Roni seorang laki-laki dari sebuah desa pelosok,dia hanya lulusan sekolah dasar,walaupun dia anak satu-satunya tapi orang tuanya tidak mampu melanjutkan sekolah anaknya,karena keadaan ekonomi yang serba kekurangan,Bapaknya Roni bukanlah orang yang gigih dalam bekerja.
Risa adalah teman Roni sjeak kecil mereka berdua saling jatuh cinta,dan cintanya berlanjut sampai dewasa.Demi mendapatkan restu dari Bapaknya Risa,Roni di tuntut harus bisa menjadi orang kaya melebihi kekayaan Bapaknya Risa.
Demi memperjuangkan cintanya,Roni membulatkan tekadnya untuk merantau di kota Jakarta,yang dia ketahui Jakarta adalah kota yang banyak uangnya,banyak orang sukses dan menjadi kaya raya.
Ternyata tidak mudah hidup dikota itu,Roni mengalami banyak rintangan disana,hingga membuat nyawanya hampir melayang di tangan para preman.Beruntung ada seorang kakek yang hidup sebatang kara menolongnya,yang setiap hari kerjanya sebagai pengemis.Roni di rawat sampai sembuh .
Ronipun membalas kebaikan kakek itu,dengan selalu menemaninya saat mengemis.Roni di anggap seperti cucunya sendiri,tidak begitu lama kakek mengemis bersama Roni tibalah ajalnya.
Karena sudah tua tibalah ajalnya,dan ternyata sang kakek tua itu mempunyai simpanan banyak uang hasil dari mengemis selama bertahun-tahun.
Apakah Kakek tua itu akan mewariskan simpanan uangnya pada Roni?.
Apakah Roni bisa kaya melebihi Bapaknya Risa dalam satu tahun?
Simak kelanjutannya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Penasaran
W
(Gita)
(Nina)
***
Gita dan Nina sudah sampai di taman, mereka melihat banyak orang yang datang ke taman ini.
"Wah rame banget ya hari ini, biasanya sepi," kata Nina.
"Ya iyalah, ini kan hari libur, jadi banyak pengunjungnya."
Gita dan Nina matanya tertuju ke arah pintu masuk taman, dia melihat banyak orang yang berhenti di situ.
"Ada apa sih di sana, kok banyak orang yang berhenti di situ," kata Gita.
"Tau tu,ada apa ya di sana? Ayo kita lihat," kata Nina.
Mereka berdua menuju pintu masuk taman, mereka bertanya pada seseorang kenapa ada kerumunan di situ. Ternyata ada seorang pengemis di situ.
"Oh ternyata ada pengemis di sini, kirain ada artis terkenal," kata Nina.
"Ada pengemis aja kok heboh banget ya, banyak orang yang pada ngasih uang,sampai nggak kelihatan orangnya."
Mereka berdua hanya melewati kerumunan itu, tanpa melihat si pengemisnya. Mereka berdua masuk kedalam taman.
"Wahh..!!!, segar banget udara di taman ini, banyak bunga-bunga yang bermekaran, aromanya wangi bikin releks, aku suka banget taman ini, kalau kamu gimana Nin..."
Nggak ada jawaban dari Nina, Gita menengok ke belakang ternyata Nina sedang tiduran di bangku taman. Gita menghampiri Nina.
"Nina....," teriak Gita.
Nina tak mendengar teriakan Gita, ternyata Nina sudah tidur. Gita mencubit pipinya Nina supaya dia bangun dari tidurnya.
"Ya ampun Nina, kamu tidur di taman ini, baru aja nyampek udah ngorok."
"Ayo bangun....," Teriak Gita dengan keras,Nina langsung melek matanya.
"Apaan sih, ganggu orang tidur aja," kata Nina yamg males bangun.
"Nina kamu aku ajak kesini untuk nemenin aku."
"Aku udah nemenin kamu kan."
"Ya tapi ngak tidur gini."
"Aku udah bilang sama kamu,kalu aku ngantuk, di hari libur ini aku ingin tidur seharian."
"Nggak boleh, nggak boleh pokoknya nggak boleh, kamu harus temenin aku. Aku butuh temen ngobrol," Kata Gita sambil menarik tangannya Nina, supaya bangun dari tidurnya.
"Ya, ya, aku bangun, Gita yang manja."
"Lihat tu, bunganya pada bermekaran aku mau selfi di situ,pasti bagus banget, kamu yang foto ya," rayu Gita.
"Ya...," jawab Nina singkat.
Gita selfa-selfi dengan gayanya, sampai berkali-kali. Nina sampai capek di buatnya.
"Udah ya, udah banyak foto kamu, aku capek ni,laper lagi," keluh Nina.
"Sini hand phonenya, coba aku cek bagus nggak fotonya."
"Waow!!!, bagus-bagus banget hasil fotonya, aku jadi lebih cantik dan keren. Kamu cocok deh nanti kalau jadi fotografer "
"Ya, semoga aja..."
"Katanya kamu laper ayo kita cari makan."
"Oke, kamu yang traktir ya."
"Beres, kan aku yang ngajak kamu ke sini, jadi aku yang traktir hati ini."
Mereka berdua berjalan mencari tempat makan.
