NovelToon NovelToon
Diratukan Oleh Raja Vampir

Diratukan Oleh Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Di tengah hutan terlarang yang selalu dijauhi manusia, seorang gadis yatim piatu bernama Evelyn Eirwen hidup sendirian dalam kesunyian. Hidupnya sederhana mencari tanaman obat, berburu, dan bertahan hidup di gubuk kecil peninggalan ibunya.

Hingga pada suatu malam badai, Evelyn menemukan seorang pria misterius bersimbah darah di tepi sungai. Pria itu pendiam, dingin, dan penuh luka aneh yang tidak pernah Evelyn lihat sebelumnya. Meski takut, Evelyn tetap merawatnya dengan tulus tanpa mengetahui siapa dirinya sebenarnya.

Namun Evelyn tidak sadar. Pria yang ia selamatkan adalah Evander Nocturne Raja Vampir berdarah murni yang ditakuti seluruh dunia malam.

Bagi Evander, manusia hanyalah makhluk lemah yang pantas dibenci. Tetapi kehangatan sederhana dari seorang gadis hutan perlahan menghancurkan dinding dingin yang telah ia bangun selama ratusan tahun.

Sampai suatu hari Evelyn menghilang. Dan malam itu, seluruh dunia akhirnya mengetahui satu hal mengerikan. Raja Vampir telah murka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepolosan Evelyn

“Ini semua gara-gara Ratu…” gumam Lyrielle malu sambil menutupi wajahnya sendiri.

Wajahnya benar-benar merah sekarang.

Sementara Selena masih tertawa tanpa ampun di sampingnya.

“Hahaha! Ini pertama kalinya aku melihatmu semalu ini, Lyrielle!”

“Selena, diamlah…” lirih Lyrielle hampir putus asa.

Namun Evelyn justru terlihat bingung.

“Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?” tanyanya polos.

Deg.

Lyrielle langsung menatap Evelyn dengan wajah pasrah.

“Itulah masalahnya…” gumamnya pelan. “Anda terlalu polos.”

Sementara Lucthen masih berdiri diam memperhatikan Lyrielle. Tatapan merahnya terlihat jauh lebih tenang dibanding biasanya.

“Aku benar-benar tidak tahu,” ucapnya datar.

Wajah Lyrielle langsung kembali panas.

“Ja-jangan dibahas lagi…”

Namun Lucthen justru melangkah mendekat sedikit. Dan hal kecil itu langsung membuat Lyrielle makin gugup.

“Kau menyukaiku sejak kapan?” tanyanya terus terang.

“LUCTHEN!”

Selena langsung tertawa lagi melihat Lyrielle hampir menangis malu. Namun Evelyn justru terlihat serius berpikir.

“Mungkin sejak lama,” jawab Evelyn polos menggantikan Lyrielle. “Karena tadi Lyrielle mengatakan kalau kamu selalu tampan.”

“RATUKUUU!”

Kini Lyrielle benar-benar ingin menghilang dari balkon itu. Sementara Selena sampai memegang pagar balkon karena terlalu banyak tertawa.

Namun.

Untuk pertama kalinya malam itu. Sudut bibir Lucthen perlahan terangkat sangat samar.

Senyum kecil yang hampir tidak terlihat.

Dan hal itu langsung membuat Selena membelalak.

“Eh…”

Evelyn juga sedikit terkejut. Karena wajah dingin Lucthen ternyata berubah jauh lebih tampan saat tersenyum tipis seperti itu.

Sementara Lyrielle yang menyadari hal tersebut langsung makin salah tingkah.

“K-ka-kamu barusan tersenyum?”

Lucthen langsung kembali datar seperti biasa.

“Tidak.”

“KAMU TERSENYUM!” teriak Selena tidak percaya.

Namun Lucthen justru memalingkan wajah sedikit. Dan itu membuat Lyrielle perlahan terdiam menatapnya.

Karena untuk pertama kalinya. Dia merasa perasaannya mungkin tidak sepihak seperti yang selama ini dia pikirkan.

“Oh, jadi kau di sini rupanya?”

Suara Lucien tiba-tiba terdengar dari arah pintu balkon.

Seketika semua orang langsung menoleh.

Dan benar saja.

Lucien datang bersama Ciel, Kaizer, dan Raven.

Tatapan Lucien langsung bergantian melihat Lyrielle yang wajahnya merah, Selena yang sedang tertawa, lalu Lucthen yang berdiri cukup dekat dari biasanya.

Alis Lucien langsung terangkat pelan.

“Aku melewatkan sesuatu?”

Selena langsung kembali tertawa.

“Hahaha! Banyak sekali.”

“Selena…” lirih Lyrielle malu.

Namun Lucien justru semakin penasaran.

Tatapan jahilnya langsung mengarah pada Evelyn.

“Ratu kita melakukan sesuatu lagi ya?”

Evelyn langsung berkedip polos.

“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya.”

Deg.

