NovelToon NovelToon
Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Angst / Tamat
Popularitas:42.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sujie

Bagaimana jadinya jika hidup sudah tak memberimu pilihan?

Semua yang terjadi di dalam hidupmu seolah menyudutkan mu dan memberikan tekanan padamu sehingga membuatmu terpaksa harus menyetujui sebuah perjanjian untuk mengikat hubungan dengan seseorang yang sangat kamu benci dalam sebuah pernikahan.

Pernikahan kontrak, dengan alasan yang saling menguntungkan.

Morgan Wiratmadja.
Sang lelaki yang menciptakan permainannya. Namun siapa sangka, permainan pernikahan kontrak yang ia ciptakan justru menyeretnya ke dalam sebuah perasaan yang ia hindari selama ini.






Selamat membaca 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sujie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan Makan Malam

"Tuan Muda." Rey masuk ke kamar Morgan.

"Bagaimana Rey?" Morgan dengan wajah datar menatap mata sekertarisnya.

"Tadi ada kabar dari Robin, Tuan ...." dengan panjang lebar Rey menceritakan laporan dari Robin dengan detail.

"Tahan gadis itu! Suruh dia menemuiku nanti malam!" Morgan mengambil ponselnya.

"Baik Tuan." Rey lalu menghubungi Robin agar menahan Eylina.

Berani - beraninya dia!! siapa gadis itu? Morgan.

****

Sementara di ruang seleksi, di gedung utama Globalindo Group Eylina sedang meremas gaun yang dipakainya.

Tuhan, apa riwayatku akan tamat hari ini? Tatapan orang itu serasa mencekik leherku. Membuatku susah bernafas. Sista ... tolong hiks. Eylina

"Nona Eylina! Ini adalah alamat Restoran X. Tuan Morgan mengundang anda untuk makan malam disana nanti malam. Bersikaplah dengan baik Nona!" Robin menyerahkan selembar kertas.

Dengan tangan bergetar Eylina menerima kertas tersebut.

Apa? Dia mengundangku makan malam? Nanti malam? Apa yang harus kulakukan? Seribu pertanyaan mengusik batin Eylina.

"Ma ... makan malam? Maksudnya?" Eylina mengernyit.

"Datanglah nanti malam dan jangan banyak bertanya Nona." Robin berbicara dengan sorot mata tajam.

Ikuti saja perintah Tuan Morgan, Nona. Batin Robin.

****

Eylin kenapa lama sekali, semoga lo lolos. Jantung gue deg - degan.

Sista yang sejak tadi menunggu di loby itu menggosokkan - gosokkan kedua tangannya. Udara terasa sangat dingin di dalam ruangan itu.

Tak ... tak ... tak ....

Suara derap langkah kaki dengan sepatu hak tinggi itu memecah keheningan.

Sista menoleh ke arah suara tersebut.

"Eylin? Apa yang terjadi? Bagaimana hasilnya? Lo nggak bikin kesalahan kan?" Dengan wajah panik Sista berusaha mencari tahu.

Bukan lagi kesalahan Sis, gue udah melakukan hal yang mungkin membuat tuan muda itu murka. Hiks ... mungkin ini adalah akhir dari riwayatku. Lalu ibu dan Dara bagaimana? Jika nanti aku akan di adili oleh tuan muda. Eylina hanyut dalam pikirannya.

"Eylin ... Lin? Gimana? Lo pucat banget?" Sista menuntun agar sahabatnya itu duduk di sofa.

"Gue kayaknya dalam bahaya Sis, tadi seseorang yang menginterview gue kayak marah gitu. Emang seberapa berkuasanya sih orang yang sedang mencari jodoh itu? Gue merinding nih". Eylina menatap dengan takut pada sahabatnya.

"Emang apa yang lo katakan sama mereka?" Wajah Sista yang sudah panik kini semakin bertambah khawatir karena keterangan dari sahabatnya.

"Gue nggak sengaja Sis, tadi itu gue ...." Eylina menceritakan dengan detail apa yang terjadi di dalam ruangan yang mencekam bagi para peserta seleksi.

Tapi ekspresi yang ditunjukkan oleh Sista justru membuat Eylina bingung.

