Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.
Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.
Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 Teguran
Tokyo menjadi kota tujuan proses pembuatan iklan yang akan dibintangi oleh Amanda. Dunia seperti ini tidak pernah dilakukan Amanda, tetapi karena memiliki tujuan yang membuat Amanda bekerja keras untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Salah satu lapangan terbuka menjadi tempat pembuatan iklan yang pasti sudah meminta izin kepada orang yang berhubungan dengan tempat tersebut dengan memiliki latar beberapa rumah tradisional jepang, terdapat beberapa pohon bunga sakura, dengan ditambahnya dataran salju yang menutupi tanah.
Benar-benar estetik dan cocok, untuk produk iklan yang akan dirilis oleh perusahaan. Amanda sangat profesional yang selalu datang tepat waktu, terlihat saat ini begitu cantik menggunakan dress berwarna pink di atas lututnya.
Amanda sungguh profesional, cuaca yang sangat dingin tetapi dia terlihat biasa saja menggunakan dress mini tersebut dengan lengan di bahunya.
Egar juga membantu proses pembuatan iklan, dengan duduk di layar monitor dengan menggunakan mantel berwarna coklat, memantau bagaimana jalannya proses syuting Amanda yang saat ini memegang produk tersebut.
Banyak adegan yang dilakukan Amanda dan bahkan sampai lari-lari centil mengelilingi pohon bunga sakura.
Para kru sepertinya sangat menyukai Amanda, sejak tadi mereka hanya tersenyum dengan mengangguk-anggukkan kepala, bagaimana Amanda yang tidak perlu melakukan beberapa take, karena sangat cepat hafal skenario, dan pembawaannya juga tampak rileks.
"Oke cut!" salah satu kru memberi arahan.
Gina langsung menghampiri Amanda dengan memberikan mantel pada Amanda yang tidak ingin membiarkan Amanda kedinginan.
"Huhhhhh, lumayan dingin cuacanya," ucap Amanda dengan mengatur nafasnya.
"Ayo kesanan, di sana ada pemanas!" ajak Gina.
"Oke," sahut Amanda.
Amanda dan Gina akhirnya mengambil tempat duduk yang di mana terdapat pemanas sehingga rasa dingin di tubuh aman dan bisa berkurang.
"Amanda kamu benar-benar keren!" puji Gina tidak lupa memberikan apresiasi kepada Amanda.
"Kamu bisa saja, aku hanya mengikuti skrip yang diberikan kepadaku," sahut Amanda tetap merendah diri.
"Apapun itu, bagiku kamu benar-benar sangat keren, kamu luar biasa," ucap Gina.
"Terima kasih Gina atas semua pujian yang kamu berikan kepadaku. Hmmmm, setelah ini kita akan lanjut melakukan shooting lagi?" tanya Amanda.
"Ya, ada beberapa sin lagi dan setelah itu kamu bisa kembali ke hotel atau mau jalan-jalan ke mana aja, atau kamu juga mau aku temani?" Gina tampak berbaik hati menawarkan Amanda.
"Memang kamu tidak jalan-jalan dengan pacar kamu?" tanya Amanda.
"Untuk saat ini masih ada jadwal kosong, jadi kalau sudah selesai syuting pada hari ini, kalau kamu memang tidak memiliki teman untuk jalan-jalan, aku siap menjadi teman dan tour guide kamu jangan khawatir aku sudah mulai hafal dengan hal-hal yang unik di Jepang!" ucap Gina tampak percaya diri menekankan kepada Amanda.
"Baiklah kalau begitu kita selesaikan dulu pekerjaan dan nanti baru memikirkan untuk jalan-jalan," ucap Amanda.
"Kalau masalah pekerjaan memang harus menjadi nomor satu," sahut Amanda.
Keduanya sama-sama tersenyum sampai akhirnya senyum keduanya seketika menghilang, ketika Egar tiba-tiba saja berdiri di hadapan mereka berdua.
"Pak!" Gina berdiri dengan menundukkan kepala memberi sapaan sopan kepada pimpinannya.
"Saya ingin bicara sebentar dengan kamu!" ucap Egar.
"Apa yang ingin dikatakan pria ini? Apa dia ingin menagih hutangnya, Astaga, kenapa juga aku harus lupa membayarnya, betapa malunya diriku jika dia benar-benar akan mendakinya di depan Gina," batin Amanda.
