Kayla menangis tersedu di dalam kamarnya mengingat semua hal yang telah di alaminya, belum lagi bayi yang sedang ia kandung dia tidak tahu meminta tanggung jawab kepada siapa. Hamil tanpa tahu yang menghamilinya siapa, tidak di anggap anak lagi oleh ayahnya tanpa mau mendengarkan penjelasan dari Kayla ayahnya langsung menganggap Kayla bukan bagian dari keluarga Wicaksono lagi. Hal itu membuat ibu dan kaka tirinya senang. Yang terjadi pada Kayla tak lepas dari rencana Ibu dan kaka tirinya sehingga Kayla hamil. Meskipun begitu ia tidak pernah berencana menggugurkan bayi yang telah tumbuh di rahimnya, ia mempertahankan kandungannya hingga lahir kedunia. Bayi kembar yang terlahir sebagai anak jenius.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Misdayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Kedekatan Ferdinand dan Kayla
Spadaaa.... maafin thor jarang update😢😢
tak mau panjang lebar mukadimmahnya pokonya athor terimakasih banyak karna setia menanti novel thor😍😘🤗
awas typo bertebaran, nanti thor revisi kembali. mianhe cingu😘
selamat membaca...
Supirnya putri terkekeh melihat tingkah nona muda beserta teman-temannya yang begitu lucu. sekitar sepuluh menit perjalanan mobil berhenti di tempat yang cukup ramai.
Mobil berhenti tepat di depan sebuah warung bakso yang cukup ramai di kunjungi pelanggan.
Mereka semua turun dari mobil dan masuk ke dalam warung tersebut tak ketinggalam supir Putri yang juga di ajak ikut untuk menikmati bakso yang lagi viral tersebut. Bakso cinta namanya, berbeda dari bakso biasa pada umumnya bakso kali ini di bentuk dengan bentuk hati atau love karen aitulah di namakan bakso cinta.
Andrew merasa senang dalam hatinya karena mereka hanya mengajak ke warung bakso bukan belanja di mall, ia mengira hari ini bukan hanya jiwa dan raganya saja terkuras karena di suruh melakukan berbagai macam hal uangnya juga akan raib karena di kuras dua bocah ingusan tersebut namun sepertinya perkiraannya sedikit meleset karena naytanya mereka hanya mengajak makan di warung bakso, sehingga uangnya cukup aman berada di dompetnya.
*****
Malam telah menjelang di lain tempat saat ini Kayla lagi-lagi bersama dengan Ferdinand, dengan berbagai macam usaha akhirnya Ferdinand bisa mengajak Kayla keluar pergi makan malam. Setelah beberapa hari Ferdinand sering datang ke lokasi syuting agar bisa mendekati Kayla dan tentunya juga atas bantuan sang sutradara yang dengan berbagai alasan agar Ferdinand bisa ikut nimbrung dengan mereka.
Makan malam di restoran pinggir pantai membuat suasana menjadi romantis dengan.di temani deburan ombak, Kayla menganggap perlakukan Ferdinand tersebut karena ia ingin berteman dengannya bukan ada maksud lain. Ia merasa tidak mungkin Ferdinand ada maksud lain, menyukainya misalnya itu adalah hal tidak mungkin mengingat Ferdinand mengetahui jika ia sudah memiliki dua anak.
''Apa kamu menyukainya Kayla?'' Ferdinand bertanya.
'' Hmmm aku suka, suasananya nyaman.'' Jawab Kayla jujur sembari mengganggukkan kepalanya.
''Baguslah kalau kamu suka. Kalau boleh tahu setelah smeua pekerjaamu di sini selesai apakah kau kembali ke New York atau tetap tinggal di sini?'' Ferdinand kembali bertanya.
''Aku belum tau, sebenarnya aku suka di sini. Hanya saja...'' Kayla terdiam tidak ingin melanjutkan kalimatnya.
''Hanya saja apa?'' Tanya Ferdinand penasaran.
''Tidak jadi. Hehe.'' Jawab Kayla terkekeh.
''Bagaimana kalau kapan-kqpan kita ajak Andrew dan Samuel untuk makab malam.'' Usul Ferdinand ia berharap Kayla setuju.
''Boleh saja. Oh iya kenapa kamu sepertinya suka dengan mereka? Apa kau menyukai anak kecil?'' Tanya Kayla dengan penasaran semabri menatap wajah tampan Ferdinand.
Namun Ferdinand tidak segera menjawab karena pramu saji datang membawa pesanan mereka. Semua hidangan yang di sajikan di dominasi oleh makanan sea food, setealh para peramu saji itu pergi barulah Ferdiannd menjawab pertanyaan Kayla.
''Mereka menggemaskan tentu saja aku menyukai mereka.'' Jawab Ferdinand dengan jujur. Kalau di tanya apakah dia menyukai si kembar jawabannya pasti iya tentu saja ia menyukai anak-anaknya, namun jika di tanya apakah ia menyukai anak-anak jawabannya adalah tidak sejak dulu ia kurang menyukai anak-anak apa lagi jika anak-anak tersebut rewel, susah di atur dan nakal. Tapi jelas berbeda jika untuk anaknya tentu saja ia akan memberikan cinta seutuhnya kepada mereka, namun ia tidak bisa bergerak cepat mengingat perbuatannya kepada Kayla tidak bisa di maafkan.
Mereka makan dengan lahap apa lagi Kayla yang sangat menyukai udang dia tanpa malu memakannya dengan lahap dan cepat sehingga saos asam manis yang melumuri udang tersebut belepotan di mulut Kayla.
Ferdinand terkekeh melihat tingkah Kayla, biasanya para perempuan yang makan dengannya akan bersikap anggun dan sok jaim namun berbeda dengan Kayla yang tidka peduli dengan apapun.