"Aaaaa ... itu berarti ada sesuatu yang membuat para staf dan tuan muda terkesan sama lo Lin". Gadis dengan rambut agak kriting itu memukul bahu sahabatnya dengan keras hingga membuatnya mengaduh.

"Maksud lo?" Eylina masih memasang wajah bingung melihat tingkah sahabatnya yang sudah seperti seorang yang sedang menang lotre.

"Ya ampuunnn ... Eylin lo nggak peka banget sih. Makanya belajar pacaran." Sista ingin tertawa tapi takut karena beberapa penjaga yang ada di sudut ruangan sudah melirik ke arah mereka sejak tadi.

"Eh kita pulang aja yuk, nanti kita bahas di jalan aja." Merinding melihat lirikan para penjaga gedung, Sista menggamit lengan Eylina dan membantunya berdiri.

Kedua gadis itu berjalan tergesa - gesa.

****

Karena uang di dompet Sista yang sudah menipis, mereka pun pulang dengan naik angkot. Sepatu hak tinggi yang tadi menghiasi kaki Eylina pun kini sudah diganti dengan sepatu flat miliknya.

Orang - orang yang berada di dalam angkot menatap heran ke arah Eylina.

Pakaian dan dandanan bak putri raja tapi naik angkot? Mungkin begitulah yang ada di pikiran mereka.

"Hahaha ... lo masih tegang aja Lin?" Sista menepuk bahu sahabat karibnya.

"Lo kenapa sih, dari tadi ketawa terus perasaan? Nyebelin tau nggak?" Wajah yang tadinya tegang pun kini berubah menjadi kesal karena melihat ulah sahabatnya.

"Hahaha ... habisnya lo sih nggak peka banget jadi orang. Gini ya Lin, tuan muda itu udah terkesan sama lo. Percaya deh sama gue!" Sista mengatakan dengan penuh keyakinan.

"Ngaco lo, mimpi jangan ketinggian Sis. Kalau jatuh, sakit lho. Heran gue, kurang - kurangin mengkhayalnya! Gue aja nggak berani walaupun cuma bermimpi. Apalagi mengharapkan dia. Cacing aja juga bakal ngetawain gue kalau gue berani bermimpi sejauh itu."

Eylina memang selalu seperti itu. Dia merasa tidak percaya diri, walaupun sebenarnya dia punya modal untuk membuat hati para lelaki takluk padanya.

Tubuhnya yang tinggi, pinggangnya yang ramping, dadanya yang membusung serta wajahnya yang manis dengan rambut hitam legam sebahu. Dan juga kulitnya yang putih sudah cukup untuk menjadi modal menaklukan banyak pria di negri ini.

Tapi ia tidak se-percaya diri itu untuk memamerkan segala keindahan yang ada dalam dirinya. Mungkin jika dirinya berani dan sedikit lebih agresif, Eylina bahkan bisa dengan mudah masuk ke sebuah agensi dan menjadi model.

Sayangnya itu bukan sifat dari Eylina, ia memilih menyembunyikan kecantikan dan kemolekan tubuhnya dengan pakaian - pakaian yang kurang modis. Ya, hal itu karena dia juga tidak punya modal untuk berpakaian modis tentunya. Uangnya habis untuk kebutuhan sehari - hari dan kebutuhan hidupnya yang lain.

Penampilannya benar - benar apa adanya. Celana kolor dan kaos oblong sudah menjadi pakaian sehari - harinya.

Dia bahkan baru satu kali memakai dress, itupun karena dipinjami oleh sahabatnya.

****

Angkot yang membawa Sista dan Eylina berhenti tepat di gang kecil yang merupakan akses satu - satunya menuju rumah Sista.

Mereka berdua lalu turun dan berjalan menyusuri gang sempit tersebut. Keduanya berhenti di sebuah rumah dengan cat warna biru.

"Sis, lo nanti malam bisa temenin gue kan? Please. Gue nggak punya nyali buat ketemu sama orang itu." Dengan wajah memelas dan menyatukan kedua tangannya di depan dada, Eylina memohon pada sahabatnya.

"Nggak bisa dong Lin, gue kan harus kerja ntar," jawab Sista seraya menyiapkan tas kerjanya.

