Elfa adalah seorang gadis 17 tahun, dia siswi berprestasi di sekolah, Elfa sangat cantik, pintar dan polos. Hanya satu kekurangannya dia bukan anak orang kaya. Dia hidup bersama ibunya yang hanya seorang tukang cuci. Elfa masuk ke sekolah itu melalui jalur beasiswa.
Elfa bukan hanya pintar dan cantik tapi dia adalah kekasih seorang Aditya siswa paling tampan di sekolah dan idola semua siswi.
Elfa terlalu mencintai Aditya, ia akan melakukan apa saja untuk Aditya. Hingga satu malam dengan kata sebagai bukti cinta. Elfa menyerahkan kesuciannya kepada Aditya.
Dari kejadian satu malam itu , Elfa hamil anak Aditya. Ia mengatakan pada Aditya tentang kehamilannya tapi Aditya memaksa Elfa mengugurkan kandungannya.
"Gugurkan kandunganmu, jangan berharap aku akan bertanggung jawab. Kau sadar? Kita ibarat langit dan bumi. tidak akan mungkin bersatu" Ucap Aditya
Seluruh tubuh Elfa bergetar "aku bersumpah ....!!! kau tak akan pernah mendengar suara tangisan bayi dalam hidup mu "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Beda hari beda cerita, hari ini seharusnya Aditya di rumah saja. Menghabiskan waktu bersama Chelsea. Namun lagi lagi dia harus berbohong pada Chelsea.
"Ini urusan pekerjaan sayang, aku harus melakukan sesuatu kalau tidak, kita akan kehilangan Segalanya..."
"Masalah pekerjaan apa lagi yang kamu hadapi, Dit ? aku sudah katakan, kamu bisa minta ayah turun tangan, tapi kamu selalu mengatakan tidak mau menyusahkan ayah,. mungkin kamu juga lupa, sebanyak apapun harta yang kamu cari semua itu tidak ada artinya, Dit..."
Aditya menghela nafas....."Tapi ini masalah proyek sayang... Ayah tidak bisa melakukan apapun" Kata itu meluncur begitu saja.
"Masalah proyek lagi ? Proyek yang mana..?"
Aditya terpaku, bingung harus mengatakan apa. kebohongan nya sudah sampai pada batas akan ketahuan kalau dia tidak punya alasan lagi.
"In... ini pro.. proyek yang masih sama sayang.."
Chelsea menatap Aditya, tatapan menyelidik dan menuntut kejujuran.
" Aku selalu merasa, kamu seperti memiliki dua kepribadian, Dit.. aku tidak tahu mana kamu yang sebenarnya.."
Aditya mengabaikan kata kata Chelsea, walaupun ia merasa bersalah dengan kebiasaan nya.
"Sebenarnya masalah proyek itu belum selesai sayang, aku hanya ingin bekerja tanpa kamu ikut tahu. Apa lagi kamu juga punya beban yang.. yang berat, aku tidak ingin menambah lagi dengan masalah ini. Aku tidak ingin kamu ikut berpikir. kamu tidak usah khawatir, semua akan membaik. Ini hanya masalah waktu saja "
Aditya menjelaskan begitu lancar, tanpa beban seolah-olah itu adalah bentuk kejujuran.
"Apa hanya masalah proyek itu yang membuatmu seperti ini ?" Tanya Chelsea.
"Ya sayang, kalau mau keluar dengan hasil yang baik. Kita harus siap dengan semua hambatan yang ada "
Telpon masuk di abaikan begitu saja oleh Aditya karena dia sedang mengatakan kebohongan berbungkus kejujuran pada istrinya.
Ting...
"Tuan, ini sudah pukul sepuluh. Pernikahan mereka sebentar lagi akan selesai kalau tuan tidak segera ke sana.... "
Chelsea melihat sekilas pesan di ponsel Aditya. Keningnya berkerut, Pernikahan..? Pernikahan siapa ? Apa hubungannya dengan Aditya ?
Aditya meraih ponselnya, Chelsea memperhatikan Aditya. Kening Aditya mengernyit " Sayang, Aku harus pergi sekarang... pengawas proyek sudah menunggu "
Chelsea tersenyum, miris sekali..Dia jelas tahu kebohongan Aditya. Dia diam.. namun Chelsea tidak benar-benar diam. Dia hanya menunggu waktu. Ia yakin apapun yang di tutupi atas nama kebohongan, suatu saat akan terbuka. Dan Chelsea hanya menunggu itu.
"Pergilah sayang, semoga belum terlambat dan kamu bisa menyelamatkan per...eh maksud ku proyek itu"
"Makasih sayang..." Aditya mencium kening istrinya.
