NovelToon NovelToon
Tunangan Paksa Sang Bangsawan, Tapi Aku Ingin Jadi Bintang

Tunangan Paksa Sang Bangsawan, Tapi Aku Ingin Jadi Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Nikah Kontrak
Popularitas:907
Nilai: 5
Nama Author: Ulfah_muna

Semua orang iri saat tahu Solenne bertunangan dengan Zevran Ardevar—bujangan nomor satu paling diinginkan seantero kerajaan, seorang bangsawan aristokrat yang dingin, kaya, dan terlalu tampan untuk diabaikan.
Mereka mengira Solenne hanyalah gadis beruntung yang memanfaatkan hubungan masa kecil.
Padahal, mereka bahkan tidak saling mengenal.
Pertunangan ini hanyalah wasiat terakhir sang ibu dan sebuah hutang budi yang belum lunas.
Di tengah hujatan publik, karier Solenne sebagai aktris justru berada di titik terendah.
Diremehkan, disabotase, dan hampir tenggelam, ia bertekad membuktikan bahwa dirinya pantas berdiri di atas panggung.
Namun semakin ia berjuang, semakin Zevran yang awalnya dingin mulai mengejarnya dengan serius.
Di dunia hiburan yang dipenuhi sihir dan teknologi masa depan, mampukah Solenne menjadi bintang terbesar abad ini… dan menaklukkan hati pria yang seharusnya hanya menjadi tunangan kontraknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfah_muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ringkasan alur naskah iblis batu

Malam.

Lampu kota memantul di kaca ruang kerja.

Di meja— berkas menumpuk rapi.

Zevran Ardevar duduk diam.

Satu tangan menopang dagu.

Pintu diketuk pelan.

“Masuk.”

Robert melangkah masuk.

“Tuan muda.”

Zevran tidak menoleh.

“Ada sesuatu yang perlu Anda lihat.”

Tablet diletakkan di meja.

Layar menyala.

Sebuah video diputar.

Suara sedikit bising.

Gambar agak goyang.

Namun—

cukup jelas.

“…kalau kamu penasaran…”

“…kita bisa coba sekarang.”

Zevran diam.

Video berlanjut.

Mireya.

Tatapannya.

Nada suaranya.

Dan— cara dia “menghentikan” suasana.

Hening di ruangan.

Video selesai.

Zevran tidak langsung bicara.

“…ini dari mana.”

Robert menjawab cepat.

“Forum hiburan, tuan muda. Sudah menyebar ke beberapa platform.”

“Trending.”

Zevran mengetuk meja pelan.

Satu kali.

Dua kali.

“…hapus.”

Robert sedikit terdiam.

“Tuan, skalanya sudah cukup besar—”

“Aku tidak bilang bersihkan semuanya.”

Zevran akhirnya menoleh.

Tatapannya dingin.

“Cari sumber awalnya.”

“Siapa yang merekam.”

“Siapa yang upload pertama.”

Nada suaranya rendah.

“Yang lain—biarkan.”

Robert langsung mengangguk.

“Baik, sir.”

Ia berbalik.

Namun—

“Robert.”

Ia berhenti.

“Ya, sir?”

Zevran kembali menatap layar.

Frame terakhir.

Mireya.

“Pantau komentar.”

“Kalau ada yang melewati batas—”

“…tangani.”

Singkat.

Jelas.

“Dipahami.”

Robert keluar.

Pintu tertutup.

Hening.

Zevran bersandar.

Matanya masih di layar.

Ia memutar ulang video itu.

Sekali.

Dua kali.

“…bodoh.”

Gumaman pelan.

Tidak jelas untuk siapa.

Mungkin untuk orang yang merekam.

Mungkin untuk orang yang menyerangnya.

Atau— untuk Mireya.

Yang berdiri sendirian di tengah itu semua.

Ia menghela napas.

Tangannya meraih ponsel.

Beberapa detik.

Lalu— mengetik.

“Sudah makan?”

Terkirim.

Ia menatap layar sebentar.

Tidak menunggu lama.

