NovelToon NovelToon
DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Lansia / Duda / Cintamanis / Menikah Karena Anak / CEO
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Amanda, wanita tangguh yang "terjebak" oleh bakti. Di usianya yang sudah sangat matang, ia menutup rapat pintu hatinya. Takut suaminya nanti tidak sanggup menerima paket lengkap kehidupannya yang rumit. Ayahnya yang renta dan adiknya yang istimewa.

Dirga Wijaya, seorang pria kaya merupakan ayah dari mantan muridnya. Berlidah tajam, seringkali melontarkan kritik yang menyinggung perasaan, membuat keduanya kerap terlibat perdebatan.

​Saat kehidupan tenang Amanda terusik oleh kemunculan kembali mantan kekasihnya yang obsesif dan mulai melakukan tindakan kriminal, Dirga Wijaya menawarkan pernikahan kontrak.

Dirga mendapatkan status "menikah" demi putrinya, sementara Amanda mendapatkan perlindungan bagi ayah serta adiknya.

​Di bawah atap yang sama, Akankah pernikahan itu terus berlanjut, atau terputus ketika masa kontrak berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Manda memang menjalin hubungan dengan Tuan Dirga."

'Maafkan aku, Pak... maafkan aku karena harus berbohong,” batin Amanda berteriak, hatinya terasa perih karena pernikahan yang sebenarnya pernah sangat diinginkan oleh ayahnya ini hanyalah sandiwara.

"Kami saling menyukai, Pak. Dan saya berjanji akan bertanggung jawab serta membahagiakan Amanda," sela Dirga ikut meyakinkan Pak Hendra.

Mendengar jawaban yang sama baik dari Amanda maupun Dirga, Pak Hendra terdiam. Selama ini biasanya tahu bahwa putrinya sering pergi dan pulang bersama Dirga. Hubungan Amanda dan Putri juga sudah terjalin sejak lama. Apakah itu yang mendekatkan mereka.

Meskipun awalnya terkejut dan merasa canggung, di lubuk hatinya yang paling dalam, ia juga ingin melihat putrinya menikah. Bahkan sudah sangat terlambat. Di saat usia putrinya kini sudah empat puluh enam tahun. Tapi mungkin memang seperti inilah takdir putrinya.

Pak Hendra menghela napas panjang, lalu menggelengkan kepala pelan. Ia menatap Dirga, lalu menunduk hormat.

"Baiklah... kalau memang Tuan juga mencintai Amanda," ucap Pak Hendra pelan. "Saya... saya menerima lamaran Tuan Dirga. Saya merestui hubungan kalian."

Suasana seketika berubah menjadi haru. Putri tanpa segan langsung mendekat ke arah Amanda dan memeluk wanita itu. “Yeaa… Bu Manda jadi ibunya Putri… !”

"Lalu, kapan kalian akan melangsungkan pernikahan ini, Tuan?" tanya Pak Hendra sambil menatap Dirga dan Amanda bergantian.

Dirga menoleh ke arah Amanda, memberikan kesempatan wanita itu untuk berbicara lebih dulu. "Terserah kamu, Sayang. Kapan pun kamu siap, aku siap," ucapnya lembut.

Amanda menarik napas panjang, matanya melirik tajam ke arah Dirga. Bisa-bisanya duda gila itu memanggil dengan sebutan sayang. "Sebenarnya... ada hal yang ingin aku sampaikan," ucapnya pelan namun jelas.

"Apa itu, Nak?" tanya Pak Hendra.

"Bagaimana kalau pernikahan ini diadakan sederhana saja? Tidak perlu ada pesta besar, tidak perlu mengundang banyak orang. Cukup kita semua di sini, dan hanya mengundang penghulu serta dua orang saksi saja," jelas Amanda.

Semua orang tertegun mendengar permintaan itu. Putri yang duduk di samping Amanda langsung bertanya dengan nada bingung, "Kenapa sederhana sekali, Bu? Pernikahan itu momen yang paling indah?"

Amanda tersenyum menanggapi pertanyaan gadis itu. "Memang benar, Sayang. Tapi buat Ibu, kebahagiaan itu tidak terlihat dari seberapa meriah pestanya atau seberapa banyak orang yang hadir. Lagipula..." ia menoleh ke arah Dirga, "kita berdua sudah bukan lagi anak muda lagi. Yang terpenting adalah ikatan yang sah di hadapan Allah dan di hati kita masing-masing."

Dirga menatap Amanda dengan tatapan rumit. "Aku setuju dengan usulan kamu, Sayang. Apapun yang membuat kamu nyaman, itu yang akan kita lakukan," ucapnya dengan tegas.

Pak Hendra juga mengangguk setuju. "Kalau itu keinginan kalian berdua, Bapak menyetujuinya. Yang penting pernikahan ini sah dan membawa kebahagiaan untuk kalian berdua, serta untuk Putri juga."

"Kalau begitu, bagaimana kalau dua minggu lagi?" tanya Dirga.

"Terserah bagaimana Tuan Dirga mengaturnya saja, " jawab pak hendra. Bapak sudah tua, tidak sanggup lagi mengurus ini dan itu."

