NovelToon NovelToon
Lara Di Tapal Batas

Lara Di Tapal Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:37.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Mengulik kisah seorang pria bernama Rafael yang menerima kesepakatan menjadi bapak rumah tangga dan membiarkan istrinya berkarier di luar rumah.

Seiring bertambah usia pernikahan, kesepakatan mereka perlahan mulai mengusik ego dan jadi dilema bagi Rafael sebagai laki-laki.

》Apakah Rafael bisa bertahan menjalani aktivitasnya sebagai bapak rumah tangga dan melihat kesuksesan karier istrinya?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Lara Di Tapal Batas"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30.

...~•Happy Reading•~...

Tiga Bulan Kemudian》

Setelah pertemuan dengan Hendi dan istri di swalayan, hubungan Rafael dan Laras mulai mencair sebagai suami istri.

Laras mulai membuka diri, sebab dia menyadari apa yang dikatakan Rafael ada benarnya dan baik bagi tugasnya di kantor cabang. Dan juga demi kelangsungan hubungan mereka sebagai suami istri.

Hal itu melegakan hati Rafael. Dia melakukan semua kesepakatan mereka sebelum pernikahan. Menjadi sopir, bodyguard, koki, asisten rumah tangga, tanpa kendala berarti. Setiap waktu luang dia gunakan untuk belajar memasak, agar setiap hari bisa menyediakan berbagai variasi menu.

Rafael menambahkan satu tugas yang tidak tercantum dalam kesepakan mereka, yaitu sebagai penasehat pribadi Laras saat diminta atau tidak. Dia lakukan dengan sukacita seperti yang dikatakan Ibunya.

Sehingga tugas yang diemban Laras berjalan dengan baik. Tidak terjadi friksi dengan karyawan, rekan kerja atau partner bisnis perusahaan di kota itu.

Rafael bersyukur, kesabaran dan ketekunannya bisa menahan laju ego dan menurunkan tensi emosi Laras. Sehingga dari hari ke hari, bulan berganti bulan hanya terjadi riak-riak kecil menghiasi awal pernikahan mereka.

~••

Hari ini Rafael tiba di parkiran kantor sebelum waktu pulang kerja. Saat Laras mengirimkan pesan bahwa sudah mau keluar kantor, Rafael menjalankan mobil menuju pintu keluar.

Rafael merasa tenang tiba sebelum Laras keluar dari lobby. Dia mengerutkan alis melihat Laras tidak seperti biasanya. "Banyak kerjaan hari ini?" Rafael bertanya saat Laras masuk ke mobil dan duduk di sampingnya.

"Gak juga. Hanya hadiri pertemuan dengan beberapa orang. Cuma aku merasa cepat lelah." Ucap Laras sambil meletakan tas di belakang dan kembali duduk bersadar.

"Kalau begitu, pasang seatbelt. Kita mampir ke dokter untuk periksa kesehatanmu. Kau terlihat lelah dan layu." Rafael menyarankan. Dia mau Laras istirahat agak lama di akhir pekan, jadi butuh surat keterangan dokter.

Rafael menengok ke arah Laras karena tidak mendengar jawaban persetujuan. Dia heran melihat Laras belum memakai sabuk pengaman, padahal mereka akan menuju jalan raya. "Laras?" Panggil Rafael. "Larasss..." Rafael menyentuh bahu Laras. Ketika tidak ada reaksi, Rafael segera menepi untuk memeriksa kondisi Laras.

"Oh, my goodness. Apa yang terjadi denganmu?" Rafael memegang wajah Laras yang pucat dan dingin. Rasa takut menyentak jantungnya yang berdebar kuat. Dia segera memasang sabuk pengaman, lalu menjalankan mobil secepatnya.

Dalam perjalanan dia terus memanggil nama Laras. Setelah tiba di depan rumah sakit, dia melompat turun dan menggendong Laras. "Suster, tolong istri saya." Rafael memanggil perawat terdekat untuk menolong Laras yang tidak sadarkan diri.

"Letakan di sini, Pak." Para perawat bergerak cepat dan sigap.

"Tolong tangani, suster. Saya mau pindahkan mobil." Rafael menunjuk mobil di depan UGD.

Setelah parkir mobil, dia menyambar tas kerja Laras dan kembali masuk. "Pak, ke arah sini." Panggil seorang suster.

"Istri saya di mana?" Tanya Rafael sambil mencari seputar ruangan.

"Sedang ditangani dokter jaga. Bapak harus mengisi formulir pasien."

Rafael segera membuka tas kerja Laras untuk mengambil tanda pengenal. "Nama istri saya, Larasakti....." Rafael menyebut identitas Laras sesuai tanda pengenal.

Selesai di bagian administrasi Rafael diajak menuju tempat perawatan Laras. "Bapak suami pasien ini?" Tanya dokter.

"Iya, dokter. Saya suaminya. Namanya Laras." Rafael berjalan mendekati tempat Laras berbaring. Dia sangat khawatir melihat Laras masih pucat dan tidak bergerak.

"Istri saya belum sadar, Dok?"

"Belum. Tapi tenang saja, Pak. Ini kadang terjadi pada Ibu yang hamil muda." Ucap dokter tenang.

Jawaban tenang dokter menggetarkan hati Rafael. "Istri saya sedang hamil?" Rafael bertanya sambil memegang tangan dokter.

"Iya, Pak. Apa bapak belum tahu?"

"Belum, dokter." Jawab Rafael cepat.

"Apa istri anda tidak bilang?" Pertanyaan dokter membuat Rafael melihat wajah Laras.

"Tidak, dokter. Mungkin istri saya juga belum tahu, karna akhir-akhir ini agak sibuk." Rafael menganggap, Laras tidak tahu karena kesibukannya.

"Kalau begitu, selamat Pak. Mari kita bicara di ruangan saya. Biarkan suster yang menjaga istri anda." Dokter mengajak Rafael untuk bicara lebih lanjut.

Rafael mengusap kepala Laras sebelum mengikuti dokter. Perasaannya seperti terbang melayang mengatahui Laras sedang hamil. "Dokter, istri saya tidak apa-apa kalau belum sadar?"

"Tidak apa, Pak. Mungkin sebentar lagi sudah sadar. Apa ini hamil anak pertama?"

"Iya, dokter. Kami belum lama menikah."

"Kalau begitu, saya akan memberikan referensi dokter untuk lakukan pemeriksaan selanjutnya."

"Terima kasih, dokter. Nanti istri saya pilih dokter yang cocok dengannya, karna kami tinggal tidak lama di sini...." Rafael menjelaskan kondisi mereka di kota itu.

"Baik. Karna ini kehamilan pertama, dan kalian masih muda, harus hati-hati...." Dokter menasehati, agar tidak melakukan sesuatu di luar batas kondisi tubuh hamil mudah.

Tidak lama kemudian, Rafael kembali ke tempat Laras. Dia berdiri lama memperhatikan Laras dengan perasaannya berganti-ganti. Ada rasa bahagia, bangga bercampur was-was akan kondisi Laras.

Ketika sedang memikirkan cara menyampaikan kabar kehamilan Laras kepada orang tuanya, tangan Laras bergerak disertai matanya terbuka perlahan. Rafael berjalan mendekati ranjang.

"Rafa, aku di mana?" Tanya Laras setelah mengenali Rafael.

Rafael memegang tangan dan berbisik. "Kau lagi di rumah sakit."

"Aku kenapa?" Mata Laras bergerak, melihat sekitar.

Rafael menunduk dan mencium dahi Laras dan berbisik. "Kita mau jadi orang tua."

"Maksudmu, aku hamil?" Tangan Laras bergerak memegang perutnya yang rata. Rafael mengangguk dan mengusap kepala Laras yang menatapnya tanpa ekspresi.

Rafael makin khawatir, sebab tidak bisa menebak, Laras merasa bahagia atau tidak dengan kehamilannya. "Ada apa?" Tanya Rafael, pelan.

"Sudah kasih tahu Mama Papa?"

"Belum. Tunggu kondisimu baik baru kasih tahu. Supaya mereka tidak khawatir."

"Gak pa'pa. Kasih tahu aja. Aku sudah lebih baik." Laras meminta.

"Aku mau bicara dengan Mama." Laras mendesak.

"Kalau begitu, aku yang telpon." Rafael mengeluarkan ponselnya.

Ketika mendengar Laras hamil, Papanya yang sudah pulang kerja langsung video call. "Rafa, benar, Laras hamil?" Suara Pak Yafeth bergetar, menahan rasa bahagia.

"Iya, Pa. Ini kami sedang periksa di rumah sakit."

"Mana Laras." Terdengar suara Mamanya. Rafael memberikan ponsel kepada Laras.

"Laras, kau baik-baik saja?"

"Iya, Ma. Cuma cepat lelah."

"Itu biasa kalau hamil muda." Bu Ester menenangkan. "Sudah hamil berapa bulan?" Tanya Bu Ester sambil menghitung waktu pernikahan mereka.

"Belum tahu, Ma. Ini juga baru tahu hamil. Nanti dokter datang baru kami tanya."

"Baik. Kami tunggu." Bu Ester mematikan ponsel.

"Pa, mengapa wajah Laras seperti itu?"

"Ada apa dengan wajahnya?"

"Papa gak lihat wajahnya tadi? Ekspresinya bukan seperti wanita yang tahu sedang hamil."

"Apa itu masalah?" Pak Yafeth bertanya, karena tidak mengerti maksud istrinya.

"Papa gak lihat wajah dan mata Rafa? Dia sangat bahagia. Tapi binar mata Rafa tidak terlihat di mata Laras." Bu Ester menceritakan yang dilihat dan mengapa cepat mengakhiri telpon. Supaya tidak banyak bertanya kepada Laras atau Rafael.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Ternyata Laras bukan sakit kecapekan tapi sedang hamil
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Laras waspada ya sama Hendi dengarkan nasehat suamimu demi kebaikan kamu
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Ibu bicarakan secara baik baik dulu tanya baik baik jangan asal jambak Laras kejam banget deh
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Laras sama Juano kenapa beda sikap dan wataknya mungkin Laras yang seorang kakak malah sikapnya kekanak-kanakan
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Rafael sepertinya kamu harus bersabar untuk merubah Laras jadi lebih baik
@Yayang ♡ Risa
Padahal Laras hamil itu kabar bahagia malah Laras belum siap punya anak deh
@Yayang ♡ Risa
Laras harusnya kamu balas jambak rambut ibu itu kalau perlu sampai rontok rambutnya dan botak kepala ibu itu
@Yayang ♡ Risa
Rafael kamu luar biasa berusaha memahami keinginan yang Laras mau
@Yayang ♡ Risa
Rafael yang sabar banyak ya Laras memang gampang emosi dan egois banget dia
@Yayang ♡ Risa
Wah Rafael sama Laras berantem padahal baru menikah pasti karena Laras yang kekanak-kanakan sikapnya
Risa Yayang Cinta Sejati
Wah Laras sekarang sudah ngga gampang emosi dan ngga egois lagi berkat Rafael
Risa Yayang Cinta Sejati
Laras dengarkan nasehat Rafael ya jangan percaya sama Hendi ingat itu
Risa Yayang Cinta Sejati
Ibu mending tanya baik baik ke Laras jangan langsung jambak Laras beruntung Laras ngga balas jambak deh
Risa Yayang Cinta Sejati
Laras masa kamu ngga bisa menyalakan kompor padahal itu gampang banget apa rebus air juga ngga bisa
Risa Yayang Cinta Sejati
Wah Rafael ngga membangunkan Laras karena tidurnya Laras nyenyak
@Yayang Suami Ris4
Wah Laras kamu hamil ternyata selamat ya pasti Rafael senang karena kamu hamil
@Yayang Suami Ris4
Hebat Rafael kamu lawan saja istri dan suami itu kejam ibu itu menjambak Laras
@Yayang Suami Ris4
Wah Rafael hebat berusaha menghilangkan rasa kesal Laras ya
@Yayang Suami Ris4
Wah Laras berani membentak Rafael itu namanya durhaka ke suami lho Laras
@Yayang Suami Ris4
Rafael kasihan kamu harus momong Laras yang pemikirannya belum dewasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!