NovelToon NovelToon
PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Sistem / Tamat
Popularitas:237.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Enam tahun lalu, Alisha Husnah melangkah keluar dari kediaman mewah keluarga Raffasyah dengan hati hancur. Sebuah skandal menjijikkan yang dirancang rapi memaksanya percaya bahwa suaminya, Fardan, telah berkhianat. Alisha pergi, membawa rahasia besar tentang janin yang dikandungnya.

Kini, takdir membawa mereka bertemu dalam sebuah proyek besar. Fardan, sang CEO dingin yang menyimpan dendam atas kepergian istrinya, memberikan ultimatum kejam: kembali padanya atau kehilangan hak asuh atas putra mereka, Ghifari.

Namun, baik Fardan maupun keluarga besar Raffasyah tidak menyadari satu hal. Ghifari bukan sekadar bocah biasa. Dibalik wajah imutnya, tersimpan kecerdasan genius yang ia warisi dari ayahnya. Sementara orang tuanya terjebak dalam perang dingin dan sisa-sisa cinta yang luka, Ghifari mulai bergerak dibalik layar.

Dia bukan hanya ingin menyatukan Ayah dan Ibunya saja. Tapi misinya ingin membongkar topeng busuk para penghuni "istana" yang memisahkan keluarganya. Si kecil siap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTANYAAN YANG MENGHENTAKKAN.

Layar proyektor menampilkan desain arsitektur modern yang memukau, namun fokus Fardan Raffasyah sudah lama hilang. Suara lembut Alisha yang menjelaskan setiap detail ruang terdengar seperti melodi dari masa lalu yang menghantuinya. Fardan menatap sosok di depannya. Hijab itu tidak menyembunyikan kecantikannya, justru memberikan kesan berkelas dan bercahaya yang tidak bisa ia definisikan dengan kata-kata.

Ada getaran aneh di dada Fardan, sebuah rasa kagum yang hampir membuatnya lupa akan kebenciannya. Namun, sedetik kemudian, bayangan rekaman CCTV enam tahun lalu melintas. Wajah Alisha yang tampak dingin saat menandatangani surat cerai dan kata-kata penghinaannya yang ia dengar di video editan itu membuat rahang Fardan mengeras kembali.

"Cukup, Nyonya Alisha. Saya rasa penjelasan Anda sudah cukup jelas," potong Fardan dengan nada dingin, memutus presentasi Alisha di tengah jalan.

Mata Fardan beralih ke sofa. Di sana, Ghifari masih menatapnya dengan tatapan yang sama persis dengan miliknya: dingin, penuh selidik, dan tidak gentar. Kemiripan itu bukan lagi sekadar kebetulan; itu adalah sebuah tantangan visual yang mengusik jiwanya.

Setelah pertemuan yang penuh ketegangan itu berakhir, Fardan melangkah lebar menuju ruang kerjanya di lantai atas gedung Raffasyah Group. Ia mengabaikan semua sapaan karyawannya. Begitu pintu tertutup, ia langsung menoleh pada Dewa yang setia mengekor di belakangnya.

"Dewa, selidiki setiap detik kehidupan Alisha selama enam tahun ini. Aku tahu dia di London. Cari tahu siapa pria yang bersamanya di sana," perintah Fardan, suaranya parau namun penuh penekanan.

Dewa membungkuk hormat. "Baik, Tuan. Saya akan segera mencari informasinya."

Tiga puluh menit berlalu seperti selamanya bagi Fardan. Ia mencoba memeriksa beberapa berkas, namun pikirannya terus kembali pada bocah kecil bernama Ghifari itu. Pintu ruangan terbuka, Dewa kembali dengan sebuah map hitam di tangannya.

"Lapor, Tuan. Hasil penyelidikan awal sudah keluar," ujar Dewa.

"Bicaralah. Jangan membuatku menunggu," sahut Fardan tajam.

Dewa berdehem, membuka map tersebut. "Nyonya Alisha tinggal di London sebagai ibu tunggal. Dia tidak memiliki hubungan asmara dengan lelaki mana pun selama di sana. Dari informasi yang saya dapat, beliau sempat mengalami masa-masa sulit pasca kepindahannya. Namun, keberuntungan berpihak padanya saat bertemu dengan Henry, pemilik Henry Corp. Henry dan istrinya yang tidak memiliki keturunan akhirnya mengangkat Nyonya Alisha sebagai anak mereka."

