NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perburuan di Balik Kabut Darah

Episode 30

Suasana di dalam Hutan Binatang Buas Azure kini telah berubah menjadi sebuah panggung sandiwara maut yang sangat sunyi. Kabut putih yang tadinya tipis kini semakin menebal, seolah-olah alam sendiri sedang berusaha menyembunyikan dosa yang akan segera terjadi di bawah naungan pohon-pohon purba. Cahaya rembulan perak yang menembus celah-celah dedaunan menciptakan bayangan yang bergerak-gerak, menipu mata siapa pun yang mencoba mencari kejelasan di tengah kegelapan.

Gu Sheng berdiri di atas dahan pohon beringin yang sangat tinggi, kakinya tidak menapak di atas kayu, melainkan sedikit mengambang berkat manipulasi gravitasi dari Qi Iblis Penghancur Bintang. Jubah hitamnya menyatu sempurna dengan kegelapan malam. Ia tidak bernapas, detak jantungnya ditekan hingga ke titik terendah melalui Gerbang Kedua (Xiu Men). Di matanya yang ungu tua, lima praktisi dari Sekte Pemurni Darah di bawah sana tampak seperti lima titik cahaya merah yang sedang bergerak dalam kegelapan, titik-titik kehidupan yang siap untuk dipadamkan.

Lima orang berjubah merah darah itu bergerak dalam formasi berlian, sebuah formasi standar untuk pengintaian di wilayah berbahaya. Pemimpin mereka, pria pucat bertato merah di leher yang dikenal sebagai Elder Xue, memegang sebuah lentera tembaga kuno yang memancarkan api hijau pucat. Lentera itu bukan sekadar alat penerang; itu adalah Lentera Penarik Esensi, sebuah pusaka tingkat rendah yang mampu mendeteksi keberadaan garis keturunan khusus melalui aroma darah yang menguap di udara.

"Elder, aromanya semakin kuat di sini," bisik salah satu murid, seorang pemuda kurus dengan mata yang cekung. Namanya adalah Li An, seorang praktisi Spirit Sea tingkat kedua. Tangannya yang memegang belati bergetar sedikit, bukan karena takut, tapi karena kegembiraan yang jahat. "Jika ini benar-benar darah Phoenix, aku mungkin bisa mendapatkan setetes esensinya untuk menembus hambatanku."

Elder Xue tidak menjawab. Ia menghentikan langkahnya tepat di bawah pohon tempat Gu Sheng bersembunyi. Hidungnya mengendus udara dengan tajam. Bau amis dari sisa-sisa Laba-Laba Bulan Spektral masih tercium, namun ada sesuatu yang lain, sesuatu yang dingin, kosong, dan sangat menindas.

"Sesuatu yang salah..." Elder Xue bergumam rendah, suaranya terdengar seperti gesekan amplas pada kayu. "Bau api Phoenix ini tiba-tiba terputus. Seolah-olah ada seseorang yang menyelimutinya dengan kain kafan hitam."

"Mungkin dia sedang bermeditasi di tempat tersembunyi?" murid lainnya menyahut.

Gu Sheng, yang berada di atas mereka, perlahan-lahan merogoh saku jubahnya. Ia mengeluarkan sebuah kerikil kecil yang telah ia lumuri dengan setetes Qi ungu-nya. Dengan gerakan yang sangat halus, ia menjentikkan kerikil itu ke arah semak-semak yang berada sekitar tiga puluh meter di sebelah kanan para pemburu itu.

Srak!

Suara itu sangat pelan, namun di tengah kesunyian hutan yang mencekam, suara itu terdengar seperti ledakan kecil bagi telinga para praktisi Spirit Sea.

"DI SANA!" teriak Li An. Tanpa menunggu perintah dari Elder Xue, ia melesat ke arah semak-semak tersebut, ingin menjadi yang pertama menemukan sang Phoenix.

"Li An, kembali!" Elder Xue mencoba mencegah, namun sudah terlambat.

Li An melompat ke arah semak-semak dengan belati terhunus. Namun, begitu ia sampai di sana, ia tidak menemukan apa pun selain tanah yang kosong. Sebelum ia sempat berbalik untuk melaporkan kegagalannya, ia merasakan udara di belakang tengkuknya menjadi sangat dingin.

Gu Sheng telah berada di sana. Tanpa suara. Tanpa aura.

