NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Tamat
Popularitas:248.3k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Di sepanjang jalan, Melody yang duduk di boncengan motor besar Kaisar cuma bisa bengong. Angin sore menerpa wajahnya, tapi wangi parfum maskulin dari jaket kulit Kaisar lebih mendominasi indra penciumannya.

​"Ini alurnya makin kacau balau nggak sih?" batin Melody sambil pegangan erat pada jaket Kaisar. "Gue ini cuma figuran, peran gue itu harusnya jadi fans garis keras si antagonis ini yang berakhir tragis. Tapi kok sekarang dia malah jadi superhero buat gue? Ini kalau penulis aslinya liat, pasti dia kena mental. Bener-bener definisi dikejar maut tapi mautnya malah ngelindungi gue. Aduh, bingung gue!"

​Tak lama kemudian, motor Kaisar berhenti tepat di depan rumah Melody. Kaisar mematikan mesinnya, suasana mendadak hening.

​Melody turun dari motor dengan gaya yang berusaha tetap anggun meski rambutnya agak berantakan kena angin. "Kamsahamnida ya, Tuan Muda, udah anterin princess pulang dengan selamat sentosa," ucapnya sambil membungkuk kecil ala-ala drama Korea.

​Kaisar cuma menatapnya datar, tapi matanya nggak bisa bohong kalau dia lagi merhatiin Melody dari atas sampai bawah buat mastiin cewek itu beneran nggak kenapa-kenapa.

​"Jaket lo bawa pulang dulu aja," lanjut Melody saat melihat Kaisar mau membuka mulut. "Nggak enak kalau lo pulang kedinginan. Nggak lucu banget kalau besok ada berita 'Pangeran Sekolah Meninggal Memgsoy Perkara Masuk Angin Gara-gara Nggak Pakai Jaket'. Masuk dulu aja bentar sebagai tanda terima kasih, gue bikinin teh anget. Sekalian gue mau ganti baju dulu, baru nanti jaketnya gue balikin."

​Kaisar sempat terdiam sejenak, menatap pintu rumah Melody lalu kembali ke mata Melody yang penuh harap (dan sedikit maksa).

​"Gue nggak suka teh manis," jawab Kaisar singkat, tapi dia tetap turun dari motornya dan melepas helm.

​"Dih, siapa yang bilang mau dikasih teh manis? Gue kasih teh pait se-pait hidup lo juga boleh!" semprot Melody spontan sambil jalan masuk ke rumah. "Udah ayo masuk, jangan banyak protes!"

​Kaisar akhirnya melangkah masuk ke rumah Melody. Ini pertama kalinya dia menginjakkan kaki di sana. Sambil menunggu Melody ganti baju, Kaisar duduk di sofa, matanya mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, sementara tangannya mengepal—masih terasa sisa-sisa amarah pada Thomas, tapi ada rasa asing yang hangat saat melihat punggung Melody menghilang di balik pintu kamar.

Selesai ganti baju, Melody baru saja hendak keluar kamar saat tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Kaisar berdiri di sana dengan wajah datar tanpa dosa.

​"Heh! Main nyelonong aja! Lo mau nyolong ya? Mau nyolong koleksi daster gue?!" tuduh Melody sambil refleks memeluk jaket Kaisar yang sudah ia lipat rapi di tangannya.

​Kaisar tidak membalas tuduhan konyol itu. Ia justru melangkah maju, mempersempit jarak hingga Melody terpojok ke arah meja riasnya. Matanya menatap Melody tajam, seolah sedang melakukan pemindaian laser.

​"Di mana?" tanya Kaisar singkat.

​"Hah? Apanya yang di mana? Dompet lo? Kunci motor? Ngomong tuh bisa nggak sih jangan setengah-setengah kayak cicilan motor!" semprot Melody kesal.

​Kaisar menghela napas berat, tangannya mencengkeram pinggiran meja rias, mengurung Melody di tengahnya. "Di mana dia nyentuh elo tadi?" ucapnya dengan suara berat yang terdengar sangat tidak suka.

​Melody tertegun sejenak. "Haa... kan gitu enak ngomongnya jelas," ucap Melody sambil bergaya berpikir. Ia lalu menunjuk beberapa bagian tubuhnya dengan santai. "Di sini, di sini, terus di pipi... hmmm, dia juga nyaris ke bibir sama pegang pinggang..."

​Rahang Kaisar mengeras seketika. Urat di pelipisnya menonjol, siap meledak lagi.

​Tapi Melody langsung menyambung dengan cepat, "Tapi nggak sampai kena banget sih! Dia baru mau nyoba, eh gue udah pamer kemampuan zigzag. Gue gocek kanan-kiri sampai dia pusing sendiri. Untung gue punya bakat jadi pemain bola terpendam, jadi dia gagal total," lanjutnya sambil nyengir bangga.

​Kaisar terdiam, menatap leher dan wajah Melody dengan teliti seolah mencari bekas luka atau tanda. Setelah memastikan tidak ada apa pun, ia menarik napas panjang untuk meredakan emosinya yang sempat memuncak lagi.

