NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang CEO

Terus terang Sera penasaran, bagaimana mungkin sang Oma mau melakukan kerjasama dengan seorang CEO yang mengajak rapat di hari minggu pagi, bukankah ini terlalu tidak normal?

"Jadi_, yang membuat aku harus kerja di pagi buta dan di hari minggu ini adalah CEO Rudolf Company?" tanya Sera sambil membalik lembar demi lembar berkas di tangannya.

"Benar sekali, dan sebentar lagi mereka akan segera datang ke sini Nona, saya harap anda sudah siap" jawab Mega dengan Doa terbaik untuk atasannya yang_, sepertinya masih di ragukan.

"Ya Tuhan, di hari minggu ini, Oma sudah berhasil membuat janji temu dengan orang yang tak tau waktu, dan mungkin tidak ada kalender hari minggu dalam hidupnya, dia Setan!" teriak Sera semakin frustasi.

Mega nyaris terjerembab saking kagetnya, beruntung dia bisa segera menyeimbangkan tubuhnya, segera bersikap profesional kembali dengan wajah tenangnya, walau sangat merasakan panik dalam hatinya.

"Maaf Nona Sera, sayangnya partner kita kali ini adalah manusia, bukan jenis lainnya, dan dia adalah CEO Rudolf Company"

Sera terdiam, saat di laptopnya terlihat profil CEO perusahaan yang akan bekerjasama dengannya, "GRAVEN RUDOLF" ucap Sera lirih, terlihat intonasinya berubah, persis seperti perkataan di film horor.

"Hem, benar Nona, Graven Rudolf, CEO Rudolf Company yang sebentar lagi akan hadir disini, dan sebagai CEO Resmi anda harus sanggup bekerjasama"

APA?!, batin Sera menjerit, belum apa-apa kenapa rasanya seperti sudah di intimidasi, padahal ketemu orangnya saja belum, hingga akhirnya Sera mengangguk, duduk dengan menarik nafas dalam.

*

*

Ada yang melaju kencang di jalanan, Mobil sport sedang berjalan di tengah hujan, Cat hitam metalik Lamborghini membuat kesan super mewah, Bukan hanya itu, tapi ini seperti mobil perang Versi pebisnis berdarah dingin, bahkan lebih cocok untuk seorang Mafia.

Didalamnya, ada seorang laki-laki duduk santai dengan wajah tenang tak peduli apa yang terjadi di luar sana banyak yang mengumpat dirinya karena terlalu cepat dan berbahaya.

Graven Rudolf, dengan wajah dingin, rahang tegas, garis hidung yang sempurna, dan tatapan matanya yang seperti siap menguliti siapapun yang membuat masalah dengannya.

Pakaian yang rapi, nampak berkelas sekali, membalut tubuhnya yang menjulang tinggi dan tegap sempurna, di tangan kirinya ada sebuah benda melingkar yang harganya sangat fantastis tentunya, Jam Rolex hitam yang mengkilap menunjukkan kelasnya.

Siapa yang tak kenal Graven Rudolf, CEO Rudolf Company, kolektor mobil mewah, Kolektor aset global, bahkan seorang kolektor kekuasaan, banyak perusahaan yang sudah menjadi korbannya, jika tak bisa bertahan, maka sudah di pastikan dia akan menguasainya.

Mobil mewah itu berhenti elegan di depan Megatan Company, seorang laki-laki muda berpakaian rapi keluar dari sana setelah salah satu pengawal membuka pintu mobilnya.

Wajah yang tak biasa, rambut coklat gelap dan mata yang berwarna coklat terang, sungguh campuran yang sempurna saat di balut dengan alis tebal dan bulu mata yang bisa di sebut lentik namun sangat tajam berkharisma.

"CEO Megatan Company sudah menunggu anda di ruangannya Tuan" Lapor Harry sang Asisten Pribadi, suaranya tenang dan datar.

Graven memperhatikan apa yang di depannya, lalu memberikan anggukan singkat, kemudian kakinya melangkah memasuki pintu utama Megatan Company.

Sepatu hitam mengkilap menapak di lantai marmer Megatan Company, dengan langkah tegap, bahu lebar, dada bidang dan postur yang sempurna.

