Davina pikir dia akan menjadi pengantin paling bahagia hari ini. Pernikahannya berjalan dengan baik bahkan sampai dia mengucapkan janji setianya pada lelaki impiannya.
Namun, tiba-tiba seseorang bangkit dari tempat duduknya untuk merusak segalanya.
"Calon pengantin perempuan itu milik saya, Pak Pendeta! Dia tidak boleh jadi milik orang lain!" kata Raka, tegas.
Seluruh jemaat yang hadir langsung gaduh.
Apakah Davina jadi menikah hari ini? Atau dia harus mengenyahkan terlebih dahulu si iblis yang selalu mengganggu hidupnya selama ini?
Covers obtained from pexels, free to use.
IG Author : @ingrid.nadya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingrid nadya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyapa Pembaca
Hi, readers tersayang! Gimana kabarnya?
Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Karena di kondisi pandemi kayak gini, sehat selalu jadi doa buat semua orang, dan bahagia jadi salah satu kunci untuk tetap waras 😂
(Ini sih author ngomong ke diri sendiri hahahaha)
Disini author remahan ini cuma mau menyapa readers semua sekaligus minta maaf karena sempat update gak teratur.
Mulai hari ini pasti aku update 1 bab/hari, asal kalian juga semangat ngasih dukungan ke aku, berupa vote, like dan comment.
Iya, iya, aku penulis pamrih 🤣
Karena sejujurnya, like dan vote kalian akan memperbaiki performa novel ini, supaya penulis remahan kayak aku ini bisa di-notice oleh platform 🤣
Dan kalau dinotice, bisa dapat promosi.
Promosi artinya apa, Grid?
Artinya, aku bisa dapat pembaca lebih banyak lagi.
Karena sebenarnya tujuanku menulis cuma satu, mencari pembaca sebanyak-banyaknya.
Karena kebahagiaan buatku adalah saat kalian ketawa-ketawa atau marah-marah di kolom komen hahahahaha.
Atau sekedar DM aku di instagram kalau kalian udah baca chapter baru hari ini hehehe.
Jadi, kalau jumlah pembacaku makin banyak, tentu aja, aku makin bahagia 🤗
Dan untuk beberapa readers baik hati, yang aku tahu merekomendasikan tulisanku ke teman-temannya, aku ucapkan banyak terima kasih ya.
Kalian bener-bener malaikat baik hati, sini peluuuuuk 🤗
Dan yang paling penting dari omongan panjang lebar ini sebenarnya adalah aku pengen minta kesan dan saran dari kalian selama membaca novel si anak setan ini.
Gimana pendapat kalian semua tentang cerita Raka sejauh ini? Tentang karakternya, alurnya, konsep ceritanya. Apapun pendapat kalian, ungkapkan sejujur-jujurnya aja ya di kolom komentar.
Di novel ini, aku lagi belajar pakai sudut pandang orang ketiga.
Kalau di novel semestaku semestamu, aku pakai sudut pandang orang pertama. Disana, aku pakai "aku" atau "gue" sebagai sudut pandang tokoh utamanya. Kalau di novel ini, aku jadi pengamat, menceritakan perasaan semua tokohnya. Apa ini mengurangi feel dari novel ini ya? Please, kasih pendapat jujur kalian. Aku rapopo. Aku strong. Aku kuat. Kayak Nikolas 🤣
Karena sebenarnya, aku lagi bener-bener mau belajar memperbaiki diri, agar tulisanku menjadi lebih baik lagi hehehe.
Udah gitu aja. Maaf kalau membosankan ya hahahaha.
Salam sayang,
Ingrid
aku tantang author nya jika kau diposisi raka apakah kau akan Terima saja diperlakukan kayak gitu
jadi wanita punya hati sedikit dalam berkarya lihat juga perasaan pemeran utama pria jangan egois hanya semua tentang pemeran utama wanita (posisi diri kalian)
kalian bangga lihat novel yang merendahkan lelaki, di novel kelihatan sekali kalian tidak peduli perasaan pemeran utama pria kalian buat pemeran utama pria kayak orang bodoh yang Terima saja diperlakukan dan dipermain
ini contoh kalian merendahkan karakter raka (pria)
*dibuat kayak pengemis yang terus mengemis cinta
*dibuat kayak lelaki bodoh diperlakukan seperti apapun dia Terima begitu saja
*dibuat hanya sebagai pelarian dia Terima begitu saja
*raka yang ditolak dan campakkna tapi dia juga yang terus mengejar devina
*dipermalukan didepan banyak orang kayak pengemis
*digantung dan dibuat kayak boneka yang bisa dipermainkan begitu saja
*saat diperlukan dia harus ada tapi saat tidak dibutuhkan dia di campakan kayak sampah
author punya hati, coba kau diposisi raka apakah kau Terima begitu saja,
novel memang bagus tapi keegoisan mu sebagia wanuta sangat jelas disini
raka jelas hanya dibuat pelarian oleh davina tapi author seakan karakter raka jadi lelaki bodoh yang harus Terima saja dipermainkan devina, dipermalukan devina, dibuat pelarian devina
aku tantang author jika author diposisi raka, apakah author mau diperlakukan kayak gini
jadi novelis juga harus punya hati dalam membuat novel, jadi novel bisa adil
lihat saat raka melakukan kesalahan pada devina kalian buat devina tegas dan tidak mudah memaafkan raka
tapi saat devina yang mempermainkan raka kalian buat raga menerima begitu saja kayak lelaki bodoh
pakai hati sedikit saja thor dalam berkarya biar kelihatan betapa egois dirimu sebagai wanita dalam membuat novel
dan mirisnya jadi pemeran utama pria ketika dia salah dia akan dibuat dapat balasan dan kayak pengemis, tapi ketika dia disakiti dia dibuat harus menerima begitu saja dan kayak lelaki bodoh yang selalu siap untuk pemeran utama wanita
*aku tantang kalian (author) jika kalian diposisi raka apakah kalian akan Terima begitu saja diperlakukan kayak gitu
pakai hati sedikit dalam membuat novel jadi kalian juga memikir pemeran utama pria jangan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita
sekian