Mobil melaju meninggalkan rumah megah itu, Chelsea berdiri di balkon, ia sedang bicara dengan seseorang
"Ikuti kemana suami ku pergi..."
____
Aditya menghirup aroma yang sama saat pertama kali ia melewati jalan ini. Menuju kampung Elfa.
"Tuan.... Hari ini pernikahan Elfa, apa yang akan tuan lakukan di sana..?" Hendra bertanya dengan nada lembut sekali. Seakan-akan ia takut pertanyaannya salah.
Aditya terdiam, lalu tersenyum kecut . Dia tidak berani mengakui bahwa ada perasaan tidak rela jika dia melihat pernikahan itu terjadi, entah kenapa, tiba-tiba perasaan itu ada.
"Aku tidak tahu, untuk apa aku ke sana Dra..." Jawab Aditya ambigu
Hendra memejamkan matanya, dia ingin mengumpat, memaki bos nya ini. Ia yakin, Aditya mulai tidak waras. Hendra saja yang baru tahu Elfa memiliki anak laki-laki dengan wajah bak pinang dibelah dua dengan Aditya hampir kehilangan akal sehatnya. Dia melihat anak Elfa memiliki sifat yang sama seperti Aditya.
"Apakah tuan ingin meminta maaf, di hari pernikahan Elfa ?" Hendra bertanya lagi dengan nada lembut.
Dan kali ini Aditya seakan akan menjadi orang lain, selalu menjawab Hendra dengan nada yang sama.. Lembut !
"Aku ingin melihat anak ku dan mengatakan bahwa aku adalah ayah nya..."
Ciitt, bukkk....
"Maaf tuan, ada kucing yang tiba-tiba lewat..."
Hendra terkejut bukan karena kucing bohongan yang lewat, tapi karena kata kata Aditya.
"Mengaku dia adalah ayahnya...?" Hendra bergumam sendiri.
"Apakah dia tidak lihat model anak itu ? Aku saja, harus berpikir berkali kali untuk mendekati dia " Batin Hendra, beberapa hari yang lalu, di depan butik. Hendra melihat bagaimana tatapan Gavin. Marah, benci... dan tak ada belas kasihan saat melihat Aditya jatuh terduduk di lantai yang keras.
"Tuan...a..apa anda yakin ?"
"Aku yakin Hendra, dia anakku, dia memiliki darah yang sama dengan ku. Aku yakin dia akan memaafkan aku dan dengan begitu Elfa juga akan memaafkan aku.. karena kamu memiliki anak, Hendra..."
Hendra membuang muka, karena dia tahu, Gavin memiliki darah Aditya jadi dia tahu seperti apa sifat mereka, dingin dan egois. Kalau Gavin memiliki hati yang baik, Hendra yakin itu karena dia anak Elfa.
Aditya bukan orang yang mudah memaafkan kesalahan seseorang, Hendra sudah melihat itu di kantor. Aditya tidak suka di permainkan dan Hendra juga sudah melihat itu saat salah satu rekan bisnisnya melakukan kecurangan.
Namun tatapan benci anak itu... Itu karena dia tahu sesuatu tentang Aditya.
"Semoga semua berjalan lancar, tuan.." Kata Hendra pasrah, tak ada jawaban dari Aditya.
Udara yang masuk melalui pintu mobil, terasa sangat sejuk. Kali ini Aditya merasakan udara pedesaan menyejukkan hatinya.
"Apapun akan ku lakukan, bila perlu aku akan merangkak di kaki Elfa untuk mendapatkan maaf dari anak ku " Kata Aditya pada dirinya sendiri.
Memasuki jalan yang menuju rumah Elfa, Aditya menghentikan mobilnya
"Berhenti di sini Hendra, aku akan jalan kaki. Aku tidak mau kehadiranku mengejutkan mereka.."
Hendra hanya mengangguk, dia sangat menyayangkan sikap tuannya. Jika dia ingin meminta maaf pada Elfa dan anaknya. Kenapa Aditya tidak ke rumah Elfa ? Atau menerobos masuk kedalam butik lalu menjatuhkan dirinya di lantai, merangkak di kaki Elfa dan memohon ampunan dengan linangan air mata ?
Kenapa harus berjalan sejauh ini, datang di hari bahagia Elfa. Hendra tidak yakin Aditya akan mendapatkan maaf itu lagi kali ini. Dan ia yakin, Aditya semakin terlihat bodoh sejak bertemu Elfa dan Gavin. Dan ia juga harus siap menjadi garda terdepan untuk Aditya, Hendra juga harus berpura-pura tidak mengenal Elfa lagi.
