Nathan Dwi herlangga atau yang biasa dipanggil Nathan adalah anak dari sepasang suami istri Ibu Dewi dan Pak Rama yang tinggal di gubuk sederhana.Semenjak Nathan lahir tidak ada tanda-tanda menunjukan kalau dirinya punya mata batin.Namun seiring berjalan nya waktu Mata batin Nathan terbuka saat ia menginjak usia 7 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Hadang preman
Usia Nathan sekarang sudah 1 tahun,usia yang aman kalau di ajak bepergian ke mana-mana.Karena Dewi rindu akan keadaan luar rumah,dan sudah lama dia tidak belanja kebutuhan sendiri di pasar.
Paras Dewi yang cantik walaupun sudah bersuami dan punya anak,membuat laki-laki di kampungnya sangat iri dengan Pak Rama karena dari puluhan laki-laki di kampung.Hanya pak Rama yang bisa meluluhkan hati Dewi.Terkadang Pak Rama di tuduh memakai ilmu guna-guna untuk memikat hati Dewi,namun Pak Rama mengabaikan tuduhan itu karena cinta Dewi ke Pak Rama murni tulus dari hati bukan karena guna-guna.
Pagi ini Dewi berniat keluar belanja kebutuhan di pasar bersama Nathan.Petang-petang dia menyiapkan bekal untuk suaminya yang akan pergi bekerja di sawah.
"petang sekali kamu sudah menyiapkan bekal,Dewi"gumam Pak Rama.
"Sengaja mas,karena aku pagi ini akan pergi ke pasar belanja kebutuhan dapur.Sudah lama aku tidak keluar rumah,sekalian mengajak Nathan jalan-jalan."jawab Dewi sembari menyiapkan bekal.
"Ya sudah,aku izinkan tapi kamu tetap hati-hati Dewi,banyak laki-laki yang masih suka menggoda mu"ucap Pak Rama cemburu.
"tenang saja mas ,aku bisa jaga diri"ujar Dewi.
Pak Rama bersiap pergi ke sawah, sementara Dewi tetap dengan niat nya yang ingin membawa Nathan pergi ke pasar.Jarak rumah dengan pasar lumayan jauh,harus ditempuh menggunakan angkutan desa.
Pak Rama dan Dewi berpisah di depan rumah.Pak Rama akan jalan kaki menuju ke sawah,sementara Dewi jalan kaki sebentar menuju jalan raya untuk menghadang angkutan desa.
"Wah udah gede ya Nathan,udah bisa diajak keluar jalan-jalan "Sapa Ratmi tetangga nya.
"iya Bu,udah lama juga saya mendekap di dalam rumah.Pengen merasakan udara di luar"jawab Dewi pelan.
Dewi berjalan melewati depan rumah mbak Sari,kebetulan mbak Sari sedang menjemur pakaian di depan rumahnya.
"Wi,Dewi mau di bawa kemana Nathan pagi -pagi sekali seperti ini"teriak mbak Sari.
"ini mbak,cuman mau ke pasar kok sebentar"jawab Dewi sembari berjalan kaki.
Mbak Sari berlari mengejar Dewi."Dewi stop!!!" mbak Sari mengambil Nathan dari gendongan nya.
"biar Nathan sama mbak saja,kasian nanti takut kena virus kalau Nathan ikut"ujar mbak Sari.
Akhirnya Dewi menuruti perkataan kakaknya itu.Dewi pergi ke pasar sendiri sementara Nathan dia titipkan ke kakaknya mbak Sari.Dewi berjalan lagi menuju jalan raya dan menaiki angkutan desa menuju ke pasar.
Sesampai di pasar,Dewi berbelanja sayuran dan kebutuhan lain nya seperti biasa.Setelah selesai dia beristirahat duduk sebentar sembari menikmati es kelapa yang dibelinya tadi.Dewi tidak sadar kalau ada beberapa preman yang memantau nya dari tadi,Si preman menunggu Dewi berjalan ke tempat sepi dan mengikuti Dewi.
Dewi memutuskan pulang berjalan kaki karena Nathan tidak ikut,jadi dia bisa santai.Sesampai nya di jalan yang cukup sepi dia di Hadang beberapa preman.Kedua tangan nya di pegang oleh preman yang satu sementara preman yang lain menggoda Dewi.
"Lepasin aku,Tolong,siapapun tolong!!!!!"Teriak Dewi sekencang-kencangnya.
"Percuma saja kamu teriak minta tolong.Tidak ada yang mau menolongmu,Lagian cantik-cantik begini kok jalan sendirian si Neng"goda para preman.
Dewi sekuat tenaga minta tolong namun tidak ada yang mempedulikan nya.Dewi semakin cemas,dia di hantui perasaan takut.
Tapi bagai petir di siang bolong.Desa yang dekat dengan hutan namun tidak pernah ada harimau yang turun ke desa.Tiba-tiba seekor harimau mengaung di hadapan para preman membuat semua preman lari kocar-kacir kesana kemari.
"Alhamdulillah akhirnya aku lepas dari jeratan preman-preman itu"
Dewi menoleh ke arah harimau tadi,tapi sudah menghilang.Dewi bingung karena tadi para preman di buat ketakutan oleh seekor harimau tapi sekarang harimau nya sudah menghilang.Dewi berjalan dengan tergesa-gesa menuju rumah mbak Sari dan akan mengambil Nathan untuk di bawa pulang.Tapi Dewi tidak menceritakan kejadian yang di alami tadi ke mbak Sari.Dewi Tahu kalau tadi yang menolongnya adalah khodam pelindung milik anaknya yang di warisi oleh kakek buyut nya sejak lahir.