NovelToon NovelToon
Aku Wijaya

Aku Wijaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan
Popularitas:91.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Iam Siam dani

Aksi-aksi nekad dari Alfa, putra dari Surya Wijaya Saudagar kaya di negeri Indonesia.

Bukannya menikmati kehidupan sebagai Tuan Muda, tapi malah memilih menjalani kehidupannya sebagai seorang Pasukan bayaran, yang menggadai nyawa setiap hari demi menjalankan misi.

Novel ini banyak adegan kekerasan, siapkan mental sebelum baca. Dan jangan berekspektasi terlalu tinggi karena saya seorang penulis kelas tempe,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iam Siam dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melewati Batas

Pagi-pagi sekali Alfa bangun seperti biasa. Dia merasakan tubuhnya remuk karena setelah sebulan dia tidak beraktifitas berat, dan sekali memulai work out malah mendapat mentor yang begitu kejam.

Bahkan Alfa tak diberi obat-obatan untuk mengobati lukanya oleh Renold dan Ronald yang Alfa anggap gila.

Hari itu jam 5 pagi mereka sudah ditepi pantai. Alfa tidak memakai ransel yang semalam, namun Ronald menyiapkan rompi seberat 45kg dan pemberat kaki masing masing 5kg.

Alfa mulai berjalan menyusuri tepi pantai untuk pemanasan. Setelah itu dirinya mulai jogging sejauh 2km. Mukanya sudah memerah karena menahan berat dari tubuhnya.

Bruuk!!

Alfa terjatuh namum ia lekas bangkit. Kali ini Alfa bertekad untuk melampaui batasnya.

Jantungnya berdebar kencang dan dadanya terasa sesak. Ketika sudah mencapai jarak 3km, Alfa mulai merasa berkunang-kunang.

hah,,hah,,,hah,,

Nafas Alfa mulai tak teratur dan bruukk!!

Sekali lagi Alfa terjatuh, dia berusaha bangkit tapi tenaganya sudah begitu terkuras.

"Tuan Muda, jika dirimu sedang bertugas dan orang yang sedang Anda selamatkan hendak di bunuh apa yang akan Anda lakukan?" Renold mencoba sebuah cara dimana dia memberi sugesti kepada lawan bicaranya.

Dengan mata yang sudah memerah Alfa bangkit dan berlari kencang menuju villa nya.

Ronald tersenyum karena cara yang Renold gunakan cukup ampuh.

Alfa sudah sampai di villa dengam mata sayup-sayup seperti akan pingsan.

Byur! Ronald menyiram tubuh Alfa dengan air laut.

"Arggg!!" Alfa menjerit karena lukanya kembali terasa perih seperti luka baru. Ronald hanya menyeringai kepada Alfa.

"15 menit lagi kita akan bertarung." bisik Ronald.

Alfa kurang suka dengan cara Ronald berbicara dan bersikap. Dia kini Alfa bertekad untuk mengalahkan Ronald. Ronald melenggangbmasuk ke dalam ruangan meninggalkan Alfa yang masih duduk di halaman villa.

Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Alfa dan 2R sudah ada di ruang kosong yang biasa untuk latihan bertarung.

Alfa masih menggunakan pemberat tubuhnya sebagai hukuman hari kemarin. Alfa yang tadinya bertekad untuk mengalahkan Ronald kini tidak yakin dengan dirinya.

Namun Alfa bertekad untuk bertahan selama mungkin tak peduli hukuman berat yang nanti akan menyakitinya.

Secara skill, pengalaman dan stamina Alfa sudah kalah jauh dibanding Ronald.

"Kalian dinyatakan menang apabila lawan kalian sudah tidak bisa melanjutkan pertandingan lagi. Dan seperti biasa hukuman pasti ada untuk yang kalah." ucap Renold.

"Tuan Muda, anda boleh melepaskan rompi pemberat itu, dan pilihlah sebuah senjata." ucap Renold lagi. Alfa mengangguk dan melepaskan rompinya.

Badannya terasa begitu ringan, dan Alfa kemudian memilih sebuah tongkat sebagai senjatanya sementara Ronald memilih sebuah belati kecil.

Keduanya mulai maju, dan saling menyerang. Ronald memberikan sayatan-sayatan kecil ke tubuh Alfa. Alfa jaga berhasil mendaratkan beberapa pukulan ke tubuh Ronald namun Ronald seperti tak merasakan apapun.

sret!! sret!

Alfa meringis karena perut dan punggungnya sudah dipenuhi luka sayatan.

Buak!!! Alfa menendang ulu hati Ronald dan ketika Ronald terbungkuk memegang perutnya yang sakit, Alfa memukul punggung Ronald dengan sangat keras.

Ronald memberikan tusukan dengan keempat jari yang dikeraskan ke arah ulu hati Alfa. Alfa kini sama-sama memegang perutnya.

Ronald menendang kaki Alfa dengan sangat keras. Walau kuda-kuda yang Alfa pasang kokoh namun tendangan tersebut mampu merobohkannya. Alfa jatuh terlentang dengan tangan yang masih memegangi ulu hatinya.

Ronald menyeret tubuh Alfa dan menguncinya ke belakang.

"Argghh!!" teriak Alfa karena bahunya serasa hampir copot.