Mendengar kata menderita, jantung Fardan terasa diremas. Rasa sakit yang tajam menghujam dadanya, membuatnya refleks memegang area jantungnya yang terasa nyeri. Bagaimana mungkin wanita yang ia cintai harus berjuang sendirian di negeri orang dalam keadaan hamil? Namun, rasa iba itu segera tertutup oleh kabut dendam.

"Menderita?" Fardan tertawa sinis, meski matanya menyiratkan luka. "Itu adalah karma yang harus ia tanggung karena telah berkhianat pada keluargaku. Dia memilih pergi, dia memilih melepaskan kemewahan di sini."

Fardan terdiam sejenak. Jika Alisha tidak memiliki pria lain di London, lalu siapa Ghifari? Usia bocah itu sekitar lima tahun, sangat pas dengan waktu kepergian Alisha.

"Dewa, jika dia tidak punya lelaki lain, artinya bocah sombong itu adalah anakku," gumam Fardan. Matanya berkilat penuh tekad baru. "Aku tidak butuh asumsi. Selidiki bocah itu. Ambil sampel rambutnya atau apa pun yang bisa digunakan untuk tes DNA. Lakukan dengan rapi, jangan sampai Alisha atau pengawal campuran itu menyadarinya."

"Baik, Tuan. Saya akan mengaturnya segera," jawab Dewa sebelum melangkah pergi.

Di saat yang sama, suasana di kantor cabang Henry Corp tidak kalah tegang. Alisha duduk di kursi kebesarannya, menatap kosong ke arah jendela besar yang menampilkan kemacetan Jakarta. Pikirannya kacau. Kehadiran Fardan yang tiba-tiba merusak semua pertahanan mental yang ia bangun selama enam tahun.

"Lucas, aku tidak tenang. Fardan menatap Ghifari dengan cara yang berbahaya," ujar Alisha pada asisten setianya yang sedang berdiri di dekat pintu.

Lucas mengerutkan kening. "Dia mencurigai sesuatu, Al. Wajah Ghifari adalah bukti hidup yang tidak bisa disembunyikan."

"Aku ingin kau membawa Ghifari kembali ke London besok pagi. Katakan pada Ayah Henry bahwa aku butuh Ghifari berada di lingkungan yang aman. Aku akan menyelesaikan proyek ini sendirian," ucap Alisha dengan nada mendesak.

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka sedikit. Ghifari masuk dengan langkah tenang, tablet masih berada di pelukannya. Ia berdiri tepat di depan meja Alisha, menatap ibunya dengan mata jernih namun dalam.

"Bunda ingin mengirimku pulang karena takut pada pria itu?" tanya Ghifari tanpa basa-basi.

Alisha tersentak. "Bukan takut, Sayang. Bunda hanya ingin kau sekolah dengan tenang di sana."

Ghifari menggeleng pelan. Ia meletakkan tabletnya di atas meja, menampilkan layar yang berisi profil lengkap Fardan Raffasyah beserta silsilah keluarga besarnya. "Dia pria yang ada di foto lama yang Bunda simpan di laci bawah, kan? Dia pria yang tadi. Dia Ayahku, kan Bunda?"

Pertanyaan itu meluncur seperti anak panah yang tepat sasaran. Alisha membeku. Ia tidak pernah menyangka Ghifari akan bertanya sejelas itu di usia lima tahun. Ia menatap Lucas, meminta bantuan melalui tatapan mata, namun Lucas hanya bisa terdiam.

"Ghifari, dengarkan Bunda," ujar Alisha dengan suara bergetar, mencoba meraih tangan kecil putranya.

"Bunda tidak perlu berbohong. Aku sudah membandingkan biometrik wajahku dengan fotonya di database publik Raffasyah Group. Tingkat kemiripan kami 98 persen," potong Ghifari datar. "Tapi Bunda jangan khawatir. Aku tidak butuh Ayah yang membuat Bundaku menangis di hari pertama kita kembali."

Alisha merasa dadanya sesak. Ia menarik Ghifari ke dalam pelukannya, mendekap erat tubuh kecil yang ternyata jauh lebih dewasa daripada usianya. "Bunda hanya ingin melindungimu, Nak. Keluarga mereka... mereka sangat jahat."

"Aku tahu. Aku sudah meretas server pribadi nenek tua yang tinggal bersamanya," sahut Ghifari di balik pelukan Alisha. "Aku melihat beberapa file video yang dihapus dari tahun 2020. Mereka sedang membicarakan skenario hotel. Aku sedang mencoba memulihkan audio aslinya yang sengaja dihilangkan."

Alisha melepaskan pelukannya, menatap Ghifari dengan tidak percaya. "Kau melakukan apa?"

