NovelToon NovelToon
TERJEBAK OBSESI

TERJEBAK OBSESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Duda
Popularitas:595
Nilai: 5
Nama Author: frj_nyt

update setiap tanggal genap

Lin Yinjia adalah mahasiswi biasa yang hidupnya sederhana namun hangat bersama keluarganya. Ketika adiknya mengalami kecelakaan dan terbaring koma, kehidupannya perlahan berubah. Demi membantu biaya pengobatan, Yinjia terpaksa mempertahankan perjodohan yang sudah diatur keluarganya dengan Gu Zhenrui, pewaris keluarga kaya yang arogan dan penuh kesombongan.

Di kampus, Yinjia harus menghadapi berbagai gosip, sindiran, dan pengkhianatan dari orang-orang yang dulu ia percaya. Ketika ia mulai menyadari bahwa tunangannya berselingkuh, Yinjia memutuskan untuk berhenti menjadi gadis yang hanya diam menerima semuanya.

Kesempatan datang saat ia diterima magang di sebuah perusahaan ekspor impor besar di Shanghai. Di sanalah ia bertemu Guo Linghe—presiden direktur perusahaan yang dingin, kaku, dan memiliki dunia yang sama sekali berbeda dari kehidupan Yinjia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frj_nyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir Ceroboh - 2

Setelah kejadian di lorong, ritme kerja Yinjia berubah tanpa ia sadari. Tangannya tetap bergerak membuka halaman demi halaman, tetapi pikirannya tidak lagi sepenuhnya tenang. Setiap kali ia membaca satu kalimat dalam kontrak, ada jeda kecil sebelum ia benar-benar memprosesnya. Seolah-olah otaknya menolak untuk terburu-buru lagi.

Ia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Atau bahkan sesuatu yang lebih buruk. Dokumen di depannya kini terasa berbeda.

Jika sebelumnya hanya terlihat sebagai teks panjang yang harus diselesaikan, sekarang setiap baris terasa seperti sesuatu yang harus dijaga. Kalimat yang tampak sederhana bisa menyimpan celah. Angka yang terlihat benar bisa saja salah jika ditempatkan di bagian yang keliru.

Yinjia mulai membaca dengan cara yang lebih lambat, tetapi lebih dalam. Ia tidak lagi hanya memeriksa. Ia mencoba memahami.

Di halaman ketujuh, ia berhenti cukup lama. Bagian itu berisi klausul tentang penalti keterlambatan pengiriman. Kalimatnya panjang. Dan anehnya, angka yang tertulis di sana tidak sesuai dengan persentase yang disebutkan di bagian sebelumnya.

Ia mengerutkan kening. Tangannya mengambil kertas kosong dan mulai menghitung ulang secara manual. Beberapa menit berlalu. Hasilnya sama. Angka itu tidak konsisten.

Jika kontrak itu ditandatangani tanpa revisi, perusahaan bisa mengalami kerugian yang tidak kecil. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Ia tidak langsung berdiri. Ia membaca ulang bagian itu sekali lagi. Lalu sekali lagi. Memastikan. Memastikan lagi.

Baru setelah itu ia bangkit dari kursinya dan berjalan menuju meja Song Jian. Langkahnya tidak lagi terburu-buru. Ia berhenti di depan meja manajer itu. “Pak… saya menemukan sesuatu di bagian penalti kontrak.”

Song Jian tidak langsung menjawab. Ia menyelesaikan satu kalimat di layar laptopnya terlebih dahulu, baru kemudian mengalihkan pandangan. “Mana.”

Yinjia membuka halaman yang dimaksud dan menunjukkannya. “Persentase penalti di sini tidak sesuai dengan angka yang dihitung dari total nilai kontrak.”

Song Jian mengambil dokumen itu. Matanya membaca cepat. Alisnya sedikit bergerak. Ia tidak mengatakan apa pun selama beberapa detik. Ruangan di sekitar mereka tetap sibuk, tetapi bagi Yinjia, suasana terasa jauh lebih sunyi.

Akhirnya, Song Jian menutup dokumen itu. “Kalau ini lolos, bagian hukum yang akan kena.”

Ia meletakkan dokumen itu di meja. Tatapannya kembali ke Yinjia. “Bagus.”

Kali ini, kata itu terasa berbeda. Lebih tegas. Tidak sekadar formalitas. “Lanjutkan.”

Yinjia mengangguk pelan. Ia kembali ke mejanya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Bukan bangga. Lebih seperti… lega.

Ia kembali duduk. Tangannya masih sedikit dingin. Namun fokusnya mulai kembali stabil. Waktu terus berjalan. Siang berubah menjadi sore tanpa terasa.

