NovelToon NovelToon
Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:55.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

"Papa tidak setuju!"

Terdengar suara tinggi Dion setelah mendengar keinginan anaknya, yang ingin menikah dengan pria yang berjarak 13 tahun dari sang putri.

"Aku ngga mau nikah, kalau bukan sama Om Alvin!" Sisil bersikeras.

"Tidak bisa!" tegas Dion. "Kamu itu masih muda, cantik, pintar. Jangan rendahkan diri kamu dengan menjadi PELAKOR!!"

***

Ingat, jangan nabung bab!

Follow IG : ichageul9563

Facebook : Khairunnisa (Ichageul)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka yang Selalu Menjadi Alasan

Anyelir segera menuju ranjang, kemudian membaringkan tubuhnya di atas kasur. Tangannya mengusap airmatanya yang mulai membasahi pipi.

Amarah Alvin seketika menguap melihat istrinya yang mulai menangis. Pria itu mendudukkan dirinya di sisi ranjang.

Bukannya dia tidak mengingat apa yang terjadi hari ini tiga tahun yang lalu. Hanya saja sejak pagi Anyelir sudah menyulut emosinya.

Terdengar helaan nafas panjang Alvin ketika mengingat peristiwa tiga tahun lalu. Dua tahun setelah pernikahannya dengan Anyelir, akhirnya wanita itu hamil. Namun ternyata sang Maha Kuasa masih belum mau menitipkan anak pada mereka berdua.

Sore itu, seperti biasa Sinar, nenek Alvin berjalan-jalan di seputar rumah. Hanya sekedar melemaskan otot kakinya saja supaya tidak kaku. Wanita itu rutin berjalan-jalan di pagi dan sore hari.

Saat itu, jalanan di depan rumah cukup ramai dengan lalu lalang orang dan anak-anak yang bermain. Sesekali kendaraan roda dua dan empat melintas. Karena banyak anak yang bermain, mereka menjalankan kendaraan dengan lambat.

Saat sedang berjalan, Sinar melihat ada seorang anak yang terjatuh. Dengan bersusah payah Sinar membantu anak itu berdiri. Maklum saja, kondisi Sinar yang sudah tua, membuatnya agak susah untuk membungkuk. Begitu pun untuk berdiri dan melangkah, butuh beberapa waktu.

Kala itu, sang anak yang dibantu Sinar sudah asik lagi bermain. Sementara Sinar yang masih berada di tengah jalan, melangkah pelan ke sisi jalan. Saat itulah muncul sebuah motor dengan kecepatan tinggi, membuat anak-anak yang sedang bermain langsung menepi.

Sinar yang kesulitan berjalan, sedikit lambat menuju sisi, sementara motor semakin mendekat. Ketika kendaraan roda dua itu semakin mendekati Sinar, Anyelir datang tepat waktu menarik Sinar. Namun pinggang wanita itu sempat tersenggol bodi motor. Tubuhnya terhuyung ke depan dan menabrak Anyelir.

Keduanya terjatuh di aspal dengan tubuh Sinar menindih Anyelir. Orang-orang yang ada di sana langsung membantu. Ketika Sinar berhasil bangun, dia melihat darah mengalir di kaki Anyelir. Cucu mantunya yang sedang hamil tiga bulan mengalami pendarahan akibat benturan tadi.

Secepatnya Anyelir dibawa ke rumah sakit. Namun sayang, anak yang dikandungnya tidak dapat diselamatkan. Sinar tentu saja dibuat sedih dengan peristiwa tersebut. Dia terus dibayangi perasaan bersalah. Sampai akhirnya dia meminta Alvin berjanji untuk terus berada di sisi Anyelir.

Anyelir menjadi murung akibat kejadian tersebut. Alvin terus berusaha menghibur dan membesarkan hati sang istri.

