"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyerangan
Edward menggandeng Kiara masuk, namun tak disangka dipintu saat akan masuk Penginapan. Ryon dan Pengawalnya datang menghadang. Edward dan Kiara sangat terkejut, dengan sigap Edward melindunginya dengan terus membuat Kiara berdiri dibelakangnya.
“ Hai anak muda, Kau terkejut?” Tanya Ryon angkuh.
“ Mau apa Kau datang Ke Penginapanku?” Tanya Edward serius.
Ryon tersenyum menjengkelkan dan sesekali menatap Kiara.
“ Aku menginginkan gadis itu.” Ucap Ryon serius.
“ Dia vampire untuk apa Kamu menginginkannya?” Tanya Edward tegas.
Ryon tersenyum sembari membuang muka ke arah lain.
“ Aku tau, tapi kehadiran Dia di kota ini sangat menggangguku. Sekarang hanya ada dua pilihan, serahkan Dia padaku akan Aku jamin keselamatannya atau jika tidak Aku akan membunuhnya.” Ucap Ryon tegas membuat Kiara sangat ketakutan.
Edward tersenyum meledek pada Ryon.
“ Dia tidak pernah mengusikmu mengapa Kamu merasa terganggu? Ohh Aku mengerti apa mungkin Dia keturunan pemimpin sebelumnya dan Kamu takut tahtamu akan diambil alih olehnya.” Ucap Edward serius.
Ryon tampak marah, wajahnya sangat memperlihatkan bahwa Ia benar – benar tidak menyukai apa yang Edward katakan. Sementara Kiara terus berdiri ketakutan dibelakang Edward.
“ Kamu telah melakukan kesalahan anak muda, serang Dia!” Ucap Ryon menyuruh pengawalnya menyerang Edward.
Edward langsung menarik Kiara Ke lahan yang lebih luas, Edward meminta Kiara menjauh dan bersembunyi.
“ Arrrr… Arrrr…” Pengawal Ryon berlari mengejar dengan taring dimulut mereka.
Pertarungan tidak bisa dihindarkan, Pengawal Ryon yang berjumlah lebih dari 10 orang bergantian menyerang Edward. Edward tampak berubah menjadi vampire dengan kekuatan dan keahlian bela diri yang Ia miliki, Ia terus melawan mereka.
Kiara terus memperhatikan Edward, Ia tampak mulai kelelahan. Kiara terus mencoba menghubungi Eyden, namun Eyden tidak mengangkat telepon darinya. Kiara mulai bingung harus bagaimana sedangkan Edward sudah berhasil menumbangkan beberapa pengawal Ryon, namun Ia babak belur dan mulai tumbang. Kiara tidak tega melihatnya dan berlari melindungi Edward.
“ Edward Kamu tidak apa – apa?” Tanya Kiara cemas menggenggam tangan Edward yang tergeletak.
“ Apa yang Kamu lakukan? Pergi dari sini Kiara! Cepat pergi!” Ucap Edward terbata – bata sembari duduk menahan sakit.
“ Engga… Aku engga akan ninggalin Kamu.” Ucap Kiara berlinang air mata.
Edward mendekap kepala Kiara ke pelukannya dam mereka berpelukan. Tiba – tiba pengawal Ryon menarik Kiara paksa dan berusaha memisahkan mereka. Kiara tampak muak dan marah, Ia mulai merubah wujudnya menjadi vampire.
“ Arrrrr…. Dasar badebah.” Ucap Kiara menendang pengawal Ryon hingga terpental jauh.
Ryon tampak tercengang dan menyuruh semua pengawalnya untuk menangkap Kiara.
Kiara mengamuk, entah kekuatan dari mana Ia menumbangkan satu per satu pengawal Ryon.
Setelah semua tumbang Ia menghampiri Edward yang terduduk lemas.
“ Kiara awas.” Teriak Edward.
Kiara langsung berbalik badan.
“ Bugh…” Kepala Kiara dipukul Ryon menggunakan kayu balok.
Pandangan Kiara mulai kabur injakan kakinya mulai tidak seimbang dan Ia terjatuh.
Edward langsung menghampiri Kiara dan berusaha membangunkannya. Edward tampak sangat marah sembari menatap Ryon dengan penuh amarah.
“ Dasar Badebah.” Ucap Edward tegas langsung menghajar Ryon.
Karena kondisi Edward yang lemah Ia mampu dikalahkan dengan mudah oleh Ryon. Edward berdiri dengan tidak seimbang, sementara Ryon tersenyum memegang kayu balok dan mulai memukul Edward.
“ Rasakan ini, jangan berani – berani Kau menantang pemimpin kota ini hahaha…” Ucap Ryon terus memukul Edward dengan kayu balok.
Tiba – tiba Ryon jatuh terpental saat ada yang menendang badannya, terlihat ada seorang lelaki yang cukup tua berdiri menolong Edward.
“ Aku sudah peringatkan padamu jangan ganggu keluargaku, atau Aku tidak segan akan menghabisimu.” Ucap lelaki itu tegas.