Layar dikunci.

Diletakkan kembali.

Seolah—

itu bukan hal penting.

Namun—

beberapa detik kemudian—

layar menyala lagi.

Balasan masuk.

“…sudah.”

Singkat.

Zevran menatapnya.

Lama.

Lalu—

mengetik lagi.

“Jangan baca komentar.”

Terkirim.

Hening.

Ia tidak menunggu jawaban kali ini.

Bersandar lagi.

Matanya terpejam sebentar.

Namun—

dalam kepalanya—

bukan angka.

Bukan bisnis.

Melainkan—

tatapan itu.

Tatapan Mireya di video.

Dingin.

Sepi.

Dan— terlalu nyata.

“…jangan takut.”

Gumamnya pelan.

Tidak jelas—

untuk siapa.

Namun—

malam itu—

tanpa disadari—

Zevran sudah mulai…

ikut masuk ke dalam permainan ini.

...****************...

Ringkasan alur novel ini mungkin mudah di ketahui.

Kaizar adalah seorang pria dari dunia modern yang bereinkarnasi ke dunia kultivasi setelah mendapatkan kesempatan langka bertemu dewa.

Sebagai bentuk “hadiah”, ia diperbolehkan memilih jalur hidup barunya—dan tanpa ragu, ia memilih menjadi “anak takdir”, sosok yang ditakdirkan memiliki keberuntungan luar biasa dan jalan hidup yang selalu mengarah pada kesuksesan.

Permintaannya dikabulkan.

Namun, sang dewa tidak pernah menjelaskan satu hal penting—

bahwa menjadi anak takdir berarti hidupnya akan selalu menjadi pusat konflik.

Di dunia itu, takdir bukan hanya berkah… tapi juga sesuatu yang bisa direbut, bahkan berbahaya.

Ada pihak-pihak yang mampu menyedot dan mencuri takdir orang lain, dan tanpa disadari, Kaizar menjadi target sempurna.

Di kehidupan barunya, Kaizar tidak langsung hidup dalam kemewahan.

Sebaliknya— ia terlahir sebagai anak buangan dari keluarga bangsawan yang telah jatuh.

Lemah, tidak berbakat, dan diabaikan.

Hidupnya nyaris seperti pengemis.

Namun perlahan, “takdir” mulai bekerja.

Kesempatan datang satu per satu.

Bahaya berubah menjadi peluang.

Kegagalan berubah menjadi jalan baru.

Kaizar pun bangkit.

Dengan identitas barunya, ia mulai membalas dunia yang pernah meremehkannya.

Langkahnya tidak selalu mulus—

namun entah bagaimana, setiap rintangan selalu berujung pada keuntungan.

Dan yang paling mencolok—

kesuksesan Kaizar hampir selalu melibatkan orang lain.

Terutama para wanita yang ia temui.

Satu per satu, mereka datang ke hidupnya.

Menjadi sekutu.

Menjadi pelindung.

Menjadi “jalan pintas” yang mempercepat pertumbuhannya.

Tanpa disadari— kisah Kaizar bukan hanya tentang perjuangan seorang pria…

melainkan juga tentang bagaimana takdirnya dibangun, didorong, dan bahkan diselamatkan oleh orang-orang di sekitarnya.

Dan di antara mereka semua—

ada satu sosok…

yang keberadaannya hampir tidak dianggap.

Namun sebenarnya—

memegang peran paling besar dalam nasibnya.

...****************...

Arc Putri Kaisar & Awal Perjalanan Kaizar

Sejak sebelum generasi mereka lahir—

sebuah janji telah dibuat.

Kakek buyut Kaizar dan kakek buyut keluarga kekaisaran adalah sahabat dekat, sekaligus pilar yang membangun kekaisaran dari awal. Keluarga Kaizar dikenal sebagai penghasil prajurit terkuat, sementara keluarga kekaisaran memegang tahta.

Dalam sebuah perjanjian sederhana namun mengikat, mereka sepakat—

jika suatu hari lahir seorang putri di garis kekaisaran, maka ia akan dijodohkan dengan keturunan keluarga Kaizar.

