Usianya baru menginjak 20 tahun, dia masih kuliah semester empat. Kania Gabriela, gadis yang ceria dan manja itu bersahabat dengan Bella Anastasya yang memiliki seorang paman bernama Axel Niel Pradita Winata.
Laki-laki blesteran Jerman Jawa itu adalah seorang duda beranak satu. Kania mengenal Axel dari sahabatnya Bella yang juga blesteran Jerman Jawa dari mamanya.
Karena iseng sering mengobrol dengan Axel om dari sahabatnya, Kania justru mengajak laki-laki itu menikah.
"Om, nikah yuk?"
"Eh, bocah. Kuliah yang benar, jangan mikir nikah."
Begitulah ketengilan Kania pada
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
04. Cerita Bella
Kania menopangkan tangannya di dagunya, pandangannya seakan kosong. Sepanjang materi kuliah hari ini dia sering sekali melamun, Bella sahabatnya itu sesekali menoleh padanya. Dia tahu betul apa yang di pikirkan Kania itu.
"Ck, baru juga dua kali ketemu om Axel, kenapa dia jadi banyak melamun sih?" gumam Bella.
Materi terakhir hampir habis, dosen memberikan tugas kembali untuk di kumpulkan Minggu depan.
"Yaah, tugas lagi. Ngga bosen apa kasih tugas terus," ucap Bella merapikan buku materinya.
"Ada tugas? Tugas apa?" tanya Kania.
"Lo ngga dengar tadi? Ya tugas makalah lah, apa lagi?"
"Tenang, sahabat Lo ini kan pintar. Serahkan pada gue," ucap kania dengan sombongnya.
"Lo tahu tugas bikin makalah, materinya apa?" tanya Bella.
Kania diam tampak berpikir, Bella mencibir sahabatnya. Kembali memasukkan alat tulisnya dalam tas.
"Makanya jangan melamun terus, om Axel juga ngga mikirin Lo. Apa pentingnya Lo buat om gue."
"Pentingkah, gue itu calon Tante Lo."
"Hadeeh, males banget gue bahas om Axel sama Lo. Udah yuk ke kantin, laper nih gue," ucap Bella.
"Tapi Lo nanti cerita tentang om Axel ya," ucap Kania.
"Ogah, males banget."
"Cih, gue calon Tante Lo."
"Ngga Sudi gue."
"Awas aja Lo nanti kalau kenyataan gue jadi Tante Lo. Ngga bakal gue ajak Lo jalan-jalan keluar negeri."
"Cih, Lo kalau ngga mau ikut gue ke kantin. Ya udah gue ke kantin sendiri aja."
Tanpa menunggu Kania lagi, Bella berbalik dan pergi meninggalkan sahabatnya. Kania pun tak mau di tinggal sendiri di kelas, dia mengejar Bella dan pergi ke kantin bersama.
_
Kania duduk dengan santai di depan Bella, dia sabar menunggu sahabatnya bercerita tentang Axel. Meski dia hanya sekedar suka saja, namun perlu tahu kehidupan omnya Bella.
Bella yang tahu Kania menunggunya untuk bercerita tentang omnya, mangkuk bakso sudah hampir berkurang isinya. Tapi dia masih diam belum bercerita dan akhirnya Kania tidak sabar juga dengan santainya Bella makan bakso.
"Bel, ayo dong cerita tentang om Axel," pinta Kania.
"Cerita apaan sih, gue males cerita tentang om gue. Lagian ya, dulu aja Lo ngga pernah tertarik cerita om Axel. Kenapa jadi maksa gue cerita?" tanya Bella.
"Ya, kan dulu gue ngga tahu kalau om Axel ganteng banget. Kalau tahu dari dulu sih, gue sejak dulu ngejar om Axel sebelum dia menikah," jawab Kania.
"Om Axel itu nikahnya udah lama, sebelum gue kenal Lo di SMA. Dia udah nikah," kata Bella lagi.
"Tapi waktu itu gue sering main ke rumah Lo, ngga ada om Axel."
"Ya karena dia tinggal di Jerman, ngapain gue cerita dia sih."
"Lo pelit Bel, gue kan cuma penasaran aja sama om Axel Lo."
Bella menatap datar pada sahabatnya, melanjutkan lagi makan bakso yang beberapa menit lalu di diamkan. Lama keduanya diam tanpa bicara, Kania sedikit kesal tapi dia juga tidak perlu memaksa Bella untuk bercerita tentang omnya itu.
Bella melirik sedikit pada Kania, lalu menghabiskan sisa kuah bakso hingga dia bersendawa.
"Om Axel itu orangnya dingin, dia ngga suka cewek yang manja dan cari perhatian terus," Bella akhirnya bercerita.
Kania membetulkan duduknya sambil menopang dagu menatap Bella dengan semangat.
"Dia itu udah lama pacaran sama istrinya di Jerman, dan menikah enam tahun lalu. Gue punya sepupu kecil dari om Axel," Bella menatap Kania mencari tahu apakah sahabatnya itu benar-benar ingin tahu tentang Axel.
Wajah Kania sedikit berubah setelah mendengar cerita Bella itu, dia sepertinya ragu untuk menyukai Axel.
"Seharusnya Lo tuh tahu, gue udah cerita kalau om Axel itu udah nikah dan punya anak. Jadi, sebaiknya mundur deh," kata Bella.
"Mundur kenapa? Gue kan cuma mau tahu cerita tentang om Axel, gue juga tahu om Axel udah nikah. Lha, Lo kan udah cerita," ucap Bella.
"Bagus deh Lo udah tahu kalau om Axel itu udah nikah dan juga mundur."
"Ck, gue bukannya mau mundur. Lagian ya, gue cuma kagum sama om Axel," kilah Kania membuat Bella mencibirnya.
"Kagum aja, jangan suka berlebihan. Ingat, om Axel udah punya bini dan buntut. Udah yuk masuk, udah satu jam lewat. Pak Roni masuk nih." kata Bella.
Dia membayar bakso yang di pesannya lalu menarik tangan Kania, gadis itu sejak tadi diam saja setelah mendengar cerita Bella tentang omnya.
"Gue kagum juga kenapa harus suka banget sama om Axel. Lagian ya, belum tentu juga rumah tangga mereka akan langgeng selamanya." ucap Kania.
"Lo doain om gue cerai?"
"Ya nggalah, ngapain."
"Ck, jadi cewek jangan jahat ya. Gue ngga mau sahabatan sama Lo lagi."
"Jangan dong, nanti gue ngga bisa ketemu om Axel lagi. Heheh."
"Cih, dasar cewek ganjen."
"Heheh."
_
_
******