Lyrielle langsung memegang wajahnya lagi.

“Ratukuuu…”

Sementara Kaizer yang biasanya dingin sampai melirik Lucthen cukup lama.

“Jarang sekali melihatmu berdiri selama ini tanpa pergi,” komentarnya datar.

Lucthen langsung mendecakkan lidah malas.

“Aku hanya dipanggil Yang Mulia Ratu.”

Lucien langsung menyeringai lebar.

“Benarkah?”

Tatapannya perlahan turun ke arah Lyrielle yang masih salah tingkah.

“Atau sebenarnya ada alasan lain?”

“LUCIEN!”

Kini Lyrielle benar-benar malu setengah mati.

Sementara Raven yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara pelan,

“Tapi memang aneh.”

Tatapan tajamnya mengarah pada Lucthen.

“Kau terlihat lebih banyak bicara malam ini.”

Deg.

Untuk pertama kalinya. Lucthen terlihat sedikit kesal karena terus diperhatikan.

“Aku pergi.”

Namun baru saja dia ingin melangkah.

“Tunggu!”

Suara Lyrielle spontan menghentikannya.

Seketika semua orang langsung diam. Bahkan Lyrielle sendiri terlihat syok karena tanpa sadar memanggilnya.

Wajahnya kembali merah.

“A-aku…”

Namun sebelum Lyrielle selesai bicara

Lucthen justru menoleh pelan ke arahnya. Tatapan merahnya terlihat jauh lebih lembut dibanding biasanya.

“Ada apa?”

Deg.

Kini giliran Lyrielle yang benar-benar kehilangan kata-kata. Sementara Lucien langsung berbisik pelan kepada Evelyn dengan wajah kagum,

“Ratu…”

“Hm?”

“Kepolosanmu benar-benar menakutkan.”

“Memangnya aku membuat masalah apa sih?” protes Evelyn bingung sambil menatap Lucien dan yang lainnya satu per satu. “Aku hanya mengatakan yang sejujurnya saja.”

Deg.

Seketika semua orang langsung terdiam beberapa detik.

Lalu.

“Hahahaha!”

Selena kembali tertawa paling keras.

Bahkan Lucien sampai memegang dahinya sambil menghela napas tidak percaya.

“Itu dia masalahnya, Ratu,” jawab Lucien sambil masih tertawa kecil.

“Kamu terlalu jujur.”

Evelyn langsung makin bingung.

“Hah?”

Kaizer yang biasanya dingin bahkan terlihat sedikit menahan senyum tipis.

“Di dunia vampir,” ucapnya datar. “Perasaan seperti itu jarang diucapkan langsung.”

“Apalagi di depan orangnya langsung,” tambah Raven tenang.

Wajah Lyrielle langsung kembali merah padam.

“Jangan diulang lagi…” lirihnya malu.

Namun Evelyn justru terlihat semakin tidak mengerti.

“Tapi kalau memang suka, kenapa harus disembunyikan?”

Deg.

Kini gantian Selena yang langsung membeku sesaat. Sementara Lucien menatap Evelyn seperti baru menyadari sesuatu.

“Kak Evander benar,” gumamnya pelan.

“Hm?” Evelyn berkedip bingung.

“Kamu benar-benar terlalu polos untuk dunia vampir.”

Sementara itu.

Lucthen yang sejak tadi diam justru terus memperhatikan Evelyn.

Lalu perlahan dia membuka suara,

“Yang Mulia Ratu.”

“Iya?”

“Mulai sekarang…” gumamnya datar. “Jangan mengatakan perasaan orang lain secara langsung seperti tadi.”

Evelyn langsung terlihat bersalah.

“O-oh… maaf…”

Namun beberapa detik kemudian. Untuk pertama kalinya. Sudut bibir Lucthen kembali terangkat sangat samar.

“Walaupun,” lanjutnya pelan. “Aku tidak terlalu membencinya.”

Deg.

Mata Lyrielle langsung membesar tidak percaya. Sementara Selena dan Lucien langsung menatap Lucthen seperti melihat keajaiban.

“ASTAGA,” gumam Lucien dramatis. “Lucthen benar-benar selesai malam ini.”

“Sedang apa kalian berkumpul di sini semua?”

Suara dingin itu langsung membuat seluruh balkon mendadak sunyi.

Seketika semua orang menoleh.

Dan benar saja.

Evander berdiri di ambang pintu balkon dengan aura Raja Vampir yang begitu kuat.

Tatapan merahnya perlahan menyapu Lucien, Selena, Lyrielle, Raven, Kaizer, Ciel, hingga Lucthen.

Namun beberapa detik kemudian.

Tatapannya langsung berhenti pada Evelyn.

Alisnya sedikit berkerut melihat wajah Evelyn yang tampak bingung bercampur cemberut kecil.

“Kenapa wajahmu seperti itu?” tanya Evander pelan sambil berjalan mendekat. “Apa mereka mengganggumu?”

