Sebuah peristiwa kelam pernah terjadi dalam kehidupan "Princessa Aurellia Nelson". Konflik yang terjadi pada gadis cantik yang kerap disapa Aurel ini, berawal ketika adanya suatu permasalahan yang terjadi antara keluarga kandung dengan musuh dari Ayahnya. Konflik itu pun berlanjut hingga berdampak pada hilangnya Aurel yang saat itu masih bayi untung saja ada seseorang yang menemukan Aurel dan ternyata ia seorang pemilik panti asuhan yang bernama "Kasih Ibu" sehingga Aurel di rawat dan di besarkan di panti itu.
Enam belas tahun lamanya masa-masa kehidupan Aurel dihabiskan di panti asuhan tersebut, bahkan ia sendiri tak mengetahui siapa dan dimana keberadaan orangtua dan keluarganya saat ini.
Nasib Aurel memang sangat malang, namun tidak lagi sejak dirinya kedatangan dua sosok pria yang mendatangi dirinya di panti asuhan. Sosok pria tua dan muda tersebut mengaku sebagai keluarga kandung Aurel dan memintanya untuk tinggal bersama mereka.
Haruskah Aurel percaya secepat itu? Akankah Aurel akan ikut tinggal bersama merekaㅡdua pria yang baru saja bertemu dengannya? Atau tetap memilih bertahan untuk tinggal di Panti Asuhan "Kasih Ibu" tempat bersejarah yang sudah berperan penting sebagai saksi perjalanan hidup Aurel, sejak si gadis kecil polos penuh keluguan hingga tumbuh menjadi remaja cerdas penuh keingintahuan seperti saat ini?
Bagaimanakah perjalanan kisah hidup Aurel selanjutnya? Akankah nasibnya berubah dari penuh kemalangan menjadi penuh kebahagiaan, atau justru sebaliknya?
Ini tidak hanya tentang abang yang sangat possesive pada adik perempuannya tapi juga terselip kisah cinta Aurel dengan seseorang yang juga sangat mencintainya.
penasaran? yuk kepoin!!
Jangan lupa komen , vote dan likenya ya:)
Note : Kalimat belum rapi Cerita ini murni dari pemikiran saya , apabila ada kesamaan beberapa alur atupun nama tokoh itu hanya ketidaksengajaan A Don't copy my story:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon takim98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
__30__
Pagi ini sama seperti pagi sebelumya , tapi ada sedikit perbedaan karena hari ini Farez bersikukuh ingin mengantarkan Aurel ke sekolah , walaupun terjadi perdebatan antara ia dan kedua adik laki-lakinya tetap saja Farez yang menang.
"Pokoknya Adek berangkat bareng abang hari ini!"ucap Farez.
"Gak bisa gitu , kantor sama sekolah kita kan beda arah bang , Adek ikut kita aja"ucap Altez tak mau kalah.
"Kamu berani bantah abang sekarang? "tanya Farez dengan tatapan tajamnya.
"Kita gak nge bantah kita cuma meringankan tugas Abang aja"timpal Abas.
"Ihh abang!! udahan dong berantemnya nanti Adek telat nihh"ucap Aurel yang sudah jengah melihat tingkah ketika abangnya.
"Adek sama Abang sekarang! kalau kalian bantah jangan harap Abang mau ngasih kalian lagi jatah bulanan lagi"ucap Farez.
seketika mata Altez dan abas membulat , mereka tak mau kehilangan jatah bulanan dari Altez yang jumlahnya sangat banyak.
"Oke , Adek berangkat bang Farez hari ini"ucap Altez final.
"Ayok dek , nanti kamu telat"ucap Farez Sembari menarik tangan Aurel lembut menuju mobil.
Diperjalanan Aurel dan Farez bertukar cerita , sesekali mereka bernyanyi untuk mengisi kesunyian. 15 menit kemudian akhirnya mereka sampai di sekolah. Farez langsung keluar dari mobil dan segera membukakan pintu untuk Aurel.
"Ist abang , Adek bisa buka sendiri"ujar Aurel.
"Kenapa? bukankah ratu harus selalu di manja? jadi biarkan Abang memanjakan ratu Abang ini"ucap Farez.
seketika pipi Aurel merona mendengar perkataan manis dari Farez.