"Gini deh, lo ntar gue anterin ke salon yang tadi. Masalah bayarnya bisa gue atur. Lo pakai aja baju gue. Pokoknya lo malam ini harus tampil maksimal. Yang lo temuin anak konglomerat lho Lin. Pokoknya lo harus jaga sikap ... bla bla bla ...." panjang lebar Sista menjelaskan protokol - protokol kencan ala dirinya.

Sista menyiapkan baju dan juga segala yang akan diperlukan sahabatnya dengan baik. Dia bahkan kadang terlihat seperti seorang ibu yang sedang mengurus putrinya.

"Nah udah siap semua." Gadis kriwil itu berkacak pinggang setelah menyelesaikan pekerjaannya.

"Lo nggak salah? Baju segini banyak mau lo bawa kerumah gue?" Eylina menggelengkan kepala melihat ulah sahabat kriwilnya.

"Eylin ... Eylin. Ini tuh termasuk perjuangan gue sebagai sahabat lo tau? Gue bentar lagi mau nikah. Gue nggak mau bahagia sendirian. Dan sekarang ini, setelah sekian lama lo sendirian. Ada seorang tuan muda yang ngajak lo makan malam. Jadi gue harus berusaha bikin lo tampil maksimal malam ini. Gue harap lo juga berjuang ya Lin."

Mereka lalu saling memeluk.

"Thanks ya Sis, lo emang sahabat terbaik gue." Tiba - tiba air mata Eylina bagai banjir yang tidak bisa dibendung.

Betapa tidak, ia sangat terharu atas usaha keras sahabatnya. Ia tidak tahu, jika tidak ada Sista, entah siapa yang akan bisa ia andalkan.

Bukan hanya hari ini, tapi sejak mereka masih sama - sama duduk di bangku SMA. Sista seperti malaikat penolong yang selalu hadir saat Eylina dalam kesusahan. Begitu pula sebaliknya, Eylina selalu menjadi sandaran yang kokoh saat Sista terpuruk.

💗💗💗💗💗💗

Semoga suka ya sama ceritanya🙏

1
nadya_hime
Sy lagi belajar ttg Self Talk, nah ada bbrp Self talk di novel ini yg diucapkan para charakternya.. dan semua terjadi pada akhirnya.. Yuk, sadari, ucapkan Self Talk yg positif agar yg hadir dalam hidup kita semua membawa kebahagiaan.. 😍
nadya_hime
Ceritanya bagus..
Momcia
Thor penulisan yg bener..sekretaris, bukan sekertaris
rarr
morgan gamon gasi??
knp bisa jd benci sm prempuan😭
Dysha♡💕
Hey eylina ciuman pertama kamu udah di ambil tuh 🤣
Dysha♡💕
astaghfirullah ngakak bangat dari tadi bacanya🤣
juwita
org g pny uang mengira org kaya, bnyk yang pasti bahagia.
juwita
suka sm aylen kuat berani
juwita
iya lah ngpain pura" mending blg lgsg krn uang.
juwita
mampir
Maria Christanti
tetap semangat dlm berkarya thor. ceritanya bagus.👍
Febby fadila
Morgan jangan sentuh² atau curi² cium eylina kalau kamu nggak cinta sama dia, itu sama saja kamu merendahkan harga dirinya eylin
Febby fadila
ini ngapain Willy sama ana datang apa mau dandan eylina untuk pergi ketemu sama Jesica ya 🤔🤔🤔
Febby fadila
cemburu bilang aja Morgan jangan gengsiiiii 🤣🤣🤣
Febby fadila
sabar Rey,, Jesica hmmm 🐍 baru kayakx ini selepas dari bella
Febby fadila
wooww pak gun ganti profesi 🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
sadarlah bela jangan hancurkan dirimu dengan obsesimu
Febby fadila
ada kemajuan ini si Morgan,,, ya ya walaupun blom cinta dan sayang harus tegas sama orang yg ingin mempermalukan istrimu
Febby fadila
udah eylina nggak Morgan dirumah mending balik duluh kerumah ibumu t4 ternyaman
Febby fadila
ciiieee yg nyuri kecupan 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!