Deg.

Seketika seluruh mata mereka langsung membelalak.

“Eh?!”

Evelyn buru-buru menggelengkan kepalanya.

“Tidak…”

“Lalu apa?”

Evelyn langsung menunjuk mereka semua polos.

“Itu,” gumamnya jujur. “Mereka bilang aku salah berkata jujur.”

Deg.

Mata merah Evander langsung perlahan mengarah pada mereka semua.

Dan dalam hitungan detik.

Lucien, Selena, Lyrielle, Raven, Kaizer, Ciel, hingga Lucthen langsung menggeleng bersamaan sambil memberikan isyarat panik bahwa mereka tidak pernah mengatakan itu.

“Tidak Yang Mulia.”

“Kami tidak mengatakan seperti itu.”

“Itu salah paham.”

Lucien bahkan sampai mengangkat kedua tangannya cepat.

“Kami hanya menjelaskan sedikit tentang kepolosan Ratu.”

Namun tatapan Evander masih tetap dingin.

Sementara Evelyn yang tidak sadar situasi itu justru kembali berbicara polos,

“Aku tadi hanya membantu Lyrielle mengungkapkan perasaannya pada Lucthen.”

Deg.

Sunyi.

Benar-benar sunyi total. Lyrielle langsung menutup wajahnya sendiri lagi karena malu.

Selena langsung memalingkan wajah sambil menahan tawa. Sementara Lucien perlahan menatap langit malam seperti pasrah terhadap keadaan.

Dan untuk pertama kalinya.

Tatapan merah Evander perlahan beralih ke arah Lucthen.

“…Oh?”

Lucthen langsung terdiam beberapa detik.

Sementara Lucien buru-buru mundur pelan sambil berbisik kepada Raven,

“Sudah selesai. Balkon ini akan jadi tempat interogasi malam ini.”

“Terus,” lanjut Evelyn polos tanpa menyadari suasana mulai berbahaya. “Lucien, Kaizer, Raven, dan Lucthen juga bilang kalau aku tidak boleh mengatakan perasaan orang di depan orang yang dia suka.”

Deg.

Seketika.

Lucien langsung menutup wajahnya sendiri.

Raven memalingkan wajah pelan.

Kaizer menghela napas kecil.

Sementara Lyrielle terlihat seperti ingin menghilang dari balkon itu sekarang juga.

“Jadi…” lanjut Evelyn sambil menatap Evander bingung. “Apa memang benar aku salah ya?”

Sunyi.

Sangat sunyi.

Lalu perlahan.

Tatapan merah Evander mengarah kepada mereka satu per satu. Dan aura dingin Raja Vampir itu mulai terasa samar memenuhi balkon.

Lucien langsung tersenyum kaku.

“Kak Evander, dengarkan dulu—”

“Jadi kalian,” potong Evander tenang namun menyeramkan. “Mengajari ratuku tentang perasaan?”

“Bukan begitu maksudnya,” jawab Raven cepat.

“Kami hanya menjelaskan sedikit,” tambah Kaizer tenang.

Namun Evander justru menyipitkan matanya pelan. Tatapannya berhenti cukup lama pada Lucthen.

“Dan kau.”

Lucthen langsung diam beberapa detik.

“Saya hanya menjawab pertanyaan Yang Mulia Ratu.”

Lucien langsung menunjuk Lucthen cepat.

“Nah benar! Semua berawal darinya!”

“Lucien,” gumam Lucthen datar.

Namun sebelum suasana makin kacau, Evelyn tiba-tiba kembali membuka suara polosnya.

“Tapi aku masih tidak mengerti.”

Semua langsung menoleh ke arahnya.

“Kalau seseorang menyukai orang lain…” gumam Evelyn pelan. “Bukannya lebih baik mengatakan dengan jujur?”

Deg.

Seketika. Seluruh balkon kembali diam.

Dan tanpa sadar.

Tatapan semua orang perlahan beralih ke arah Evander.

Karena ucapan polos Evelyn itu.

Malah terdengar seperti dirinya sendiri. Sementara Evander hanya diam menatap Evelyn beberapa detik.

Lalu perlahan.

Sudut bibir Raja Vampir itu terangkat samar.

“Tidak ada yang salah dengan itu.”

“Hah?” Evelyn berkedip bingung.

Tatapan merah Evander terlihat jauh lebih lembut sekarang.

“Karena aku juga lebih menyukai kejujuran.”

Deg.

Lucien langsung berbisik pelan kepada Selena,

“Sudah selesai.”

“Hm?”

“Raja Vampir benar-benar tidak bisa diselamatkan lagi.”

1
Asra
Next kak
Anonim
semangat thor, lanjut lagi ....
Musicart Channel
best. cerita sang teratur Dan mendebarkan untuk setiap apisode. please update lagi🥺
Anonim
up lg donk thor...
Yayuk Yuhanah
lanjut donk
Yayuk Yuhanah
masih penasaran.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!