"Kita bisa bicara sebentar?" tanya Egar.
"Oke ada apa?" tanya Amanda terlihat santai saja.
"Hmmmm, kalau begitu saya permisi dulu, saya mengurus pekerjaan yang lain," ucap Gina merasa tidak cocok berada di tempat itu yang membuat Emir menganggukkan kepala.
"Amanda aku pergi dulu," ucap Gina.
"Oke," sahut Amanda dengan menganggukkan kepala.
"Ingin mengatakan apa dengan saya?" tanya Amanda terlihat tenang dan santai.
"Sejauh ini kamu membuktikan kepada saya bahwa kamu mengerjakan kontrak ini dengan profesional, dari pemotretan sampai tahap pembuatan iklan dimulai dari hari ini, saya hanya menambahkan sedikit saja, mungkin kamu bisa lebih leluasa lagi untuk mengekspresikan diri dan benar-benar natural," ucap Egar memberi saran.
"Perasaan sejak tadi tidak ada yang mengatakan hal seperti itu kepadaku? Jika kru tidak menegur atau memberi saran apapun kepadaku yang artinya semua baik-baik saja, kenapa juga kamu yang harus memberiku saran dan harus protes," ucap Amanda.
"Saya pimpinan di sini, dan segala sesuatu yang tidak cocok dengan kacamata saya, harus diperbaiki dan disesuaikan dengan apa yang saya inginkankan," jawab Egar.
Huhhhhhhhh, "Amanda menarik nafas dan membuang perlahan ke depan.
"Kenapa harus mempermasalahkan sesuatu yang tidak perlu dipermasalahkan, jelas-jelas tidak ada permasalahan atas syuting yang aku lakukan, tetapi baiklah, jika memang ini merupakan masukan, maka aku akan menerima masukan ini dengan baik," ucap Amanda tampak tersenyum terpaksa kepada pria di hadapannya itu.
"Saya harap kamu melakukan yang terbaik kedepannya, menyelesaikan kontrak ini, dari tahap awal sampai akhir," ucap Egar.
"Baik tuan Egar," sahut Amanda kembali tersenyum tampak terpaksa dan kemudian Egar tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung pergi.
"Perasaan semuanya baik-baik saja dan memang dasar dia ingin mengomentari sesuatu yang tidak penting dan hanya mencari-cari kesalahanku," ucap Amanda.
"Orang itu benar-benar memuakkan. Amanda kamu harus tenang, kendalikan diri kamu dan ingatlah untuk berada di tahap ini memerlukan pengorbanan yang banyak dan termasuk menghadapi orang seperti dia," batin Amanda.
******
Pekerjaan hari ini dapat berjalan dengan baik, Amanda tetap profesional melakukan pekerjaannya meski sudah mulai dikomentari oleh Egar, tetapi Amanda tetap menurut dan melakukan secara profesional.
Gina dan Amanda terlihat memasuki salah satu toko barang-barang unik. Keduanya sama-sama bosan di kamar dan memilih untuk keluar dari hotel untuk mencari kegiatan, paling tidak sekedar berbelanja dan kebetulan keduanya juga sama-sama tidak memiliki hobi belanja pakaian dan lebih mengoleksi barang-barang unik.
"Ini lucu sekali Amanda!"Gina memperlihatkan kepada Amanda patung wanita yang memakai kimono terlihat begitu unik dan sangat kecil.
"Cocok sekali dipajang di atas meja di samping tempat tidur," ucap Amanda.
"Kamu mau?" tanya Gina
"Boleh, cantik dan unik," jawab Amanda.
"Kalau begitu ini untuk kamu dan aku yang akan membelikannya," sahut Gina.
"Wau, belum apa-apa aku sudah mendapatkan bonus," ucap Amanda.
"Ini sama sekali tidak berkaitan dengan pekerjaan dan tidak ada urusannya dengan bonus, tetapi ini adalah hadiah dariku karena kamu sudah mau menjadi temanku, jadi ini hadiah dari sahabat barumu," ucap Gina.
"Benarkah?" tanya Amanda membuat Gina menganggukkan kepala.
"Baiklah, aku terima hadiah ini," sahut Amanda.
Bersambung.....