gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Jam pembelajaran sudah berakhir dan bell pulang sekolah juga sudah berbunyi, para murid berhamburan keluar kelas untuk segera pulang, El sendiri memilih keluar paling akhir karena tidak mau berdesakan dengan orang ramai.
prangg
El yang kurang hati-hati malah menabrak seseorang, hingga ponsel El sendiri jatuh ke lantai.
"Sorry karena udah nabrak lo. " ucap El memungut ponsel nya yang jatu.
"hmm." jawab seorang pria bernama Alexander atau biasa di sebut Al.
El sendiri memperbaiki hoodie yang dia kenakan dan kembali melanjutkan langkah nya.
Sedangkan Al sendiri berbalik menatap punggung kecil yang perlahan menjauh itu,Al sendirj heran karena gadis itu sama sekali tidak tertarik pada nya, padahal di sekolah ini tidak ada gadis yang tidak tertarik dengan ketampanan nya.
"buset sampai bengong gitu si Al natap tuh cewek." bisik Nino pada Bagas.
"kayak nya si Al beneran suka deh sama tuh cewek. " ucap Bagas yang juga berbisik.
"bagus njir kalai Al suka, akhir nya ada juga yang bikin cair gunung es kayak si Al. " ucap Nino yang di angguki oleh Bagas.
Di sisi lain El sudah sampai di apartemen nya, El sengaja tidak pulang karena nanti malam mau balapan, dia tak suka dengan Alena yang selalu memprovokasi nya sehingga dia tidak jadi pergi.
El membersihkan tubuh nya dan makan siang, setelah nya El memilih untuk tidur karena mata nya sangat mengantuk sekali.
Tepat pukul lima sore El terbangun dari tidur nya, El yang merasa lapar segera mencuci wajah nya dan menganti pakaian nya, El akan pergi keluar untuk membeli makanan.
Tak lama El sampai di depan restoran mewah, El memesan makanan yang dia mau, El lebih memilih untuk di bungkus saja karena di sini terlalu ramai.
El yang terlalu asik memainkan ponsel pun terdiam saat mendengar suara yang terasa familiar bagi nya.
El mendongak dan melihat ibu tiri nya sedang bersama pria lain, kedua nya tampak mesra seperti sepasang kekasih.
"kamu pesan aja apa yang kamu mau sayang. " ucap si pria kepada wanita.
"Baiklah kamu memang yang terbaik mas. " ucap si wanita dengan nada centil nya dan itu membuat El merasa jijik dan ingin muntah.
"Seperti nya harta papa masih kurang buat wanita ini. " batin El yang tersenyum miring karena mengetahui jika ibu tiri nya ini berselingkuh dari papa nya.
El menerima pesanannya yang di antarkan oleh pelayanan, setelah nya El pergi keluar dan diam-diam El merekam aksi ibu tiri nya itu.
"Jalan*." desis El merasa muak dan jijik melihat perselingkuhan di depan mata nya.
El segera pergi dari tempat itu, tanpa El ketahui ternyata Al melihat semua itu dari kejauhan.
"Apa wanita di dalam itu ibu nya, jika iya kenapa wajah nya seperti tidak suka begitu. " gumam Al menatap El yang sudah menjauh.
"udah lah ngapain juga gue penasaran sama dia. " ucap Al geleng kepala dan segera masuk untuk membeli makanan juga.
Al sendiri merasa heran dengan diri nya, karena tiba-tiba saja penasaran dengan seorang gadis yang baru dia temui.
Tapi jika boleh jujur aura gadis itu memang berbeda, dan juga gadis itu tidak sama dengan gadis pada umum nya, apa karena itu Al malah penasaran.
Di sisi lain El sudah sampai di apartemen nya, dan El segera memakan makanan yang dia beli.
"Ternyata bukan cuma isi fikiran gue aja, tau nya lo emang jalan* yang ga cukup sama satu pria aja. " ucap El yang memang selama ini selalu berfikir mungkin saja ibu tiri nya bukan wanita baik-baik dan ternyata benar dia berselingkuh di belakang papa dan semua itu hanya demi uang.
"liat aja kalau lo macem-macem bakalan gue kasih pelajaran, untuk sekarang bakalan gue liatin dulu sampai mana lo mau bermain. " ucap El yang kembali menghabiskan makanan nya.
Malam hari nya El bersiap untuk pergi ke arena balapan, tempat biasa di adakan balapan liar.
Untuk masalah si ibu tiri itu akan dia biarkan saja lebih dulu, El akan tetap mencari bukti perselingkuhan ibu tiri nya itu dan akan dia jadi kan alat untuk mengancam wanita itu nanti nya, jika berani bermain-main dengan nya.
Dan untuk saudara tiri nya itu, seperti menarik juga jika El mencari tau bagaimana Alena sebenarnya.
El pun segera pergi setelah selesai bersiap, butuh waktu tiga puluh menit dari apartemen nya ke tempat di adakan balapan.
**
Brumm
Brumm
Suara motor saling bersahutan memasuki lokasi tempat balapan, sudah bukan rahasia umum lagi jika segerombolan pria bermotor itu adalah geng Venom yang di ketuai oleh Alexander yang dingin dan tampan itu.
"Jadi di geng kalian siapa nih yang bakalan turun malam ini.? " tanya Jack selaku panitia acara itu.
"Gue." ucap William yang duduk di atas motor nya.
"Oke, lagian masih ada satu peserta lagi yang gue tunggu, bentar lagi dateng kayak nya. " ucap Jack melirik jam di tangan nya.
"Siapa Jack.? " tanya Nino yang penasaran karena Jack menunggu.
"Oh itu kalian ingat ga yang waktu itu tanding sama Al. " ucap Jack membuat semua anggota Venom menoleh pada Jack yang salah tingkah.
"Seriusan Jack, yang malam itu skor nya seri sama Al.? " tanya Bagas dengan mata melotot.
"Iya itu, dia juga ikut lagi. " ucap Jack menjawab pertanyaan Bagas.
"Dia ikut. " ucap suara dingin Al yang membuat Jack bingung dengan apa maksud ketua geng Venom ini.
"Maksud si Al beneran lawan dia yang malam itu ikut. " ucap Nino menjelaskan maksud Al.
"iya, nah tuh dateng juga. " jawab Jack.
"Queen." teriakan Jack pada El yang baru saja memasuki area balapan.
"QUEEN." ucap anggota Venom berbarengan termasuk Al.
"Tunggu dulu deh sebelum gue bingung, jadi maksud lo yang tanding malam itu sama Al cewek.? " tanya Ryan menatap Jack.
"lah iya, emang kenapa.? " tanya Jack yang bingung dengan tatapan mata geng Venom ini, terutama Al.
"Udah lah gue kesana dulu, bentar lagi bakalan di mulai. " ucap Jack yang segera pergi dari hadapan geng Venom.
"Anjir seriusan yang semalam itu lawan lo cewek Al. " ucap Bagas dengan wajah terkejut.
"eh si Al malah bengong. " ucap Bagas
"Kenapa.? " tanya William kepada Al.
"ga." jawab Al yang tersadar dan segera menatap ke arah lain.
Bagas dan Nino juga Ryan hanya diam melihat interaksi dua kulkas di hadapan mereka.
"oke guys bentar lagi bakalan di mulai, untuk yang udah daftar kalian bisa langsung menuju garis star. " teriak Jack kepada para peserta.
Satu persatu peserta pun mulai berdiri di garis star termasuk El yang dengan tenang duduk di atas motor nya.
Al sendiri mata nya tak lepas melihat satu satu nya gadis yang menjadi peserta pada balapan malam ini.
*****