Namun takdir berjalan aneh.

Generasi demi generasi—

keluarga kekaisaran hanya melahirkan anak laki-laki.

Hingga akhirnya, pada masa kaisar sekarang, lahirlah seorang putri.

Putri yang sangat berharga.

Satu-satunya.

Di sisi lain—

keluarga Kaizar telah jatuh.

Orang tuanya meninggal.

Kekuatan keluarga memudar.

Dan Kaizar sendiri—

lahir dengan cacat bawaan, tidak mampu berkultivasi.

Ia menjadi aib.

Diabaikan.

Direndahkan.

Namun karena ia adalah keturunan pertama di generasinya—

perjanjian itu tetap mengikatnya.

Ia menjadi tunangan sang putri.

Bagi sang putri—

ini tidak adil.

Ia tidak mengenal Kaizar.

Dan di matanya, Kaizar hanyalah pria lemah dari keluarga runtuh.

Meski pada dasarnya berhati baik, ia tetap memiliki harga diri tinggi.

Ia memilih cara halus— memberikan sejumlah harta sebagai kompensasi, berharap Kaizar sendiri yang membatalkan pertunangan itu.

Dan Kaizar— menerimanya.

Tanpa ragu.

Ia pergi.

Meninggalkan istana.

Meninggalkan statusnya.

Namun—

di antara hadiah itu,

tersembunyi sesuatu yang mengubah hidupnya.

Sebuah batu.

Dengan roh penjaga di dalamnya.

Roh itu lemah.

Belum memiliki wujud.

Namun ia memiliki pengetahuan.

Dan arah.

Dari situlah—

perjalanan Kaizar dimulai.

Ia mengembara.

Mengikuti petunjuk sang roh.

Mengumpulkan kekuatan.

Dan secara perlahan—

bertemu dengan orang-orang yang akan mengubah hidupnya.

Satu per satu—

wanita-wanita yang kelak menjadi bagian penting dari takdirnya.

Ketika Kaizar mulai dikenal—

ketika namanya mulai memiliki bobot—

dan ketika di sekelilingnya telah ada beberapa wanita yang dekat dengannya—

ia bertemu seseorang yang berbeda.

Di distrik hiburan yang ramai dan kacau—

seorang gadis sedang diganggu.

Kaizar, seperti biasa, turun tangan.

Menyelamatkannya.

Namun— yang ia dapatkan bukan rasa terima kasih.

“Aku tidak butuh bantuanmu.”

Nada dingin.

Tatapan datar.

Gadis itu— tidak terlihat takut.

Tidak juga bersyukur.

Kaizar tertegun.

“Setidaknya ucapkan terima kasih—”

“Kalau ingin bayaran…”

Gadis itu melemparkan uang.

“…ambil saja itu.”

Dan pergi.

Meninggalkan Kaizar berdiri diam.

Untuk pertama kalinya—

ia tidak dipuja.

Tidak dihormati.

Dan entah kenapa—

itu justru membuatnya tertarik.

Ia tidak tahu—

bahwa gadis itu adalah Mireya.

Atau lebih tepatnya—

Aurelia.

Seorang peramal terkenal yang menyembunyikan identitasnya.

Lebih dari itu—

ia adalah pemegang salah satu kunci penting dalam aliran takdir.

Seseorang yang seharusnya dicari oleh Kaizar sejak awal.

Namun ironisnya— mereka bertemu bukan karena usaha Kaizar.

Melainkan karena— takdir Kaizar sendiri yang “menarik” dirinya.

Aurelia sudah mencoba menghindar.

Menjauh.

Bahkan bersembunyi di distrik hiburan.

Namun tetap saja—

ia “terseret” ke dalam jalur hidup Kaizar.

Dan seperti biasa—

pembaca tidak menyadari hal itu.

Mereka mengira—

itu hanya pertemuan kebetulan.

Atau sekadar karakter sampingan yang lewat.

Padahal—

di balik itu semua—

takdir sedang mulai bergerak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!