​"Lain kali, jangan sok jagoan pakai acara pacaran boongan segala," desis Kaisar. Tangannya tiba-tiba terulur, ibu jarinya mengusap pipi Melody pelan—tempat yang tadi ditunjuk Melody. "Gue nggak suka barang gue dikotorin tangan sampah."

"Barang pecah belah maksud lo?!" Melody langsung sewot sambil berkacak pinggang, berusaha menutupi rasa deg-degan di jantungnya yang udah kayak lagi konser rock.

​"Enteng banget ya lo klaim gue jadi barang! Gue ini manusia, Kai, punya sertifikat kelahiran, bukan barang inventaris yang bisa lo tandain seenak jidat!" Melody mendengus, matanya melotot menantang mata elang Kaisar.

​Ia lalu memalingkan wajah, teringat sesuatu yang selalu mengganjal di hatinya—atau mungkin di hati 'Melody' yang asli.

​"Mending lo balik deh. Urusin aja tuh my sweet heart lo, si Zoya-Zoya itu! Nggak usah sok-sokan posesif ke gue kalau ujung-ujungnya yang lo cari tetep dia. Gue nggak mau ya jadi ban serep kalau lo lagi gabut atau lagi pengen jadi pahlawan!" semprotnya lagi, tangannya sibuk menyodorkan jaket kulit Kaisar ke dada cowok itu dengan kasar.

​Kaisar menerima jaketnya, tapi tatapannya tidak lepas dari wajah Melody. Suasana kamar yang tadinya panas karena amarah Kaisar, kini mendadak jadi canggung karena kecemburuan yang terang-terangan dari mulut Melody.

​Kaisar maju satu langkah, membuat Melody mundur mentok ke meja rias. "Lo cemburu?" tanya Kaisar pendek, suaranya rendah dan terdengar sangat menyebalkan di telinga Melody.

​"Dih! Najis amat cemburu! Gue cuma realistis biar nggak kena mental dua kali! Udah sana pulang, hush! Ntar pacar kesayangan lo nyariin, terus gue lagi yang disalahin karena 'nyulik' lo ke rumah gue!" Melody mendorong bahu Kaisar sekuat tenaga ke arah pintu, meski rasanya kayak mendorong tembok beton.

1
Inonk_ordinary
awal cerita melody orkay loo. kok g dijmput supir.lagi,,g bawa mobil jg. lama2 kluar jalur
Putri Amalia
kalau dari awal aku tau ceritanya bakal kek gini, sumpah aku gak akan baca. nyesek bgt jadi melodi(Asha). dia yg berjuang tpi VELIA yg nikmati
Putri Amalia
suka sih kak ceritanya cuman pas melodi masih ada. tp pas melodi balik ke raga aslinya. sumpah nyesek bgt, dia yg berjuang selama ini. tpi yg dapet ending bahagia VELIA??? kek kok bisa sih author mikir nya kek gitu. kecewaa bgt sumpah
Kikin
😵‍💫🤧
Allfa Rizky
hiiiiiihh mengerikan
Allfa Rizky
ini akhirnya kek gimana ya,, mau lompat bab gak bakalan seru aahh
Allfa Rizky
hadeeeeeuuhhh kok mumet ya,, behafapan dengan ego lelaki yang berkuasa bikin ruwet
Allfa Rizky
logika aneh dan gila tpi yaaaahh suka suka lah namanya juga dunia novel ya gak,, asik aja bacanya hehe
Allfa Rizky
paket kombo mematikan,, baik kaisar ataupun Kenzie punya hak nya masing2,, TPI tubuh tanpa raga Sama aja bohong begitu juga sebaliknya,, aahh puyeng dah
Allfa Rizky
benar2 rumit,, apalagi memori tubuh alyn mengingat sentuhan Kenzie dah bakal jadi bencana besar kalo sampe kaisar tau
Allfa Rizky
bener banget,, spt nya sosok alyn TDK lah sesederhana itu
Allfa Rizky
melodi memasak= bencana
Allfa Rizky
orang2 sekitar alyn akhirnya pada muncul dan bikin melodi terbengon bengong karna emang gak tau alias blenk
Allfa Rizky
meski dunia mafia gonjanga ganjing melodi tetaplah melodi yang cerewet dan sengklek
Allfa Rizky
edisi melodi sengkleknya udahan ya thor,, sekarang mode serius tingkat dewa
Allfa Rizky
hmmm,, mulai melibatkan dunia siber dan inteljen,, biasa nya konfliknya pasti lebih rumit
Allfa Rizky
masuk edisi perbucinan ini mah
Allfa Rizky
edisi hareudaaaaang🤭
Allfa Rizky
melodi tetap lah melodi,, eeh asha kan ya jiwa aslinya
Allfa Rizky
secara kaisar itu mafia yang bekerja berdasarkan fakta dan logika mana bisa lah mencerna itu reinkarnasi yanga da malah curiga mulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!