NovelToon NovelToon
PEDANG ABADI:NAM LING

PEDANG ABADI:NAM LING

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:593
Nilai: 5
Nama Author: Keiro_ganteng

Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.

Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.

Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 – RAHASIA DI BALIK KEMARIN MALAM

Matahari sudah cukup tinggi menyinari Desa Hua ketika Yue Xin mengantarkan Nam Ling keluar dari rumah kepala desa. Setelah sarapan pagi yang penuh pembahasan serius, mereka sepakat untuk mengunjungi rumah Yue Xin terlebih dahulu sebelum melanjutkan penyelidikan tentang makhluk yang menyerangnya. Udara siang yang hangat membawa suara kecil dari anak-anak desa yang mulai bermain di halaman tengah desa, namun Nam Ling tetap waspada terhadap setiap gerakan di sekelilingnya.

“Kita akan berjalan kaki saja ke rumahku, Pak Nam Ling,” ucap Yue Xin dengan senyum yang lebih tenang dari sebelumnya. “Rumahku tidak jauh dari sini, hanya dua blok ke arah timur desa. Ayahku dan ibuku pasti sudah menunggu kabar tentang apa yang terjadi.”

Nam Ling mengangguk perlahan, matanya yang mulai mereda warna menyapu sekeliling desa sambil mengamati wajah-wajah penduduk yang mulai mengenalnya. Beberapa yang melihatnya mengangguk atau memberikan senyum rasa terima kasih, sementara yang lain masih memandangnya dengan rasa kagum dan sedikit takjub. Ia hanya mengangguk kembali sebagai balasan, tidak mau menarik perhatian lebih banyak dari yang perlu.

“Sampai di sini saja, Yue Xin,” suara seorang wanita muda terdengar dari arah sebuah rumah dengan pagar kayu kecil berwarna coklat. Wanita itu berusia sekitar tiga puluhan tahun, mengenakan baju panjang berwarna hijau tua dengan ikat pinggang putih. “Aku sudah tahu kamu selamat, nak. Mari masuk dulu, kita bicara dengan ayahmu yang masih khawatir.”

“Bu!” teriak Yue Xin dengan senyum hangat, lalu menoleh pada Nam Ling. “Ini ibuku, Pak. Ibu Li Mei.”

“Terima kasih telah menyelamatkan putri kami, Pak Nam Ling,” ucap Li Mei dengan suara lembut namun tegas, menyodorkan tangan untuk bersalaman. “Aku sudah dengar segala sesuatu dari Yue Xin dan Pak Zhang. Kamu datang bukan hanya untuk menyelamatkan putri kami, kan?”

Nam Ling mengangguk dengan sopan saat bersalaman dengannya. “Betul, Bu Li Mei. Makhluk yang menyerang Yue Xin bukanlah iblis biasa. Energinya menyala dengan kekuatan yang berasal dari arah Gunung Tianwu. Saya perlu—”

“Kita masuk dalam saja, Pak Nam Ling,” kata Li Mei dengan senyum ramah. “Udara siang ini cukup panas, aku sudah sediakan teh jahe hangat dan kue kering yang dibuat sendiri. Selain itu, kamu pasti ingin tahu tentang apa yang terjadi dengan ayah Yue Xin kan? Karena dia—”

“Bu, ayah sudah pulang!” teriak Yue Xin sambil menunjuk ke arah jalan kecil yang menghubungkan rumah mereka dengan jalan desa utama. Seorang pria berusia sekitar empat puluhan tahun dengan tubuh bugar berjalan cepat mendekat, wajahnya penuh dengan kesusahan namun tetap tenang. Dia mengenakan baju kerja tanah dengan celana panjang yang sedikit kotor di bagian bawah.

“Xin!” panggil pria itu dengan suara lega saat melihat putrinya berdiri dengan baik. Dia berjalan lebih cepat, lalu berhenti ketika melihat Nam Ling yang berdiri di dekatnya. “Kamu adalah pemburu iblis yang datang untuk kita? Terima kasih banyak telah menyelamatkan putriku. Aku adalah Chen Feng, ayah Yue Xin.”

