Azea Ruanna Atmajaya,gadis cantik berhijab yang multi talent,seorang artis dan pengusaha sukses dari keluarga Konglomerat dijodohkan dengan Rangga Dirgantara,Polisi tampan dari keluarga sederhana tapi Azea sudah lama menjalin cinta dengan Andrey Athala yang juga seorang artis papan atas.
Rangga memang berasal dari keluarga yang sederhana,tapi bukan berarti kalau dia juga ingin di jodohkan dengan wanita kaya yang manja seperti itu.Dia seorang bapak Komandan yang tegas dan dingin,sangat sulit baginya untuk menerima perjodohan ini.
siapakah yang akan menjadi pasangan halal Azea?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hapsah anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Berjalan menuju ruangan yang membuat dirinya sangat gugup dan takut.
"Mas..." memegang lengan Rangga dari belakang.
"Kenapa lagi"berbalik ke belakang melihat sejenak lengan atasnya yang di pegang erat oleh kedua tangan Azea.
dua orang polwan yang ikut di belakang mereka,ikut menghentikan langkahnya.
"Aku tidak mau masuk mas,aku sungguh takut,aku tidak akan sanggup"menunduk dan merengek manja di hadapan Rangga yang membuat bapak komandan itu bingung tapi merasa lucu juga,kedua bawahannya yang ikut mengantar juga merasa bingung tapi ada senyum yang tertahan di balik bibir mereka melihat tingkah nona artis ini.
"eh..kita tidak akan berperang,kita hanya melakukan sidang saja" melepaskan pelan pelan tangan Azea yang memegang lengannya.
Azea menggeleng gelengkan kepalanya pertanda ia tetap tidak ingin melanjutkan langkahnya.
Rangga berkacak pinggang,sepertinya stok kesabarannya harus lebih ekstra lagi untuk menghadapi nona manja di hadapannya ini.
"Kamu selalu tampil di atas panggung dengan ribuan orang di hadapanmu,kamu biasa saja bukan?lalu apa bedanya dengan bertemu bapak Kapolres,beberapa polisi dan beberapa perwakilan ibu bhayangkari yang ada di dalam?bahkan jumlah mereka jauh lebih sedikit."
"tapi itu kan beda mas" masih terus merengek.
"Ayo nona..Tidak usah takut,ini tidak seperti yang nona fikirkan" ucap salah satu polwan
"Ya sudah kalau kamu tidak mau,kita tidak perlu menikah dan silahkan beri sendiri pengertian kepada orang tuamu.Orang tuaku biar saya yang mengurusnya"Melangkah ingin kembali ke ruangannya.
deg.Kedua polwan sangat kaget melihat komandannya,begitupun dengan Azea.
"ok ok...Aku akan masuk"Berteriak dan menarik Rangga dengan keras.
"berhenti membuatku sulit"ketus bapak komandan dan kembali melanjutkan langkahnya ke ruang sidang.
Ceklek.
Rangga membuka pintu yang di ikuti Azea,sedang kedua polwan kembali ke ruangan mereka.
Sesampainya di dalam ternyata ada dua pasang polisi yang duduk menunggu bersama calon mereka masing masing,ternyata mereka juga calon pengantin yang akan mengikuti sidang sedang duduk menunggu di ruang tunggu di dalam ruangan itu.
kedua polisi yang pangkatnya di bawah Rangga segera berdiri memberi hormat melihat komandannya masuk bersama calonnya yang merupakan artis ternama negeri ini.
"Silahkan komandan" mempersilahkan Rangga duduk di kursi tunggu paling depan.
"Terima kasih" Rangga berjalan ke depan.
"wah..mbak Azea"kedua wanita yang juga merupakan calon pengantin ini berdiri dari duduknya.Menghentikan Azea yang berjalan melewatinya.
"Mbak Azea cantik sekali"ucap salah satu dari mereka.
"terima kasih.Oiya ngapain kalian disini?"bertanya dengan suara pelan kepada kedua wanita yang berdiri di samping polisi calon suami mereka masing masing setelah melihat sang artis ternama secara langsung.
"Kami akan mengikuti sidang pranikah mbak,sama kaya mbak Azea"
"ehhmmm..." Suara Rangga yang berbalik memberi kode agara Azea segera ke depan duduk di sampingnya.
"ya sudah...aku ke depan yah" meninggalkan kedua wanita itu.
"iya mbak".
Segera duduk di samping Rangga.
"Sungguh keterlaluan,bahkan tidak memberi tahuku kalau ternyata aku tidak sendiri mengikuti sidang ini.Menyebalkan" berbicara pelan tapi kesal dengan tatapan ke arah depan,sama sekali tidak ingin menatap wajah lelaki tampan tapi menyebalkan disampingnya.
Rangga hanya menarik bibirnya sekali memancarkan senyuman tipisnya.
"karena aku lebih suka kalau kamu kesal seperti ini" gumamnya.
Seorang polisi membuka pintu ruangan sidang.
"Silahkan komandan,sidang untuk komandan akan di mulai"
"Ayo..."Rangga berdiri mengajak Azea mengikutinya.
"hei...jangan tampakkan wajah jelek seperti itu" berbalik sejenak menatap Azea sebelum sampai ke pintu.
Azea makin kesal mendengarnya,untuk pertama kalinya ada orang yang mengatakan kalau dirinya jelek.
"Tersenyumlah kalau tidak ingin sidangnya berjalan sulit" sambungnya lagi dan membuka pintu.
