantuin angkat minumannya gak?"
"Nggak usah Mbak, Beyza bisa sendiri"
Beyza menyalakan TV agar suasana rumahnya tidak terasa sepi. Beyza mencari siaran Upin-Ipin, ia menyukai animasi kembar kepala botak tersebut, walaupun sudah berkali-kali menampilkan video yang sama tetapi tidak membuat Beyza bosan. Terkadang air matanya ikut turun ketika melihat Video mengandung bawang hang di tampilkan.
"BEYZA" Beyza terlonjak kaget akibat teriakkan seseorang dari halaman rumahnya, bahkan makanan yang ia pegang sedikit tumpah.
Beyza menatap teman-temannya dengan kening mengkerut"Mau kemana pada bawa tas segala?"
"Mau nginep di rumah lo"Ucap Raya cengengesan.
"Yuk masuk, udah kayak orang pindahan pada bawa dua tas tiap orang gitu"
"Kalau pindahan gak kehitung dong bu barangnya" Gemas Sisi.
"Iya ya" Sahut Beyza sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Gue bawa leptop" Ucap Adib.
Raya membuka tasnya"Gue bawa skincare"
Beyza mengangguk"Lo Sis?"
"Gue bawa snack"
"Makan mulu lo" Cibir Raya.
"WOI KAMPRET KUCING SIAPA ITU" Teriak Sisi ketakutan, ia menaiki sofa Beyza.
"Mana?" Tanya Beyza.
"ITU ADA DI BELAKANG SOFA TUNGGAL"
"III CUTE BANGETT, GEMOYY" Pekik Raya dengan mata berbinar.
"NJIR RA LEPASIN GAK!"
Raya melepaskan kucingnya di atas sofa"JANGAN DI ATAS SOFA JUGA KAMPRET, LO BAWA KELUAR!"
Beyza mengusap telinganya, suara Sisi membuat telinganya pengang. Beyza mengambil alih kucing yang di gendong Raya, dan membawa ke rumah tetangga, pemiliknya. Beyza kembali ke rumahnya dengan pudding di tangannya.
"Lo curi dimana Za?" Tanya Sisi merampas pudding di tangan Beyza.
"Di kasih tetangga"
"Yang ada lo yang nyuri bukan Beyza, ngambil gak adaizin-izinnya" Sinis Raya.
"Terserah Princess dong kok Anda yang sewot"
Tringg Tringg
Beyza,Raya dan Sisi kompak melihat ponsel Adib yang menampilkan nama Afnan di sertai emot love.
"Cieelahhh"
Adib menjauh dari teman-temannya, ia berjalan ke teras rumah Beyza. Adib belum mengangkat panggilan video call dari Afnan, sampai ia benar-benar mendapatkan tempat yang nyaman." Halo"
"Kenapa baru angkat?!"
"Lagi cari tempat aman"
"Lagi dimana?"
"Di rumah Beyza"
"Nggak capek?"
"Sekalian Mau nginep di sini"
"Gak ngantuk?"
Adib melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 11 siang, ia menyerit bingung "ng-gak"
"Emm ng-gak kangen?"
Adib terkekeh melihat kegugupan Afnan, "Lucu banges sih pengen peluk" gemasnya.
Afnan menggruk tengkuknya yang tidak gatal, ia mematikkan ponselnya sepihak. Afnan memegang dadanya yang berdetak lebih cepat dari biasanya, bahkan ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri.
thanks kak
tetep semangat🥰🥰🥰