"Aaa abang jangan gitu , Adek malu"ucap Aurel sembari menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Gemes banget sih, Abang jadi gak rela kamu pergi sekolah kita pulang aja ya?"ucap Farez
PLAKK
"Aw sakit Rel"ucap Farez berpura-pura
Aurel memukul lengan Farez pelan , ia tak habis pikir kenapa abangnya bisa berpikiran seperti itu.
"Abang jangan ngaco deh , Adek masuk dulu ya bang"ucap Aurel sembari mencium kedua pipi Farez.
"Iya , belajar yang rajin ya princess. Kalau ada apa-apa langsung kabari Abang atau keluarga yang lain"ucap Farez sambil mencium kening adiknya.
Setelah memastikan Aurel masuk ke kelasnya Farez pun langsung pergi ke kantor.
Aurel memasuki kelas dengan riang , tak seperti sebelumnya , ia lebih memilih ke kelas sendiri tanpa harus di antar oleh kedua Abangnya.
"Pagi Qila , Pagi Rafa"sapa Aurel.
"Pagi Aurel cantik ,. semangat banget hari ini"ujar Qila.
"Iya dong , kan kita harus semangat"balas Aurel dengan senyumannya.
"Lo udah ngerjain pr MTK Rel?" tanya Rafa.
"Udah kok , Rafa pasti mau nyontek kan?"tanya Aurel
"Aurel tau aja , pinjam ya Rel"ucap Rafa sembari mengambil buku yang ada di tangan Aurel.
"Oh ya Qil , kok Adel belum datang ya?"tanya Aurel.
"Lo kenapa nanyain dia sih? lagian gua juga gak tau Rel gua bukan emaknya"jawab Qila sedikit ketus.
"Qila gak boleh gitu dia kan juga teman sekelas kita"ujar Aurel membela Adel.
"Gua gak anggap dia temen gua! udah deh jangan bahas Adel lagi Rel gua gedek denger namanya."ujar Qila.
"Woi!! pagi-pagi udah berantem aja"ucap Rafa yang dari tadi mendengarkan pertengkaran sepupunya dan Aurel.
"Maaf Aurel ya , ini salah Aurel"ucap Aurel dengan wajah sendunya.
"Seharusnya gua yang minta maaf , maafin gua ya Rel seharusnya gua gak ngomong gitu sama Lo"ucap Qila yang merasa bersalah telah marah pada Aurel.
"Iya , aku udah maafin Qila jangan marah-marah lagi ya"ucap Qila lalu memeluk Qila.
"Iya , gua janji gak akan marah-marah lagi"ucap Qila sembari membalas pelukan Aurel.
"Gitu dong , kan enak di liat. btw gua juga ikutan meluk dong"ucap Rafa sembari maju untuk memeluk mereka berdua.
Tiba-tiba Qila mendorong Rafa sedikit agak keras dan langsung terjatuh.
"Enak aja peluk-peluk , balik ketempat Lo sekarang!"ucap Qila yang tidak bisa di bantah.
Dengan segera Rafa berlari ke tempat duduknya takut jika Qila mengamuk.
Sedangkan Aurel cekikikan melihat tingkah Rafa dan Qila yang selalu ribut dan tidak pernah akur itu.
Sebelum guru yang mengajar masuk Aurel lebih memilih membaca novel sedangkan Qila mendengarkan musik yang ada di ponselnya.
sedangkan di dalam mobil tepat di depan sekolah yang sama dengan Aurel terlihat seorang lelaki paruh baya sedang menyusun rencana dengan Putrinya.
"Papa gak mau tau kamu harus jalanin rencana kita secepatnya! buat anak itu ketakutan siksa dia secara perlahan"
"Baik pa , aku bakal mulai rencananya hari ini"
"Yasudah sekarang pergilah , ingat!! papa tunggu kabar baik dari mu nak"
Setelah obrolan tersebut , si anak keluar dari mobil lalu masuk kedalam sekolah.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...hm.. siapa dia? pantengin aja ya:)...
Setelah ini bakal banyak konflik tapi juga akan banyak part-part yang bikin kalian meleleh😌