Ketika Anyelir mengatakan ingin bekerja, Alvin pun mengabulkan. Dia meminta bantuan Randika untuk memasukkan Anyelir di Blue Mart. Namun tidak ada satu pun teman kerjanya yang tahu kalau Anyelir masih ada hubungan dengan pemilik Blue Mart.

Dan ketika Anyelir mulai bekerja, di sanalah awal mula pertengkaran terjadi. Hubungan Alvin dan Anyelir terasa semakin renggang saja.

Alvin bangun dari duduknya lalu merangkak naik ke atas kasur. Dia membaringkan tubuhnya di samping Anyelir lalu memeluknya dari belakang.

“Maafkan aku. Kamu masih cuti besok?”

“Masih,” jawab Anyelir dengan suara serak.

“Besok kita jalan-jalan ya. Kita pergi kemana aja kamu mau.”

“Mas ngga bohong kan?”

“Ngga, sayang. Ehm.. besok gimana kalau kita ke dokter kandungan. Kita promil lagi. Kamu mau kan?”

“Aku ... belum siap, Mas.”

“Ya sudah.”

Walau kecewa mendengar jawaban sang istri, namun Alvin lagi-lagi mencoba memahaminya. Mungkin saja Anyelir memang membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk pulih dari traumanya.

Alvin melepaskan pelukannya saat mendengar suara getaran ponselnya. Dia menegakkan tubuhnya kemudian mengambil ponsel yang ada di atas nakas. Tertera nama Dion di layar ponsel.

“Halo, Bang.”

“Vin, gimana kabarmu?”

“Alhamdulillah, baik Bang.”

“Kamu udah jarang banget ke Bandung. Sibuk ya?”

“Ya begitulah, Bang. Maklum, aku kan baru buka cabang ketiga.”

“Besok acara anniversary orang tuaku. Kamu dan Anye bisa datang kan?”

“Acaranya jam berapa?”

“Malam jam tujuh malam. Acaranya di rumah aja, hanya mengundang keluarga aja. Kamu bisa datang kan? Sisil udah kangen sama kamu katanya.”

“Hahaha … iya, Bang. Besok aku datang dengan Anye.”

“Kamu mau bawa mobil apa naik kereta?”

“Kayanya naik kereta aja, Bang. Biar cepat sampainya.”

“Ya sudah, nanti aku kirim supir untuk menjemputmu.”

“Oke, Bang.”

Panggilan pun segera berakhir. Anyelir yang mencuri dengar, segera bangun dari tidurnya. Dari pembicaraan, wanita itu menebak yang menghubungi suaminya itu Randika atau Dion.

“Siapa, Mas?”

“Bang Dion. Besok ada acara anniversary orang tua Bang Dion. Kita diundang ke sana. Kamu mau?”

“Mau Mas,” jawab Anyelir cepat.

“Ya sudah, besok pagi kita berangkat ke Bandung naik kereta.”

Wajah Anyelir nampak sumringah. Wanita itu sepertinya senang sekali akan diajak suaminya ke Bandung. Itu artinya dia bisa bertemu Randika atau Dion. Di matanya kedua pria itu terlihat lebih menarik dibanding suaminya sendiri.

Jika dilihat dari wajah, tentu saja Alvin tidak kalah tampan dari kedua pria itu. Tapi pekerjaan keduanya yang membuat mereka lebih mempesona di mata Anyelir.

Wanita itu memang sangat mendambakan memiliki suami yang memiliki jabatan tinggi kantor. Bukan Alvin yang hanya mengelola mini market.

“Mas, aku kangen.”

Jari jemari Anyelir bermain di dada Alvin. Sebagai lelaki, dipancing seperti itu tentu saja membuat hasrat Alvin langsung naik. Dia membaringkan Anyelir di kasur, bersiap membawa sang istri mengarungi surga dunia.

***

Pukul delapan pagi, Alvin dan Anyelir sudah berada di stasiun Gambir. Sebelum berangkat ke Bandung, pria itu lebih dulu memberi pengarahan pada pegawainya di mini market.