"Aku sedang mencari kebenaran, Bunda. Jika pria itu adalah Ayahku, aku ingin tahu kenapa dia membiarkan Bunda pergi sendirian," ujar Ghifari. Matanya kini berkilat penuh tekad. "Dan jika dia memang bersalah, aku sendiri yang akan memastikan perusahaannya bangkrut minggu depan."

Lucas hanya bisa melongo mendengar ucapan bocah lima tahun itu. "Al, anakmu bukan lagi seorang genius. Dia adalah monster kecil yang sangat protektif."

Alisha tidak tahu harus merasa bangga atau takut. Di satu sisi, kebenaran mulai terungkap melalui tangan anaknya sendiri. Di sisi lain, ia tahu Fardan tidak akan tinggal diam. Pria itu sudah mulai mengendus keberadaan Ghifari, dan tes DNA yang direncanakan Fardan akan menjadi awal dari badai yang lebih besar.

"Kita tidak boleh kalah cepat dari mereka, Lucas. Jaga Ghifari lebih ketat lagi. Jangan biarkan siapa pun mendekatinya, terutama orang-orang Fardan," perintah Alisha tegas.

Sementara di markas Raffasyah Group, Dewa mulai menjalankan misinya. Ia mendapatkan informasi bahwa Ghifari akan mengunjungi taman bermain di area mall besok pagi bersama Sarah. Itu adalah kesempatan emas untuk mendapatkan sampel DNA yang diminta Fardan.

Pertarungan antara kecanggihan teknologi seorang bocah genius dan ambisi seorang ayah yang penuh luka telah dimulai. Siapa yang akan mengungkap kebenaran lebih dulu?

1
Ika Yanti Unyil
akhirnya keluarga yang tercerai berai bisa bersatu dengan kepiwaian si genius cilik ghifari...
banyak hal yg bisa diambil dr cerita ini thor.terimakasih atas bacaannya yg bagus
terus semangat berkarya thor 🥰🥰🥰🥰
Sri Wulandari
Alhamdulillah akhirnya Ghifari berhasil menjadi comblang utk k 2 kalinya dia sllu mencarikan jodoh wanita yg Sholehah 😍
Enny Suhartini
terimakasih
Enny Suhartini
Alhamdulillah semoga bahagia selalu 🙏
Aghitsna Agis
yaah tamat tapi alhamdullilah thor telah menyelesa8kan fengan baik semoga dikasih expart untuk cerita fari de
wasa sampai punya istri 6g baik sukses selalu thor semangat
Eliermswati
trma ksh y thor, dah bkin q senang bc novel in klo bs lnjut gifari sm ade2 nya besar😂😂y thor bangus bngt cerita nya q ska smngt thor up nya
Rita Susanti
Semangat terus thor ditunggu cerita yg bagus
Rita Susanti
Terima kasih thor sdh punya cerita yg bagus dan keren 🙏🙏
Aghitsna Agis
alhamdullilah akadmya brrjalan lancar sekamat srmiga samawa cpt punya momongan
Eliermswati
slmt dewa smga km secepatnya khitbah ustadzah khanza y biar hidup mu mkn berwarna😂😂😍😍smngt thor up nya
Sri Wulandari
wah ghifari lg kompakan ya sm kakek usman mau nyomblangi om dewa sm ponakan istrinya....
sukses ya fari 💪💪💪😄😄
Jaya Fandi
keluarga rafansyah siap" lamaran lagi ini,
Jaya Fandi
fari hebast
Aghitsna Agis
semiga awal yg baik buat dewa dan khanza
Aghitsna Agis
weiis fari kucu ada kide2an segala sm.kake usman dan kake usman ngerti kagi kode dari fari hebat semoga awal yg baik buat fari
Eliermswati
smga dewa mau y sm khanza biar nnti saudara an sm fajar dan Fahmi😂😂😍😍smngt thor up nya
Aghitsna Agis
wah fari hebat misi rahhasianya berhasil semoga aja berjodoh langsung up lg thor mks
Esty
jadi ikut terharu... mataku tak kuat terbendung akhirnya meleleh😭 lanjut dan semangat💪
Aghitsna Agis
semangat dewa banyak berdoa aja apa apalagi kalsu sudah punya isyti doa mustajabnya akan bertambah dayi srirang istri
Aghitsna Agis
nga usah khawatir dewa buktinya fshmi bisa berubah masalah bahaya jgnlan dewa fardan juga sma yg namanya pegang petusahaan ternama pasti aja ada hal hsl yg seperyi itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!