Tangan kiri Gu Sheng mencengkeram wajah Li An dari belakang, sementara tangan kanannya menahan bahu pemuda itu agar tidak bisa bergerak. Gu Sheng tidak menggunakan pedangnya, ia ingin menguji seberapa cepat Dantian Penelan Langit-nya bisa memproses energi dari praktisi tingkat Spirit Sea di lingkungan yang terbuka.

"Kau mencari sesuatu?" bisik Gu Sheng tepat di telinga Li An.

Mata Li An membelalak lebar. Ia ingin berteriak, namun telapak tangan Gu Sheng yang dingin seperti es menutupi mulutnya dengan sangat rapat. Di saat yang sama, ia merasakan daya hisap yang luar biasa meledak dari telapak tangan Gu Sheng.

Dusssssst!

Prosesnya sangat cepat namun sangat menyakitkan bagi sang korban. Li An bisa merasakan seluruh Qi di dalam Lautan Ruh-nya ditarik keluar secara paksa. Pembuluh darahnya pecah, otot-ototnya menyusut, dan esensi kehidupannya mengalir deras masuk ke dalam tubuh Gu Sheng. Dalam waktu kurang dari sepuluh detik, Li An yang tadinya seorang pemuda yang penuh dengan ambisi, berubah menjadi mumi kering yang pucat.

Gu Sheng melepaskan cengkeramannya, dan mayat kering Li An jatuh ke tanah dengan suara berdebu yang halus.

“Hm, Spirit Sea tingkat kedua... nutrisi yang lumayan untuk menstabilkan Qi ungu-ku,” kaisar iblis bergumam dalam batin.

Sementara itu, empat orang lainnya yang masih berada di jalan setapak mulai merasa curiga karena Li An tidak kunjung kembali atau memberikan laporan.

"Li An? Kau di sana?!" teriak salah satu murid. Sunyi. Tidak ada jawaban.

Elder Xue mulai merasakan firasat buruk yang sangat kuat. Ia mengangkat lenteranya tinggi-tinggi, mencoba menembus kabut yang semakin tebal. "Semuanya, merapat! Jangan biarkan siapa pun berada lebih dari satu meter dariku!"

Namun, saat mereka mulai merapat, mereka menyadari bahwa mereka kini hanya berempat. Murid yang berada di posisi paling belakang, yang seharusnya hanya berjarak satu langkah dari rekan di depannya, telah menghilang tanpa suara. Tidak ada tanda-tanda perjuangan, tidak ada suara seretan, hanya kekosongan yang mengerikan.

"M-Master... Han... Han juga hilang!" suara salah satu murid gemetar hebat. Ia adalah seorang pria bertubuh besar, namun sekarang ia menggigil seperti anak kecil yang tersesat di kegelapan.

Keringat dingin mulai mengucur di dahi Elder Xue. Ia adalah praktisi Spirit Sea tingkat kelima, seorang pria yang telah membunuh ratusan orang demi memurnikan darahnya. Namun hari ini, ia merasa seperti sedang berdiri di depan pintu neraka.

"Siapa kau?!" teriak Elder Xue ke arah kegelapan. "Keluar! Jika kau adalah pendekar dari sekte lurus, tunjukkan wajahmu! Jangan bermain-main dengan trik pengecut seperti ini!"

Gu Sheng berdiri hanya lima meter di belakang mereka, bersembunyi di balik batang pohon beringin yang sangat besar. Ia mendengarkan teriakan Elder Xue dengan ekspresi datar. Pengecut? Di dunia di mana mereka mencoba menculik seorang gadis untuk diperas darahnya, kata pengecut tidak memiliki arti bagi Gu Sheng.

Ia kembali bergerak. Kali ini, ia membiarkan sedikit auranya bocor keluar, aura ungu yang dingin dan menindas.

Seketika, suhu di sekitar empat orang tersebut turun drastis. Embun beku mulai muncul di jubah merah mereka. Elder Xue segera berbalik, mengayunkan lenteranya yang memancarkan api hijau ke arah sumber aura tersebut.

Wush!

Api hijau itu menyinari sosok berjubah hitam yang berdiri tegak dengan pedang raksasa di punggungnya. Gu Sheng menatap mereka dengan mata ungu yang tidak memiliki emosi sedikit pun.

"Kau... kau yang membunuh murid-muridku?" Elder Xue bertanya, suaranya bergetar antara amarah dan ketakutan. "Kultivasi Spirit Sea tingkat kelima? Kau... siapa kau? Kenapa kau mencampuri urusan Sekte Pemurni Darah?"

