Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30 - Merasa Bimbang
bergegas turun dan tak perduli banyak mata melihat nya,ia berjalan dengan cepat dan tergesa - gesa. sementara Rehan yang masih duduk dari dalam mobil melihat perempuan itu masuk dengan tergesa - gesa,sebelum ia pun akhirnya turun dan masuk ke dalam kantor nya.
"Hampir saja."Ucap Rara dengan menafas terengah - engah.
"Rara,kau hampir telat lagi ya?." Tanya Pak Dion yang datang dari arah lain.
"Iya pak,tapi aman kok."Balas Rara.
"Saya ke atas dulu pak."Ujar Rara dan Dion mengiyakan. menatap punggung Rara,mengagumi sosok wanita itu.
Namun lagi - lagi,Rara menuju ke lift dan melihat Rehan sudah ada di dalam nya.ia pun terpaksa masuk dan berdua di dalam lift dengan Rehan. Hanya berdua dan membuat Rara teringat bagaimana terjebak di lift bersama Rehan waktu itu,mengeleng - gelengkan kepala menghilangkan bayangan itu dari pikiran ,tak ingin hal itu terjadi lagi.
Ting
Saat pintu lift terbuka.
Rara dengan cepat berjalan keluar meninggalkan Rehan yang juga menyusul keluar lift.
Rara duduk dan mengembuskan nafas dengan berat. "Dijemput pak Rehan lagi Ra?." Tanya Rini.
"Shutttt jangan berisik,nanti di dengar orang - orang " Kata Rara tak ingin ada teman kantor yang mendengar dan menjadikan ini bahan gosip,karena Gosip di kantor ini sangat cepat menjalar ke tempat lain.
"Beneran ya?." Tanya Rini mengecilkan suara nya.
Rara mengangguk sementara Rini tersenyum. "Aku nyakin pak Rehan itu jodoh kamu Ra,meski kalian di awali pacar pura - pura ." Ujar Rini.
"Kau ini,sudah lah,aku banyak kerjaan." jawab Rara tak ingin mendengarkan ucapan sahabat nya di rasa nya sangat konyol,mendukung diri nya berjodoh dengan Pria yang begitu cuek dan menyebalkan bagi nya.
•••
Diruangan Rehan.
Rans menghampiri nya.
"Ada apa bos?." Tanya Rans melihat Rehan yang begitu galau.
"Orang tua ku meminta aku menikahi Rara,menurut mu apa yang harus aku lakukan?." Tanya Rehan. mencoba meminta pendapat pada Rans yang menjadi sekertaris nya itu.
"Bukan kah anda masih menunggu Nona Tara Bos?." Tanya Rans.
"Iya,aku masih menunggu nya."Jawab Rehan dengan suara pelan tak bertenaga.
Rans tahu semua yang ada pada diri bos nya itu,selain sebagai sekertaris yang selalu memastikan semua yang di perlukan bosnya itu terpenuhi,Rehan juga tanpa ragu menceritakan soal masalah pribadi nya pada Rans yang sudah ia anggap seperti teman bagi nya.
"Mungkin anda harus meminta tolong kembali pada Nona Rara Tuan,agar dia mau menikah kontrak dengan Anda."Usul Rans.
Rehan terdiam seperti memikirkan sesuatu,namun ia mengeleng - gelengkan kepala nya.
"Tidak,aku rasa dia tidak mau."Balas Rehan mengingat Rara menolak keras menikah dengan nya.
"Nanti saya akan bicara dengan Nona Rara."Ucap Rans
"Aku nyakin dia tidak akan mau."Balas Rehan dengan Kenyakinan nya.
"Saya akan coba Bos."Balas Rans lagi.
Rehan mengerakan tangan menyuruh Rans untuk keluar. "Terserah kau saja."balas Rehan dan Rans mengangguk mengiyakan.
•••
Siang hari Rara begitu sangat galau,ia tak konsen dalam bekerja,lebih banyak melamun membuat Rini dengan heran menatap sahabat nya itu.
"Kenapa sih Ra,dari tadi diam aja."Rini memindahkan kursinya dan duduk di samping meja Rara.
Rara dengan wajah putus asa nya ,menatap sahabat nya itu. "Aku mau dilamar Rin,sama Ibu nya pak Rehan,sekarang aku bingung bagaimana dengan nasib ku."Tutur Rara.
"Apa...." Rini sangat terkejut mendengar nya,tak percaya sahabat nya di lamar oleh orang tua pemilik tempat ia bekerja,seolah ucapan nya soal jodoh pada Rara seperti benar - benar akan terjadi.