NovelToon NovelToon
THE DANGEROUS TWINS

THE DANGEROUS TWINS

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Anak Kembar / Reinkarnasi
Popularitas:627
Nilai: 5
Nama Author: maiaqua

“Melukai orangku, jangan harap mati dengan tenang.”
— Zeon Ashviel Arken

“Berhentilah bicara… atau kuledakkan mulutmu itu.”
— Zyra Ashviel Arken

Dua anak kembar yang pernah hidup sebagai agen bayaran mematikan tiba-tiba kembali ke masa lalu, ke waktu di mana keluarga asli mereka masih ada.

Namun masa lalu bukan tempat yang aman. Setiap langkah mereka bisa mengubah takdir, dan setiap keputusan membawa mereka lebih dekat pada kebenaran yang tidak seharusnya dibuka kembali.

Di antara keluarga yang dulu mereka kenal… dan kehidupan baru yang mereka jalani, satu pertanyaan muncul:

Apakah mereka akan memperbaiki masa lalu, atau menghancurkan segalanya sekali lagi?

happy reading 🐢
Don't Copy!!!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maiaqua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Menjadi Anak Baru

Hari pertama sekolah ternyata tidak seburuk yang dibayangkan Zyra.

Atau setidaknya...

Sampai jam istirahat pertama.

"Ze..." bisik Zyra.

"Hm?"

"Aku bosan😗"

"Kita baru dua jam di sini, asal kau tau🗿"

"Itu lama😭."

"Bagi siapa?"

"Bagiku."

Zeon menghela napas😮‍💨

Mereka sedang duduk di bawah pohon besar di halaman sekolah.

Anak-anak lain berlarian ke sana kemari.

Ada yang bermain kejar-kejaran.

Ada yang makan bekal.

Ada yang mengobrol.

Dan ada yang terus memperhatikan mereka.

Sejak pagi.

Zeon sudah menyadarinya.

Tiga anak laki-laki.

Dua anak perempuan.

Dan beberapa murid lainnya.

Wajar sebenarnya.

Mereka murid baru.

Ditambah lagi Sean dan Sian yang terkenal di sekolah.

Membuat banyak orang penasaran.

"Yang rambutnya ikal itu lihat kita lagi."

gumam Zyra.

"Aku tahu."

"Yang pakai pita juga."

"Aku tahu."

"Kenapa mereka lihat kita?"

"Kau tanya aku?"

"Kan kamu pintar."

"itu bukan berarti aku punya kemampuan membaca pikiran."

"Ihh"

Tiba-tiba langkah kaki mendekat.

Seorang anak laki-laki berdiri di depan mereka.

Rambut hitam.

Mata cokelat.

Tinggi untuk anak seusianya.

"Halo."

ucapnya.

"Halo."

jawab Zeon sopan.

Zyra masih sibuk makan biskuit dari bekalnya.

"Aku Axel."

"Zeon."

"Aku Zyla."

"Zyra" koreksi Zeon.

"Itu yang aku bilang."

protes Zyra.

"Tidak."

"Iya."

"Tidak."

Axel berkedip.

"..."

Mereka selalu begini?

"Kalau begitu..."

Axel berusaha melanjutkan pembicaraan.

"Apa kalian mau bermain?"

Zyra langsung mengangkat kepala.

"Bolehh!" jawab Zyra dengan semangat.

Zeon bahkan tidak sempat menjawab.

Zeon menghela nafas panjang yah menurut nya Zyra sangat menjiwai menjadi anak kecil.. Yah atau menjadi anak kecil memang jiwanya.

Meskipun begitu zeon juga kadang ikut arus atau bisa di bilang terbawa suasana dan melakukan hal yang sama seperti kembarannya.🐣

Beberapa menit kemudian.

Zeon mulai menyesali semuanya.

Sangat menyesali.

Karena Zyra sekarang menjadi pusat perhatian.

Lagi.

"Ayo lagi!" teriak Zyra.

"Kamu cepat sekali!"

seru seorang anak perempuan.

"Tentu!" jawab Zyra bangga.

Padahal dalam hati...

[Kalau aku pakai kemampuan asliku sedikit saja... Kalian bahkan tidak akan melihat bayanganku.]

Tidak jauh dari sana.

Sean memperhatikan sambil menyandarkan dagunya ke meja kantin.

"Aku tidak suka" gumamnya.

"Kau tidak suka apa?" tanya Sian.

"Zyra sekarang punya teman baru."

"Itu normal😒"

"Tapi aku tidak suka itu!😤."

"Itu masalahmu."

Sean langsung menunjuk ke arah Axel.

"Liat anak itu terlalu dekat!"

Sian melirik sekilas anak yang bermain dengan adik kembarnya.. Ya ada rasa tidak suka juga sih.. tapi seperti biasa di harus STAY COOL~ hufh dasar Tsundere!

"Jarak mereka cuma tiga meter."

"Tetap aja dekat."

Sian menatap kakaknya datar.

Kadang dia lupa.

Sean sebenarnya sama overprotektifnya dengan Papa Alfa.

Hanya saja lebih berisik.

Sementara itu.

Di gedung utama sekolah.

Eres berdiri di dekat gerbang.

Tatapannya menyapu seluruh area.

Tenang.

Terlalu tenang.

Dan itu justru membuatnya semakin waspada.

Karena pengalaman mengajarkannya satu hal.

Masalah tidak selalu datang dengan suara keras.

Kadang...

Masalah datang saat semuanya terlihat baik-baik saja.

Matanya berhenti pada satu titik.

Seberang jalan.

Pria bertopi hitam itu lagi.

Tatapan Eres langsung berubah tajam.

Untuk pertama kalinya hari itu.

Tangannya bergerak ke alat komunikasi kecil yang tersembunyi di balik jasnya.