Tatapan tajamnya menyapu ke semua area, melakukan analisis otomatis, mengukur, menilai dan hanya butuh waktu tak lebih dari lima detik saja bisa membaca situasinya seperti apa, persis seperti saat dia melakukan pelaporan keuangan perusahaan, singkat, cepat dan akurat.

Keduanya menuju sebuah lift khusus, Harry menekan tombol dan pintu terbuka, Graven melangkah masuk lebih dulu, wajahnya tenang dan jelas sekali sudah sangat siap untuk meeting, negoisasi dan bahkan menguasai Megatan Company jika pemiliknya tak kompeten sama sekali.

Sementara itu di dalam ruangan termewah, Sera baru saja tersenyum dengan mata berbinar saat coklat panas kesukaannya kini sudah siap di depan matanya, uap nya begitu menggoda, menarik hasratnya untuk segera menikmati.

Sesuatu yang normal terjadi di pagi hari seorang Sera Eagle Nugraha. Jari jemarinya sudah melingkar manja, bersiap mengangkat cangkir, bibirnya siap menyambut lembut rasa nikmat coklat panasnya, dan di saat yang sama_

Terdengar langkah kaki mendekati, "Maaf Nona" Mega menghentikan Sera dan melanjutkan, "CEO Rudolf Company sudah tiba, ada di depan pintu"

Coklat panas itu terhenti di udara, menggantung setengah perjalanan yang hampir saja tiba di bibirnya, "Sialan!" gumamnya lirih sambil memejamkan mata, seolah menahan sesuatu yang tak bisa di ledakkan.

Sera meletakkan kembali cangkir coklat panasnya, mata indahnya melirik ke arah jam raksasa yang ada di pojokan ruangan, menarik nafas dalam seolah menghindari kepanikan.

"Jam sembilan kurang lima menit" gumamnya.

"Nona, kita buka pintunya?" tanya Mega menyadarkan Sera.

"Bahkan ini masih kurang lima menit, orang yang bekerja dihari minggu itu sudah mengerikan, tapi orang yang datang lima menit lebih awal, seperti Setan!"

Sera menarik nafas dalam, lalu berdiri dengan membawa berkas di tangannya, kembali membuka lembaran berikutnya dan nampak wajah panik di sana.

"Mega_"

"Iya Nona Sera"

"Tidak ada jalan keluar untuk kabur dari semua ini bukan?"

"Maksudnya?"

Sera semakin frustasi saat membaca tentang Rudolf Company.

"Ya Tuhan, aku tidak mengerti sama sekali tentang Rudolf Company selain _, Perusahaan itu gede banget kan?"

Mega mengangguk pelan, lalu melanjutkan,"Multinasional Company, Investasi raksasa, properti yang menggunung, penguasaan teknologi informasi, dan di semua sektor besar mereka punya saham"

Sera menelan ludah pelan, dari semua yang dijelaskan Mega, tidak ada yang membuatnya tenang.

"Dan yang paling harus anda ketahui adalah _" Mega menggantung ucapannya.

"Apa?"

"Graven Rudolf, CEO yang kejam dan sempurna"

Seketika wajah Sera semakin menegang, selanjutnya memperhatikan dirinya, baju tidur kembang-kembang dan sandal bulu merah marun nya, "Ini_, cari mati!" batinnya.

"Nona, ini terlalu lama, dan kita harus membuka pintunya" Mega segera mengingatkan kembali.

Nasi sudah menjadi bubur, dikasih irisan bawang goreng, suwiran ayam dan bumbu sekalian biar lengkap, jadi intinya, Sera harus siap.

"Mega" Ucap Sera pelan, "Buka pintunya"

Perintah segera dilaksanakan, pintu terbuka perlahan, seolah mengikuti ritme nafas Sera yang semakin sesak rasanya.

Bercampur dengan rasa penasarannya, Sera memiringkan wajah, menyipit dan mengintip ke balik pintu dengan rasa penasaran.

Dan di sana, kini seorang pria berdiri tegap, dengan setelan hitam super rapi.

Mata itu_, Tajam, dingin, dan sorotnya membuat Sera ngeri seketika.

Ekspresinya datar, Aura gelap seperti siap membunuh lawannya, suasana begitu mencekam bagi Sera.

Tapi Sial!, Dia Terlalu_ TAMPAN.

Yang makin penasaran, yuk di tunggu BINTANG LIMA nya.

Bersambung di jam 12 siang.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!