Gu Sheng melangkah maju perlahan. Setiap langkahnya membuat tanah di bawah kakinya retak halus, tanda bahwa ia sedang memanipulasi gravitasi untuk menekan mental lawan-lawannya.

"Mencampuri urusan kalian?" Gu Sheng berhenti, suaranya terdengar sangat rendah namun berwibawa. "Kalian masuk ke wilayah perburuanku, mengincar barang milikku, dan kau bertanya kenapa aku mencampurinya?"

"Barang milikmu? Kau maksud Phoenix itu?" Elder Xue menggertakkan giginya. Ia menyadari bahwa pemuda di depannya ini bukanlah orang dari sekte lurus. "Dengar, Tuan Muda. Jika kau menyerahkan Phoenix itu pada kami, Sekte Pemurni Darah akan memberimu ribuan batu energi dan wanita cantik sebagai gantinya. Jangan membuat musuh yang tidak perlu..."

"Wanita cantik?" Gu Sheng sedikit menyeringai, sebuah senyuman yang membuat murid-murid Elder Xue hampir pingsan karena ketakutan. "Dantian-ku tidak butuh wanita cantik. Dia butuh darah kalian. Dan kulihat... Qi milikmu cukup kental untuk membantuku membuka Gerbang Ketiga malam ini."

"LANCANG! MATILAH!"

Elder Xue tidak lagi mencoba bernegosiasi. Ia melempar lenteranya ke udara. Lentera itu meledak, mengeluarkan gas merah beracun yang membentuk ribuan jarum darah yang tajam.

"Jurus Rahasia: Hujan Darah Perenggut Nyawa!"

Ribuan jarum darah itu melesat ke arah Gu Sheng dengan kecepatan suara. Setiap jarum mengandung racun korosif yang mampu meluluhkan tulang dalam sekejap.

Gu Sheng tidak mencabut pedang Penebas Dosa. Ia justru merentangkan kedua tangannya ke samping.

"Teknik Penelan Langit: Vortex Hampa!"

Wush!

Sebuah pusaran angin hitam yang sangat kuat muncul di sekeliling Gu Sheng. Ribuan jarum darah yang mematikan itu, begitu menyentuh pusaran tersebut, tidak meledak atau menusuk, mereka justru terserap masuk, terpelintir oleh gravitasi, dan dihisap langsung ke dalam telapak tangan Gu Sheng.

"Apa?! Bagaimana mungkin?!" Elder Xue terbelalak. Serangan terkuatnya justru dijadikan camilan oleh lawannya.

Gu Sheng tidak memberinya waktu untuk bereaksi. Dengan satu hentakan kaki, ia melesat maju, meninggalkan jejak tanah yang hancur di belakangnya. Dalam sekejap, ia sudah berada di depan salah satu murid Elder Xue.

PLAK!

Hanya dengan satu tamparan tangan kosong yang mengandung Qi ungu, kepala murid itu meledak menjadi kabut darah. Sebelum darahnya sempat jatuh ke tanah, Gu Sheng sudah menghisap seluruh esensinya dalam satu tarikan napas.

Kini tinggal Elder Xue dan satu muridnya yang tersisa. Keberanian mereka telah runtuh sepenuhnya.

"Iblis... kau benar-benar iblis!" teriak si murid terakhir sambil mencoba melarikan diri ke arah kegelapan hutan.

Gu Sheng tidak mengejarnya. Ia hanya melirik ke arah murid yang melari itu, lalu menjentikkan jarinya. Seberkas cahaya ungu melesat secepat kilat, menembus jantung murid tersebut dari belakang. Tubuh itu jatuh tersungkur dan segera kering kerontang akibat energi Penelan yang tertanam di dalam serangan tersebut.

Gu Sheng kini berdiri tepat di depan Elder Xue yang sudah terjatuh ke tanah karena kakinya yang lemas.

"Elder," ucap Gu Sheng sambil merunduk, menatap tato merah di leher pria itu. "Kau bilang ingin memurnikan darah? Biar aku tunjukkan... bagaimana rasanya saat darahmu sendiri dimurnikan oleh kehampaan."

Gu Sheng meletakkan tangannya di atas kepala Elder Xue. Sinar rembulan perak menyinari wajah Gu Sheng yang dingin, memberikan kesan bahwa ia adalah malaikat maut yang baru saja turun dari langit.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!