"Kamu mau makan apa Nin?" Tanya Gita.
"Hari ini aku pingin makan bakso yang pedes banget, supaya ngantukku ini hilang."
"Kamu tu masih aja ngantuk,emangnya kamu semalam nggak tidur apa."
"Aku semalam main game,sampai pagi baru selesai dan aku menang,mangkanya aku ngantuk."
"Hih.., anak cewek sukanya main game tengah malam."
"Yang jual bakso adanya di luar taman, yang deket pintu masuk tadi," Kata gita.
"Ya udah kita ke sana,aku sudah laper banget ni tadi belum sarapan," keluh Nina lagi.
"Mangkanya jadi orang tu, jangan tidur mulu, sampai lupa makan, ntar kalau sakit baru tau rasa."
Mereka berdua menuju pintu masuk taman tadi, dan keluar mencari penjual bakso. Mereka berdua melihat di depan pintu itu masih banyak orang yang mengerumuni pengemis itu.
"Kok masih ramai aja ya disini, pengemis itu masih nggak kelihatan karena di kerumunin banyak orang," kata Gita.
"Apa sih yang istimewa dari pengemis itu," Kata Nina.
Mereka berdua sebenarnya penasaran, dengan si pengemis itu, karena banyak orang yang peduli padanya. Mereka tak begitu menghiraukannya karena Nina sudah kelaparan.
"Ayo cepat kita makan di situ, aku dah laper banget," keluh Nina.
"Ayo.."
"Pak pesen bakso dua mangkok."
"Ya neng, tunggu sebentar."
Mereka menunggu sambil mengobrol.
"Gimana, galau kamu, sudah sembuh," tanya Nina.
"Ya sudah sedikit lega."
"Ya syukurlah, emangnya pacar kamu si Toni itu kemana perginya?"
"Nggak tau, aku baru aja pacaran sama dia, terus dia menghilang begitu saja, nggak ada kabar."
"Kamu tu cantik ya, tapi kenapa sering di tinggalin pacar kamu."
"Nggak tau tu, aku udah pacaran tiga kali, tapi baru sebentar udah di tinggalin gitu aja."
"Kamu mau tahu nggak jawabannya."
"Apa?" tanya Gita penasaran.
"Karna kamu itu orangnya manja kayak anak kecil, mangkanya pada nggak betah sama kamu."
"Ihh, nggak mungkin aku kayak gitu, kamu tau dari mana.Apa semua mantan pacarku ngasih tau kamu."
"Nggak,aku cuman ngarang aja, habis kamu manja banget sih sama aku."
"Ihhh, dasar kamu, terus kalau kamu sendiri gimana?, kok nggak pernah punya pacar."
"Ngapain punya pacar, ribet.."
"Ni mbak baksonya."
"Makaih pak," kata mereka berdua.
Nina langsung menyantap baksonya dengan sambal yang buanyak, dia makan kepedesan.
"Nina, jangan banyak-banyak ngasih sambelnya, ntar kamu sakit perut."
"ahhh... mantab," ucap Nina sambil kepedesan.
Sambil makan bakso Gita memperhatikan tempat Roni mengemis bersama Kakek Sabar, tempat itu sudah rada sepi. Gita melihat pengemis itu, yaitu seorang Kakek tua dan seorang cowok.
"Nin, tu lihat orang yang ngemis di depan pintu itu."
"Mana."
"Itu."
"Oh, Kakek sama cowok itu yang ngemis."
"Iya, ngapain ya cowok itu ikut ngemis sama Kakek tua. Nggak malu apa ya, masih muda kerjaannya ngemis," kata Gita.
"Tapi kok banyak ya yang simpati padanya," kata Gita lagi.
"Kamu penasaran ya, kita selesaiin makan, ntar baru kita lihat dari dekat."
"Oke."
Mereka berdua selesai makan dan segera menghampiri kedua pengemis itu, yaitu Kakek Sabar dan Roni yang tampan. mereka memberi uang pada pengemis itu.
"Ini Kek, ada sedikit uang buat Kakek," kata Gita.
"Ya,makasih neng, semoga uang ini menjadi berkah buat Kakek dan juga neng yang sudah rela memberikan sebagian rizkinya untuk Kakek, semoga neng di beri kesehata dan umur yang panjang."
"Amiin," ucap Gita dan Nina.
"Makasih ya cewek-cewek cantik udah ngasih sebagian rizkinya buat kami, semoga kebaikan kalian di balas oleh Alloh," kata Roni.
"Ya,sama-sama cowok ganteng."
"Pantes aja pengemisnya ganteng gini,banyak cewek-cewek yang menghsmpirinya," bisik Nina.
"Kalau di lihat-lihat ni cowok mirip sama Toni, pacar aku yang pergi entah kemana," kata Gita.
"Jangan-jangan, ini Toni pacar kamu."
"Nggak mungkin masak sih dia menghilang terus jadi pengemis."
***bersambung....
tapi uang tak cukup
Haiii kak..aku udah hadirrr
jngn lupa like back yhh di karyaku
klik akun ku!
hadiirrr
smngatt br karyaa ka
goodluck .,🤗
#ketika takdir menyatukan aku dan mereka.
#Mencintai mu dalam gelap