Ferdinand mengusap ujung bibir Kayla yang terkena saos asam manis dengan jarinya sendiri kemudian memasukkan jarinya yang terkena saos di mulut Kayla ke mulutnya sendiri.
''Gurih.'' Lirih Ferdinand.
Sedangkan Kayla terbengong dengan kejadian barusan, entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdetak tak karuan seperti di tabuh dengan cepat.
Sedangkan si pelaku kembali melakukan apa yang di lakukan sebelumnya yaitu memakan makanannya dengan penuh khidmat.
Kayla masih terdiam di tempatnya ia tersadar dari lamunannya dan kembali meoakan udangnya. Namun sebentar-sebentar ia melirik kembali ke arah Ferdinand, ia menganggumi wajah Ferdinand yang nyaris mirip dengan naknya Samuel namun menurut Kayla semuanya hanya kebetulan sematan. Bukankah di dunia ini setiap orang pasti memiliki wajah yang sama dengan orang lain pikirnya.
Ferdinand bisa melihat dengan ekor matanya bahwa Kayla sering meliriknya, Ferdinand hanya tersenyum dalam diam sembari menikmati cumi bakarnya.
''Boleh aku tahu tentangmu? Kamu bilang kita bisa jadi temankan.'' Celetuk Ferdinand di tengah-tengah acara makan mereka.
''Boweh sojoh.'' Jawab Kayladengan makanan penuh di mulutnya.
''Telan dulu makananmu nanti keselek.'' Nasehat Ferdinand.
Kayla menelan makanannya dengan susah payah kemudian menjawab kembali.
''Kamu yang bertanya saat aku sedang mengunyah makanan.'' Jawab Kayla sedikit memanyunkan bibirnya pertanda kesal.
''Iya iya aku minta maaf.'' Sesal Ferdinand.
''Santai saja. Mengenai pertanyaanmu apa yang ingin kamu tanyakan?'' Tanya Kayla kembali.
''Kamu anak tunggal atau bagaimana? Bolehkan aku tahu tentang kehidupanmu jika kamu mau memberitahu jika tidak maka jamgan di jawab.'' Tanya Ferdinand sembari memakan mwju yang lain yaitu bebek bakar setelah ia menghabiskan cumi bakarnya.
Kayla juga ikut mengambil bebek bakar di piring yang sama, matanya menerawang keatas memandang langit malam yang saat itu tidak ada bintang dan bulan. Gelap tak ada yang menerangi malam mereka kecuali lampu-lampu restoran. Kebetulan mereka memesan tempat di balkon restoran sehingga suasana mereka begitu nyaman, jika memandang keatas mereka akna melihat langit dan jika kebawah makan mereka akan melihat deboran ombak yang tak henti-hentinya menerpa karang.
''Dulu ku kira aku anak tunggal tali ternyata dugaanku salah. Ayahku telah meikah siri dengan perempuan lain sampai memiliki anak sebelum aku lahir. Jadi aku memiliki kaka, kami seayah beda ibu.'' Jelas Kayla tersenyum pahit.
''Ah begitu rupanya, maafkan aku jik bertanya dengan lancang.'' Ferdinand sebenarnya tahu semua tentang Kayla hanay saja ia bingung mau membuka obrolan apa lagi jadilah ja mempertanyakan hal konyol tersebut, baru kali ini ia merasa bodoh di depan perempuan.
''Tidak apa Ferdinand santai saja. Kalau kamu bagaimana? Apa kau sudah memiliki calon untuk kau nikahi, agar bisa segera lunya anak. Kamu kan suka dengan anak kecil. kekeke.'' Tanya Kayla balik sembari terkekeh.
''Aku pednah di jodohkan dengan anak teman orang tuaku karena aku ini playboy. hahaha.'' Jawab Ferdinand dengan gelak tawa.
''Aku sudah menduga jika kamu ini playboy terlihat jelas dari tampang mu itu. haha.'' Kayla menanggapinya dengan candaan.
''Namun setelah sekian lama bertunangan tidka ada perasaan cinta yang tumbuh untuknya. Jadi aku membatalkannya.'' Ungkap Ferdinand.
''Itu karena kamu playboy.'' Celetuk Kayla tanpa filter sembari menggit paha bebek bakar.
''Itu salah satunya, namun sebelumnya aku sudha bertemu dengan seorang perempuan yang membuatku merasa sangat bersalah sehingga aku selalu memikirkannya. Sejak saat itu aku berhenti ke club malam dan main dengan wanita.'' Jujur Ferdinad sembari mengangkat jari telunjuk dan tengajnya seperti tanda peace namun ia gerakkan kebawah dan keatas sebagai tanda kutip ketika ia menyebutkan kalimat ''main dengan wanita''.
''Sejak saat itu aku hanya jalan-jalan saja dengan semua wanita namun tidak seperti dulu lagi, aku jalan hanya agar pikiranku teralihkan.'' Sambung Ferdinand.
''Lalu apa kamu menemui perempuan yang ada dalam pikiranmu? Bukankah kau bisa langsung datang padanya.'' Ucap Kayla mengeluarkan apa yang ada dalam pikirannya
bersambung....
terimakasih sudah membaca karya author😘🤗.
terimakasih banyak kepada readers yang setia sampai sejauh ini mau membaca karya author, author merasa terharu😭😭 dan sangat banyak-banyak berterimakasih. peluk dari jauh untuk kalian semua🤗🤗🤗
jangan lupa dukung karya author ya readers tersayang🤗.
npa trima sarat it lbih baik ubah prsahaan atas nmamu di kn warisan kakekmu