Melihat kereta yang ditunggunya sudah tiba, Alvin segera menaiki kereta cepat tersebut bersama dengan Anyelir. Nantinya mereka akan turun di Padalarang dan akan menyambung perjalanan menggunakan kereta feeder sampai ke stasiun Bandung.

Pukul sembilan kurang, Alvin sudah tiba di stasiun Bandung. Supir yang diminta menjemput kedua orang itu sudah menunggu kedatangan mereka. Keduanya segera melanjutkan perjalanan menuju kediaman Marina dan Pahlevi.

“Sehat, Pa?” tanya Alvin pada Pahlevi seraya mencium punggung tangan pria itu.

“Alhamdulillah, baik. Kamu kemana saja? Kenapa jarang sekali ke sini? Padahal jarak Bandung-Jakarta sekarang bisa dipangkas naik kereta cepat.”

“Maaf, Pa. Aku lagi sibuk.”

“Sudah berapa cabangnya sekarang?”

“Tiga, Pa.”

“Jadi sama yang utama, total ada empat?”

“Iya, Pa.”

“Udah dong, Pa. Alvinnya jangan diinterogasi dulu. Ayo sayang, sini dulu.”

Marina mengajak Alvin dan Anyelir ke ruangan tengah. Di sana sudah ada Dion bersama dengan Kirana. Mata Anyelir menatap tak berkedip pada pria yang tahun ini genap berusia 45 tahun.

Suami dari Kirana itu seolah memilik magnet. Setiap dia melihatnya, rasanya sulit sekali mengalihkan pandangan. Apalagi posisi Dion yang seorang CEO, semakin membuat pria itu terlihat sempurna di mata Anyelir.

“EHEM!!”

***

Ehem juga!😂

1
yumna
kena kan m ssil...harusnya tadi km nguping sil anye m rian ngmg apa
tini_evel
kisah anaknya dion hadir juga.. 😍
tehNci
Daaah....bener kata Alvin, tidak ada yg namanya persahabatan tulus antara pria dan wanita, pasti ada udang dibalik bakwan😂...Rian, enak gak tuh tamparan Sisil? WIS lah....Sisil jadi menjauh, kecewa sama kamu. Gara² Rian jadi kompor
tehNci
Syukuriiiin...
Rahma Inayah
enak gk Rian dpt cap 5 jari biasa nya orng cap 3 jari tp km 5 jari .percuma aja Ryan km jungkir BLK. pun hati Sisil ttp pada om Alvin seorang .km kerja SMA dgn Anye juga GK bakalan dpt kan sosial sesuatu yg di paksa GK bakal buat hidup mu bahagia apalgi cnt mu bertepuk sebelah tangan
Humaira
wooii rian, kamu yang ikut campur urusan sisil 😤😤
Humaira
ehem... 🤭🤭
Humaira
nah gitu dong om, jujur 🥰🥰
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mantap 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
aah kamu mah ryan malah bikin suasana makin runyam
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dih 🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
nah bagus sisil ngeliat ryan sama anye
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
gaul sama sisil membuat alvin jadi kayak anak kecil lagi ya🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu harus banyak belajar Sil ☺️
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
cieee mas 🤭
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
klo sama sisil mah harus langsung ngomong,klo gk gitu dia gk ngerti
Yani
tonjok mbke.... jgn nanggung klo mau ngegampar cowok plinplan modelan kompor gosong ky gituuu..... 😄😄😄😄😄 santet klo perlu biar memble tu bibir 😄😄😄😄😄
LANY SUSANA: setuju.. gampar sj tuh rian yg mokondo
plin plan bilang bantu km tp mlh berubah bantu Anye
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
makanya peka dikit ngapa , pandai pandai menjaga perasaan om km itu
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
nah kan makin lah merajuk,yg ngomong nya mah cuek bae gak merasa bersalah 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!