Nam Ling memberikan sapaan hormat dengan tangan terbuka. “Nam Ling saja, Pak Chen Feng. Tidak ada yang perlu diucapkan—menyelamatkan warga tidak bersalah adalah tugasku.”

“Kita harus berbicara tentang apa yang kamu temukan di hutan,” ucap Chen Feng dengan suara rendah, menatap arah Gunung Tianwu yang puncaknya masih tertutup awan tebal. “Saya menemukan jejak lain di dekat peternakan kita di belakang hutan—makhluk itu tidak sendirian. Saya khawatir ada yang mengendalikan mereka dari balik layar.”

Nam Ling mengangguk dengan ekspresi yang semakin serius. Ia tahu bahwa ini bukan masalah kecil lagi—jika ada kekuatan yang mengendalikan sejumlah makhluk jahat, maka desa ini akan selalu menjadi target. “Kita perlu mencari tahu siapa atau apa yang sebenarnya mengendalikan mereka,” ucapnya dengan tegas. “Saya akan memeriksa jalur energi yang ditinggalkan makhluk itu sampai ke sumbernya. Tapi sebelum itu—”

“Sebelum kamu pergi lagi, tolong izinkan aku menunjukkan sesuatu padamu, Pak Nam Ling,” ucap Yue Xin dengan suara pelan namun pasti. Dia menarik tangan Nam Ling perlahan ke arah sebuah ruangan kecil di belakang rumahnya, di mana dinding kayu ditempelkan dengan beberapa helai kain putih yang tergantung seperti tirai. “Aku bisa melihat jalur energi sejak aku kecil. Ibuku bilang kemampuan ini datang dari nenek moyang kita yang pernah jadi penyihir—”

Ketika tirai kain terbuka, Nam Ling melihat dinding ruangan itu dipenuhi dengan gambar-gambar kecil yang digambar dengan arang hitam dan cat tanaman. Setiap gambar menunjukkan bentuk energi yang berbeda—beberapa seperti tali cahaya emas, yang lain seperti ular gelap, dan ada juga yang menyerupai bentuk Gunung Tianwu dengan jalur cahaya merah menyilang dari puncaknya ke dasar desa.

“Ini apa, Yue Xin?” tanya Nam Ling dengan mata merah yang sedikit bersinar lagi, penuh rasa ingin tahu.

“Jalur energi yang mengalir di seluruh desa dan hutan sekitar,” jawab Yue Xin dengan suara yang lebih mantap. “Aku menggambarkannya setiap malam setelah melihatnya. Dan satu minggu yang lalu, aku melihat jalur baru yang muncul dari puncak Gunung Tianwu—jalur hitam pekat yang menyebar seperti akar pohon ke seluruh hutan, bahkan sampai ke dalam rumah-rumah desa ini.”

Nam Ling mendekat lebih dekat ke dinding gambar itu, tangannya menyentuh salah satu jalur hitam yang digambar di sana. Energi yang lembut namun kuat menyentuh ujung jarinya, memberikan rasa yang sama dengan ketika dia menghadapi makhluk itu di hutan. “Ini adalah kunci kita untuk menemukan sumber masalahnya,” gumamnya pelan.

Ia menatap ke arah Gunung Tianwu yang kini mulai tampak lebih jelas karena awan mulai menyebar. Jika jalur energi ini benar-benar berasal dari puncak gunung, maka dia harus segera menyelidiki apa yang ada di sana sebelum lebih banyak korban muncul. Desa Hua mungkin terlihat damai sekarang, tapi dia tahu bahwa kedamaian itu hanya sementara jika sumber bahaya tidak dihilangkan tuntas.

“Mari kita kembali ke ruang tamu,” ucap Nam Ling dengan suara yang tenang namun penuh tekad. “Kita perlu merencanakan langkah selanjutnya agar desa ini benar-benar aman, bukan hanya damai sebentar saja.”

1
Kaisar Abadi
bagus bagus
Kaisar Abadi
mampir bree😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!