"Anda buta seperti tiga belas tahun lalu, tuan " bisik Hendra yang mengikuti Aditya berjalan menuju rumah Elfa.
Dari kejauhan Aditya melihat rumah Elfa, seperti tak ada kehidupan sama sekali.
"Ah permisi pak, pemilik rumah ini di mana ?".
"Oh.. Bu Kristin? Mereka di rumah besannya, hari ini pernikahan Elfa dan Steven"
"Apakah rumah itu jauh ?"
"Tidak tuan, rumah itu tidak jauh dari sini. Tuan berjalan saja. Di sana tuan akan melihat tenda berwarna orange. Di situlah rumah Bu Isma "
"Terimakasih pak..."
Aditya kembali berjalan dengan langkah cepat.. " Hendra, ayo kita ke rumah di ujung sana. Mereka di sana.."
Dengan berjalan kaki, Aditya dan Hendra mengikuti beberapa orang yang menuju tempat pernikahan itu.
"Kak Steven pasti bahagia sekali karena bisa menikahi Elfa.." beberapa warga, mereka seusia Elfa mulai membicarakan Steven dan Elfa
"Ya.. Aku saksinya gimana kak Steven menyukai Elfa. selama tiga belas tahun dia jatuh cinta sama Elfa. Dan Steven pernah berkata dia akan menjadi pria yang paling beruntung bisa menjadi suami Elfa..."
"Ya.. Siapapun bisa jatuh cinta pada Elfa, dan aku yakin sekali. pria yang meninggalkan Elfa dalam keadaan hamil saat itu, pasti pria paling bodoh di dunia."
"Ssstt, kamu kenapa harus membicarakan itu lagi ? "
"Yaaa aku rasa, ini mungkin jalan Tuhan menjauhkan Elfa dari pria pengecut seperti itu. Kalian tahu kan, Jika kita di dekatkan dengan pria yang tidak baik, Tuhan pasti akan menjauhkan dari pria seperti itu "
"Hahaha.. Dan aku yakin laki laki itu sudah menerima karmanya sekarang.."
Hendra yang berjalan di samping Aditya, hanya bisa melirik Aditya. Hendra bisa melihat wajah Aditya berubah ubah warna. Dari raut wajah normal, berubah merah dan berubah pucat pasi.
Sementara Aditya, kembali merasakan hantaman godam tepat di ulu hatinya. Dia tahu para warga ini tidak tahu tentang dirinya di belakang tapi dia merasakan semua kata kata mereka itu benar
Dia hanyalah seorang pria pengecut yang meninggalkan Elfa dengan alasan mereka berasal dari lingkungan yang berbeda, dia juga adalah pria paling bodoh yang berjalan jauh dengan tujuan ingin mendapatkan maaf setelah memberikan noda hitam pada Elfa. Dan ia juga akui, ini mungkin jalan Tuhan menjauhkan Elfa dari laki-laki pengecut seperti dirinya.
Betul...pria mana yang tidak akan jatuh cinta, setelah mengenal Elfa ? Dulu.. di sekolah, dia termasuk pria yang paling beruntung bisa menjadi pacar Elfa. Karena Aditya tahu, banyak sekali yang menyukai Elfa. Teman sekolah, bahkan polisi muda dan tampan yang terang terangan menemui ibu Elfa hanya ingin melamar Elfa.
Hendra setuju dengan kata-kata beberapa wanita di depan mereka.
"Kalian lihat, bahkan Elfa lebih memilih pernikahannya di rayakan di kampung saja, kamu tahu alasan Elfa, dia ingin semua orang bisa datang ke sini. Katanya, kalau di kampung, siapa saja bisa datang bawa anak anak juga tidak masalah....."
Aditya merasa tersindir berulang ulang kali..
Suara musik terdengar, pesta pernikahan itu terlihat sederhana untuk ukuran dirinya, tapi tidak dengan warga di sini, ini pesta pernikahan yang luar biasa. Aditya melihat kerumunan orang dalam tenda duduk dengan tenang.
Aditya tidak tahu, jauh di belakang mereka. Seseorang sedang mengambil gambarnya dan video dirinya.
"Bu Chelsea... tuan sedang di tempat pernikahan.."
"Kamu ikut masuk, anggap saja kamu undangan. Kirimkan gambar kedua pengantin itu.."
"Baik Bu.."
.
.
.
Next.....
Chelsea kl km ingin anak cerai lah ma Aditya 🤣😁. tp km kn bucin pingin anak biar jd pewaris semua harta.
tp kn orang kaya hrse bisa dong cerai dng Aditya 🤣🤭.