"Jangan melawan atau tanganmu akan cacat, Tuan Muda." bisik Ronald dengan senyuman keji tersungging di bibirnya.

Alfa yang kini tengkurap dengan kondisi tangan di belakang, tak bisa berkutik lagi. Namun Renold belum mau memutuskan siapa yang menang dan siapa yang dihukum.

Bug!!

Ronald menghempaskan Alfa ke lantai dengan kasar. Alfa merasa tangannya sakit namun kedua tangannya tak mengalami cidera.

Alfa berdiri dan memegang perutnya lagi. Ronald dan Alfa saling bertatapan tajam.

"Renold, biar aku saja yang dihukum. Jangan berhenti sebelum aku pingsan dan ajari aku bagaimana rasa sakit yang sesungguhnya." ucap Alfa mantap.

"Kalian masih harus bertarung." jawab Renold tegas.

"Itu hanya akan membuat kami berdua cedera!" bantah Alfa.

"Baiklah, kalau itu yang Tuan Muda inginkan. Tenang saja kami tidak akan membuat Tuan Muda cacat." ucap Renold.

Sebenarnya Alfa sudah begitu lelah dengan pertarungan tersebut.

"Badanku sudah begitu kotor dan aku ingin mandi terlebih dahulu." ucap Alfa. Alfa berjalan menuju kamarnya dengan langkah pincang dan tangan menekan ulu hatinya.

Alfa menyiapkan air hangat di bathub dan memasukkan segelas kecil cairan antiseptik.

Alfa menelanjangi dirinya dan mulai masuk kedalam bathub.

"argghh,," Alfa merintih karena perih di sekujur tubuhnya yang terluka. Sebelumnya dia tidak pernah seperti ini.

Krieekk,, klek,

Suara pintu terbuka, ternyata Renold yang masuk.

"Ada apa?" tanya Alfa dengan suara bergetar.

"Tidak, Tuan. Saya hanya ingin mengantarkan obat ini kepada Anda Tuan." ucap Renold.

Alfa meminta Renold meletakannya di meja kecil yang berada di kamar mandi.

"Apa punggungku bersih?" tanya Alfa mengejutkan Renold.

"Masih banyak luka yang berdarah." jawab Renold.

"Tolong gosokkan, tapi hati-hati!" perintah Alfa.

Alfa merasakan Renold melakukannya dengan begitu hati-hati.

Setelah beberapa saat Alfa meminta Renold untuk menunggunya di kamar saja agar sekalian mengoleskan obat di punggungnya.

Renold menurut dan keluar dari kamar mandi.

Alfa menggunakan jubah mandi dan boxernya.

Dia lalu keluar dari kamar mandi.

"Tuan Muda, berbaringlah, biarkan saya menghilangkan sakit di ulu hati Anda. " ucap Renold.

Alfa berbaring di atas tempat tidur dan membuka ikatan jubah mandinya.

"Jangan berteriak!" ucap Renold tegas.

Kalau Renold sudah mengatakan seperti itu, pasti akan sakit.

Renold menekan ulu hati Alfa dan berangsur turun hinggj ke pusarnya. Alfa memejamkan matanya karena tidak menyangka akan sesakit ini rasanya.

Alfa sampai berkeringat dingin karenanya.

"Tuan Muda istirahat saja sampai nanti malam, istirahatlah. Agar kami nanti malam bisa puas menghukum Tuan Muda." ucap Renold.

Namun Alfa malah tertawa mendengar pernyataan Renold. Menurutnya Renold dan Ronald sudah menyiksanya setiap hari tanpa ampun.

Tapi kini Alfa mulai pulih seperti dulu saat menjadi anggota Surya Yudha.

"Baiklah, dan jangan lupa kalau aku belum pingsan, kalian belum boleh berhenti." ucap Alfa.

"Baiklah, tapi sepertinya saya harus lembur malam ini." ucap Renold lagi.

1
Rohma Wati Umam
Luar biasa
Gadis Mafia
Anjimmmm,, sedih aku
Black Rose
3 like untukmu thor😘

Main juga yuk ke Novelku " trauma masa lalu "
Di tunggu yah..
🎯Pak Guru📝📶
like
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat, mari saling dukung 🙂
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat🙂
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat,... happy new year🙂
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
👍 tertinggal, semangat 🙂
I.S.DINIa
mantappp,,teman...jadi kebawa dalam cerita,,lanjut lagi up nya..seabadi edelwais dkk nya mampir ngasih like dan dekungan semangat.sukses terus ya😍😍💪
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
Semangat🙂🙂
RA💜<big><_
semngat kak
Sam dari mawar berduri
👑 ᴀʟɪᴀ💣
💣
Ratafi
kok gue yg ngilu merinding sih 😅
👑Rana Semitha💣: sama,,,
total 1 replies
👑Ell💣
sukses selalu kak Alia, semangat buat cerita-cerita selanjutnya🤗🤗
👑 ᴀʟɪᴀ💣: makasih ellisa
total 1 replies
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
🎯Pak Guru📝📶
like
Ina Yulfiana
𝐧𝐞𝐱𝐭 𝐤𝐤 𝐬𝐞𝐦𝐧𝐠𝐭 𝐤𝐤
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
Semangat lanjut Thor, mari saling dukung🙂
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
🎯Pak Guru📝📶
like pembaca setia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!