Rangga dan Azea masuk ke dalam.Azea yang menatap satu satu wajah yang ada di hadapannya,seorang lelaki paruh baya yang memiliki banyak lambang di bajunya yang Azea tidak pahami tapi sepertinya ini adalah bapak Kapolres yang di kelilingi beberapa polisi dan beberapa perwakilan ibu ibu Bhayangkari.Mereka mempersilahkan Rangga dan Azea duduk,sungguh ini memang seperti ruang sidang tapi tidak menakutkan seperti yang ia fikirkan.
orang orang yang ada di hadapannya memberikan senyuman dan menyapanya dengan ramah.
Sidang berjalan tidak sampai satu jam.
Rangga dan Azea keluar dari ruang sidang,pasangan berikutnya di panggil masuk.
Azea berjalan di belakang Rangga dengan wajah yang menyimpang amarah.Sungguh semua di luar dugaannya,dia kesal dengan Rangga yang sejak tadi menakutinya,dia kesal dengan Boby sang asisten pribadinya yang sudah mengerjainya,yang juga mengatakan kalau sidang ini sangat menakutkan.
Ternyata semua berjalan dengan baik bahkan terkadang pelaksana sidang mengeluarkan lelucuan lelucuan yang membuat semua orang tertawa termasuk calon pengantin.Pelaksana sidang hanya bertanya mengenai dirinya dan setelah itu memberikan wejangan tentang hak dan kewajiban menjadi seorang istri penegak hukum dan beberapa pembicaraan selingan lainnya.Sungguh dia tidak akan di eksekusi,sungguh ini sangatlah tidak menakutkan.
Hari ini dirinya sudah terdaftar sebagai ibu bhayangkari setelah sidang atau nikah kantor tadi.
Ceklek.
Rangga kembali ke ruangannya yang di ikuti oleh Azea.
Azea menutup pintu dengan keras.
"Sungguh kamu sangat keterlaluan mas,kenapa berbohong kepadaku,kenapa menakutiku,kamu polisi yang kejam" tidak sadar karena amarahnya,dia memukul mukul dada Rangga.
Rangga hanya diam menahan sakit,dia membiarkan nona manja ini melampiaskan amarahnya.
Azea berhenti melakukan aksinya dan menatap Rangga dengan sangat kesal.
"Kenapa berhenti?bukankah ini kesempatan menyentuh dadaku"mengedipkan satu matanya, Rangga kembali dengan godaanya yang membuat Azea semakin murka kepadanya.
"apa?akhhhh...." berteriak dan hendak memukul Rangga lagi dengan kedua tangannya tapi Rangga menahan dan menggenggam kedua tangannya dengan kuat.
"Asal kamu tahu,belum pernah ada orang yang berani menyentuhku bahkan memukul dadaku seperti ini.Bersyukurlah karena aku tidak keberatan atau aku akan masukkanmu ke dalam sel.
"ha'..." kaget dan hendak melepaskan tangannya tapi Rangga memegangnya dengan erat.
Ceklek.
Iptu Adit masuk ke dalam Ruangan.
"permisi komandan"kaget melihat komandannya memegang tangan calon istrinya ke dalam dadanya.
"maaf..maaf komandan,aku tidak melihat apapun"hendak keluar kembali dari ruangan.
"Tunggu..ini tidak seperti yang kamu bayangkan"membuang tangan Azea dari genggamannya.
Adit berbalik melihat dua sejoli yang entah sedang jatuh cinta atau bertengkar,entahlah.fikirnya.
"Maaf komandan,tujuan saya kesini untuk mengembalikan hp komandan yang tertinggal di mejaku waktu komandan numpang shalat di ruanganku tadi"
"ha'...apa?oh jadi bapak komandan ini membohongiku katanya bersusah payah menuju Mushollah seperti maling,hidupnya sulit karenaku" Azea kembali mengoceh dengan kesal,tidak habis aksi Rangga mengerjainya.
"Sebenarnya bapak Komandan memang ingin ke Mushollah tapi sikonnya tidak memungkinkan karena para wartawan,maafkanlah dia kakak ipar" bela Adit
"Sudah sudah..antarkan aku pulang" menatap Rangga yang hanya tersenyum,lagi lagi dia menambah kekesalan nona cantik ini.
***
Di depan pintu gedung Polrestabes terlihat banyak wartawan yang sudah menunggu berjam jam lamanya.
Azea dan Rangga kembali di serbu pertanyaan.Apa yang mereka lakukan disini?betul mereka sudah melakukan sidang atau nikah kontrak?apa saja yang di tanyakan kepadanya pada saat sidang?dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya.
Seperti biasa Azea menjawab yang perlu di jawab saja,sedang Rangga tetap dengan dirinya yang tidak terbuka kepada publik.Beberapa menit berlalu ia segera pamit dari kerumunan yang membuatnya tidak nyaman itu.
***
"Apa setiap hari kamu kesal dan marah marah?menampakkan wajah yang jelek seperti itu?"Ketus Rangga dari balik kemudi,melirik wajah Azea yang masih memasang wajah kesal dalam diam.
" dasar menyebalkan..hari ini entah berapa kali dia mengataiku jelek"gerutunya dengan membatin.
"Rasanya aku ingin perotes dengan papa yang menjodohkanku dengan lelaki yang katanya sangat baik tapi ternyata tidak berhenti membuat darahku mendidih,seperti tak ada lagi lelaki di muka bumi ini"mengomel dengan tatapan ke arah depan.
"Rasanya aku juga ingin perotes kepada bapak dan ibu yang mengirimkan wanita seperti ini dalam hidupku,seperti stok wanita sudah habis di muka bumi ini" membalas dengan tegas tapi batinnya berkata lain.
______ _______ ______
**lagi lagi author meminta maaf karena tidak menepati janji untuk up tiap hari.
jangan lupa tinggalkan jejak yang menyemangati author yah para reader kesayangan.
like,vote,koment dsb.terima kasih.
happy reading**.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu