kisah ini menceritakan seseorang yang menggunakan santet untuk guna-guna orang lain dengan menggunakan santau.
Siap. Ini narasi yang bisa kamu pake buat sinopsis/blurb Noveltoon _Kutukan Santau_:
---
*NARASI*
Santau. Racun yang dikirim lewat angin, menumpang di makanan, menyelip di tatapan mata.
Katanya tak berbekas, tapi membusukkan tubuh dari dalam dan pada akhirnya orang tu lah yang akan tersakiti
pesan:
*"Santau itu perjanjian. Sekali kau lepas, dia akan pulang menagih nyawa. Kalau bukan nyawa musuhmu... ya nyawamu sendiri."*
_Siapa yang menggunakan santau, pada akhirnya dia yang akan mendapatkan balasannya._
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30
Dengan mengucap hamdalah, Akhirnya Pak ustadz bisa tenang dan dengan mengucap hamdalah. "Alhamdulillah."
Akhirnya Pak Ustadz bisa tenang dan nafasnya yang tadi berat pelan-pelan turun dan Keringat dingin di keningnya sudah berhenti. Bacaan Yasin tadi seperti menyedot semua hawa panas yang menempel di ruangan ini.
Bekas telapak tangan di kaca sudah tidak ada, Garis retak yang menjalar juga berhenti tepat di tengah juga tidak bertambah.
Di luar, suara langkah kaki juga lenyap. ditelan azan isya yang masih berkumandang pelan dari masjid ujung kampung.
Pak RT menghela nafas panjang, terus nyeletuk, "Kalau bukan karena Pak Ustadz, mungkin malam ini kita semua udah lari tunggang-langgang."
Pak Ustadz cuma mengangguk kecil. Tangannya masih megang tasbih, tapi matanya tisak lepas dari pintu depan.
" semua ini atas izin Allah pak RT". Sambil tersenyum pak ustadz menjelaskan."Tenang bukan berarti selesai, Pak RT. Yang pergi ini cuma mundur dan Dia menunggu kita lengah."
"saya merasa, dikampung kita ini ada yang lagi bersekutu dengan jin pak ustadz".helaan napas keluar mulut pak RT."biasanya kampung kita aman, tapi dalam beberapa bulan ini sudah sering tejadi hal aneh". Warga yang menyimak obralan Pak RT dan sudah hanya diam, tapi mereka juga membenarkan apa yang dikatakan pak RT.
Mereka berpikir dari meninggalnya Safri dengan cara yang tidak wajar, lalu Midah sama seperti safri dan sekarang tiba-tiba ada mahkluk yang mengincar anaknya Pak Kadir.
"Wallahu'alam pak...hanya Allah yang tahu dan semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah, cukup jaga keimanan kita dan jangan sampai lengah, agar jin tidak bisa memasuki tubuh kita". Kadir yang dari tadi diam langsung ngerem tasbihnya dan Dia mengerti maksudnya, keluarganya sekarang menjadi incaran mahkluk tersebut, itu anaknya sendiri dan Makhluk itu tidak kalah Dia cuma diusir sementara.
Pak Ustadz memandang ke arah ayu yang wajahnya masih pucat, tapi tidak sepucat tau.
"Anak itu..." gumamnya pelan."Dia sudah diincar dari dalam".
Ayu tidak menangis, Matanya cuma nanar, menatap kosong ke arah jendela yang setengah terbuka. Sejak tadi dia tidak mengucap apa-apa dan Bibirnya komat-kamit, tapi tidak ada suara yang keluar.
Kadir langsung bangkit, melangkah pelan ke arah Ayu."Pak Ustadz, maksud 'diincar dari dalam' itu...?"
Pak Ustadz tidak langsung menjawab. Dia jongkok di depan Ayu, menatap dalam-dalam matanya. Tangannya diangkat, dua jari ditaruh di dahi Ayu sambil membaca pelan,
"Bismillahirrahmanirrahim..."
Sekejap, tubuh Ayu menggigil, Napasnya mulai tersengal, seperti ada yang mencekik dari dalam Dan dari bibirnya yang tertutup rapat, keluar suara serak yang bukan suara Ayu.
"Dia sudah milik kami..."
Ruangan langsung senyap. Pak RT mundur selangkah, mukanya pucat dan para tetangga dan anak-anak juga langsung merinding mendengar suara serak tersebut.
Pak Ustadz tetap menekan dahi Ayu, suaranya makin tegas,
"Keluar kau! Dengan nama Allah, keluar!"
Tapi suara serak itu ketawa pelan.
Pelan... tapi menusuk sampai ke tulang.
"Terlambat...Ustadz, santau sudah masuk ke darahnya dan sudah menyatu dengan tubuhnya ."
anak-anak Pak Kadir hanya bisa menangis melihat saudaranya diracuni dengan racun yang mematikan."ya Allah, siapa yang tega melakukan ini kepada adikku".isak Wati dan pak Kadir hanya bisa diam membisu, dia tidak pernah berpikir bahwa anaknya hanya terkena gangguan biasa, tapi dia pernah menyangka bahwa anaknya di jadikan tumbal dengan menggunakan santau.
Pak Kadir masih mematung. Tangannya mengepal sampai kuku hampir menembus kulit. "Kalau memang santau..." gumamnya pelan, suaranya serak. "Siapa yang tega melakukan ini kepada anakku?"
"mungkin orang yang memang sudah mengincar nak ayu". Helaan napas panjang keluar dari mulut pak ustadz".ayu harus segera ditolong, kalau tidak nyawa tidak akan pernah bisa diselamatkan lagi".
Wati menutup mulutnya, tangisnya pecah lagi. Tubuh adiknya semakin dingin, napasnya pendek-pendek. Darah hitam yang keluar dari bibirnya makin pekat. Bukan darah biasa — baunya amis, seperti besi karatan bercampur tanah basah.
Tiba-tiba, tubuh anak itu melengkung ke atas. Matanya terbuka lebar, tapi pupilnya sudah kosong. Dari mulutnya keluar suara bukan suara manusia.
_"Dia sudah bayar..."_
Sekejap semua hening dan suara itu sudah menghilang. Anak-anak Pak Kadir mundur ketakutan, Wati langsung memeluk mereka erat-erat, Pak Kadir maju satu langkah, wajahnya merah padam. "Siapa?! Sebut namanya! Akan aku tebus nyawa anakku!"
Tapi tubuh itu langsung lemas lagi, jatuh ke bantal dan Napasnya berhenti dan Suasana jadi senyap. Hanya suara tangisan tertahan yang tersisa. Di luar, ayam jantan berkokok tiga kali, Padahal belum subuh. baru jam 12 malam, Dan dari arah hutan belakang rumah, terdengar suara ketawa pelan... jauh, tapi jelas masuk ke telinga pak ustadz, Pak Kadir dan yang lainnya
para tetangga yang ikut tahlilan, beramai-ramai pulang dengan rasa takut. mereka berpikir siapa yang berani menggunakan santau di kampung ini dan kecurigaan mereka ternyata benar, jika dikampung ini ada orang yang sudah bersekutu dengan jin.
> "Kalau kamu suka ceritanya sampai sini, bantu aku kasih rating 5 bintang ya. 1 bintang dari kamu \= semangat buat aku nulis chapter besok!"
> "Jujur ya, rating kamu ngebantu banget biar cerita ini bisa dibaca lebih banyak orang. Kalau suka, ketuk bintangnya ya 🙏"
*Ajak Share Cerita*
> "Rasain seramnya sendirian itu nggak enak. Share cerita ini ke temen yang suka horor biar kita takut bareng-bareng!"
> "Bantu aku sebarkan 'Kutukan Santau' ya. Makin banyak yang baca, makin cepat misterinya kebongkar."
*Bikin Pembaca Nunggu Update*
> "Chapter besok bakal jawab 1 pertanyaan besar: Siapa dalang sebenarnya. Jangan lupa follow biar nggak ketinggalan!"
> "Update selanjutnya ya in syaa Allah akan setiap hari. Komen 'Hadir' kalau kamu nunggu!"
*Minta Kritik & Saran*
> "Aku masih belajar nulis. Kalau ada bagian yang kurang pas atau bikin bingung, komen aja ya. Masukan kamu penting banget buat aku."