Cahaya dari jendela mulai bergeser, jatuh lebih miring ke dalam ruangan. Beberapa karyawan mulai berdiri dari kursinya untuk mengambil air atau sekadar meregangkan badan. Namun pekerjaan di meja Yinjia belum selesai. Ia masih membaca halaman terakhir dari dokumen revisi.

Matanya sedikit lelah. Tetapi ia tidak berhenti. Di tengah kelelahan itu, satu kesalahan kecil hampir terjadi.

Di halaman terakhir, terdapat perubahan angka nilai kontrak setelah revisi. Angka itu terlihat masuk akal. Terlalu masuk akal. Yinjia hampir saja menutup dokumen tanpa memeriksa ulang.

Tangannya bahkan sudah bergerak untuk menutup map. Namun sesuatu menahannya. Perasaan kecil yang tidak nyaman. Ia membuka halaman itu lagi. Matanya kembali ke angka tersebut. Lalu ke halaman sebelumnya. Dan di situlah ia menyadari—

Nilai total kontrak tidak diperbarui sesuai perubahan sebelumnya. Artinya, angka yang terlihat “benar” itu sebenarnya salah. Jika ia melewatkannya…

Semua perhitungan setelahnya akan ikut salah. Yinjia menarik napas dalam. Tangannya sedikit gemetar. Ia menandai bagian itu dengan lebih tegas dari sebelumnya. Untuk beberapa detik, ia hanya duduk diam.

Menyadari betapa tipis jarak antara benar dan salah. Dan betapa mudahnya ia hampir melewatinya. Tanpa sadar, ia mengangkat kepala. Dan untuk kedua kalinya hari itu—

Tatapannya bertemu dengan seseorang. Guo Linghe berdiri tidak jauh dari meja Song Jian. Ia tidak berbicara. Tidak bergerak. Hanya berdiri sambil melihat ke arah ruang kerja. Namun entah sejak kapan, pandangannya sudah mengarah ke Yinjia.

Bukan sekilas. Lebih lama dari sebelumnya. Yinjia langsung menunduk lagi. Jantungnya kembali berdetak tidak teratur. Ia tidak tahu sejak kapan pria itu berdiri di sana. Dan lebih dari itu—

Ia tidak tahu apa yang dilihatnya. Linghe tidak mendekat. Namun ia juga tidak langsung pergi.bIa memperhatikan bagaimana Yinjia kembali membuka dokumen yang hampir ditutup.

Bagaimana tangannya berhenti. Bagaimana ia memeriksa ulang. Hal kecil. Namun cukup jelas. Song Jian yang berdiri di sampingnya berkata pelan, “Dia hampir melewatkan satu poin tadi.”

Linghe tidak langsung menjawab. “Dan?”

“Dia kembali memeriksa.”

Beberapa detik hening. Linghe akhirnya berbicara, “Setidaknya dia tidak ceroboh dua kali.” Nada suaranya tetap datar. Namun tidak sekeras sebelumnya.

Ia tidak mengatakan apa-apa lagi setelah itu. Hanya berbalik dan berjalan keluar dari ruangan. Langkahnya tenang seperti biasa. Namun kali ini, kesan yang ia tinggalkan berbeda.

Sore itu, ketika pekerjaan akhirnya selesai, Yinjia duduk sedikit lebih lama di kursinya. Meja di depannya sudah rapi. Dokumen yang tadi terasa berat kini sudah selesai diperiksa. Namun tubuhnya terasa lelah. Bukan hanya karena pekerjaan. Tapi karena tekanan yang tidak terlihat. Ia perlahan menyandarkan punggungnya ke kursi. Matanya menatap kosong ke arah jendela. Hari itu terasa panjang. Dan entah kenapa…

Ia merasa seperti baru saja melewati sesuatu yang penting. Bukan karena ia berhasil menemukan kesalahan. Bukan karena ia tidak dimarahi. Tapi karena untuk pertama kalinya—

Ia mulai mengerti dunia yang sedang ia masuki. Dunia di mana tidak ada yang benar-benar peduli apakah ia gugup atau tidak. Tidak ada yang memberi toleransi hanya karena ia masih belajar. Dan di antara semua itu…

Ada seseorang yang mulai melihatnya. Bukan sebagai tunangan keponakan. Bukan sebagai gadis ceroboh. Tapi sebagai seseorang yang sedang diuji. Dan tidak langsung gagal. Yinjia bangkit dari kursinya. Ia mengambil tasnya.

Langkahnya keluar dari kantor jauh lebih pelan dibanding pagi tadi. Lebih hati-hati. Lebih sadar. Namun di dalam diam itu— Sesuatu mulai berubah. Dan ia belum tahu…

Perubahan itu akan membawanya ke arah yang jauh lebih dalam dari sekadar dunia kerja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!