"Target pengawasan muncul kembali."

ucapnya pelan.

"Lokasi?"

suara dari seberang terdengar.

"Depan sekolah."

Eres tidak tahu siapa pria itu.

Namun satu hal pasti.

Orang itu tidak sedang memperhatikan sekolah.

Dia memperhatikan seseorang.

Dan orang itu adalah...

Zeon dan Zyra [tuan dan nona kecilnya]

......................

Sementara itu.

Di lapangan.

Zyra sedang tertawa karena berhasil memenangkan permainan.

"Hahaha!"

"AKU MENANGG!! YEYY AKU MENANG!"

"Kau curang!" teriak salah satu anak.

"Aku tidak culang!😤"

"Itu curang😒."ucap Zeon.

"Kamu di pihak siapa sih?"

"Kebenaran."

"Dasar Pengkhianat!"

Axel sampai tertawa melihat mereka.

Namun tanpa disadari siapa pun...

Mata pria bertopi hitam di luar pagar sekolah terus mengikuti gerak-gerik si kembar.

Terutama Zyra.

Seolah sedang memastikan sesuatu.

Mata pria tersebut sedikit membesar.

"..."

Mustahil.

Sangat mustahil.

Namun gerak gerik itu..

Terlalu mirip seseorang yang pernah ia lihat bertahun-tahun lalu.

Seseorang yang seharusnya sudah mati.

Sementara di dalam sekolah.

Zyra masih sibuk berdebat dengan Zeon soal siapa yang curang.

Sama sekali tidak menyadari...

Bahwa roda takdir yang selama ini diam perlahan mulai bergerak.

...****************...

...Malam hari🌃...

Kamar Zeon dan Zyra.

Lampu tidur berbentuk bulan menyala redup.

Di luar jendela, hujan rintik-rintik mulai turun.

"Aku tidak suka."

gumam Zyra sambil tengkurap di atas kasurnya.

Zeon yang sedang membaca buku menoleh.

"Apa?"

"Olang itu..."

"Hm."

"Kenapa yah Olang itu hanya mengawasi dan tidak belgelak." tanya Zyra heran.

"kalau ga bergerak berarti orang itu mati" balas zeon sekenanya.

"Ihh bukan itu ze! Maksudnya Olang itu kok ga beltindak cih?"😤

"Karena dia sedang memastikan sesuatu."

jawab Zeon tenang.

"Mungkin."

"Mungkin?"

"Kita terlalu sedikit informasi."

Zyra berguling ke arah kembarannya.

Rambut hitamnya berantakan.

"Kalau kita bikin dia kelual gimana?"

Zeon diam.

Lalu perlahan menutup bukunya.

"Itu ide yang buruk."

"Tapi efektif kan?"

"Itu tetap ide buruk."

"Ze..."

"Kita hampir diculik waktu umur tiga tahun."

"Aku ingat."

"Kau hampir menggigit tangan penculik itu."

"Aku memang cudah menggigit nya"

"Dan Papa Alfa hampir menghancurkan setengah kota setelahnya."

"..."

"yah Itu juga benal!"

Untuk sesaat kamar menjadi hening.

Lalu...

"Tapi kenapa mengincal kita?" bisik Zyra.

Pertanyaan itu membuat Zeon terdiam.

Karena jauh di dalam hatinya...

Dia juga memikirkan hal yang sama.

Pria itu tidak memperhatikan Sean.

Tidak memperhatikan Sian.

Tidak memperhatikan Raven.

Hanya mereka berdua.

Seolah tahu sesuatu.

Sesuatu yang bahkan mereka sendiri belum mengerti.

"Aku punya ide."ucap Zeon akhirnya.

Mata Zyra langsung berbinar.

"Itu biasanya pertanda buruk."

"Bagi siapa?"

"Orang lain."

"..."

Zeon memilih mengabaikannya.

"Kita tidak memancing dia."

"Lalu?"

"Kita membuatnya berpikir bahwa kita lengah."

"Hm?"

"Kalau dia benar-benar mengincar kita..."

"Maka cepat atau lambat dia akan bergerak."

"Dan saat itu..."

Zyra langsung menyambung.

"Kita tangkap!"

"Salah."

"Hah?"

"Kita cari tahu siapa yang mengirimnya."

Senyum kecil muncul di wajah Zyra.

Sudah lama.

Sangat lama.

Sejak terakhir kali mereka menyelidiki sesuatu bersama seperti ini.

Namun kali ini berbeda.

Karena sekarang...

Mereka tidak hanya melindungi diri sendiri.

Mereka melindungi keluarga Arken.

Dan mereka sama sekali tidak menyadari...

Bahwa di ruang kerja lantai tiga.

Papa Alfa sedang menatap foto pria yang sama.

Tatapan blue sapphire miliknya dingin.

Sangat dingin.

"Jadi akhirnya orang itu muncul lagi..."

gumamnya pelan.

Di atas meja.

Terdapat berkas lama.

Sangat lama.

Berkas yang berhubungan dengan musuh terbesar Alfa beberapa tahun lalu.

Musuh yang pernah mencoba menghancurkan keluarga Arken.

Dan kini...

Setelah bertahun-tahun menghilang.

Jejaknya mulai muncul kembali.

...****************...

...Bersambung 🐣🐣🐣🐣...

1
awesome moment
twins n dikelilingi org2 yg posesif. musuh mrk sadar g y? klo twins kesenggol, bakalan ketemu neraka sgra mrk tu
awesome moment
lama blm up date
maiaqua: dah update beb😘
total 1 replies
awesome moment
d yg tau mrk mundur ke baby
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. semangat terus ya author.

btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh singgah profile.. terima kasih 🤭
maiaqua: iya makasih😘 kamu juga semangat yah💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!