"Baguslah. Jadi dua minggu lagi kita akan melangsungkan akad nikah. Dan Pak... ?" Dira menatap ke arah pak hedra. "Jangan panggil sayang Tuan lagi. Saya sudah menjadi anak Bapak juga sekarang."

*

Di bagian lain, tepatnya di dapur rumah utama, suasana malam itu mendadak menjadi riuh dan penuh bisik-bisik. Berita bahwa Tuan Dirga Wijaya telah resmi melamar Amanda bagaikan angin kencang yang menyebar begitu cepat ke seluruh penjuru rumah. Para asisten rumah tangga, tukang masak, hingga petugas kebersihan berkumpul sambil sibuk membicarakan kabar gembira itu.

Namun, di antara yang sedang gembira, ada satu sosok yang wajahnya terlihat masam. Kartini berdiri dengan wajah merah menahan marah.

Tanpa seorangpun tahu, selama bertahun-tahun, diam-diam Kartini telah menyimpan perasaan cinta yang mendalam pada Tuan Dirga. Ia selalu bermimpi, suatu hari nanti posisi di samping Tuan Dirga akan diisi oleh dirinya. Namun, mimpi indah itu sekarang hancur berkeping-keping.

Dengan senyum sinis, Kartini melangkah mendekati sekelompok teman kerjanya yang sedang mengobrol, lalu mulai membuka suara dengan nada yang dibuat-buat seolah sangat prihatin.

"Kalian ini terlalu gampang terpesona ya," ucap Kartini menyela percakapan mereka, membuat semua mata tertuju padanya. "Kalian benar-benar yakin kalau Bu Amanda itu wanita yang pantas mendampingi Tuan Dirga kita?"

Beberapa orang mengerutkan kening, bingung mendengar nada bicara Kartini.

"Maksud kamu apa, Kartini? Kita semua tahu, Bu Amanda orangnya baik, lembut, dan juga sangat sayang sama Non Putri?" tanya salah satu pelayan.

Kartini tertawa kecil, lalu mendekatkan wajahnya seolah ingin membocorkan rahasia besar. "Itu cuma aktingnya saja! Kalian lihat saja, dia datang ke sini kan cuma numpang, kok bisa tiba-tiba menarik hati Tuan. Aku curiga kalau dia pakai guna-guna. Dia pasti sudah merencanakan ini dari awal, mau mengincar harta Tuan Dirga." Kartini terus berusaha mengompori semua temannya.

Namun, harapan Kartini ternyata tidak tercapai. Beberapa pelayan yang mendengar omongan itu hanya saling berpandangan, lalu mulai memilih untuk melipir pergi satu per satu. Daripada percaya pada Kartini, mereka lebih takut kalau obrolan mereka didengar oleh Tuan Dirga.

Mereka tahu betul bagaimana sifat tuannya. Jika sampai Tuan Dirga marah, maka konsekuensinya bisa sangat fatal. Mereka bisa langsung dipecat,

"Eh, maaf ya, Kartini. aku mau selesaikan pekerjaan dulu, biar bisa cepat istirahat," ucap salah satu dari mereka lalu pergi begitu saja.

"Aku juga, sebentar lagi mereka pasti kembali dari paviliun. Aku mau langsung tidur."

Tanpa menunggu jawaban Kartini lagi, mereka semua berhamburan pergi meninggalkan wanita itu sendirian di sudut dapur. Ruangan yang tadinya ramai kini menjadi sunyi, hanya menyisakan Kartini yang berdiri dengan wajah makin masam dan kesal.

"Huh! Dasar pengecut semua!" geram Kartini dalam hati. "Tapi tunggu saja! Aku tidak akan diam saja melihat wanita itu merebut apa yang seharusnya menjadi milikku. Aku akan buktikan, bahwa aku lebih pantas dari dia!"

1
Ummee
kartini... kartini... namamu spt nama pahlawan wanita Indonesia, tapi sifatmu sangat jauh dari kata pahlawan
Aditya hp/ bunda Lia
Kartini bin Kartono pede kamu tingkat khatulistiwa yah .... gak mungkinlah tuan Dirga mau Sama kamu
Dwi Anto
sebenarnya..othor sk gantung2 cerita
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: memang saran dari editor seperti itu kak. haru ada cliffhanger🤭🤭
total 1 replies
dewi rofiqoh
Apa ya jawaban bu manda?
Ummee
sebenarnya... kak author mau istirahat dulu, jadi sabar dulu ya Ayah 😅
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aseek aseek.. ..
yuk nyakain kipasnya Umi, 🤗🤗
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
sebenarnya .... nanti ajah yah pak dikasih tau pas mama up lagi 🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wk wk wk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ummee
dasar stres, kamu memang cinta atau mah memanfaatkan?
tapi kalo cinta kok memaksa
Ummee
baru bisa mampir kak🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp, Umi. semoga betah ya
total 1 replies
Ummee
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
tanpa filter sekali pak
vania larasati
lanjut
Nar Sih
bnr bangett apa kata mu kevin ,pasti nanti kwalat
〈⎳ FT. Zira
lagi kesambet/Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
co cwiiiittt
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
harusnya td pasang kamera tersembunyi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
karena*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
memilih*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mungkin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
untuk* dibuang aja, nyempil. 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
Dahi Amanda sedikit berkerut, lalu ia segera menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya,

menurutku lebih pas.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama lah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!